• Nginap Bareng
  • Contact
  • Portofolio
Responsive image

Indonesian Beauty & Fashion Blogger.
Your personal stylist

Beauty Fashion Talks Lifestyle Event
dumtuhayyã

Mengenal dumtuhayyã; Sebuah Ruang untuk Sembuh, Bertumbuh, dan Berkesadaran

Written by Uni Dzalika


Di antara hiruk-pikuk aktivitas yang mulai terasa jenuh, banyak dari kita terbiasa bergerak tanpa benar-benar hadir secara utuh. Saat ini, kita dihadapkan pada keadaan repetitif dan kesulitan menemukan ruang untuk mendengar diri sendiri.

Belum selesai dengan semua keresahan tersebut, kemarin, ibu kandung saya wafat di usia yang masih terbilang muda. Bundo, begitulah sebutan kami kepadanya, tutup usia pada 2024 lalu.

Rasanya baru kemarin, tapi
kemarin itu ternyata 660 hari lalu.

Dalam perjalanan untuk terus berusaha melanjutkan hidup, saya memutuskan membangun komunitas wellness, dengan tujuan agar teman-teman yang juga sedang berjuang dalam kesulitan dan atau kedukaan, bisa lekas pulih dan sehat bersama-sama. Karena setiap manusia memiliki hak untuk berhenti sejenak, bernapas dengan sadar, dan menemukan kembali hubungan yang sehat dengan dirinya sendiri.


Our Pitch Desk:


dumtuhayyã


Tentang dumtuhayyã 


"Apa sih, artinya dumtuhayyã?" 

Filosofi dari dumtuhayyã artinya agar kita terus beribadah dan berbuat kebaikan selama masih hidup, dan potongan kata tersebut adalah seruan kepada Nabi Isa untuk melaksanakan perintah-Nya. Berangkat dari filosofi tersebut, kami ingin agar hayyã dapat berjalan sesuai doa, yang selama masa hidup ini, kita semua bisa terus beribadah dan berbuat kebaikan dengan cara mengadakan kegiatan interaktif.

dumtuhayyã (d kecil) merupakan program wellness dan mindfulness yang diinisiasi oleh unidzalika sebagai ruang aman untuk bertumbuh secara utuh baik secara fisik, mental, maupun emosional.

hayyã bukan sekadar kelas olahraga atau kegiatan komunitas. Program ini dirancang sebagai sebuah perjalanan yang mengajak peserta untuk hadir secara penuh, memahami tubuhnya, mengenali emosinya, dan membangun kebiasaan hidup yang lebih mindful.

Kami percaya bahwa proses bertumbuh tidak selalu harus dilakukan sendiri. Kami percaya bahwa yang dibutuhkan adalah ruang yang tepat, komunitas yang suportif, dan kesempatan untuk kembali mendengarkan diri.


Visi dumtuhayyã

Menjadi ruang pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan bagi individu untuk membangun keseimbangan hidup melalui praktik mindfulness, pergerakan sadar, dan pengembangan diri.

Misi

- Menghadirkan program wellness yang mudah diakses oleh berbagai kalangan.
- Membangun komunitas yang sehat, suportif, dan bertumbuh bersama dalam kebaikan.
- Mengintegrasikan praktik gerak tubuh, refleksi diri, dan edukasi mindfulness dalam satu pengalaman yang utuh.
- Menjadi jembatan antara kebutuhan kesehatan mental, fisik, dan emosional masyarakat modern.
- Berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas dampak positif wellness dan mindfulness di Indonesia.


Tujuan Program


Melalui dumtuhayyã, kami berharap dapat:

* Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental dan fisik secara berimbang.
* Membantu peserta mengembangkan kebiasaan hidup yang lebih mindful.
* Menyediakan ruang refleksi yang aman dan nyaman.
* Membangun komunitas yang saling mendukung dalam perjalanan bertumbuh.
* Menjadi wadah edukasi wellness yang kredibel, berkelanjutan, dan berdampak nyata.

Aktivitas dan Program Kelas

Setiap sesi dumtuhayyã dirancang dengan pendekatan holistik yang menggabungkan aktivitas fisik, refleksi diri, dan pembelajaran praktis. Program yang dihadirkan meliputi:


1. Kelas Yoga

Kelas yoga dengan berbagai pendekatan dihadirkan untuk berfokus pada kesadaran napas, fleksibilitas tubuh, kekuatan, dan ketenangan pikiran.


2. Mat Pilates

Latihan pilates berbasis mat yang membantu meningkatkan postur tubuh, kekuatan inti (core strength), serta stabilitas tubuh secara keseluruhan.

3. Pilates (soon)

Program pilates yang dirancang untuk memperkuat tubuh secara menyeluruh dengan pendekatan yang aman dan terstruktur.


4. Guided Journaling

Sesi refleksi diri melalui journaling yang dipandu untuk membantu peserta mengenali pikiran, emosi, tujuan hidup, dan proses pertumbuhan pribadi.

5. Mindfulness Workshop

Workshop tematik yang membahas berbagai topik seperti self-awareness, emotional regulation, stress management, self-esteem, healthy boundaries, EFT TAPPING, intentional living, hingga berbagai praktik mindfulness yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Kualitas Pengajar dan Fasilitator


Kami berkomitmen menghadirkan pengalaman belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas. Seluruh guru, coach, dan fasilitator di hayyã yang terlibat merupakan praktisi yang telah memiliki sertifikasi profesional sesuai bidangnya serta pengalaman mengajar yang memadai.

Setiap kelas dipandu oleh instruktur yang memahami prinsip keselamatan peserta, anatomi dasar tubuh, metode pengajaran yang inklusif, serta pendekatan mindfulness yang bertanggung jawab. Dengan demikian, peserta dapat mengikuti setiap sesi dengan rasa aman dan percaya diri.

Target Peserta

dumtuhayyã dirancang sebagai program berbasis komunitas dengan suasana yang intim dan personal.
Setiap penyelenggaraan kelas menargetkan sekitar 10–25 peserta, menyesuaikan kapasitas dan karakteristik venue yang digunakan. 
Jumlah peserta yang relatif terbatas memungkinkan interaksi yang lebih dekat antara fasilitator dan peserta sehingga pengalaman belajar menjadi lebih optimal.

Struktur Organisasi dumtuhayyã



1. Uni Dzalika
Team Leader

Bertanggung jawab atas perencanaan strategis, pengembangan program, kemitraan, komunikasi eksternal, koordinasi tim, pelaksanaan teknis acara, koordinasi vendor, pengambilan keputusan, serta memastikan seluruh program berjalan sesuai visi dan misi dumtuhayyã.



2. Ranu
Data Management & Accounting Officer

Bertanggung jawab mengelola data peserta, administrasi program, pencatatan keuangan, penyusunan laporan finansial, pengelolaan anggaran, serta monitoring kebutuhan operasional dari sisi administrasi dan keuangan.



3. Liana
Creative & Operational Team

Bertanggung jawab pada pengembangan materi kreatif, desain komunikasi visual, kebutuhan promosi, pengelolaan media sosial, dokumentasi database, serta memastikan seluruh operasional kegiatan berjalan lancar sebelum, selama, dan setelah acara berlangsung.


Peluang Kolaborasi Sponsorship

dumtuhayyã membuka kesempatan kolaborasi dengan berbagai brand, institusi, maupun organisasi yang memiliki visi serupa dalam mendukung kesehatan, kesejahteraan, dan pengembangan kualitas hidup masyarakat.

Melalui kolaborasi sponsorship, mitra akan memperoleh berbagai manfaat, antara lain:

Brand Exposure
• Penempatan logo pada seluruh materi promosi digital.
• Logo pada banner dan media pendukung kegiatan.
• Exposure melalui komunitas hayyã dan jaringan media partner.

Brand Activation
• Kesempatan membuka booth atau product experience selama acara berlangsung.
• Distribusi sampel produk kepada peserta.
• Penyisipan produk dalam welcome kit atau goodie bag peserta sesuai jumlah target.
• Distribusi 5 produk kepada hayyã (4 untuk panitia, 1 inventaris shoot produk untuk dibuatkan konten).

Community Engagement
• Kesempatan berinteraksi langsung dengan audiens yang memiliki minat pada wellness, mindfulness, healthy lifestyle, dan personal growth.
• Meningkatkan awareness serta brand affinity melalui pengalaman yang lebih personal.


Digital Coverage
• Dokumentasi foto dan video yang dapat digunakan sebagai materi publikasi bersama.
• Mention dan tagging pada konten media sosial terkait kegiatan.
• Potensi publikasi lanjutan melalui kanal komunitas dan media partner.


Positive Brand Association
• Menjadi bagian dari gerakan yang mendorong kesehatan mental, kesejahteraan, dan gaya hidup yang lebih sadar.
• Memperkuat citra perusahaan sebagai brand yang peduli terhadap kualitas hidup masyarakat.



Opportunities for Brand Collaboration with Hayyã

1. Market Gap

* Menjangkau pasar wellness, mindfulness, dan healthy lifestyle yang terus berkembang di Indonesia.
* Memanfaatkan peluang pada segmen komunitas yang masih relatif niche namun memiliki tingkat engagement tinggi.
* Menjadi bagian dari ekosistem wellness yang sedang mengalami peningkatan minat, khususnya di kalangan urban dan produktif.

2. Demographics

* Didominasi oleh peserta usia 20–40 tahun.
* Menjangkau mahasiswa, young professionals, entrepreneurs, hingga komunitas kreatif.
* Audiens memiliki ketertarikan pada kesehatan fisik, kesehatan mental, self-development, dan gaya hidup berkelanjutan.

3. Personalization

* Memberikan kesempatan bagi brand untuk berinteraksi secara lebih dekat dan personal dengan peserta.
* Menciptakan pengalaman brand yang lebih autentik melalui aktivitas langsung, product experience, dan community engagement.
* Membangun hubungan emosional yang lebih kuat dibandingkan pendekatan iklan konvensional.

4. Content Niches

* Terintegrasi dengan konten seputar yoga, pilates, mindfulness, journaling, self-growth, wellness, dan intentional living.
* Memungkinkan brand hadir dalam konteks yang relevan dan bernilai bagi audiens.
* Mendukung strategi content marketing yang lebih organik, edukatif, dan berbasis komunitas.

5. Analytics for Advertising

* Mendapatkan insight mengenai karakteristik, minat, dan perilaku audiens yang relevan dengan target market brand.
* Mengukur performa kolaborasi melalui engagement, reach, impressions, dan aktivitas peserta.
* Menjadi sumber data awal untuk mengembangkan kampanye pemasaran yang lebih terarah dan efektif.

6. Brand Positioning

* Memperkuat citra brand sebagai perusahaan yang peduli terhadap kesehatan, kesejahteraan, dan kualitas hidup masyarakat.
* Meningkatkan kredibilitas melalui kolaborasi dengan komunitas yang memiliki nilai positif dan berdampak.
* Membangun brand affinity melalui pengalaman yang bermakna dan berkesan bagi peserta.

7. Community Access

* Mendapatkan akses langsung ke komunitas yang aktif, loyal, dan memiliki tingkat partisipasi tinggi.
* Membuka peluang kolaborasi jangka panjang melalui berbagai program dan kegiatan Hayyã.
* Menumbuhkan awareness dan advocacy secara organik melalui rekomendasi komunitas.

8. Integrated Exposure

* Eksposur melalui acara offline, media sosial, media partner, komunitas, serta dokumentasi kegiatan.
* Kesempatan memperoleh user-generated content (UGC) yang autentik dan relevan.
* Meningkatkan visibilitas brand melalui berbagai touch point dalam satu kolaborasi yang terintegrasi.

hayyã hadir sebagai sebuah program, dan juga berdiri sebagai gerakan kecil yang mengajak lebih banyak orang untuk kembali hadir bagi dirinya sendiri. 
Kami percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah sederhana, dari bernapas dengan sadar, bergerak dengan penuh kesadaran, dan memberi ruang pada diri sendiri untuk bertumbuh.

Melalui kolaborasi bersama berbagai pihak, kami berharap hayyã dapat menjangkau lebih banyak individu, membangun komunitas yang lebih sehat, serta menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Karena bertumbuh adalah tentang terus bergerak maju, dengan sadar, satu langkah pada satu waktu.



📢 For any questions or more information, feel free to contact us:
📞+628989456036
📧 maadumtuhayya@gmail.com
#dailynotes

Bukan Cuma Berkebaya, Setiap Perempuan Mutlak Harus Berdaya!

Written by Uni Dzalika


"Apakah Perempuan Era Sekarang Harus Melek Finansial?"

Sampai di satu titik saya berpikir bahwa menjadi perempuan di zaman sekarang itu tuntutannya luar biasa banyak sekali. 
Kita diminta cerdas di tempat kerja, hangat di rumah, dan banyak berlomba-lomba untuk tampil hebat di ruang digital. Bahkan, sekarang ini kita juga harus punya kemampuan mengelola keuangan.

Di Hari Kartini 21 April 2026 lalu, saya berkeliling Kota Cikini sambil merayakan hal-hal sederhana sekembalinya saya dari duka berkepanjangan. Menyenangkan sekali bisa balik melakukan aktivitas hening seperti membaca buku di tengah keramaian, melakukan jurnaling di sudut kafe di Cikini, dan pulang dengan hati yang hangat.

Saya berkeliling menggunakan kain Batik Kawung pemberian dari adik perempuan bungsu Bundo hari itu. Tidak lupa, sore harinya saya mengikuti kelas webinar tentang "Literasi Tinggi, Risiko Rendah: Kartini Modern, Melek Finansial".


Kegiatan ini penting sekali, karena selain meneladani sikap Ibu Kartini dan selain berkebaya di Hari peringatan beliau, kita juga diingatkan sebagai perempuan mutlak harus berdaya dan finansial merdeka.

Webinar ini diselenggarakan oleh Female Digest bersama para sponsor yang sudah mendukung acara yaitu Tropicana Slim, Nutrifood, Wardah Beauty, dan Paragon Corp. Webinar diadakan selama dua jam bersama Kak Dedek Gunawan (Financial Planner & Founder PBP), Kak Diana Anggraini (Dosen LSPR), Kak Ruth Ninajanty (Community Development Manager Female Digest), serta Teh Ani Berta, dan semua pembahasan ini sangat daging sekali!

Warisan Kartini Bukan Cuma Sanggul, Tapi Akal

Kalau kita bicara soal Kartini, pikiran kita sering terjebak pada kebaya dan sanggul. Bahkan gen z sekarang di Threads sibuk membahas zodiak Ibu Kartini adalah Taurus dan membahas banyak hal yang tidak tepat menurut saya. Padahal, esensi dari perjuangan beliau adalah emansipasi melalui literasi.

Dalam pembahasan ini, Female Digest menekankan satu poin penting tentang literasi tinggi yang berbanding lurus dengan risiko rendah. Artinya, semakin kita paham instrumen keuangan, semakin kecil kemungkinan akan terjebak investasi bodong atau jeratan pinjol yang kedoknya "solusi cepat".



Melek finansial bagi Kartini modern bukan berarti jadi pelit dan perhitungan , tapi bagaimana kita bisa melakukan pembedaan antara keinginan dan kebutuhan. Dan dari ilmu yang saya dapat, ada tiga langkah nyata yang bisa kita terapkan sekarang juga:

1. Audit Diri Sendiri


Jangan takut melihat mutasi rekening serta selalu cek pengeluaran selama satu bulan secara detail. Dari audit ini, kita akan belajar manajemen keuangan pribadi dan mulai bisa menyortir mana pengeluaran yang perlu kita pangkas dan disimpan.

Di kegiatan webinar ini juga dijelaskan ternyata ada istilah pink tax di mana produk-produk untuk perempuan sengaja dibanderol lebih mahal dari produk serupa untuk laki-laki. Jadi kalau perempuan dibilang boros, no no ya, ini memang tanpa banyak orang sadari ternyata pengeluaran perempuan sudah tersistem lebih mahal dari laki-laki. Makanya penting juga untuk kita audit dan mulai bijak memilih pengeluaran.

2. Dana Darurat Tidak Boleh Lupa


Dana darurat adalah bentuk cinta pada diri sendiri agar saat badai datang kita tidak panik.

Di kelas juga diingatkan kalau karier perempuan itu tidak stabil. Ada yang berhenti saat hamil, ada cuti panjang karena mengurus anak atau orang tua. 
Lalu ketika ingin kembali ke dunia kerja, usianya sudah tidak semuda dulu dan lapangan kerja semakin sempit, dan ini yang saya alami sendiri di tahu 2025 kemarin, full menganggur selama satu tahun :) Baru berasa, hidup tanpa dana darurat ternyata seberat itu.

Sejujurnya, ini yang sering terlewat dari saya dan selama ini tidak memiliki dana darurat karena saya tim yang hidup untuk hari ini, untuk besok mari dipikirkan lagi nanti. Tapi di 2026 ini, saya mulai menata keuangan dan mulai menyiapkan dana darurat karena kehidupan di bumi ini mulai plenger, mesti banyak persiapan matang untuk melindungi diri sendiri!

3. Investasi pada Otak (Literasi)


Sebelum menaruh uang di instrumen apa pun, kita ternyata perlu lho untuk berinvestasi dulu di dalam isi kepala. 
Caranya ya dengan belajar dan memahami apa itu inflasi, bagaimana cara kerja bunga majemuk, dan apa bedanya aset dengan liabilitas. Kalau dirasa masih bingung, jangan sampai gegabah mengambil langkah dan tetap ikuti arahan ahlinya saja.

Terakhir pesan dari saya, jangan pernah bosan untuk membaca, karena ketika kita punya literasi yang tinggi, kita tidak akan panik saat dunia gonjang-ganjing dan bisa tenang karena kita punya hidup yang penuh rencana.

Menjadi perempuan yang berdaya berarti kita harus berani mengambil keputusan finansial yang cerdas, berani bilang "nggak" untuk tren yang tidak perlu, dan berani mulai berinvestasi meski dari angka kecil.

#SaleroUni

Menu Lengkap dan Harga Hoz Pasta Kebagusan: Pasta Autentik yang Ramah di Kantong

Written by Uni Dzalika


Bagi saya, menemukan tempat makan yang nyaman dan sesuai selera rasanya seperti menemukan buku sastra langka di perpustakaan tua suatu kota; menenangkan, menggembirakan, dan membuat saya betah berlama-lama.

Setelah banyak merenung dan mengisolasi diri dari keramaian selama setahun penuh di 2025 kemarin, kali ini saya memutuskan keluar rumah dan mencari tempat makan menarik di sekitar Kebagusan yang tidak jauh dari rumah, dan bertemulah saya dengan Hoz Pasta Kebagusan; sebuah kafe pasta khas Itali dengan harga terjangkau dan tidak jauh dari Stasiun Tanjung Barat.

Hoz Pasta Kebagusan

Mimpi Besar Berawal dari Dapur Kecil


Pada saat berkunjung ke kafe pasta di Jakarta ini, saya bertemu pemiliknya juga, Mas Niko namanya. Beliau cerita bahwa Hoz Pasta lahir dari sebuah visi sederhana, yaitu membawa cita rasa Italia autentik ke lidah masyarakat lokal dengan harga yang tidak menguras kantong. Ini juga jadi tempat Pasta Enak Jakarta Selatan rekomendasi banyak orang.


Sejarahnya dimulai dari semangat Mas Niko selaku sang pemilik dan ayahnya, sebagai koki utama untuk mendobrak stigma bahwa pasta enak itu mahal. Tidak, rupanya makanan enak bisa juga dinikmati dengan harga yang terjangkau mulai dari 20 ribu-an saja.

Berbicara soal koki, ini adalah jantung dari Hoz Pasta. Dapur di resto pasta ini dikomandoi oleh koki yang memiliki latar belakang pengalaman bertahun-tahun di kapal pesiar. Ternyata, teknik memasak al dente diolah dengan sempurna, pengolahan saus base dibuat dari nol (homemade), dan selain soal pemilihan bahan baku, semua SOP di sini mengikuti standar profesional.



Kamu tidak akan menemukan saus kalengan instan di sini karena setiap suapan adalah hasil racikan tangan ahli yang memahami harmoni bumbu. Cocok sekali di lidah saya yang terbiasa mengkonsumsi makanan homemade.
Buat kita yang alergi dengan pengawet, jajan di sini jadi kesenangan tersendiri karena tubuh secara sadar bisa menerima makanannya.


Sepiring Pasta yang Dikonsumsi Setelah Proses Berduka


Saat saya membuka buku menu, kita disambut dengan variasi yang cukup lengkap. Hoz Pasta tahu cara memanjakan lidah pengunjung karena menyediakan berbagai menu dan karena penasaran, saya mencoba sedikit menu andalan (banyak deng! Hehe) dan akhirnya jadi rekomendasi dari saya untuk kamu coba kapan-kapan. Nah, diurutkan dari MENU HOZ PASTA PALING DISUKAI versi unidzalika, inilah menu yang saya coba;

Varian Pasta:




1. Beef Lasagna with Mozzarella Sc

⭐⭐⭐⭐⭐

Lapisan pasta lembaran yang disusun bertumpuk dengan ragù (saus daging sapi cincang), saus béchamel yang lembut, dan disiram melimpah dengan saus keju mozzarella di atasnya. Ya Allah, daging cincangnya enak sekali! 😭 Gurih dan paya rasa serta tidak beraroma daging.
Buat saya ini adalah definisi comfort food karena jenis main dish seperti ini kesukaan saya. Kamu akan merasakan sensasi cheesy yang mulur dari mozzarella dipanggang, berpadu dengan gurihnya daging sapi yang berbumbu tomat ringan. Teksturnya lembut dan lumer di mulut.

Oh, satu lagi. 
Sering saya temui menu ini terlalu banyak saus tomat yang bikin keseluruhan makanan jadi asam, tapi di Hoz Pasta, lasagna-nya THE BESTTTT karena saus homemade ini tidak asam, tidak lembek dan bahkan ketika dingin pun masih nikmat karena tekstur serta rasanya tidak berubah.


2. Chicken Fettuccine Alfredo

⭐⭐⭐⭐⭐

Pasta fettuccine sebetulnya makanan kesukaan saya apalagi kalau dimasak dengan saus putih berbasis krim dan mentega (Alfredo sauce). Di Hoz Pasta, ini disajikan dengan 1 roti dan potongan daging ayam panggang yang juicy.
Menu ini sesuai ekspektasi ya, sangat creamy dan milky. Sausnya tuh membalut pasta dengan sempurna tanpa membuatnya terasa terlalu basah. Gurih dari mentega dan keju parmesan juga berasa dominan di lidah saya, dan diseimbangkan dengan potongan ayam yang memberikan tekstur padat di setiap suapan.
Saran saya, makan ini selagi panas jangan biarkan dingin karena tekstur sausnya berubah saat dingin, walaupun tidak mengubah rasa keseluruhan.


3. Baked Penne Pesto

⭐⭐⭐⭐

Pasta jenis penne (bentuk tabung pendek) di menu ini diaduk dengan saus pesto hijau khas Italia (campuran kemangi/basil, kacang-kacangan, bawang putih, dan minyak zaitun —mohon koreksi semuanya jika Uni salah), terus dipanggang dengan taburan keju.
Rasanya tuh segar dan berasa "herbal" ya. To be honest bahan basil, zaitun dan kacang-kacangan not my fav dan hampir tidak pernah makan yang berbahan ini karena memang bukan selera. Tapi saya tetap coba karena penasaran.
Ada hint aroma wangi kemangi yang khas dan rasa gurih kacang yang unik (nutty).
Buat kamu yang suka sama makanan rasa herbal non aromatik, bakal suka deh sama menu satu ini.



4. Spaghetti Bolognese

⭐⭐⭐⭐

Pasta spaghetti standar dengan siraman saus bolognese yang terbuat dari saus sendiri dan daging sapi giling yang melimpah.
Ini menu klasik dan seimbang karena saya bisa merasakan perpaduan rasa asam segar dari saus asli (bukan saus botolan) dan gurih dari daging sapi yang dimasak lama. Rasa rempah Italian kuat, tapi tetap ramah di lidah orang Indonesia.





Varian Pizza:




1. Pepperoni Pizza

⭐⭐⭐⭐⭐

Adonan pizza tipis khas Italia dengan topping saus tomat, keju mozzarella, dan irisan daging sapi pepperoni yang lebar.
Saya suka karena rasa asin-pedas dari pepperoni berpadu dengan keju jadi gurih di atas roti dan renyah di pinggir tapi lembut di tengah.
Bagian paling serunya adalah, karena keasyikan ngobrol, ada slice yang sudah dingin dan ternyata dimakan saat dingin pun tetap enak sekali! Jadi garing tapi rasa tidak berubah.



2. Quattro Carni Pizza

⭐⭐⭐⭐⭐

Sesuai namanya (Quattro Carni, berarti empat daging), pizza ini jadi pestanya para karnivora seperti saya! Hehe :) Suka sekali karena dalam satu pizza isinya kombinasi empat jenis daging (ada pepperoni, sosis, daging cincang, dan potongan daging asap).
Setiap gigitan tuh memberikan tekstur daging yang berbeda-beda dengan dominasi rasa gurih yang kuat dan bumbu yang berani. Dan tentu saja, daging cincangnya terbaik sekali karena rasa gurih sedap dan wangi.
Kalau nanti saya balik lagi ke Hoz Pasta, Quattro Carni bakal jadi pilihan pertama yang saya re-order karena paket komplit untuk dikonsumsi sendirian.


3. Cheesy Pizza

⭐⭐⭐⭐⭐

Pizza ini fokus pada tumpukan berbagai jenis keju (seperti mozzarella, cheddar, atau parmesan) tanpa banyak topping daging.
Ini juga kesukaan saya karena jadi pizza surga bagi pencinta keju.


Rasanya murni gurih, asin, dan sedikit manis dari susu yang terkaramelisasi saat dipanggang. Kejunya bukan keju yang bikin eneg walaupun dimakan dalam jumlah banyak. 
Teksturnya tuh lembut dan memanjakan lidah, dimakan saat panas enak banget, bahkan setelah dingin pun tekstur dan rasa tidak berubah sama sekali, malah makin enak!


4. Chicago Pizza

⭐⭐⭐⭐⭐

Terinspirasi dari gaya Deep Dish, pizza ini memiliki pinggiran yang lebih tinggi dengan isi saus dan keju yang sangat tebal di tengahnya.
Rasanya cukup intens karena jumlah sausnya dan kejunya jauh lebih banyak daripada pizza biasa. Tapi lagi-lagi saya katakan, saus enak sekali karena homemade dan cocok di lidah saya yang sebetulnya bukan penggemar saus-saus-an.


5. Pollo e Funghi Pizza

⭐⭐⭐⭐

Perpaduan antara potongan daging ayam (Pollo) dan jamur segar (Fungi) ditambah keju mozzarella, onion dan paprika dalam jumlah banyak.
Paprika dan bawang bukan selera saya, tapi ini tetap jadi rekomendasi buat dicoba karena topping jamur di ini kasih tekstur yang kenyal dan rasa gurih alami ada sedikit aroma asap, menyatu sangat baik dengan potongan ayam yang empuk.
Cocok untuk kamu yang ingin pizza yang lebih ringan, tapi tetap bergizi. Tapi kalau yang kurang suka rasa-rasa sayur (seperti saya), mungkin kamu bisa coba varian lain.

Local Main Dish:




Nasi Goreng HOZ PASTA


Bagi kamu yang merasa "belum makan kalau belum kena nasi", Hoz Pasta juga menyediakan varian nasi goreng spesial isi telur, sosis premium, dan kacang kapri. Lengkap dengan dua tusuk sate daging tebal dan ini mantep banget untuk porsi sendirian.



Satu hal yang saya suka, mereka sangat transparan soal harga. Menu dan Harga Hoz Pasta mulai dari kisaran Rp25.000 hingga Rp59.000 saja per porsi. Sangat ramah di kantong, bukan?



Di Mana Kita Bisa Menemukan Hoz Pasta?


Hoz Pasta ternyata sudah melebarkan sayapnya untuk menjangkau lebih banyak pencinta kuliner. Beberapa cabang yang bisa kamu kunjungi antara lain:

Hoz Pasta Kebagusan, Jakarta Selatan: Jl. Sepat No. 8C, Kebagusan, Pasar Minggu (area luas, indoor AC, dan smoking area).

Hoz Pasta Pondok Petir, Depok: Jl. Kramat No. 23, Pondok Petir, Bojongsari (dekat Indomaret Kramat).

Hoz Pasta Pamulang & Kukusan: Berlokasi di area Pamulang dan Benda Raya, Kukusan.





Saya menyukai konsep di Kebagusan ini, sebab suasana "rumahan" sangat terasa. Terletak di area yang strategis tapi tetap tenang, cabang Kebagusan menjadi tempat berteduh yang sempurna untuk kita yang ingin healing sejenak dan memulihkan tenaga dengan makanan enak.



Saya lupa! Menu minuman juga tersedia banyak pilihan dari coffee, non coffee seperti tea, milk, smoothie, sampai air mineral juga disediakan untuk kamu coba.




Hoz Pasta bagi saja jadi pengingat bahwa kebahagiaan sering kali datang dari hal-hal sederhana. Sepiring pasta hangat, seporsi pizza yang menenangkan, dilanjut dengan obrolan ringan bersama teman-teman, bikin saya jadi lebih ceria dan bersemangat untuk melanjutkan hidup.

Ternyata, kita tuh tidak perlu menunggu momen spesial untuk makan enak, ya? Dimulai dari keinginan sederhana, saya akhirnya menemukan Hoz Pasta yang akan terus saya rekomendasikan kepada teman-teman untuk dicoba.

Atau, kamu sudah pernah makan di sini? Kalau belum, apa menu yang paling membuatmu penasaran?


#Fiksi

Anak yang Menyusun Daftar Kehilangan

Written by Uni Dzalika



Saya suka langit.
Waktu pertama kali menginjakkan kaki di Kota Pontianak beberapa tahun silam pasca covid, saya lihat langitnya penuh kapas awan. Bentuknya lucu-lucu. 
Sepanjang jalan dari Bandara Udara Supadio sampai warung kopi legendaris asal Pontianak, langitnya penuh awan bergumpal yang membuat saya jadi berimajinasi tentang banyak bentuk; seperti boneka beruang, sekawanan kelinci lompat di rerumputan, bahkan ada juga gumpalan awan seperti buaya yang bersantai. 

Langit di kota Pontianak jadi yang selalu saya ingat sampai hari ini. Kualitas udaranya bersih, langitnya biru cerah, awannya seperti eskrim vanila.

Kenang-kenangan dari Labuan Bajo

Lain lagi ketika saya datang ke Labuan Bajo. 
Saya tiba di kota ini sore hari, di waktu langit menjadi kemerahan dan sisi laut sudah mulai terisi kapal lalu-lalang. 
Di kota ini, yang saya temukan bukan gumpalan awan, melainkan jutaan bintang memenuhi langit malam sampai kotanya terang-benderang meski berkegiatan tanpa lampu jalanan.

Bintangnya membuat langit jadi gemerlap. Karena saya tidak pandai menghitung, mari kita katakan pada hari itu saya lihat jutaan bintang; bertabur di langit tanpa ada yang menempel satu sama lain. 
Semua berdiri pada poros masing-masing dan saya menikmati langit dari Bukit Sylvia sampai pukul delapan malam.

Di tahun 2025, selepas 100 hari sepeninggal Bundo, saya mengunjungi Kota Padang dan bermain di pantai sepuasnya. Di Padang, langit sore hari warnanya abu tua kehitaman seperti abu arang yang bertebaran. 
Warnanya berbeda dengan mendung di Kota Bogor. Di sini, abu-nya seperti sebuah kepulan asap merapi yang membuat saya tidak berani untuk bercanda bahkan walau lewat kata-kata.

Bundo juga suka langit.
Suatu waktu kami duduk berdua di depan teras rumah menjelang magrib, dan hari itu ia bertanya; "Anak, kau suka langit warna apa?" Lalu saya katakan, "Yang oranye! Seperti langit yang sekarang ini" Dan ibu saya bilang kalau ia sukanya saat langit lembayung.

Apa itu lembayung? 
Lalu beliau menjelaskan dengan mata penuh binar. Katanya, itu adalah ketika langit menjadi magenta, sebuah perpaduan warna merah-ungu. "Kalau oranye yang kau suka itu, disebutnya Dewangga."

Saat itu saya baru semester satu, dan sejujurnya itu adalah kali pertama saya tahu apa itu lembayung, juga baru tahu kosakata warna bahasa Indonesia dari oranye. 
Meski sudah di usia puluhan, tidak ada kata terlambat untuk terus belajar, bukan? Dan saya senang, warna baru yang saya pelajari saat itu berasal dari Bundo. Memang benar adanya bahwa ibu adalah madrasah pertama bagi anak.

Selama satu tahun di masa berduka selepas kepergian Bundo, mata saya selalu menatap tanah setiap hari; membayangkan berapa banyak jasad entah terburai di antara tanah-tanah di muka bumi. 
Saya juga memikirkan betapa gelap dan sumuk di dalam tanah. Ibu saya takut gelap, bagaimana ia bisa bertahan di alam sana dalam kegelapan? Saya terus menerus melihat tanah setiap kali keluar rumah.

Saya mendadak jadi suka batu kerikil.

Suatu hari di makam Bundo ada batu kerikil, dan saya menumpuknya satu persatu secara vertikal. Di agama sebelah, praktik ini sering dianggap sebagai metode meditasi (zen) untuk melatih kesabaran, fokus, dan ketenangan. Di agama saya, dalam beberapa persepektif ini dianggap sesat.

Tidak, saya tidak sesat—semoga saja. Saya hanya melakukannya karena bosan, dan karena saya terus melihat ke bawah, saya jadi tertarik pada hal baru terutama bebatuan.

Di hari lain sepulang dari makam Bundo, saya menemukan pohon besar yang menjatuhkan biji saga. Sewaktu saya kelas dua SD, saya sering mengoleksi biji saga dan mengumpulkannya dalam satu botol bekas. 

Awalnya satu botol, lama-lama jadi penuh satu kamar. Saya melakukannya karena Bundo suka warna merah saga. Tapi kegiatan itu berhenti ketika kami pindah ke Bogor. Di kota ini, saya tidak menemukan pohon Saga. Dan tiba-tiba, saya mendapatkan banyak saga di jalan Padjajaran. 
Seorang satpam yang berdiri tidak jauh dari pohon tersebut mengizinkan saya untuk mengambilnya. Saya memutuskan bawa enam butir saja hari itu.

Langitnya?
Tidak ingat. Saya tidak ingat langit Bogor hari itu. Selama setahun penuh, saya ternyata terus menerus menunduk dan melihat ke bawah. Di bawah juga seru. Ada biji saga, ada kerikil, ada banyak macam-macam hewan menarik, juga akar-akar berusia puluhan-ratusan tahun yang bisa disapa.
Saya pun punya kesempatan berkenalan dengan siput, bekicot, ulat-ulat pemakan tanaman saya, melihat lumut tumbuh subur, dan mulai bicara dengan sekumpulan semut.

Sepasukan semut mendatangi saya pada pukul dua malam. Mereka lapar, katanya. Dulu, 100 hari sebelum kepergian Ibu, semut-semut tidak pernah ada di rumah. Ibu saya selalu menaruh gula di beberapa sudut taman dan berbicara pada mereka setiap pagi.

Pada suatu hari, 40 hari setelah kematian Bundo, dua keponakan saya bersenda gurau dan mereka mengatakan tidak mungkin manusia bisa berbicara dengan semut. Lalu saya katakan, bisa. Tentu bisa. 

Sudah ada contohnya di masa lalu ketika Nabi Sulaiman berbicara pada semut. Begitu juga dengan Bundo, yang tiap pagi membicarakan entah dengan para semut. Maka sejak itu saya mulai berbicara dengan mereka dan para semut merespon dengan riang.

Di awal 2026 ini kemudian saya menyadari satu hal. Apa yang saya ceritakan di atas bukan hanya tentang keindahan langit dan tanah secara harfiah, tapi ternyata kebiasaan itu juga berpengaruh terhadap stabilitas mental saya; bahwa saya terus-menerus merasa rendah diri dan berkecil hati di tahun 2025. 
Bahwa saya tidak sanggup berdiri tegak bahkan menengadah ke atas langit.

Sekarang, ketika berhasil melewati proses kedukaan, setelah semua kondisi saya kembali seperti semula dan bahkan dalam versi yang lebih baik, saya senang bisa kembali memprioritaskan diri sendiri, saya senang bisa kembali berdiri sendiri, dan ketika kondisi mental saya membaik, kebiasaan lama juga kembali, seperti sering mengecek keadaan langit bagaimana hari ini.

Dan ketika saya menulis ini, langit yang saya lihat cantik sekali. Hari itu saya dalam perjalanan menemui seseorang. Kami berdua punya energi api yang sama besarnya. 
Ketika kami bertemu, dia duduk berhadapan dengan saya. Di belakangnya hadir sebuah latar langit bias berwarna putih kusam dan ada air curug yang mengalir dengan riang. 
Banyak pohon tumbuh subur dan mengayun pelan sehingga membuat ia tampak sangat keren dengan latar alam tersebut.

Dalam larutnya percakapan, tiba-tiba langit menjadi kelabu, hadir gumpalan awan gelap dan kata-kata kami yang saling beradu mulai memunculkan api berkobar dan kami saling membakar, bukan menghangatkan.

Setelah itu, tidak ada kata-kata yang keluar dari siapa pun karena setiap untaian kata telah terbakar habis dan menjadi abu disusul dengan turun hujan deras.

Kami kehabisan kata-kata dan suara hujan memecah hening untuk beberapa saat.

Dia kemudian meminta maaf, sekali.
Lalu meminta maaf lagi.
"Aku mengingat setiap kata-kata jahat yang aku keluarkan padamu, jadi aku minta maaf," katanya lagi. Kemudian, mengucapkan maaf lagi. 
Dan, lagi.

Saya mengingatnya, lima kali dia ucap permohonan maaf, tapi kata tersebut seperti sebilah pisau yang menusuk dada. Hari itu, mengetahui kata maaf saja belum cukup, dia juga bilang, "Coba lihat itu, langitnya bagus sekali hari ini. Kamu suka langit 'kan, bagus itu warnanya."

Itu sudah pukul lima sore ketika hujan berhenti dan langit menjadi terang kembali.

Saya menoleh ke arah belakang kiri, dan benar. 
Langitnya mulai merah kekuningan seperti telur omega bercampur bunga matahari. Kami tidak banyak bercakap, tapi sepakat untuk pindah tempat. Dalam langkah perjalanan sore itu, dia berkali-kali bilang, "lihat itu, bagus langitnya."
"Hari ini langitnya bagus."
"Jangan nunduk, coba lihat itu, mulai oranye."

Saya masih terus diam, tapi di setengah perjalanan, warna langit berubah jadi warna yang paling saya suka. "Oranye pekat begini adalah warna langit yang saya sukai," ucap saya setelah hening beberapa lama. 
Dia tersenyum, kemudian setengah berbisik dia katakan, "Kalau orang Sunda pamali keluar pas warna langitnya begini." Kami tertawa sejenak sambil terus melangkah ke tempat tujuan.
Dan sedihnya, itu jadi percakapan penutup yang pahit.
Hari itu hari Rabu, langitnya indah sekali, warnanya Dewangga. Mengetahui bahwa dia mengingat detail kecil tentang saya adalah hal menyenangkan, tapi rupanya itu jadi pertemuan terakhir saya dengan dia.

***
Saya suka langit.
Tapi setiap kali melihat langit, saya seperti sedang menyusun daftar kehilangan. 
Kemarin saya ditinggal pergi Bundo, hari itu saya kehilangan dia, besok entah akan kehilangan siapa. Semoga—selalu saya upayakan, semoga saya tidak pernah kehilangan diri sendiri.

Tidak Usah Panik Sakit di Jalan, JKN Siap Pasang Badan!

Written by Uni Dzalika


Setahun yang lalu, satu jam sebelum keberangkatan saya naik pesawat untuk mudik ke Kota Padang menjelang lebaran, tiba-tiba kesehatan saya mengalami kondisi darurat yang mengharuskan perawatan mendadak dari dokter di bandara. 
Setelah melewati serangkaian pemeriksaan dan dinyatakan aman, atas izin Allah saya berhasil naik pesawat sesuai jadwal. Dan ini gratis, karena saya pakai BPJS.

Bagian paling menyenangkan dari momen mudik lebaran adalah dar-der-dor mengurus semua persiapan, yang kadang bikin kita lupa untuk mengurus diri sendiri. Di mudik lebaran 2026 kali ini, saya ingin membagikan informasi ke teman-teman tentang pentingnya memiliki BPJS karena sekarang sudah ada posko di titik tertentu yang sigap menjaga kita jika qodarullah terjadi keadaan tak terduga.

BPJS Kesehatan sudah menyiapkan skema "sat-set" supaya kamu tetap terlindungi meski lagi jauh dari rumah. Tapi, sebetulnya gimana sih skema kerjanya ini?

Sebelum kita bahas fasilitasnya, mari kita throwback sebentar. Program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan ini resmi lahir pada 1 Januari 2014. Sejak saat itu, wajah kesehatan Indonesia berubah total. Kalau dulu sakit itu mahal, sekarang prinsipnya gotong royong: yang sehat bantu yang sakit melalui iuran. Di tahun 2026 ini, sistemnya sudah makin matang dan makin digital, cocok untuk kita yang tidak mau ribet bawa-bawa tumpukan berkas.

Lalu, Titik Posko Mudik 2026 Ada di Mana Saja?

BPJS Kesehatan tidak cuma jagain kamu dari balik meja kantor. Khusus musim mudik 2026, mereka hadir langsung di titik-titik krusial lewat Posko Kesehatan Mudik. 

Layanan ini biasanya tersedia sejak H-7 sampai H+7 Lebaran, da sudah dibuka mulai dari 13 Maret - 16 Maret 2026 dan lokasinya tersebar di jalur-jalur paling sibuk se-Indonesia, seperti:

- Terminal Bus: Pulogebang (Jakarta), Tirtonadi (Solo), hingga Bungurasih (Surabaya).

- Pelabuhan: Merak, Bakauheni, dan Ketapang-Gilimanuk (buat yang mau nyebrang ke Bali).

- Rest Area Tol: Titik-titik strategis di Tol Trans-Jawa dan Trans-Sumatera.

- Stasiun Kereta Api & Bandara: Di beberapa kota besar yang jadi pusat transit.

Di posko ini, kamu bisa cek kesehatan karena ada dokter, perawat, juga ambulans yang standby 24 jam, dan semua fasilitas gratis bagi peserta JKN.

BPJS Kesehatan punya prinsip Aksesibilitas Tanpa Batas. Selama periode libur lebaran 2026, peserta JKN bisa mengakses layanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) mana pun meskipun kamu nggak terdaftar di sana. 

Jadi kalau kamu warga Jakarta lagi mudik ke Jogja dan butuh berobat, tinggal datangi FKTP (Puskesmas/Klinik) terdekat di Jogja. Nah, untuk akses ini maksimal 3 kali kunjungan dalam sebulan di luar domisili ya.

Lalu, bagaimana jika kondisinya darurat? Kamu bisa langsung ke IGD RS mana saja! Tidak perlu surat rujukan, cukup tunjukkan KTP atau kartu digital di aplikasi. Itulah pentingnya untuk memiliki aplikasi Mobile JKN agar kita lebih mudah menggunakan fasilitas ini.

Kalau HP kamu belum ada aplikasi JKN Mobile, unduh deh dari sekarang sebelum berangkat mudik. Ini bukan sekadar aplikasi pajangan, tapi "kartu sakti" versi digital. Karena melalui aplikasi ini juga, kita bisa lacak track recod perjalanan kesehatan yang sebelumnya.

Cara memiliki akses BPJS Mobile JKN:


- Login/Daftar: Masukkan nomor KTP (NIK) atau nomor kartu BPJS-mu.

- Info Riwayat Pelayanan: Kamu bisa cek catatan medis terakhirmu di sini.

- Pendaftaran Pelayanan (Antrean Online): Ini fitur paling juara. Mau berobat ke klinik atau RS? Ambil nomor antrean dari HP biar nggak lumutan nunggu di ruang tunggu.

- Lokasi Faskes: Bingung RS terdekat ada di mana? Fitur GPS di aplikasi ini bakal kasih tahu rute tercepat ke RS terdekat yang kerja sama dengan BPJS.

KIS Digital itu Ketinggalan kartu fisik? Selama ada QR Code di KIS Digital aplikasi ini, kamu tetap bisa dilayani.

Kenapa Sih Harus Punya BPJS? Jujur nihh> kita sering ngerasa sehat-sehat aja sampai akhirnya dapet "surat cinta" berupa tagihan RS yang angkanya mirip harga DP mobil. Inilah manfaat punya BPJS bagi warga Indonesia:

Financial Safety Net: Kamu nggak bakal bangkrut mendadak cuma karena harus operasi usus buntu atau tipes.

Coverage Luas: Dari batuk pilek sampai penyakit berat kayak jantung atau kanker, semua di-cover sesuai prosedur.

Tanpa Diskriminasi: Mau kamu kaya atau kurang mampu, selama status kepesertaan aktif, layanannya sama standarnya.

Investasi Kebaikan: Iuran yang kamu bayar tiap bulan itu dipakai buat bantu orang lain yang lagi berjuang di ruang operasi. Vibes-nya positif banget, kan?

Ada Kendala? Hubungi Jalur "Sat-Set" Ini!

Kalau tiba-tiba ada kendala di lapangan, misalnya faskes yang bandel atau bingung soal status kepesertaan, jangan ngomel di medsos dulu. Langsung aja akses layanan bantuan yang super responsif ini:

Call Center 165: Siap melayani 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Bisa tanya soal lokasi posko, cek tagihan, sampai pengaduan layanan.



Yuk Berlangganan!

Nggak mau ketinggalan informasi dari blog ini? Let's keep in touch! Tinggalkan alamat e-mail kamu dan dapatkan review artikel, tutorial, serta tips menarik secara gratis! :)

  • About Dza
  • About
  • Shop
  • FAQ
  • Explore
  • Lifestyle
  • Tips
  • Salero Uni
  • E-commerce
    Connect

Copyright Forever Young Lady All rights reserved. Design by Jung - Good Ideas. Great Stories.