• Nginap Bareng
  • Contact
  • Portofolio
Responsive image

Indonesian Beauty & Fashion Blogger.
Your personal stylist

Beauty Fashion Talks Lifestyle Event
#dailynotes

Bukan Cuma Berkebaya, Setiap Perempuan Mutlak Harus Berdaya!

Written by Uni Dzalika


"Apakah Perempuan Era Sekarang Harus Melek Finansial?"

Sampai di satu titik saya berpikir bahwa menjadi perempuan di zaman sekarang itu tuntutannya luar biasa banyak sekali. 
Kita diminta cerdas di tempat kerja, hangat di rumah, dan banyak berlomba-lomba untuk tampil hebat di ruang digital. Bahkan, sekarang ini kita juga harus punya kemampuan mengelola keuangan.

Di Hari Kartini 21 April 2026 lalu, saya berkeliling Kota Cikini sambil merayakan hal-hal sederhana sekembalinya saya dari duka berkepanjangan. Menyenangkan sekali bisa balik melakukan aktivitas hening seperti membaca buku di tengah keramaian, melakukan jurnaling di sudut kafe di Cikini, dan pulang dengan hati yang hangat.

Saya berkeliling menggunakan kain Batik Kawung pemberian dari adik perempuan bungsu Bundo hari itu. Tidak lupa, sore harinya saya mengikuti kelas webinar tentang "Literasi Tinggi, Risiko Rendah: Kartini Modern, Melek Finansial".


Kegiatan ini penting sekali, karena selain meneladani sikap Ibu Kartini dan selain berkebaya di Hari peringatan beliau, kita juga diingatkan sebagai perempuan mutlak harus berdaya dan finansial merdeka.

Webinar ini diselenggarakan oleh Female Digest bersama para sponsor yang sudah mendukung acara yaitu Tropicana Slim, Nutrifood, Wardah Beauty, dan Paragon Corp. Webinar diadakan selama dua jam bersama Kak Dedek Gunawan (Financial Planner & Founder PBP), Kak Diana Anggraini (Dosen LSPR), Kak Ruth Ninajanty (Community Development Manager Female Digest), serta Teh Ani Berta, dan semua pembahasan ini sangat daging sekali!

Warisan Kartini Bukan Cuma Sanggul, Tapi Akal

Kalau kita bicara soal Kartini, pikiran kita sering terjebak pada kebaya dan sanggul. Bahkan gen z sekarang di Threads sibuk membahas zodiak Ibu Kartini adalah Taurus dan membahas banyak hal yang tidak tepat menurut saya. Padahal, esensi dari perjuangan beliau adalah emansipasi melalui literasi.

Dalam pembahasan ini, Female Digest menekankan satu poin penting tentang literasi tinggi yang berbanding lurus dengan risiko rendah. Artinya, semakin kita paham instrumen keuangan, semakin kecil kemungkinan akan terjebak investasi bodong atau jeratan pinjol yang kedoknya "solusi cepat".



Melek finansial bagi Kartini modern bukan berarti jadi pelit dan perhitungan , tapi bagaimana kita bisa melakukan pembedaan antara keinginan dan kebutuhan. Dan dari ilmu yang saya dapat, ada tiga langkah nyata yang bisa kita terapkan sekarang juga:

1. Audit Diri Sendiri


Jangan takut melihat mutasi rekening serta selalu cek pengeluaran selama satu bulan secara detail. Dari audit ini, kita akan belajar manajemen keuangan pribadi dan mulai bisa menyortir mana pengeluaran yang perlu kita pangkas dan disimpan.

Di kegiatan webinar ini juga dijelaskan ternyata ada istilah pink tax di mana produk-produk untuk perempuan sengaja dibanderol lebih mahal dari produk serupa untuk laki-laki. Jadi kalau perempuan dibilang boros, no no ya, ini memang tanpa banyak orang sadari ternyata pengeluaran perempuan sudah tersistem lebih mahal dari laki-laki. Makanya penting juga untuk kita audit dan mulai bijak memilih pengeluaran.

2. Dana Darurat Tidak Boleh Lupa


Dana darurat adalah bentuk cinta pada diri sendiri agar saat badai datang kita tidak panik.

Di kelas juga diingatkan kalau karier perempuan itu tidak stabil. Ada yang berhenti saat hamil, ada cuti panjang karena mengurus anak atau orang tua. 
Lalu ketika ingin kembali ke dunia kerja, usianya sudah tidak semuda dulu dan lapangan kerja semakin sempit, dan ini yang saya alami sendiri di tahu 2025 kemarin, full menganggur selama satu tahun :) Baru berasa, hidup tanpa dana darurat ternyata seberat itu.

Sejujurnya, ini yang sering terlewat dari saya dan selama ini tidak memiliki dana darurat karena saya tim yang hidup untuk hari ini, untuk besok mari dipikirkan lagi nanti. Tapi di 2026 ini, saya mulai menata keuangan dan mulai menyiapkan dana darurat karena kehidupan di bumi ini mulai plenger, mesti banyak persiapan matang untuk melindungi diri sendiri!

3. Investasi pada Otak (Literasi)


Sebelum menaruh uang di instrumen apa pun, kita ternyata perlu lho untuk berinvestasi dulu di dalam isi kepala. 
Caranya ya dengan belajar dan memahami apa itu inflasi, bagaimana cara kerja bunga majemuk, dan apa bedanya aset dengan liabilitas. Kalau dirasa masih bingung, jangan sampai gegabah mengambil langkah dan tetap ikuti arahan ahlinya saja.

Terakhir pesan dari saya, jangan pernah bosan untuk membaca, karena ketika kita punya literasi yang tinggi, kita tidak akan panik saat dunia gonjang-ganjing dan bisa tenang karena kita punya hidup yang penuh rencana.

Menjadi perempuan yang berdaya berarti kita harus berani mengambil keputusan finansial yang cerdas, berani bilang "nggak" untuk tren yang tidak perlu, dan berani mulai berinvestasi meski dari angka kecil.

#SaleroUni

Menu Lengkap dan Harga Hoz Pasta Kebagusan: Pasta Autentik yang Ramah di Kantong

Written by Uni Dzalika


Bagi saya, menemukan tempat makan yang nyaman dan sesuai selera rasanya seperti menemukan buku sastra langka di perpustakaan tua suatu kota; menenangkan, menggembirakan, dan membuat saya betah berlama-lama.

Setelah banyak merenung dan mengisolasi diri dari keramaian selama setahun penuh di 2025 kemarin, kali ini saya memutuskan keluar rumah dan mencari tempat makan menarik di sekitar Kebagusan yang tidak jauh dari rumah, dan bertemulah saya dengan Hoz Pasta Kebagusan; sebuah kafe pasta khas Itali dengan harga terjangkau dan tidak jauh dari Stasiun Tanjung Barat.

Hoz Pasta Kebagusan

Mimpi Besar Berawal dari Dapur Kecil


Pada saat berkunjung ke kafe pasta di Jakarta ini, saya bertemu pemiliknya juga, Mas Niko namanya. Beliau cerita bahwa Hoz Pasta lahir dari sebuah visi sederhana, yaitu membawa cita rasa Italia autentik ke lidah masyarakat lokal dengan harga yang tidak menguras kantong. Ini juga jadi tempat Pasta Enak Jakarta Selatan rekomendasi banyak orang.


Sejarahnya dimulai dari semangat Mas Niko selaku sang pemilik dan ayahnya, sebagai koki utama untuk mendobrak stigma bahwa pasta enak itu mahal. Tidak, rupanya makanan enak bisa juga dinikmati dengan harga yang terjangkau mulai dari 20 ribu-an saja.

Berbicara soal koki, ini adalah jantung dari Hoz Pasta. Dapur di resto pasta ini dikomandoi oleh koki yang memiliki latar belakang pengalaman bertahun-tahun di kapal pesiar. Ternyata, teknik memasak al dente diolah dengan sempurna, pengolahan saus base dibuat dari nol (homemade), dan selain soal pemilihan bahan baku, semua SOP di sini mengikuti standar profesional.



Kamu tidak akan menemukan saus kalengan instan di sini karena setiap suapan adalah hasil racikan tangan ahli yang memahami harmoni bumbu. Cocok sekali di lidah saya yang terbiasa mengkonsumsi makanan homemade.
Buat kita yang alergi dengan pengawet, jajan di sini jadi kesenangan tersendiri karena tubuh secara sadar bisa menerima makanannya.


Sepiring Pasta yang Dikonsumsi Setelah Proses Berduka


Saat saya membuka buku menu, kita disambut dengan variasi yang cukup lengkap. Hoz Pasta tahu cara memanjakan lidah pengunjung karena menyediakan berbagai menu dan karena penasaran, saya mencoba sedikit menu andalan (banyak deng! Hehe) dan akhirnya jadi rekomendasi dari saya untuk kamu coba kapan-kapan. Nah, diurutkan dari MENU HOZ PASTA PALING DISUKAI versi unidzalika, inilah menu yang saya coba;

Varian Pasta:




1. Beef Lasagna with Mozzarella Sc

⭐⭐⭐⭐⭐

Lapisan pasta lembaran yang disusun bertumpuk dengan ragù (saus daging sapi cincang), saus béchamel yang lembut, dan disiram melimpah dengan saus keju mozzarella di atasnya. Ya Allah, daging cincangnya enak sekali! 😭 Gurih dan paya rasa serta tidak beraroma daging.
Buat saya ini adalah definisi comfort food karena jenis main dish seperti ini kesukaan saya. Kamu akan merasakan sensasi cheesy yang mulur dari mozzarella dipanggang, berpadu dengan gurihnya daging sapi yang berbumbu tomat ringan. Teksturnya lembut dan lumer di mulut.

Oh, satu lagi. 
Sering saya temui menu ini terlalu banyak saus tomat yang bikin keseluruhan makanan jadi asam, tapi di Hoz Pasta, lasagna-nya THE BESTTTT karena saus homemade ini tidak asam, tidak lembek dan bahkan ketika dingin pun masih nikmat karena tekstur serta rasanya tidak berubah.


2. Chicken Fettuccine Alfredo

⭐⭐⭐⭐⭐

Pasta fettuccine sebetulnya makanan kesukaan saya apalagi kalau dimasak dengan saus putih berbasis krim dan mentega (Alfredo sauce). Di Hoz Pasta, ini disajikan dengan 1 roti dan potongan daging ayam panggang yang juicy.
Menu ini sesuai ekspektasi ya, sangat creamy dan milky. Sausnya tuh membalut pasta dengan sempurna tanpa membuatnya terasa terlalu basah. Gurih dari mentega dan keju parmesan juga berasa dominan di lidah saya, dan diseimbangkan dengan potongan ayam yang memberikan tekstur padat di setiap suapan.
Saran saya, makan ini selagi panas jangan biarkan dingin karena tekstur sausnya berubah saat dingin, walaupun tidak mengubah rasa keseluruhan.


3. Baked Penne Pesto

⭐⭐⭐⭐

Pasta jenis penne (bentuk tabung pendek) di menu ini diaduk dengan saus pesto hijau khas Italia (campuran kemangi/basil, kacang-kacangan, bawang putih, dan minyak zaitun —mohon koreksi semuanya jika Uni salah), terus dipanggang dengan taburan keju.
Rasanya tuh segar dan berasa "herbal" ya. To be honest bahan basil, zaitun dan kacang-kacangan not my fav dan hampir tidak pernah makan yang berbahan ini karena memang bukan selera. Tapi saya tetap coba karena penasaran.
Ada hint aroma wangi kemangi yang khas dan rasa gurih kacang yang unik (nutty).
Buat kamu yang suka sama makanan rasa herbal non aromatik, bakal suka deh sama menu satu ini.



4. Spaghetti Bolognese

⭐⭐⭐⭐

Pasta spaghetti standar dengan siraman saus bolognese yang terbuat dari saus sendiri dan daging sapi giling yang melimpah.
Ini menu klasik dan seimbang karena saya bisa merasakan perpaduan rasa asam segar dari saus asli (bukan saus botolan) dan gurih dari daging sapi yang dimasak lama. Rasa rempah Italian kuat, tapi tetap ramah di lidah orang Indonesia.





Varian Pizza:




1. Pepperoni Pizza

⭐⭐⭐⭐⭐

Adonan pizza tipis khas Italia dengan topping saus tomat, keju mozzarella, dan irisan daging sapi pepperoni yang lebar.
Saya suka karena rasa asin-pedas dari pepperoni berpadu dengan keju jadi gurih di atas roti dan renyah di pinggir tapi lembut di tengah.
Bagian paling serunya adalah, karena keasyikan ngobrol, ada slice yang sudah dingin dan ternyata dimakan saat dingin pun tetap enak sekali! Jadi garing tapi rasa tidak berubah.



2. Quattro Carni Pizza

⭐⭐⭐⭐⭐

Sesuai namanya (Quattro Carni, berarti empat daging), pizza ini jadi pestanya para karnivora seperti saya! Hehe :) Suka sekali karena dalam satu pizza isinya kombinasi empat jenis daging (ada pepperoni, sosis, daging cincang, dan potongan daging asap).
Setiap gigitan tuh memberikan tekstur daging yang berbeda-beda dengan dominasi rasa gurih yang kuat dan bumbu yang berani. Dan tentu saja, daging cincangnya terbaik sekali karena rasa gurih sedap dan wangi.
Kalau nanti saya balik lagi ke Hoz Pasta, Quattro Carni bakal jadi pilihan pertama yang saya re-order karena paket komplit untuk dikonsumsi sendirian.


3. Cheesy Pizza

⭐⭐⭐⭐⭐

Pizza ini fokus pada tumpukan berbagai jenis keju (seperti mozzarella, cheddar, atau parmesan) tanpa banyak topping daging.
Ini juga kesukaan saya karena jadi pizza surga bagi pencinta keju.


Rasanya murni gurih, asin, dan sedikit manis dari susu yang terkaramelisasi saat dipanggang. Kejunya bukan keju yang bikin eneg walaupun dimakan dalam jumlah banyak. 
Teksturnya tuh lembut dan memanjakan lidah, dimakan saat panas enak banget, bahkan setelah dingin pun tekstur dan rasa tidak berubah sama sekali, malah makin enak!


4. Chicago Pizza

⭐⭐⭐⭐⭐

Terinspirasi dari gaya Deep Dish, pizza ini memiliki pinggiran yang lebih tinggi dengan isi saus dan keju yang sangat tebal di tengahnya.
Rasanya cukup intens karena jumlah sausnya dan kejunya jauh lebih banyak daripada pizza biasa. Tapi lagi-lagi saya katakan, saus enak sekali karena homemade dan cocok di lidah saya yang sebetulnya bukan penggemar saus-saus-an.


5. Pollo e Funghi Pizza

⭐⭐⭐⭐

Perpaduan antara potongan daging ayam (Pollo) dan jamur segar (Fungi) ditambah keju mozzarella, onion dan paprika dalam jumlah banyak.
Paprika dan bawang bukan selera saya, tapi ini tetap jadi rekomendasi buat dicoba karena topping jamur di ini kasih tekstur yang kenyal dan rasa gurih alami ada sedikit aroma asap, menyatu sangat baik dengan potongan ayam yang empuk.
Cocok untuk kamu yang ingin pizza yang lebih ringan, tapi tetap bergizi. Tapi kalau yang kurang suka rasa-rasa sayur (seperti saya), mungkin kamu bisa coba varian lain.

Local Main Dish:




Nasi Goreng HOZ PASTA


Bagi kamu yang merasa "belum makan kalau belum kena nasi", Hoz Pasta juga menyediakan varian nasi goreng spesial isi telur, sosis premium, dan kacang kapri. Lengkap dengan dua tusuk sate daging tebal dan ini mantep banget untuk porsi sendirian.



Satu hal yang saya suka, mereka sangat transparan soal harga. Menu dan Harga Hoz Pasta mulai dari kisaran Rp25.000 hingga Rp59.000 saja per porsi. Sangat ramah di kantong, bukan?



Di Mana Kita Bisa Menemukan Hoz Pasta?


Hoz Pasta ternyata sudah melebarkan sayapnya untuk menjangkau lebih banyak pencinta kuliner. Beberapa cabang yang bisa kamu kunjungi antara lain:

Hoz Pasta Kebagusan, Jakarta Selatan: Jl. Sepat No. 8C, Kebagusan, Pasar Minggu (area luas, indoor AC, dan smoking area).

Hoz Pasta Pondok Petir, Depok: Jl. Kramat No. 23, Pondok Petir, Bojongsari (dekat Indomaret Kramat).

Hoz Pasta Pamulang & Kukusan: Berlokasi di area Pamulang dan Benda Raya, Kukusan.





Saya menyukai konsep di Kebagusan ini, sebab suasana "rumahan" sangat terasa. Terletak di area yang strategis tapi tetap tenang, cabang Kebagusan menjadi tempat berteduh yang sempurna untuk kita yang ingin healing sejenak dan memulihkan tenaga dengan makanan enak.



Saya lupa! Menu minuman juga tersedia banyak pilihan dari coffee, non coffee seperti tea, milk, smoothie, sampai air mineral juga disediakan untuk kamu coba.




Hoz Pasta bagi saja jadi pengingat bahwa kebahagiaan sering kali datang dari hal-hal sederhana. Sepiring pasta hangat, seporsi pizza yang menenangkan, dilanjut dengan obrolan ringan bersama teman-teman, bikin saya jadi lebih ceria dan bersemangat untuk melanjutkan hidup.

Ternyata, kita tuh tidak perlu menunggu momen spesial untuk makan enak, ya? Dimulai dari keinginan sederhana, saya akhirnya menemukan Hoz Pasta yang akan terus saya rekomendasikan kepada teman-teman untuk dicoba.

Atau, kamu sudah pernah makan di sini? Kalau belum, apa menu yang paling membuatmu penasaran?


#Fiksi

Anak yang Menyusun Daftar Kehilangan

Written by Uni Dzalika



Saya suka langit.
Waktu pertama kali menginjakkan kaki di Kota Pontianak beberapa tahun silam pasca covid, saya lihat langitnya penuh kapas awan. Bentuknya lucu-lucu. 
Sepanjang jalan dari Bandara Udara Supadio sampai warung kopi legendaris asal Pontianak, langitnya penuh awan bergumpal yang membuat saya jadi berimajinasi tentang banyak bentuk; seperti boneka beruang, sekawanan kelinci lompat di rerumputan, bahkan ada juga gumpalan awan seperti buaya yang bersantai. 

Langit di kota Pontianak jadi yang selalu saya ingat sampai hari ini. Kualitas udaranya bersih, langitnya biru cerah, awannya seperti eskrim vanila.

Kenang-kenangan dari Labuan Bajo

Lain lagi ketika saya datang ke Labuan Bajo. 
Saya tiba di kota ini sore hari, di waktu langit menjadi kemerahan dan sisi laut sudah mulai terisi kapal lalu-lalang. 
Di kota ini, yang saya temukan bukan gumpalan awan, melainkan jutaan bintang memenuhi langit malam sampai kotanya terang-benderang meski berkegiatan tanpa lampu jalanan.

Bintangnya membuat langit jadi gemerlap. Karena saya tidak pandai menghitung, mari kita katakan pada hari itu saya lihat jutaan bintang; bertabur di langit tanpa ada yang menempel satu sama lain. 
Semua berdiri pada poros masing-masing dan saya menikmati langit dari Bukit Sylvia sampai pukul delapan malam.

Di tahun 2025, selepas 100 hari sepeninggal Bundo, saya mengunjungi Kota Padang dan bermain di pantai sepuasnya. Di Padang, langit sore hari warnanya abu tua kehitaman seperti abu arang yang bertebaran. 
Warnanya berbeda dengan mendung di Kota Bogor. Di sini, abu-nya seperti sebuah kepulan asap merapi yang membuat saya tidak berani untuk bercanda bahkan walau lewat kata-kata.

Bundo juga suka langit.
Suatu waktu kami duduk berdua di depan teras rumah menjelang magrib, dan hari itu ia bertanya; "Anak, kau suka langit warna apa?" Lalu saya katakan, "Yang oranye! Seperti langit yang sekarang ini" Dan ibu saya bilang kalau ia sukanya saat langit lembayung.

Apa itu lembayung? 
Lalu beliau menjelaskan dengan mata penuh binar. Katanya, itu adalah ketika langit menjadi magenta, sebuah perpaduan warna merah-ungu. "Kalau oranye yang kau suka itu, disebutnya Dewangga."

Saat itu saya baru semester satu, dan sejujurnya itu adalah kali pertama saya tahu apa itu lembayung, juga baru tahu kosakata warna bahasa Indonesia dari oranye. 
Meski sudah di usia puluhan, tidak ada kata terlambat untuk terus belajar, bukan? Dan saya senang, warna baru yang saya pelajari saat itu berasal dari Bundo. Memang benar adanya bahwa ibu adalah madrasah pertama bagi anak.

Selama satu tahun di masa berduka selepas kepergian Bundo, mata saya selalu menatap tanah setiap hari; membayangkan berapa banyak jasad entah terburai di antara tanah-tanah di muka bumi. 
Saya juga memikirkan betapa gelap dan sumuk di dalam tanah. Ibu saya takut gelap, bagaimana ia bisa bertahan di alam sana dalam kegelapan? Saya terus menerus melihat tanah setiap kali keluar rumah.

Saya mendadak jadi suka batu kerikil.

Suatu hari di makam Bundo ada batu kerikil, dan saya menumpuknya satu persatu secara vertikal. Di agama sebelah, praktik ini sering dianggap sebagai metode meditasi (zen) untuk melatih kesabaran, fokus, dan ketenangan. Di agama saya, dalam beberapa persepektif ini dianggap sesat.

Tidak, saya tidak sesat—semoga saja. Saya hanya melakukannya karena bosan, dan karena saya terus melihat ke bawah, saya jadi tertarik pada hal baru terutama bebatuan.

Di hari lain sepulang dari makam Bundo, saya menemukan pohon besar yang menjatuhkan biji saga. Sewaktu saya kelas dua SD, saya sering mengoleksi biji saga dan mengumpulkannya dalam satu botol bekas. 

Awalnya satu botol, lama-lama jadi penuh satu kamar. Saya melakukannya karena Bundo suka warna merah saga. Tapi kegiatan itu berhenti ketika kami pindah ke Bogor. Di kota ini, saya tidak menemukan pohon Saga. Dan tiba-tiba, saya mendapatkan banyak saga di jalan Padjajaran. 
Seorang satpam yang berdiri tidak jauh dari pohon tersebut mengizinkan saya untuk mengambilnya. Saya memutuskan bawa enam butir saja hari itu.

Langitnya?
Tidak ingat. Saya tidak ingat langit Bogor hari itu. Selama setahun penuh, saya ternyata terus menerus menunduk dan melihat ke bawah. Di bawah juga seru. Ada biji saga, ada kerikil, ada banyak macam-macam hewan menarik, juga akar-akar berusia puluhan-ratusan tahun yang bisa disapa.
Saya pun punya kesempatan berkenalan dengan siput, bekicot, ulat-ulat pemakan tanaman saya, melihat lumut tumbuh subur, dan mulai bicara dengan sekumpulan semut.

Sepasukan semut mendatangi saya pada pukul dua malam. Mereka lapar, katanya. Dulu, 100 hari sebelum kepergian Ibu, semut-semut tidak pernah ada di rumah. Ibu saya selalu menaruh gula di beberapa sudut taman dan berbicara pada mereka setiap pagi.

Pada suatu hari, 40 hari setelah kematian Bundo, dua keponakan saya bersenda gurau dan mereka mengatakan tidak mungkin manusia bisa berbicara dengan semut. Lalu saya katakan, bisa. Tentu bisa. 

Sudah ada contohnya di masa lalu ketika Nabi Sulaiman berbicara pada semut. Begitu juga dengan Bundo, yang tiap pagi membicarakan entah dengan para semut. Maka sejak itu saya mulai berbicara dengan mereka dan para semut merespon dengan riang.

Di awal 2026 ini kemudian saya menyadari satu hal. Apa yang saya ceritakan di atas bukan hanya tentang keindahan langit dan tanah secara harfiah, tapi ternyata kebiasaan itu juga berpengaruh terhadap stabilitas mental saya; bahwa saya terus-menerus merasa rendah diri dan berkecil hati di tahun 2025. 
Bahwa saya tidak sanggup berdiri tegak bahkan menengadah ke atas langit.

Sekarang, ketika berhasil melewati proses kedukaan, setelah semua kondisi saya kembali seperti semula dan bahkan dalam versi yang lebih baik, saya senang bisa kembali memprioritaskan diri sendiri, saya senang bisa kembali berdiri sendiri, dan ketika kondisi mental saya membaik, kebiasaan lama juga kembali, seperti sering mengecek keadaan langit bagaimana hari ini.

Dan ketika saya menulis ini, langit yang saya lihat cantik sekali. Hari itu saya dalam perjalanan menemui seseorang. Kami berdua punya energi api yang sama besarnya. 
Ketika kami bertemu, dia duduk berhadapan dengan saya. Di belakangnya hadir sebuah latar langit bias berwarna putih kusam dan ada air curug yang mengalir dengan riang. 
Banyak pohon tumbuh subur dan mengayun pelan sehingga membuat ia tampak sangat keren dengan latar alam tersebut.

Dalam larutnya percakapan, tiba-tiba langit menjadi kelabu, hadir gumpalan awan gelap dan kata-kata kami yang saling beradu mulai memunculkan api berkobar dan kami saling membakar, bukan menghangatkan.

Setelah itu, tidak ada kata-kata yang keluar dari siapa pun karena setiap untaian kata telah terbakar habis dan menjadi abu disusul dengan turun hujan deras.

Kami kehabisan kata-kata dan suara hujan memecah hening untuk beberapa saat.

Dia kemudian meminta maaf, sekali.
Lalu meminta maaf lagi.
"Aku mengingat setiap kata-kata jahat yang aku keluarkan padamu, jadi aku minta maaf," katanya lagi. Kemudian, mengucapkan maaf lagi. 
Dan, lagi.

Saya mengingatnya, lima kali dia ucap permohonan maaf, tapi kata tersebut seperti sebilah pisau yang menusuk dada. Hari itu, mengetahui kata maaf saja belum cukup, dia juga bilang, "Coba lihat itu, langitnya bagus sekali hari ini. Kamu suka langit 'kan, bagus itu warnanya."

Itu sudah pukul lima sore ketika hujan berhenti dan langit menjadi terang kembali.

Saya menoleh ke arah belakang kiri, dan benar. 
Langitnya mulai merah kekuningan seperti telur omega bercampur bunga matahari. Kami tidak banyak bercakap, tapi sepakat untuk pindah tempat. Dalam langkah perjalanan sore itu, dia berkali-kali bilang, "lihat itu, bagus langitnya."
"Hari ini langitnya bagus."
"Jangan nunduk, coba lihat itu, mulai oranye."

Saya masih terus diam, tapi di setengah perjalanan, warna langit berubah jadi warna yang paling saya suka. "Oranye pekat begini adalah warna langit yang saya sukai," ucap saya setelah hening beberapa lama. 
Dia tersenyum, kemudian setengah berbisik dia katakan, "Kalau orang Sunda pamali keluar pas warna langitnya begini." Kami tertawa sejenak sambil terus melangkah ke tempat tujuan.
Dan sedihnya, itu jadi percakapan penutup yang pahit.
Hari itu hari Rabu, langitnya indah sekali, warnanya Dewangga. Mengetahui bahwa dia mengingat detail kecil tentang saya adalah hal menyenangkan, tapi rupanya itu jadi pertemuan terakhir saya dengan dia.

***
Saya suka langit.
Tapi setiap kali melihat langit, saya seperti sedang menyusun daftar kehilangan. 
Kemarin saya ditinggal pergi Bundo, hari itu saya kehilangan dia, besok entah akan kehilangan siapa. Semoga—selalu saya upayakan, semoga saya tidak pernah kehilangan diri sendiri.

Tidak Usah Panik Sakit di Jalan, JKN Siap Pasang Badan!

Written by Uni Dzalika


Setahun yang lalu, satu jam sebelum keberangkatan saya naik pesawat untuk mudik ke Kota Padang menjelang lebaran, tiba-tiba kesehatan saya mengalami kondisi darurat yang mengharuskan perawatan mendadak dari dokter di bandara. 
Setelah melewati serangkaian pemeriksaan dan dinyatakan aman, atas izin Allah saya berhasil naik pesawat sesuai jadwal. Dan ini gratis, karena saya pakai BPJS.

Bagian paling menyenangkan dari momen mudik lebaran adalah dar-der-dor mengurus semua persiapan, yang kadang bikin kita lupa untuk mengurus diri sendiri. Di mudik lebaran 2026 kali ini, saya ingin membagikan informasi ke teman-teman tentang pentingnya memiliki BPJS karena sekarang sudah ada posko di titik tertentu yang sigap menjaga kita jika qodarullah terjadi keadaan tak terduga.

BPJS Kesehatan sudah menyiapkan skema "sat-set" supaya kamu tetap terlindungi meski lagi jauh dari rumah. Tapi, sebetulnya gimana sih skema kerjanya ini?

Sebelum kita bahas fasilitasnya, mari kita throwback sebentar. Program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan ini resmi lahir pada 1 Januari 2014. Sejak saat itu, wajah kesehatan Indonesia berubah total. Kalau dulu sakit itu mahal, sekarang prinsipnya gotong royong: yang sehat bantu yang sakit melalui iuran. Di tahun 2026 ini, sistemnya sudah makin matang dan makin digital, cocok untuk kita yang tidak mau ribet bawa-bawa tumpukan berkas.

Lalu, Titik Posko Mudik 2026 Ada di Mana Saja?

BPJS Kesehatan tidak cuma jagain kamu dari balik meja kantor. Khusus musim mudik 2026, mereka hadir langsung di titik-titik krusial lewat Posko Kesehatan Mudik. 

Layanan ini biasanya tersedia sejak H-7 sampai H+7 Lebaran, da sudah dibuka mulai dari 13 Maret - 16 Maret 2026 dan lokasinya tersebar di jalur-jalur paling sibuk se-Indonesia, seperti:

- Terminal Bus: Pulogebang (Jakarta), Tirtonadi (Solo), hingga Bungurasih (Surabaya).

- Pelabuhan: Merak, Bakauheni, dan Ketapang-Gilimanuk (buat yang mau nyebrang ke Bali).

- Rest Area Tol: Titik-titik strategis di Tol Trans-Jawa dan Trans-Sumatera.

- Stasiun Kereta Api & Bandara: Di beberapa kota besar yang jadi pusat transit.

Di posko ini, kamu bisa cek kesehatan karena ada dokter, perawat, juga ambulans yang standby 24 jam, dan semua fasilitas gratis bagi peserta JKN.

BPJS Kesehatan punya prinsip Aksesibilitas Tanpa Batas. Selama periode libur lebaran 2026, peserta JKN bisa mengakses layanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) mana pun meskipun kamu nggak terdaftar di sana. 

Jadi kalau kamu warga Jakarta lagi mudik ke Jogja dan butuh berobat, tinggal datangi FKTP (Puskesmas/Klinik) terdekat di Jogja. Nah, untuk akses ini maksimal 3 kali kunjungan dalam sebulan di luar domisili ya.

Lalu, bagaimana jika kondisinya darurat? Kamu bisa langsung ke IGD RS mana saja! Tidak perlu surat rujukan, cukup tunjukkan KTP atau kartu digital di aplikasi. Itulah pentingnya untuk memiliki aplikasi Mobile JKN agar kita lebih mudah menggunakan fasilitas ini.

Kalau HP kamu belum ada aplikasi JKN Mobile, unduh deh dari sekarang sebelum berangkat mudik. Ini bukan sekadar aplikasi pajangan, tapi "kartu sakti" versi digital. Karena melalui aplikasi ini juga, kita bisa lacak track recod perjalanan kesehatan yang sebelumnya.

Cara memiliki akses BPJS Mobile JKN:


- Login/Daftar: Masukkan nomor KTP (NIK) atau nomor kartu BPJS-mu.

- Info Riwayat Pelayanan: Kamu bisa cek catatan medis terakhirmu di sini.

- Pendaftaran Pelayanan (Antrean Online): Ini fitur paling juara. Mau berobat ke klinik atau RS? Ambil nomor antrean dari HP biar nggak lumutan nunggu di ruang tunggu.

- Lokasi Faskes: Bingung RS terdekat ada di mana? Fitur GPS di aplikasi ini bakal kasih tahu rute tercepat ke RS terdekat yang kerja sama dengan BPJS.

KIS Digital itu Ketinggalan kartu fisik? Selama ada QR Code di KIS Digital aplikasi ini, kamu tetap bisa dilayani.

Kenapa Sih Harus Punya BPJS? Jujur nihh> kita sering ngerasa sehat-sehat aja sampai akhirnya dapet "surat cinta" berupa tagihan RS yang angkanya mirip harga DP mobil. Inilah manfaat punya BPJS bagi warga Indonesia:

Financial Safety Net: Kamu nggak bakal bangkrut mendadak cuma karena harus operasi usus buntu atau tipes.

Coverage Luas: Dari batuk pilek sampai penyakit berat kayak jantung atau kanker, semua di-cover sesuai prosedur.

Tanpa Diskriminasi: Mau kamu kaya atau kurang mampu, selama status kepesertaan aktif, layanannya sama standarnya.

Investasi Kebaikan: Iuran yang kamu bayar tiap bulan itu dipakai buat bantu orang lain yang lagi berjuang di ruang operasi. Vibes-nya positif banget, kan?

Ada Kendala? Hubungi Jalur "Sat-Set" Ini!

Kalau tiba-tiba ada kendala di lapangan, misalnya faskes yang bandel atau bingung soal status kepesertaan, jangan ngomel di medsos dulu. Langsung aja akses layanan bantuan yang super responsif ini:

Call Center 165: Siap melayani 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Bisa tanya soal lokasi posko, cek tagihan, sampai pengaduan layanan.



#kesehatan

Hidup Berkesadaran dengan Alexa Demineral Water: Sehat untuk Tubuh, Aman untuk Bumi

Written by Uni Dzalika


Pernahkah kamu merasa sudah minum banyak air dalam sehari, tapi tubuh masih terasa "berat" atau cepat lelah? Saya dulu sering merasakannya. Sebagai warga Indonesia yang setiap hari berjibaku dengan kemacetan dan polusi, saya pikir minum air putih apa saja sudah cukup. Sampai akhirnya, saya menyadari satu hal penting: tidak semua air itu sama.

Alasan Saya Beralih ke Air Murni Bandung dari Pegunungan Manglayang


Sejak dua tahun lalu yang artinya sebelum Bundo meninggal, saya mulai mendalami apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh kita. Dari sana, saya menemukan alasan yang mengubah cara saya memandang kesehatan dimulai dari mengganti air minum dengan air murni atau air demineral. Dan hari ini, saya ingin mengajak kamu mengintip bagaimana air demineral Alexa menjadi bagian dari perjalanan hidup sehat saya.


Apa Sih Bedanya? Air Mineral vs. Air Demineral


Mungkin kamu ada yang sempat kepikiran, "Bukannya air mineral itu bagus karena ada mineralnya?" Saya pun dulu berpikir begitu. Namun, faktanya, mineral yang dibutuhkan tubuh kita sebagian besar berasal dari makanan yang kita konsumsi (buah, sayur, daging), bukan dari air minum.

Perbedaan air mineral dan air demineral terletak pada kandungan padatan terlarutnya. Air demineral telah melalui proses filtrasi yang sangat ketat sehingga bebas dari unsur-unsur anorganik yang tidak dibutuhkan tubuh. 
Hasilnya? Air murni ini membuat ginjal bekerja lebih ringan. Bayangkan ginjal kita seperti saringan; semakin sedikit "sampah" anorganik yang harus ia saring, semakin awet dan sehat organ vital tersebut. Inilah mengapa banyak orang mulai mencari manfaat air demineral untuk kesehatan jangka panjang.


Jenis AirKisaran pHKandungan Mineral (TDS)Efek ke Ginjal
Air Mineral Umum7.0 - 8.5Tinggi (100-300+ mg/L)Bekerja Ekstra Menyaring Mineral
Air Demineral Alexa6.0 - 7.0Sangat Rendah (Mendekati 0)Bekerja Lebih Ringan & Efisien

Mitos pH: Mengapa "Murni" Lebih Baik daripada "Tinggi"?


Mungkin kamu sering mendengar iklan air dengan pH tinggi atau alkali. Tapi, tahukah kamu berapa sebenarnya pH yang ideal untuk masuk ke dalam tubuh kita?

Mari kita bicara angka sebentar. Skala pH berkisar dari 0 sampai 14. Angka 7 adalah titik netral. Secara alami, tubuh kita (terutama darah) memiliki sistem buffer yang sangat canggih untuk menjaga pH tetap stabil di kisaran 7,35 – 7,45. Jadi, minum air dengan pH yang terlalu jauh dari angka netral sebenarnya justru memberi "pekerjaan tambahan" bagi tubuh untuk menyeimbangkannya kembali.

Air Minum Umum/Mineral: Biasanya memiliki pH antara 7.0 hingga 8.5. Kandungan mineral anorganik di dalamnya yang membuat pH-nya cenderung basa. Air Demineral Alexa memiliki pH di kisaran 6.0 hingga 7.0. Mengapa sedikit di bawah 7? 
Karena air ini sangat murni dan tidak memiliki "penyangga" mineral, sehingga ia sangat sensitif terhadap sedikit saja karbondioksida alami dari udara yang membuatnya jadi sedikit asam, namun tetap di ambang batas aman dan sangat mendekati netral.




pH Ideal Tubuh: 
Tubuh kita paling nyaman menerima asupan yang mendekati titik netral agar metabolisme berjalan tanpa hambatan.

Air mineral biasa itu ibarat kamar yang rapi, tapi masih ada debu-debu halus dan barang kecil di pojokan (mineral anorganik seperti kalsium dan magnesium yang tidak terserap tubuh). Sedangkan air murni dari Alexa adalah kamar yang baru saja dilakukan deep cleaning. Benar-benar kosong dan bersih.

Secara ilmiah, air demineral diproses melalui teknologi yang menghilangkan TDS (Total Dissolved Solids) atau total padatan terlarut. Dalam air mineral biasa, nilai TDS-nya bisa mencapai 100–300 mg/L. Sedangkan pada air demineral Alexa, nilai TDS-nya mendekati 0 mg/L.

Kenapa ini bagus buat kamu? Secara kimiawi, air adalah pelarut universal. Ketika kamu minum air dengan TDS nol, air tersebut memiliki "ruang kosong" yang maksimal untuk mengikat sisa-basi metabolisme di dalam tubuh kamu dan membawanya keluar. 

Inilah alasan mengapa ginjal bekerja lebih ringan. Ginjal tidak perlu memisahkan mineral-mineral keras yang tidak bisa diproses, melainkan langsung menggunakan air murni tersebut untuk membilas racun dalam tubuh. Jadi, ketika saya bilang Alexa itu murni, saya tidak sedang bercanda. Secara sains, ini adalah hidrasi dalam bentuknya yang paling jujur.

Alexa: "Fresh from the Oven" dari Jantung Bandung


Ada juga alasan utama saya jatuh cinta dengan air demineral Alexa adalah asal-usulnya. Saya tidak bicara tentang air yang diproses di pabrik industri yang gersang. Alexa berasal langsung dari sumbernya di Bandung, tepatnya dari air pegunungan Manglayang yang jernih dan alami. Walaupun saya belum ada kesempatan untuk datang ke pabriknya langsung, tapi saya sudah banyak mencari tahu tentang air minum Alexa.

Inilah yang saya sebut sebagai konsep "Fresh from the Oven". Begitu diambil dari mata air, air tersebut diproses dengan standar tinggi dan langsung dikirim dari sumbernya. Kamu tidak akan menemukan Alexa di rak-rak toko yang sudah berdebu selama berbulan-bulan. 
Hebatnya lagi, pengiriman dilakukan tanpa perantara agen distribusi. Jadi, dari mata air Manglayang, langsung meluncur sampai depan pintu rumah kamu. Air murni asli Bandung ini benar-benar menjaga kesegarannya hingga sampai ke gelas kamu.

Alexa Water adalah air minum berkualitas tinggi dari mata air pegunungan Manglayang di Bandung yang telah dipercaya sejak tahun 2013. Hingga kini, puluhan ribu keluarga di Bandung Raya dan sekitarnya telah mengandalkan Alexa Water sebagai pilihan utama air murninya. 
Air demineral murni ini diproses dengan filtrasi modern (Reverse Osmosis) dan UV filter, dengan sistem pengiriman tertutup yang menjaga kesegarannya dari sumber hingga sampai ke tangan pelanggan.



Minum dengan Kesadaran: Sehat untuk Tubuh, Aman untuk Bumi


Karena saya sedang menggeluti konsep mindfulness, saya ingin bahas dari sisi ini juga. Bagi saya, hidup sehat bukan hanya soal apa yang masuk ke dalam tubuh, tapi juga tentang bagaimana keputusan kita berdampak pada alam sekitar. Inilah sisi mindfulness yang saya temukan di Alexa. 
Ketika kamu meminum air pegunungan Manglayang ini, ada ketenangan batin yang hadir karena kamu tahu kamu sedang melakukan hal baik untuk lingkungan.

Dengan sistem Free Galon (peminjaman galon), kita secara aktif mempraktikkan gaya hidup zero-waste. Kita tidak lagi menumpuk sampah plastik sekali pakai yang mencemari tanah Bandung tercinta. Setiap galon yang kembali ke Alexa dibersihkan dengan standar tinggi untuk digunakan kembali, ini jadi sebuah siklus ekonomi sirkular yang sangat nyata.

Selain itu, karena Alexa dikirim langsung dari sumbernya di Bandung tanpa rantai distribusi yang panjang, jejak karbon yang dihasilkan pun jauh lebih rendah. Jadi, setiap kali kamu meneguk air murni Bandung ini, kamu tidak hanya memberikan ruang napas bagi ginjalmu, tapi juga ikut menjaga napas bumi agar tetap lestari. 
Menjadi sehat jadi terasa lebih bermakna ketika kita selaras dengan alam, setuju 'kan?



Pengiriman Tertutup: Karena Higienitas Bukan Sekadar Janji


Pernahkah kamu melihat truk terbuka yang mengangkut galon air di tengah teriknya matahari Bandung yang menyengat? Jujur, saya sering ngeri melihatnya. Ada bahaya air galon terpapar sinar matahari secara langsung; plastik galon yang panas bisa melepaskan zat kimia tertentu ke dalam air, belum lagi paparan asap knalpot dan debu jalanan.

Alexa memahami kekhawatiran saya (dan mungkin kamu juga). Itulah mengapa mereka menggunakan sistem pengiriman tertutup. Galon-galon Alexa punya beberapa kelebihan yang tidak dimiliki perusahaan air lainnya yaitu:

    1. Terlindung dari paparan sinar matahari: Menjaga stabilitas molekul air murni.
    2. Terlindung dari asap kendaraan: Tidak ada polusi yang menempel pada kemasan galon.
    3. Terlindung dari debu: Begitu sampai di dapur kamu, galon higienis Bandung ini tetap bersih luar dan dalam.

Bagi saya, ini adalah standar baru air minum sehat Bandung. Kita tidak hanya membayar untuk airnya, tapi juga untuk keamanan dan ketenangan pikiran.

Satu Air untuk Semua: Dari Ibu Hamil hingga Pegiat Olahraga

Saya sering merekomendasikan air murni untuk ginjal bekerja lebih ringan kepada kerabat dan teman terdekat karena sifatnya yang netral dan murni, air ini sangat fleksibel. Alexa bukan sekadar pelepas dahaga, tapi investasi kesehatan bagi seluruh anggota keluarga. Selain itu, air Alexa juga punya beberapa manfaat utama seperti:

      • Untuk Ibu Hamil & Anak-anak: Memberikan hidrasi paling murni tanpa tambahan zat yang tidak perlu.
      • Untuk Diet & Olahraga: Air murni untuk diet / olahraga membantu proses detoksifikasi tubuh lebih optimal. Tubuh jadi lebih ringan saat bergerak.
      • Untuk Lansia & Penderita Gangguan Ginjal: Membantu menjaga fungsi saringan tubuh agar tidak bekerja ekstra keras.

Praktis dan Murah: Definisi Sehat Tanpa Ribet


Nah, kamu mungkin berpikir, "Air murni dari pegunungan dengan layanan premium pasti mahal, kan?" Jawabannya: Tidak. Saya sangat terkesan dengan komitmen Alexa untuk membuat gaya hidup sehat jadi terjangkau bagi warga Bandung Raya dan kota lainnya. Harga air Alexa demineral hanya 17.000 all in, kamu sudah mendapatkan kualitas air demineral terbaik.

  • Free Ongkir Bandung Raya: Tidak ada biaya tambahan tersembunyi.
  • Free Galon: Kamu tidak perlu beli galon di awal. Alexa memberikan peminjaman galon selama kamu berlangganan. Sangat meringankan beban di dompet, bukan?
  • Pengiriman Terjadwal Otomatis: Ini fitur favorit saya. Setiap minggu, kurir Alexa akan datang sesuai jadwal. Jadi, saya nggak perlu lagi drama "kehabisan air minum" di tengah malam.

Memilih air demineral Alexa adalah cara saya mencintai diri sendiri dan keluarga. Dengan segala kemudahan, kebersihan, dan manfaat kesehatannya, Alexa benar-benar mewujudkan kampanye mereka: Alexa Cinta Air Murni.

Jadi, buat kamu yang tinggal di Bandung dan sekitarnya, kapan terakhir kali kamu benar-benar memperhatikan apa yang masuk ke dalam tubuhmu? Jika kamu ingin ginjal bekerja lebih ringan dan hidup lebih segar, mulailah beralih ke yang murni.

Yuk Berlangganan!

Nggak mau ketinggalan informasi dari blog ini? Let's keep in touch! Tinggalkan alamat e-mail kamu dan dapatkan review artikel, tutorial, serta tips menarik secara gratis! :)

  • About Dza
  • About
  • Shop
  • FAQ
  • Explore
  • Lifestyle
  • Tips
  • Salero Uni
  • E-commerce
    Connect

Copyright Forever Young Lady All rights reserved. Design by Jung - Good Ideas. Great Stories.