• Nginap Bareng
  • Contact
  • Portofolio
Responsive image

Indonesian Beauty & Fashion Blogger.
Your personal stylist

Beauty Fashion Talks Lifestyle Event
Tampilkan postingan dengan label #GirlsTalk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #GirlsTalk. Tampilkan semua postingan
#DareToShare

Share Your Power : Langkah Sukses Menjadi Perempuan Hebat

Written by Uni Dzalika
Tahun lalu saya dibuat terkejut oleh Drama Korea yang berjudul Mr.Sunshine karena membawakan cerita yang sangat apik dan sepanjang episode selalu menonjolkan sisi kuat tiap perempuan.

Ada yang ahli memanah, ada mata-mata terbaik di zaman itu, ada yang paling kaya raya dan pintar me-manage keuangan bisnis hotelnya, ada yang pandai menyelam, dan pelayan perempuan pada bangsawan juga tak kalah hebat di drama ini.


Meskipun Mr.Sunshine bukan Drama Feminisme, dan saya juga bukan -belum- menjadi aktivis perempuan, saya selalu takjub dan hormat pada tiap kelompok maupun individu yang mengangkat dan memperjuangkan isu-isu mengenai perempuan. Karena itu, kegiatan #ShareYourPower yang diadakan oleh PT Sanofi dan KAPAL PEREMPUAN yang diadakan di Lebak Bulus pekan lalu membuat saya bersemangat untuk lebih aktif menyuarakan hak-hak perempuan.

Dalam acara tersebut, turut hadir Ibu Adisti Nirmala selaku Head of Marketing PT Sanofi Indonesia yang merupakan perusahaan brand Lactacyd, selain itu ada Ibu Rohika Kurniadi Sari sebagai Assisten Deputy Pemenuhan Hak Anak, Deputy Tumbuh Kembang Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.



Mengenal Institut Kapal Perempuan

Saat pertama mendengarnya, yang terbayang oleh saya adalah Ibu Susi - Aquamen versi Indonesia yang menjaga permukaan lautan hingga kedalaman laut. Tapi ini bukan soal kapal yang di laut. Ini adalah sebuah organisasi yang didirikan sekitar 19 tahun yang lalu.

Diberi nama KAPAL (Lingkaran Pendidikan Alternatif untuk Perempuan) karena menggambarkan alat transportasi yang mampu menghubungkan pulau-pulau yang ada di Indonesia.

Instiitut KAPAL menyediakan sekolah pemberdayaan perempuan, mengadakan Festival Seni dan Budaya yang pernah diselenggarakan di DKI, Padang, selain itu ada Festival Perempuan mendayung di Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Festival 1 Tenun 1 Cerita Perempuan di NTT, dll.

Atas tindakan dan gerakan KAPAL terhadap pemberdayaan perempuan, PT Sanofi mendukung penuh dan dalam acara ini memberikan sumbangan sebesar Rp 50.000.000,- untuk Institut KAPAL Perempuan sebagai bentuk dukungan material.


Sedia Lactacyd Sebelum Sakit

Memasuki talkshow kesehatan, acara dipandu oleh dr. Riana Nirmala Wijaya selaku Medical Manager PT Sanofi Indonesia dan Bapak Jehezkiel Martua selaku Product Marketing Consultant PT Sanofi Indonesia dan membahas mengenai pentingnya kesehatan bagi perempuan.

Dalam Islam, Kebersihan Sebagian dari Iman. Artinya bukan hanya merawat wajah dengan skincare, atau bukan hanya berpakaian serapi mungkin, tapi perempuan juga harus memerhatikan area vagina dan sekitarnya supaya tetap bersih dan tidak bau. Kalau kata Bundo, supaya engga digigit kucing (karena tercium amis). Ini penting tapi sering terlewat untuk sebagian orang.

Dan tentu saja, membersihkan area kewanitaan bukan cuma ganti celana dalam saja. Kita harus melakukan eat cleaning, harus perhatikan pola hidup. Kurangi begadang, kurangi ghibah, perbanyak minum air mineral, kurangi minuman soda dan gula berlebih, serta rajin mengeringkan dengan benar setelah pipis.


Jangan sembarang pakai tisu toilet yang mudah hancur karena khawatir tertinggal di dalam. Jangan sering nahan pipis karena berpotensi ISK. Dan gunakan Lactacyd secukupnya saja jangan berlebihan. Wah, banyak 'jangannya' tapi semoga kamu memahami aturan ini.

Kenapa harus sehat?
Karena kamu perempuan.
Ada yang bilang, perempuan itu tidak boleh sakit. Karena harus mengurus anak, suami, orangtua, dan masih juga harus bekerja di luar dan di dalam rumah. Wah, hebat sekali 'kan. Dengan aktivitas sepadat itu, tentu menjaga kesehatan harus dimulai dari hal-hal yang sensitif.

Jadi, selain memperjuangkan isu-isu yang masih dibahas hingga saat ini, pastikan juga kita menjaga kesehatan dan kebersihan dimulai dari diri sendiri.

#BeautyCorner

Skincare Dokter atau Skincare Drugstore? Mana yang Paling Ampuh?

Written by Uni Dzalika

Saya merombak rangkaian 10 steps skincare dan menggantinya dengan produk dokter dari Klinik Rosecare. Seperti ini hasilnya setelah dua minggu!

Karena kurang telaten, menggunakan 10 steps skincare terasa memakan waktu dan boros pengeluaran untuk saya yang belum menghasilkan uang bulanan (dibaca; gaji tetap). Oke, orang bilang itu investasi, tetapi membeli sesuatu yang di luar kemampuan kadang-kadang terasa sulit. Selain itu, menurut saya we don’t need to use as much skincare product as we think.

Apakah aman menggunakan produk dari dokter
Wajah saya sebelum menggunakan Rosecare

Terlebih lagi, di masa sekarang banyak brand skincare bermunculan dan menjual beragam produk yang terasa menjanjikan dengan dalih tidak menggunakan kandungan berbahaya, mencerahkan, melembabkan, ya kira-kira seperti itulah.

Semakin banyak pilihan, semakin saya ingin mencoba semuanya sementara wajah yang saya punya hanya satu. Sampai suatu hari saya mengenal produk Rosecare -sebuah klinik kecantikan di bilangan Duren Sawit - Jakarta Timur yang mengeluarkan produk racikan dan non racikan. Makin bingung, 'kan, mending pakai skincare dokter atau skincare drugstore?

Baca juga : Rangkaian makeup yang tepat untuk pemula

Menggunakan Produk Dokter Apakah Aman?

Pada awalnya, saya takut. Apalagi di masyarakat kita berkembang pemikiran "jangan, produk dokter bahaya!" atau, "nanti jadi ketergantungan loh," atau, "pakai produk dokter 'kan bikin kulit hitam," atau "eh produk dokter bikin jerawatan bopengan jangan dicoba ah!" dan berbagai hasutan negatif lain yang membuat saya pun akhirnya berpikir, oke jangan sekali-kali coba produk dokter. Mending pakai yang ada saja di drugstore karena bermerek dan dijual di tempat resmi.

Ada yang berpikir sama seperti saya? Tidak masalah, takut dan ragu itu wajar sebab kita manusia.

Tetapi, belakangan saya tahu masyarakat kita (termasuk saya) sering keliru. Yang harus kita takutkan bukan produk dokter, tapi produk abal-abal krim tanpa merek resmi yang beredar di pasaran, atau produk dokter yang racikannya bukan sepengetahuan dokter, atau krim pemutih dokter yang digunakan tidak sesuai resep.

Mengenai masalah ketergantungan dengan cream dokter juga bisa kamu baca lebih lengkap di artikel favouritebeautycare : menyikapi masalah ketergantungan krim dokter

Bahaya menggunakan krim dokter tanpa konsultasi
Di Rosecare wajib konsultasi sebelum membeli produk. Jika jauh dari lokasi, konsultasi dapat dilakukan via WhatsApp.

Founder dan co-founder Klinik Rosecare.


Baca dulu : Compressed Mask Paper; Cara Murah Maskeran Tiap Hari

Apakah Produk Dokter Rosecare Bikin Kulit Hitam atau Kemerahan?

Produk dokter ada dua jenis; 1) yang diracik khusus untuk pasien, dan 2) yang diformulasikan untuk jenis kulit secara general dan dijual bebas. Di sini juga tersedia cream pemutih wajah racikan dokter spesialis kulit.

Di Rosecare sendiri, produk yang golongan kedua (non racikan) sudah ada nomor resmi POM dan formulasinya dibuat langsung oleh dokter ahli kulit yaitu Ibu dr. Ridha R., Sp.KK sehingga saya berani mencobanya.

Yang perlu kita sadari, adanya efek hitam di wajah itu berarti dalam produknya mengandung merkuri. Sementara efek kemerahan biasanya timbul karena ada kandungan steroid dan penggunaannya berlebihan. Jadi, selain harus aware dengan kandungannya, perhatikan juga resep pemakaian. Dan jangan pakai produk abal-abal yang mencurigakan (tidak jelas kandungannya).


Sementara di Rosecare dalam kandungan produknya hanya ada bahan-bahan penting saja bahkan sekadar parfum, tidak ada di dalamnya. Jadi, insya Allah dengan bismillah menggunakannya, produk ini tidak akan membuat kulit hitam. Malah bikin glowing padahal baru pemakaian dua minggu :')

Apa Saja Produk Dokter Rosecare?

Ternyata produknya ada banyak bukan hanya untuk wajah. Di sana juga ada rangkaian body care dan hair care. Untuk saat ini, produk yang saya pakai sebagai rangkaian skincare pagi dan malam hanya lima (5) produk.

Untuk produk lebih detail bisa kamu tonton dalam video ini.

Saya merasa jauh lebih efektif dari segi waktu dan keuangan karena ternyata harganya tidak memberatkan kantong saya, dan rangkaiannya sangat praktis bukan 10 steps skincare. Berikut rangkaian skincare dari Klinik Rosecare;

Face Wash Rosecare Normal to Dry 100 ml. (Rp 70.000,-)

Pertama kali mencobanya, saya terpana dengan warna dan tekstur face wash yang bening dan lembut.

Karena bengong itulah saat dituang ke tangan tiba-tiba jadi banyak sekali seperti saat menuang sabun mandi :D Padahal, penggunaannya cukup sedikit, tidak lebih banyak dari ukuran satu ruas jari kelingking dan basahi, usap di tangan sampai mengeluarkan busa yang cukup banyak, barulah cuci muka.


Produk ini tidak ada scrub dan busanya sangat mild sehingga dijamin tidak membuat kulit iritasi atau perih. Yang paling saya suka, setelah cuci muka wajah terasa ringan dan lembab alih-alih keset.

Pembersih muka yang bagus

Face Toner Normal - for Clarity andSmoother Skin. Reduce Fine Lines. 100 ml (Rp 60.000,-)

Yang saya suka dari Rosecare, walau produk ini dijual bebas kita dianjurkan untuk konsultasi gratis sebelum membeli produknya. Bahkan diedukasi bagaimana cara menggunakannya agar tidak salah dan hasilnya bisa terlihat.


Nah, saat dijelaskan soal Face Toner ini, Ibu Dokter bilang ada kandungan acid yang cukup keras sehingga penggunaan toner tidak boleh diusap kasar tetapi cukup ditepuk pelan. Boleh diusap, tapi bukan digosok agar tidak menimbulkan iritasi. Meskipun begitu, produk ini mengandung ekstrak chamomile dan castor oil yang dapat melembabkan kulit.

Water, Ethanol, Lactic Acid, DMDM Hydantoin, PEG-50 Hydrogenerated, Castor oil, Polysorbat 20, Chamomile (anthemisnobilis) extract.

Alhamdulillah-nya, karena wajah saya sudah kenal acid jadi saat pakai tidak terasa perih sama sekali. Untuk kamu yang baru pertama menggunakan toner acid, harus pelan-pelan mengenalkannya ke kulitmu. Awal pakai mungkin berasa perih di bagian bekas jerawat atau pori-pori yang besar but don't worry it's normal.

Baca juga : Bagaimana Cara Menggunakan Toner Exfoliator yang Benar?

Sunscreen MF SPF 50 & Sunscreen Foundation SPF 50

Kedua produk ini memiliki SPF 50 tetapi tekstur dan warnanya berbeda jauh. Untuk Sunscreen MF ditandai dengan jar berwarna kuning.


Di dalamnya ada cream yang berwarna putih susu dengan tekstur cukup padat dan keset. Saat diaplikasikan ke wajah sedikit susah dibaurkan tetapi warnanya segera menyatu dengan kulit.

Nah, yang Sunscreen Foundation favorit saya. Kalau beberapa brand mengeluarkan foundation dengan SPF, kalau yang ini sunscreen tapi ada foundation-nya. Jadi kandungan utama dia untuk proteksi dari sinar UV tetapi saat pakai ini kita tidak perlu menggunakan alas bedak atau bb cream atau foundation lagi.


Teksturnya lebih mudah untuk dibaurkan dan berwarna cokelat susu yang tidak terlalu pekat. Saat diaplikasikan, warnanya tidak terlalu coverage tapi untuk saya yang mukanya kering tidak berjerawat, menggunakan ini saja rasanya cukup.

Untuk tekstur dan hasilnya bisa lihat melalui video di atas, ya.

Home Peeling Rosecare (Rp 80.000,-)

Ketika saya melakukan face treatment di Klinik Rosecare, kata dokter dan terapisnya kulit wajah Uni sudah baik dan dalam kondisi bagus, hanya kurangnya dia sangat kering dan banyak komedo.

Iya, komedo ini tumbuh setiap hari seperti rumput liar; dimusnahkan pakai apa pun tetap bisa muncul lagi. Mirip seperti perasaan kangen. Kalau dibabat sesering mungkin, malah tumbuh semakin cepat :))
Kembali ke topik, saat saya tanyakan apa yang harus saya lakukan, saya disarankan memakai Home Peeling Rosecare saja setiap malam hari.

Seperti namanya, Home Peeling adalah perawatan wajah yang dapat dilakukan di rumah sebagai tahap awal untuk proses peeling. Tujuannya agar wajah jadi lebih bersih dan lembab.

Kalau brand lain seringnya berbentuk krim, Home Peeling Rosecare memiliki tekstur cair dan bening dan baunya mirip mainan lem balon zaman '90-an. Ituloh, lem yang kalau dibuletin dan ditup jadi balon. Kebayang, nggak?

Nah, kali pertama saya bingung bagaimana cara pakainya. Iya, penjelasannya ada, tapi masih bingung. Ini tuh nanti harus dibilas atau didiamkan? Nanti ngelupas gitu kulitnya? Nanti panas nggak, mukanya?

Setelah konsul lagi dengan dokter ternyata cukup dioles dan diamkan saja semalaman.
Walau botolnya kecil, penggunaannya hanya dua tetes untuk wajah dan leher. Sangat hemat dengan hasil yang cukup memuaskan karena paginya komedo saya hilang!

Seperti ini hasilnya wajah saya dalam dua minggu setelah rutin menggunakan Rosecare. Afterwards, I believe that less is more when it comes to your skincare products. Tanpa perlu layering dengan jumlah banyak, kita tetap bisa merawat wajah, loh. Hemat waktu, hemat uang.

Bagaimana menurut kamu? Tertarik untuk mencobanya? Untuk free konsultasi dan pemesanan produk Rosecare dapat menghubungi;

Whatsapp: DIAN +6283863710174
Instagram : @rosecare.id & @rosecare_dr

#GirlsTalk

Woman Talk : Rahasia Sukses Menjadi Womenpreneur

Written by Uni Dzalika



Ingatan saya tidak menyimpan kenangan tentang apa-apa yang telah dilakukan semasa kecil. Namun, tiap lembar foto dan cerita keluarga membuat saya tahu bahwa ‘jiwa pedagang’ sudah ada sejak usia dua tahun dimulai saat berjualan teh di sekolah PAUD.

Wah. Antara percaya dan tidak.

Keluarga saya memang menanamkan paham jika ingin sesuatu harus mendapatkannya sendiri, dan itulah yang membuat kami selalu berjualan apa pun. Tapi, menginjak usia sekarang, kenapa usaha yang saya bangun terasa jalan di tempat? Padahal saya merasa mampu melakukan banyak hal sekaligus; mengerjakan dan mengelola apa saja.

ilustrasi : pexels.com

Merasa multitasking seharusnya membuat saya lebih maju. Namun, nihil. Saya tetap menjadi orang biasa, segala hal yang saya kerjakan terasa hampa.

Ketika banyak orang yang mengatakan bahwa perempuan harus mampu multitasking, Mbak Futri Zulya, S.Mn., M.Bus, seorang pebisnis yang memiliki banyak usaha malah mengatakan sebaliknya. Justru, kiat menjadi sukses itu adalah kita menyadari bahwa adakalanya kita –khususnya perempuan– tidak melakukan semua hal dalam satu waktu. Ada masanya kita menyusun prioritas, dan ada caranya bagaimana membagi waktu serta membagi keuangan agar hidup jadi lebih baik, kerjaan lebih lancar, dan usaha yang dibangun lebih sukses.

Hal tersebut disampaikan pada acara Woman Talk “How to Start Your Bussines” with Futri Zulya di Kemang Six Residence, (20/09/18) bersama Komunitas Indonesian Social Blogpreneur. Pada hari itu, saya akhirnya tahu selama ini sudah keliru dalam mengambil langkah.

cara membuka usaha online shop
Mbak Ani Berta, founder Komunitas ISB dan Mbak Futri Zulya
dalam acara Woman Talk

Kiat Memulai Bisnis

Semua perempuan di keluarga saya baik dari pihak Papa atau Bundo, semuanya bekerja dan memiliki usaha sampingan. Semuanya. Ketika di luar sana orang sibuk mengatakan perempuan sebaiknya di rumah saja, keluarga saya selalu memotivasi untuk berkarya dan bekerja semampu yang kami bisa, dan perempuan-perempuan tangguh di keluarga saya adalah inspirasi terbesar selama ini.

Begitu juga dengan Mbak Futri Zulya. Beliau mendirikan PT. Batin Eka Perkasa dan PT. Batin Medika Indonesia dengan misi agar perempuan mempunyai posisi penting dalam perekonomian keluarga, tanpa melupakan kodrat hakikinya sebagai seorang istri dan ibu.

Untuk memulai sebuah usaha, kita bisa mengenal lebih dulu melalui apa pendapatan yang ingin kita raih. Misalnya, bekerja menjadi karyawan di sebuah perusahaan, atau menjadi pedagang, atau freelancer, dll. Mbak Futri sendiri memilih menjadi pioneer dan membuka lading usaha bagi banyak perempuan.
Setelah itu, hal apa yang harus diperhatikan? Menurut Mbak Futri Zulya ada beberapa poin penting sebelum kita memulai usaha.

A. Bekerja Sesuai Passion

Baik kerja di kantor atau membangun suatu usaha, ada baiknya kita bekerja karena suka, bukan karena butuh. Ini penting sekali, agar setiap langkah yang kita jalani tidak terasa berat dan menyulitkan. Khusus untuk kamu yang ingin berwirausaha, carilah passion yang sesuai. Semisal saya concern dengan dunia kecantikan, usaha yang saya pilih adalah berjualan skincare. Jika kamu menyukai buku, bisa membuka toko buku online, dst.

Tapi jika memang membuka usaha karena ‘butuh’ pastikan kamu mengenal dengan baik usaha yang kamu jalani dan taruhlah minatmu pada apa yang kamu jual. Misal, kamu ibu rumah tangga yang menjual buku anak-anak, tentu kamu harus belajar menyukai dunia kepenulisan, bacaan, dan mengenal dengan baik buku anak-anak tersebut. Bukan hanya bukunya, harus tahu juga pangsa pasarnya, keutuhannya untuk siapa, sehingga apa yang kamu jual bukan sekadar koar-koar di facebook semata.


B. Pastikan Memiliki Support System

Ini penting sekali dalam menjalankan sebuah usaha. Datangnya bisa dari keluarga inti, keluarga besar, tetangga, sahabat, kolega, rekan seperjuangan, bahkan jika kamu memiliki pengasuh atau art, mereka juga bisa menjadi support system. Ini bukan berarti mereka sekadar mendukung atau menyemangati ya. Bukan orang yang “Wah buka usaha, sukses ya!” kemudian hilang atau nyinyir di belakang. Tapi mereka yang tetap membuat kita semangat dan merasa terus termotivasi untuk menjalankan apa yang sudah dimulai.
Bagaimana cara memiliki support system ini?

Hal utama adalah harus terbuka, menceritakan apa yang sedang kamu kerjakan, menjelaskan seperti apa pekerjaanmu, dan jika mereka memahami apa yang kamu kerjakan, tanpa diminta pasti akan membantu atau menyemangati kapan pun.

C. Set Your Priority

Kembali pada bahasan multitasking, Mbak Futri Zulya menyarankan agar kita menyusun daftar prioritas. Jangan semua dikerjakan dalam sekali waktu, terutama bagi ibu-ibu tangguh yang sedang menjalankan usaha. Misalkan, nyuapin anak sambil balesin chat customer, makan bersama suami sambil liat hp, atau sat kuliah bukannya perhatikan matkul malah sibuk upload foto katalog, dst.

Tentukan prioritas. Beliau menyarankan agar kita memprioritaskan diri sendiri terlebih dahulu, keluarga, baru usaha. Barangkali terdengar egois, tapi ini penting. Kita wajib mempedulikan kesehatan, kesegaran jasmani dan rohani, pikiran harus tetap tenang dan bahagia, dan dengan memprioritaskan diri sendiri, kita akan mudah mengurus atau memperhatikan keluarga.

Ketika keluarga sudah diurus, barulah fokus pada usaha. Jadi dengan menyusun daftar prioritas, kita juga harus pandai mengatur manajemen waktu agar semuanya terselesaikan dengan baik dan tidak ada yang terbengkalai.

D. Create Business Planning

Nah, setelah mengurus datar prioritas, ada hal penting yang waji dilakukan bagi wirausaha dan pebisnis. Kita harus cari sebanyak-banyaknya informasi mengenai tipe bisnis, respon pasar, legalitas, SWOT analysis, dll. Kembali lagi pada poin satu, jangan hanya karena kita suka, usahanya sesuai passion, lantas mengabaikan elemen penting seperti ini.

E. Execute!

Setelah itu?
Langsung kerjakan. Jangan menunggu tua, jangan ada kata nanti, jangan di entar-entar, jalan saja dulu. Kalau masih ragu, minta atau ajak support system kamu untuk mendukung dan membantu.

Saran saya, jika masih ragu kamu bisa memulai dengan membuat media sosial usahamu terlebih dahulu. Buat terpisah dari akun personal dan jangan terlalu sering promosikan usahamu di lapak pribadi. Selain spamming, rasanya kurang efektif karena tidak sesuai dengan target pasar. Lantas, harus bagaimana? Cek kembai poin D :)

Karyawan Mbak Futri Zulya yang membagikan pengalaman saat bekerja di PT. Batin Medika

Tips Menjadi Womenpreneur

Sudah bukan masanya ya, perempuan hanya diam saja di rumah. tidak bekerja akntoran dan hanya di rumah, tidak masalah. Tapi diam saja tanpa melakukan apa pun dan hanya menunggu orang rumah seperti suami atau orang tua, rasanya bukan lagi zamannya. Di Amerika, Ibu Bekerja atau Mompreneurs dengan anak usia 6 tahun ke bawah sudah mencapai angka 68% sementara di Indonesia yang masih kurang dari 2%.

Ada banyak peluang dan kesempatan yang bisa dilakukan meskipun hanya di rumah, dan uang yang didapat tentu bisa bermanfaat. Menurut Mbak Futri Zulya, perempuan wajib menjadi womenpreneur karena;

Wanita lebih stress terhadap masalah keuangan
Wanita berpenghasilan lebih rendah
Wanita hidup lebih lama dibandingkan laki-laki
Wanita tidak mau ambil resiko dalam berinvestasi
Wanita suka berbelanja

Untuk merealisasikan hal tersebut, kiat bisnis di atas tidak cukup. Kita perlu mengatur juga keuangan yang didapat. Nah, ini yang agak tricky dan mungkin menjadi alasan utama kenapa banyak usaha orang yang terasa jalan di tempat.

Pertama, langsung pisahkan uang untuk Pos Kebutuhan Hidup dengan alokasi 50% dari total pendapatan per bulan. Kebutuhan hidup rutin meliputi pos belanja rumah tangga, gaji ART, gaji sopir, biaya transportasi, komunikasi, sedekah, zakat, bayar listrik, kuota, air, dll.

Kita juga harus memisahkan alokasi maksimal untuk cicilan seperti KPR, kredit kendaraan, kredit tanpa agunan, atau lainnya sebesar 30% dari gaji bulanan. Apabila kamu menggunakan kartu kredit dan selau bayar lunas saat jatuh tempo, maka pembayaran tersebut akan masuk alokasi biaya hidup rutin.

Kedua, ada rumus rahasia dari Mbak Futri Zulya yang membuat saya merasa tercerahkan. Ternyata, membagi keuangan pun ada caranya, bukan sekadar 50% untuk biaya hidup dan 50% untuk usaha. Bukan begitu.

Kita harus segera potong 5% untuk investasi dan dimasukkan ke pos saving, dan potong 5% untuk dana darurat yang dimasukkan ke pos saving. Dan rahasia ini dapat diterapkan oleh semua orang, tidak hanya perempuan, tidak hanya wirausaha atau womenpreneur. Barangkali, Awkarin juga mengggunakan cara ini kali ya makanya dia sudah sukses di usia muda~

cara membuka usaha sendiri di rumah

Bagaimana Cara Mengatur Keuangan?
Mengatur alokasi tersebut mungkin tidak mudah kalau kita terbiasa -pakai-aja-mumpung-ada-duit-. Karena itu, buatlah daftar keuangan sbb;

1. Financial Planning

Buatlah daftar singkat mengenai apa-apa yang kamu butuhkan dan kamu inginkan dengan cara membagi waktunya, jangka pendek dan jangka panjang. Saya pribadi selalu melakukan ini sejak masih SMP dan itu selalu berhasil membagi keuangan yang dipunya. Kamu juga bisa membaca Financial Planning unidzalika di tahun 2018.

Buat daftar yang realistis dan jangan lupakan daftar kewajiban misalnya seperti pergi haji, investasi apart atau tanah, dst. Dengan adanya pemisahan daftar keinginan dan kebutuhan, kita akan mudah memasang target harus mengumpulkan uang berapa, harus menggunakan berapa, dan otomatis ajan bijak dalam melakuka pengeluaran.

2. FINANCIAL LITERACY & QUOTIENT

Financial literacy, menurut penjelasan Mbak Futri Zulya adalah kemampuan untuk memahami bagaimana uang bekerja, bagaimana seseorang mendapatkannya, mengatur, membelanjakan, menginvestasikannya (agar bertambah) hingga menyumbangkannya untuk membantu orang lain.

Kecerdasan financial (FQ/ Financial Quotient) adalah kemampuan seseorang untuk mengelola sumber daya baik di dalam dirinya sendiri maupun di luar dirinya untuk menghasilkan uang.

Hal ini dapat dan harus kita berlakukan pda diri sendiri sekalipun belum memulai sebuah usaha. Untuk merealisasikannya, kita harus menyelesaikan poin pertama terlebih dahulu.

3. ATUR ARUS KAS

Setelah membuat daftar, maka kita harus terbiasa mengatur arus kas. Ini yang masih saya plajari juga dan masih sulit sekali menerapkannya. Ternyata ada caranya, ada rumusnya…

Pertama, fungsi likuiditas.
Dana yang tersedia untuk tujuan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dapat dicairkan dalam waktu singkat relatif tanpa ada pengurangan investasi awal.

Kedua, fungsi anti inflasi.
Dana yang disimpan guna menghindari resiko penurunan pada daya beli di masa datang yang dapat dicairkan dengan relatif cepat.

Ketiga, capital growth.
Dana yang diperuntukkan untuk penambahan/perkembangan kekayaan dengan jangka waktu relatif panjang.

Ketika kita sudah menyusun financial planning sampai arus kas, Insya Allah usaha yang dikerjakan akan lebih lancar. Walau tidak pasti akan bebas hambatan, setidaknya uang usahamu tidak mendadak hilang di akhir bulan.

🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽🔽

Nah, selesai sudah tips yang dapat saya bagikan. Senang sekali bisa share pembahasan ini karena 45% pembaca saya adalah perempuan aktif yang saya yakin ingin sekali memulai suatu uasa di usia muda. Terima kasih kepada Mbak Futri Zulya, S.Mn., M.Bus yang telah membagikan ilmu bermanfaat ini.

Dan untuk kamu,
Terima kasih telah membacanya sampai habis. Silakan sebar tulisan ini pada teman dan keluargamu yang sedang merintis sebuah usaha, semoga kita segera sukses dan selalu dalam lindungan-Nya.
Tabik.


#dailynotes

[Female Dairies - 34] Hal Apa yang Harus Kita Lakukan Jika Berlibur ke Manado?

Written by Uni Dzalika
Hi, Assalamualaikum!



  
Kira-kira, di akhir tahun ini, ke mana saja rencana liburanmu? Saya berencana akan pergi ke Cirebon, atau Padang, atau mungkin, kembali lagi ke Lampung. Tapi sempat juga sih, saya terpikir untuk pergi ke Manado. Sepertinya di sana menarik setiap mendengar cerita tentang Manado melalui Cicik Ai. Lagipula, dia juga bisa menemani saya kalau pergi keliling Manado, kan? Ya anggaplah saya jadi punya alasan untuk nggak takut pergi ke sana.


pexels.com



Omong-omong, saya sempat ditanya sama banyak pembaca bagaimana caranya membawa banyak bawaan dengan tentengan yang simple dan nggak rempong. Saya akan tuliskan barang apa saja yang saya bawa ketika melakukan perjalanan jauh dari tempat tinggal.

Di bawah ini bisa jadi Tips Berlibur di Manado. Namun, apa yang saya tuliskan ini belum berarti bisa diaplikasikan juga ke kamu, ya. Selamat baca semoga bermanfaat!


1/ Siapkan Beberapa Pouch
Biasanya, saya hanya membawa satu tas ransel atau satu tas tenteng ketika pergi selama satu minggu. Semakin sedikit tas, akan semakin mudah juga untuk berkeliling ke tempat wisata. Sayangnya, barang bawaan itu banyak sekali. Untuk mengakalinya, saya selalu memasukkan barang di dalam pocuh sebelum masuk ke dalam tas utama.

Setiap pouch diklasifikasikan dari golongannya, haha. Saya selalu mwnyediakan tas kecil untuk makeup, peralatan mandi, pakaian dalam, alat teknis seperti tripod dkk, kerudung, dan pakaian. Jadi, mereka semua enggak pernah ada langaung di tas utama.

Ini buat saya pribadi sangat membantu memperluas ruang tas.


pexels.com



2/ Peralatan Skincare
Ada banyak hal penting yang mesti kita persiapkan saat memutuskan pergi jalan-jalan. Nah, sebagai orang yang concern dengan perawatan tubuh, buat saya membawa skincare ini wajib. Mulai dari wajah. Saya selalu membuat daftar peralatan apa saja yang harus dibawa, dan jika sudah dimasukan dalam tas, daftar tersebut tinggal dicoret.

Kita perlu membawa toner, moisturizer, sunscreen, dan juga lip care atau lip balm yang memiliki SPF. Oh ya, sunblock untuk tubuh, ini pun wajib dibawa. Hal penting lainnya, saya suka membawa remover dan sabun muka non deterjen.


3/ Tinggalkan yang Tidak Perlu!
Saya biasanya membawa buku ke mana saja. Tapi ini bikin sempit tas. Jadinya setiap saya pergi traveling, buku bacaan saya tinggal. Lagipula zaman sudah semakin berkembang, di mana kita bisa baca buku secara online. Jadi, yah... Kalau mau baca tinggal buka hape.

Nah, sebelum pergi berlibur, hal-hal seperti itu wajib diperhatikan dan disortir sebelum packing. Apa saja sih, yang kira-kira enggak akan kita gunakan selama liburan?

Saya pun biasanya menghindari membawa banyak gadget. Cukup kamera dan ponsel, lainnya ditinggal. Ini juga berguna untuk menjaga barang bawaan tetap aman. Dan mengindari terjadinya pencopetan.

pexels.com



4/ Perhatikan Cara Melipat Pakaian
Ini juga penting. Saya selalu mencari bahan yang ringan dan membawa pakaian yang bisa dipakai dua kali. Dipakai dua kali maksudnya, pakaian yang bisa di mix & match.

Pakaian berbahan ringan akan cepat kering kalau misalnya nanti main hujan-hujanan di Manado. Selain itu, bahan ringan memudahkan saya dalam packing. Dan membuat bawaan jadi enggak berat.

Untuk melipatnya, saya terbiasa menggulung pakaian. Bukan melipat seperti di lemari, atau seperti dari laundry. Teknik menggulung pakaian ini membantu kita untuk mempertahankan bentuk pakaian (maksudnya jadi enggak lecek), dan memperluas ruang tas.

Agak bingung untuk menjelaskan bagian ini, sih. Cek aja deh pakaian saya di Instagram @unidzalika untuk paham bahan ringan, dan mix & match itu maksudnya gimana :D


5/ Bawa Air Mineral!
Ketika yang lain saya sortir supaya enggak menuhin tas, khusus yang ini wajib dibawa. Kita boleh meninggalkan barang krusial seperti penjepit bulu mata atau foundation. Boleh juga enggak bawa buku dan tablet atau laptop. Namun, untuk yang satu ini wajib sekali dibawa. Berat, memang. Tapi kita enggak pernah tahu seberapa butuhnya tubuh dengan air. Lagian nih ya, untuk menjaga tubuh tetap sehat selama berlibur, kita wajib konsumsi air mineral

Bawa! Jangan ngandelin pikiran bahwa kita bisa beli di warung terdekat.



Itusih, lima poin penting yang selalu saya terapkan sebelum pergi liburan. Omong-omong, ada rekomendasi nggak, kalau ke Manado enaknya ke mana saja? Selain Pasar Tomohon, ya. Saya nggak mau ke sana :(


(*)
#dailynotes

[Female Dairies - 33] Saya Mengenalmu di Dunia Maya. Namun, Pernah Mencintaimu, itu Nyata.

Written by Uni Dzalika
Hi, Assalamualaikum!





2016 tinggal empat bulan lagi. Apa saja yang sudah berubah dalam hidup saya?

Menurut sepenglihatan orang, barangkali tidak banyak. Bahkan, mungkin mereka (atau termasuk kamu yang membaca ini) berpikir hidup saya sia-sia : gitu-gitu aja.

Kelihatannya sih, betul, memang. Belum lulus kuliah (OMAIGAT!), belum kerja, belum bisa bahagiakan orang sekitar, bikin Bundo sedih terus karena saya belum selesaikan kuliah, belum nikah, belum punya anak, belum ini itu. But hey, let me explain about everything that changes in my life, berdasarkan sudut pandang saya. Bukan menurut kata orang, atau menurut penglihatan kamu saja.



Http://www.instagram.com/unidzalika




2015 lalu, saya punya daftar mengenai hal-hal apa yang harus saya realisasikan. Perlahan itu semua tercapai. Dan orang nggak tahu daftar itu pun saya nggak memiliki kewajiban untuk membahasnya, kan? Namun, sejak daftar tersebut dibuat tahun 2015, dan 2016 mau habis, berarti ini masuk hampir dua tahun sejak daftar prioritas tersebut ditulis. Dan saya mendadak ingin melaporkan progress tersebut ke kamu. Ini isinya :



1. Jatuh cinta.
Ehehehehehehehe oke, kamu boleh berpikir saya gila karena memasukan jatuh cinta dalam daftar prioritas yang harus dilakukan. Ehehehehe. EHEHEHEHEHEHE.
EHEHEHEHE
EHEHEHE
EH

Tapi ini serius. Bundo bilang, saya terlalu apatis, dan katanya, menyeramkan sekali melihat anak gadisnya cuma mengurung diri di kamar sambil makan biskuit sekaleng, atau makan seafood melulu padahal tahu alergi, membaca buku atau nonton seharian, tanpa pernah keluar malam minggu dan bergaul. Nggak seram sih buat saya ngurung diri gitu, cuma memang kehilangan minat aja untuk jatuh cinta. Tapi saya nggak ingin buat Bundo khawatir.

Jadi, sesekali saya keluar di malam minggu even thou I hate to did that, mencoba berkenalan dengan orang baru, dan semesta betulan mendukung. Saya pun mengenal dan bertemu seseorang tepat di bulan September, tahun lalu.

Orang yang baik -sangat baik- dan betul-betul memiliki hati yang baik sampai Bundo pun ikut senang dengannya. Saya agak terkejut juga dengan respon Bundo, sih (catatan : keluarga saya termasuk kolot dan konservatif dalam banyak hal, termasuk soal pertemanan lawan jenis dan urusan cinta. Jadi sedikit aneh kalau lihat Bundo sesenang itu, karena dengan yang sebelum-sebelumnya, nggak begini).

Dia nggak macam-macam bahkan nggak pernah duduk di depan teras rumah sekadar ngopi seperti masa lalu yang sebelumnya. Tetapi Bundo bilang dia sebenar-benarnya orang baik. Dan saya kesulitan untuk membedakan apakah dia baik ke saya karena memang mau melakukannya, atau sekadar baik sebagai etika sopan santun.

Dia tidak begitu suka pedas. Mencintai makanan manis. Menolak makan soto betawi karena menurutnya itu aneh. Berani makan bawang mentah. Waktu saya makan sate, bawang dalam bumbu diambilnya. Mahir memotong buah. Setiap bertemu selalu membeli jus jambu dalam kemasan untuk saya.

Dia pemalu. Seorang introvert akut. Dan saya kebingungan melihat dia bisa seterbuka itu dengan saya walaupun belum mengenal lama. Dia senang mengkritisi sesuatu dan berkomentar sarkas. Apakah semua Scorpio begitu? Barangkali kamu akan berpikir itu membosankan, menyebalkan. Tapi yah... Saya suka lelaki kritis.

Kalau kami bertemu, kadang dia pakai kaus atau kemeja. Tergantung sebelumnya dia habis menghadiri acara apa. Saya senang melihatnya pakai kemeja, makanya senang kalau bertemu sepulang dia dari perpus. Terlihat rapi. Saya suka lelaki rapi.

Dia rapi, tapi termasuk orang yang bebas dan nggak ingin diatur. Oleh apa pun. Jiwanya bebas, tetapi tetap taat pada aturan yang ada di hidupnya. Ada sedikit perbedaan dalam tata cara ibadah kami walau dia dan saya beragama Islam. Nah di situ serunya. Dia selalu mengemukakan pendapat dan argumennya. 

Kami melakukan pertemuan-pertemuan sederhana ; Di lorong stasiun. Di rumah makan pinggir jalan. Di museum. Di saung. Di Sevel. Di jalan menuju kost-nya. Di kafe temannya. Di depan rumah saya. Di shuttle busway. Di acara pameran buku. Di... mana-mana. Dan dia jadi mampir terus dalam pikiran saya.


Saya menyukainya. Sayangnya, tidak dengan dia.

Lalu,
kami memutuskan kontak.


Dia (sementara ini) adalah lelaki paling baik dari semua lelaki (di luar keluarga) yang pernah saya temui. Dan saya yakin saya juga orang baik. Dan Tuhan pun bilang, lelaki yang baik untuk perempuan yang baik. Sayangnya, di antara kami berdua, ada banyak orang baik yang terus berdatangan. Dan mungkin salah satunya menjadi miliknya. Dan kelak, berikutnya giliran saya bertemu orang baik yang bukan dia. Satu-satunya hal yang saya sesali adalah, dia tahu terlalu banyak mengenai saya. Saya sedih mengingat dia harus menanggung beban rahasia tersebut.

Bagian buruknya tentang dia? Entah. Pasti ada. Tetapi saya hanya ingin mengingat hal baik. Saya berusaha menjaga hati saya agar tidak memiliki pikiran buruk mengenai seseorang. Saya ingin memberitahu diri saya sendiri, juga siapa pun yang membaca ini tentang satu hal :

Jika kita menyukai seseorang tetapi tidak bisa bersamanya, ingatlah segala hal baik tentangnya. Bagaimanapun juga, dia layak diingat sebagai orang baik. Sebab, kita pernah mencintainya.

Saya akan selalu mengingatnya. Tapi urusan kami sudah tutup buku sejak kami sama-sama mengucapkan kata maaf --atas alasan yang berbeda, tentunya.

Hai, kamu. Dan saya enggak begitu yakin apakah kamu membaca ini atau nggak. Tapi, terimakasih untuk permintaan maafnya waktu itu. Saya terima dengan sukacita, saya simpan baik-baik di dalam toples kaca, dan saya pandangi deretan huruf M A A F yang melayang-layang di toples kedap udara milik Bundo, biar saya ingat, pernah ada lelaki baik yang singgah ke sini ; ke Instagram, ke blog, ke rumah, ke pertemuan-pertemuan sederhana, ke hati, kemudian pergi lagi. Dan, tak kembali.


Tapi satu hal yang perlu kamu tahu,
: Saya memang mengenalmu di dunia maya. Namun, pernah mencintaimu, itu nyata.


Ah, sudah.


Singkatnya (meskipun ini bukan pembahasan singkat), saya berhasil jatuh cinta di tahun ini, sekaligus patah hati. Dan sebetulnya patah hati nggak saya masukan dalam daftar. Baiklah, anggap itu bonus biar saya belajar semakin dewasa dalam mengelola urusan jatuh cinta. 





Sebentar. Ini kenapa jadi bahas dia terlalu banyak? Dan tulisan ini jadi kelewat panjang. Kelanjutannya saya tulis lagi lain hari, deh.
#dailynotes

[Female Dairies - 31] Bagaimana Cara Kamu Memaknai Hidup di Usia 24?

Written by Uni Dzalika
Hi, Assalamualaikum!






Ini adalah hari kedua saya di usia 24 tahun. Kemarin, saya mau posting tulisan ini, tetapi ketika membacanya ulang, saya rasa tulisan ini terlalu emosional. Terlalu lebay. Barangkali kamu akan berpikir saya delusional.

Dan saya ragu, apakah ini akan berfaedah ketika kamu baca?

Tapinya sudah nulis panjang banget. Masa dibuang sih? Haha, labil banget si Uni. Hm, baiklah. Selamat membaca, dan silakan ambil manfaat baiknya, ya. 



Warning : membaca ini kira-kira menghabiskan waktu 20 menit. Silakan pipis dulu, ambil camilan, siapkan charger, dan jangan lupa kunci pintu. Takutnya ada tamu nyelonong masuk dan kamu nggak 'ngeh. 



➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


Sejak kecil, setiap tanggal 1 Agustus, keluarga dan teman saya kerap memperlakukan saya dengan mewah dan ada saja perayaan meriah. Setiap tahun saya selalu mendapat hadiah. Bahkan, sampai sekarang, semua pemberian orang masih saya simpan dalam kotak besar dan saya masih mengingat dengan baik, tiap barang tersebut diberikan oleh siapa.

Semua ulang tahun saya sangat mengesankan, tetapi saya paling ingat saat ; usia 7 tahun, 16 tahun, 20 tahun, 22 tahun, dan sekarang, 24 tahun. Dan semoga saya masih dapat kesempatan merasakan ulang tahun lagi nantinya. Amiin.

Saat usia tujuh, ada perayaan meriah yang pertama, dan jadi yang terakhir. Di ulang tahun tersebut Bundo dan Papa sengaja mengundang teman-teman SD saya. Saya ingat ada seorang anak yang menyukai saya, juga datang ke pesta dan dia memberikan kado yang masih saya simpan sampai sekarang. Kalau sedang reuni, kami --saya, dia, pacarnya sekarang-- membahas kelucuan semasa kecil dulu.

Dan di ulang tahun itu pula, kali pertama saya pakai baju mewah hasil jahitan Bundo. Kenapa jadi perayaan terakhir? Sebab, setahun setelah itu Papa meninggal, lantas Jakarta harus saya tinggal, semua masa kecil saya yang berbahagia rasanya tiba-tiba Tuhan penggal. 

.

Di usia 16 tahun. Saya berada di sekolah asrama dan di tahun itu, asramanya digabung bersama kakak serta adik kelas yang artinya, saya tinggal tidak hanya dengan kawan seangkatan. Sepulang sekolah, mendadak saya diomeli suruh cuci piring sekamar. Padahal tugas piket saya saat itu nyapu ngepel. Tapi ya, saya jalani. Belum selesai bilas, saya diseret ke tangga asrama dan tiba-tiba disiram air seember besar. Lagi. Dan sekali lagi. Isinya air cucian kotor. Air bekas pel lantai. Sampah plastik juga banyak. Air apa lagi, entah. Jijik.

Saya benci kotor. Saya benci basah. Tapi saya tidak benci mereka. Karena setelahnya, satu asrama keluar kamar dan bernyanyi. Guru pun ikut menyalami. Lalu berdoa satu persatu. Dan mereka tertawa bahagia. Saya tahu itu bukan tindak bully. Itu adalah salah satu cara mereka membuat saya terkesan. Dan ya, saya memang jadi paling ingat momen itu.

.

Lalu, di usia 20... Saya mengenal seseorang yang berulang tahun di tanggal dan bulan yang sama. Waktu itu di kampus sedang ada sidang dan debat calon kandidat untuk ketua Senat kampus. Saya dan dia jadi panitia. Saat jeda istirahat, saya berkomentar bahwa salah satu calon kandidat ternyata ulang tahunnya sama dengan saya.

"Kapan?" tanyanya tanpa begitu tertarik. Saya menyodorkan fotokopi formulir calon kandidat dan dia tertawa. "Ulang tahun kamu tanggal 1, serius?"

"Iya. Kenapa? Bentar lagi tuh. Catat, ya," canda saya yang dibalas dengan senyuman. Tapi dia tidak berhenti tersenyum. Dan tiba-tiba mengeluarkan KTP-nya lalu menyodorkan ke saya. 

Di sana tertulis, dia ulang tahun pada 1 Agustus 1991. Gantian, saya yang tersenyum.

Yang membuat saya tidak lupa adalah, ketika tanggal 1 tiba, saat itu puasa, malam-malam sebelumnya kami penuh tengkar, dan paginya rencana jalan-jalan kami gagal. Saya masih sibuk rapat himpunan fakultas, dia pun sibuk rapat BEM kampus. That was a super-duper busy day dan kami kehabisan waktu bersama. Kalau dipikir-pikir sekarang, mungkin itu cara Tuhan untuk menjauhi saya dari perbuatan mudharat, hahaha.

Nah, akhirnya saat magrib hanya sempat minum air mineral. Berdua. duduk di dalam mall bagian tengah antara toko elektronik dan pakain dalam wanita. Hanya itu bangku yang tersisa. Saya kasih dia sebuah scrapbook yang alay ; kumpulan foto dan quotes juga beberapa gambar yang direkat dalam album foto. Ajaibnya, dia ternyata punya hadiah juga. Sebuah video buatannya sendiri. Itu adalah kado pertama yang berupa handmade, di ulang tahunn saya.

Kalau kamu pembaca setia sejak awal blog ini berdiri, kamu mungkin tahu kepada siapa momen ini saya maksud. Saya ikut menceritakan ini karena dia bagian dari masa lalu saya yang tidak dilupakan, tetapi itu pun bukan berarti saya masih menyukai atau mengininkannya. Tidak. Saya bersyukur jutaan kali tidak lagi bersamanya. Atas nama menghargai, dulu video itu tetap saya simpan. Namun, awal 2016 ini saya memutuskan untuk menghapusnya.

Itu hanya penggalan momen saja. Tiap tahunnya, saya masih bisa merinci bagaimana semua kerabat membahagiakan saya dengan ucapan, doa, dan juga benda kenangan. 

.

Lalu, saya lupa ulang tahun ke 21 atau 22 ya. Pokoknya keponakan saya lahir tanggal 31 Juli dan semua perhatian pindah ke dia. Dan anehnya, di tanggal 1-nya keluarga, teman, lingkungan, tidak ada yang mengucapkan doa atau selamat ke saya, sama sekali. Itu jadi ulang tahun pertama saya yang paling sepi. 

Saya merasa sangat sepi. Merasa sendiri.

Saya ingin menyalahkan siapa saja, tapi pada akhirnya saya menyalahkan diri saya sendiri. Ulang tahun itu apa? Kado itu apa? Perayaan itu apa? Bahagia itu yang bagaimana? Cemburu itu apa? Sepi itu kenapa? Kamu mau jadi orang apa? 

Kamu itu kenapa? 

Di situlah. Itu ulang tahun pertama di mana saya banyak bermuhasabah dan introspeksi diri. Ternyata, sebuah kesendirian dapat membuat kita jadi lebih dekat dengan hati nurani.

Sejak saat itu saya tidak haus ucapan. Ada yang mengucap dan mendoakan, Alhamdulillah. Ada yang kasih hadiah, Alhamdulillah. Seperti hari kemarin. Saya tidak lagi menginginkan ucapan pun doa-doa mewah, perayaan meriah, juga tidak berharap adanya hadiah.

Saya, telah memaknai ulang tahun sebagai tanda bahwa hidup saya di bumi tinggal sebentar lagi. Maka, saya harus bergegas menyelesaikan semua urusan saya, biar tidak ada lagi beban ketika meninggal nanti.

Sebentar, diralat sedikit, ya. Saya cukup senang dan menikmati bagaimana kamu mengucap selamat dan mendoakan banyak hal baik untuk saya. Senang, sekali. Dan terima kasih untuk itu.



Salah satu doa dari seorang sahabat yang berujung ke... nasihat. 😱



Yang saya maksudkan adalah, saya sudah belajar untuk menikmati hidup. Belajar tidak bergantung pada bahagia orang lain. Belajar tidak sedih ketika orang lupa kapan ulang tahun kita. Belajar tidak iri ketika orang telah menempuh hidup baru. Belajar banyak hal.

Saya pun kembaali bermuhasabah. Dan tidak mengerti kenapa dulu, saya seringkali sedih dan merasa terluka ketika disakiti, dilupakan, ditinggalkan... 

Saya banyak kehilangan orang, kehilangan lagi yang lainnya, dan itu rasanya seperti saat kita dari jauh cium aroma sate padang, perut sudah bergejolak, lidah menunggu dengan sabar saat sate diasap, dan saat siap disantap tiba-tiba ketumpahan eek cicak yang akhirnya batal dimakan. 

Semenyebalkan itu rasanya ditinggal. 

Waktu ditinggal, saya kira saya sendirian.  Namun, setelah belajar merelakan, hati rasanya lapang. Dan saya tahu, saya tidak sendirian. Saya punya keluarga terbaik. Saya punya sahabat. Saya memiliki teman-teman baik di dunia maya pun nyata. Saya bahagia, memiliki kamu sebagai pembaca saya.

Yang pasti, pada akhirnya, di tahun 2016 ini saya telah sepenuhnya bahagia atas kemauan saya sendiri. Bukan berpura-pura bahagia, bukan hasil mengemis bahagia dari orang lain, bukan juga bahagia di atas penderitaan orang. Tuhan dan Bundo telah begitu sabar menemani saya dalam berproses.



Uda - Bundo - Saya.
Aduh, maafkan kerudung kami yang awut-awutan. Ini selekas salat mesti langsung ke mobil dan nggak sempat rapikan kerudung. Untung sempat foto dulu.



Saya - Bundo - Nona (kakak saya)




Ternyata, untuk bahagia itu mudah sekali. Kita tidak boleh lupa bersedekah, terus bersyukur, dan mesti berani melepaskan --it can be someone or something, if you know what I mean. Lepaskan, relakan, dan biarkan Tuhan memberikan yang lebih baik.


Saya berpikir telah kehilangan bannyak hal. Tapi sebetulnya tidak. Tuhan telah memberikan saya kado sejak lahir ; Bundo. Beliau adalah kado terindah dalam hidup. Tuhan banyak kasih kado ; kakak dan ipar, ponakan, sepupu, tane, bibi, uwak, om, teman-teman yang baik, kamu (yang sedang membaca ini), pengalaman baik, masa lalu yang baik, lingkungan baik, pergaulan baik, pun kebutuhan hidup yang sangat baik. Memiliki hal-hal baik yang selalu mendukung apa pun kegiatan saya, membahagiakan sekali. 




Dan itu cukup. Alhamdulillah. 





Ps.
Allah, terima kasih selalu mengembalikan ruh saya selepas saya bangun tidur. Sisa usia saya, Insya Allah akan saya pergunakan lebih baik lagi, lebih bermanfaat lagi.

Yuk Berlangganan!

Nggak mau ketinggalan informasi dari blog ini? Let's keep in touch! Tinggalkan alamat e-mail kamu dan dapatkan review artikel, tutorial, serta tips menarik secara gratis! :)

  • About Dza
  • About
  • Shop
  • FAQ
  • Explore
  • Lifestyle
  • Tips
  • Salero Uni
  • E-commerce
    Connect

Copyright Forever Young Lady All rights reserved. Design by Jung - Good Ideas. Great Stories.