• Nginap Bareng
  • Contact
  • Portofolio
Responsive image

Indonesian Beauty & Fashion Blogger.
Your personal stylist

Beauty Fashion Talks Lifestyle Event
Tampilkan postingan dengan label #DareToShare. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #DareToShare. Tampilkan semua postingan
#DareToShare

Share Your Power : Langkah Sukses Menjadi Perempuan Hebat

Written by Uni Dzalika
Tahun lalu saya dibuat terkejut oleh Drama Korea yang berjudul Mr.Sunshine karena membawakan cerita yang sangat apik dan sepanjang episode selalu menonjolkan sisi kuat tiap perempuan.

Ada yang ahli memanah, ada mata-mata terbaik di zaman itu, ada yang paling kaya raya dan pintar me-manage keuangan bisnis hotelnya, ada yang pandai menyelam, dan pelayan perempuan pada bangsawan juga tak kalah hebat di drama ini.


Meskipun Mr.Sunshine bukan Drama Feminisme, dan saya juga bukan -belum- menjadi aktivis perempuan, saya selalu takjub dan hormat pada tiap kelompok maupun individu yang mengangkat dan memperjuangkan isu-isu mengenai perempuan. Karena itu, kegiatan #ShareYourPower yang diadakan oleh PT Sanofi dan KAPAL PEREMPUAN yang diadakan di Lebak Bulus pekan lalu membuat saya bersemangat untuk lebih aktif menyuarakan hak-hak perempuan.

Dalam acara tersebut, turut hadir Ibu Adisti Nirmala selaku Head of Marketing PT Sanofi Indonesia yang merupakan perusahaan brand Lactacyd, selain itu ada Ibu Rohika Kurniadi Sari sebagai Assisten Deputy Pemenuhan Hak Anak, Deputy Tumbuh Kembang Anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.



Mengenal Institut Kapal Perempuan

Saat pertama mendengarnya, yang terbayang oleh saya adalah Ibu Susi - Aquamen versi Indonesia yang menjaga permukaan lautan hingga kedalaman laut. Tapi ini bukan soal kapal yang di laut. Ini adalah sebuah organisasi yang didirikan sekitar 19 tahun yang lalu.

Diberi nama KAPAL (Lingkaran Pendidikan Alternatif untuk Perempuan) karena menggambarkan alat transportasi yang mampu menghubungkan pulau-pulau yang ada di Indonesia.

Instiitut KAPAL menyediakan sekolah pemberdayaan perempuan, mengadakan Festival Seni dan Budaya yang pernah diselenggarakan di DKI, Padang, selain itu ada Festival Perempuan mendayung di Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Festival 1 Tenun 1 Cerita Perempuan di NTT, dll.

Atas tindakan dan gerakan KAPAL terhadap pemberdayaan perempuan, PT Sanofi mendukung penuh dan dalam acara ini memberikan sumbangan sebesar Rp 50.000.000,- untuk Institut KAPAL Perempuan sebagai bentuk dukungan material.


Sedia Lactacyd Sebelum Sakit

Memasuki talkshow kesehatan, acara dipandu oleh dr. Riana Nirmala Wijaya selaku Medical Manager PT Sanofi Indonesia dan Bapak Jehezkiel Martua selaku Product Marketing Consultant PT Sanofi Indonesia dan membahas mengenai pentingnya kesehatan bagi perempuan.

Dalam Islam, Kebersihan Sebagian dari Iman. Artinya bukan hanya merawat wajah dengan skincare, atau bukan hanya berpakaian serapi mungkin, tapi perempuan juga harus memerhatikan area vagina dan sekitarnya supaya tetap bersih dan tidak bau. Kalau kata Bundo, supaya engga digigit kucing (karena tercium amis). Ini penting tapi sering terlewat untuk sebagian orang.

Dan tentu saja, membersihkan area kewanitaan bukan cuma ganti celana dalam saja. Kita harus melakukan eat cleaning, harus perhatikan pola hidup. Kurangi begadang, kurangi ghibah, perbanyak minum air mineral, kurangi minuman soda dan gula berlebih, serta rajin mengeringkan dengan benar setelah pipis.


Jangan sembarang pakai tisu toilet yang mudah hancur karena khawatir tertinggal di dalam. Jangan sering nahan pipis karena berpotensi ISK. Dan gunakan Lactacyd secukupnya saja jangan berlebihan. Wah, banyak 'jangannya' tapi semoga kamu memahami aturan ini.

Kenapa harus sehat?
Karena kamu perempuan.
Ada yang bilang, perempuan itu tidak boleh sakit. Karena harus mengurus anak, suami, orangtua, dan masih juga harus bekerja di luar dan di dalam rumah. Wah, hebat sekali 'kan. Dengan aktivitas sepadat itu, tentu menjaga kesehatan harus dimulai dari hal-hal yang sensitif.

Jadi, selain memperjuangkan isu-isu yang masih dibahas hingga saat ini, pastikan juga kita menjaga kesehatan dan kebersihan dimulai dari diri sendiri.

#dailynotes

Haruskah Saya Melepas Hijab?

Written by Uni Dzalika
Assalamualaikum!

Akhir tahun ini, kita banyak mendengar pun membaca berita yang berjubelan, saling tindih, sampai bingung mau bahas yang mana. Mulai dari kasus Setya Novanto, freeport, Tertangkapnya PR dan NM dalam kasus prostitusi, trend makeup tahun depan, munculnya film Indonesia yang serentak tayang di bioskop, sampai larangan berkendara untuk driver yang dipesan secara daring.

Baca deh, Would the World be Better Without Islam?

Selain itu, ada yang lebih membuat saya dan orang-orang di circle blogger kasak-kusuk. Beritanya nggak heboh, nggak wah, dan biasa saja. Tapi heboh di jalur belakang. Tentang pilihan seseorang publik figur untuk membuka kerudung. 

Iya, mungkin buat kalian itu urusan pribadi, bukan hak kita mencampuri, dan nggak penting dibahas. Tetapi, tetapi untuk saya sendiri, itu jadi tamparan yang sangat, sangat keras.



Saya ingat perjuangan kakak saya di tahun '98-an saat memutuskan pakai kerudung. Ditentang keluarga, dipandang sinis tetangga, bahkan ditimpukin batu sepanjang jalan Semanggi Jak-Sel. Tapi itu pilihan dia, yang bahkan sampai tahun ini masih dia kenakan, dan ukuran panjangnya pun nggak berubah dari kali pertama pakai.

Beda dengan saya. Pakai kerudung pada mulanya adalah sebuah keterpaksaan. Pakai kerudung itu panas. Bikin lepek. Telinga suka engap. Terus, ngapain coba punya rambut tapi ditutupin? Aneh banget kan agama Islam kok ngasih aturan harus kerudungan. Namun, saya harus tetap pakai karena masuk sekolah Islam Terpadu. Dan di sana, selama enam tahun, saya belajar, bahwa kerudung itu lebih dari sekadar penutup kepala.

Kerudung itu identitas. 
Tanpa perlu bertanya, orang akan tahu bahwa saya seorang muslimah.

Kerudung adalah tameng.
Dengan memakainya, orang akan segan dan sopan sama saya. Nggak berlaku senonoh, nggak kurang ajar. Palingan cuma digodain salamualaikum pas di jalan doang. Nggak dicolek. Nggak digrepe-grepe. Pokoknya nggak lebih.

Kerudung menjaga perasaan.
Some ppl says, hati dan prilaku dibenerin dulu, baru pakai hijab. Buat saya, dengan memakai kerudung terlebih dahulu, maka hati saya dengan sendirinya menjaga sikap. Saya bukan perempuan suci, belum mulia, belum berakhlak baik. Bahkan jauh dari santun. Tetapi karena saya berkerudung, saya jadi bisa mengontrol hati saya. Karena berkerudung, saya menghindari acara-acara yang di bar. Karena berkerudung, saya nggak mau merokok. Saya nggak mau melakukan hal-hal buruk karena saya nggak ingin orang memandang buruk soal hijab yang saya kenakan. And it comes by nature. 

Kerudung mengikat tali persaudaraan.
Di jalan, kalau ketemu orang-orang kerudungan -entah siapa itu saya nggak kenal, mereka senyum ke saya. Saya ikut senyum dan merasa tidak sendirian. Saya jadi tidak kesepian.

Kerudung menjadi sahabat saya.
Saya akui, saya memendekkan ukuran kerudung. Dulu panjang banget dan rasanya risih kalau di atas dada. Mesti dua jengkal dari leher, dua jengakl dari samping bahu, dua jengkal di belakang. Sekarang nggak. Pendeknya keterlaluan, banget :D Tetapi saya masih mempertahankan untuk nggak terawang, untuk tetap menutup dada. Dipendekin soalnya aktivitas saya grasak-grusuk keliling kota, pulang-pergi dan ini-itu, yang bikin saya nggak bisa anggun dan mesti dipendekin biar leluasa bergeraknya. Pun saya kecil, pendek, kurus, kalau panjang kerudungnya bisa kelelep. #AhAlesanMulu . Maafin saya ya Allah, masih jauh dari sempurna :'(

Lantas, haruskah saya buka kerudung? Iya, harus dong, kalau di rumah dan lagi nggak ada orang yang bukan mahrom. Iya, kan? Ehehehehe.

Intinya, berkerudung yang awalnya bukan dari ketulusan, sekarang malah tidak akan saya lepas sampai meninggal nanti, biidznillah, bismillah. 

Tetapi, orang di luar sana yang membuka kerudung, adalah keputusannya. Dan kita tentu tidak boleh judge them as the people who made a sin. Kita sesama manusia, tidak bisa menghakimi mana benar dan mana salah, bukan? Dan tentunya, sama seperti seseorang yang memutuskan pakai hijab,
; mereka yang membukanya, pasti punya alasan dan akan mengambil risiko atas tindakannya. 

Well, apa pun itu keputusan kita, mari terus memperbaiki diri. Biar disayang sama Allah. 

Amiin!

Jangan lupa baca : Kenapa sih nggak boleh pacaran?!



~~~

Ps.

Halo, pembaca yang tidak berhijab. Punya pengalaman seru yang berkaitan tentang kerudung? Misalnya temanmu atau siapanya kamu gitu? 

Dan untuk kamu, pembaca yang berhijab, berminat nggak, cerita juga soal keputusan kalian memakai kerudung sampai saat ini? 

Oh iya, kamu yang pembaca laki-laki, share juga dong, pengalaman paling seru yang bersinggungan dengan masalah hijab ini..

Buat kalian yang bersedia cerita pengalamannya dengan hijab, saya mengadakan giveaway berhadiah nih. Silakan klik tautan ini, untuk berpartisipasi, ya! 
#dailynotes

#DareToShare : Kenapa sih Kamu Memutuskan Pakai Hijab?

Written by Uni Dzalika
Hi, Assalamualaikum!


Giveaway Time!!!

Akhir tahun ini, kita banyak mendengar pun membaca berita yang berjubelan, saling tindih, sampai bingung mau bahas yang mana. Mulai dari kasus Setya Novanto, freeport, Tertangkapnya PR dan NM dalam kasus prostitusi, trend makeup tahun depan, munculnya film Indonesia yang serentak tayang di bioskop, sampai larangan berkendara untuk driver yang dipesan secara daring.

Selain itu, ada yang lebih membuat saya dan orang-orang di circle blogger kasak-kusuk. Beritanya nggak heboh, nggak wah, dan biasa saja. Tapi heboh di jalur belakang. Tentang pilihan seseorang publik figur dari kalangan penulis, yang memutuskan untuk membuka kerudung. 

Iya, mungkin buat kalian itu urusan pribadi, bukan hak kita mencampuri, dan nggak penting dibahas. Tetapi, tetapi untuk saya sendiri, itu jadi tamparan yang sangat, sangat keras.

Kenapa saya merasa ditampar? Lengkapnya saya ceritakan dengan klik tautan ini, ya. Semoga kamu mau membacanya :D


Banner giveaway


Nah, kan saya sudah cerita pengalaman saya dalam memutuskan pakai hijab. Saya tantang kamu untuk ikutan #DareToShare nih. Bagaimana caranya?

#DareToShare : Ceritakan Pengalamanmu yang Bersinggungan dengan Hijab!

Jadi, 
1. Kalau kamu berhijab, boleh ceritakan pergolakan atau titik balik dalam hidup sampai memutuskan berhijab.

2. Kalau kamu tidak berhijab, boleh juga ikutan dengan menceritakan pengalaman yang pernah kamu rasakan bertemu, atau apa pun yang bersinggungan dengan hijab.

3. Kalau kamu non muslim, boleh juga berpartisipasi sharing dari sudut pandang kamu mengenai hijab dan inspirasi yang kamu dapatkan.

TOPIK INI RENTAN, YES? Tapi jujur, nggak ada maksud menyindir atau memojokan suatu pihak, I just wanna know your experience about hijab, and, so...


Syarat :

1. Peserta tidak dibatasi usia, pekerjaan, status, sex, gender, suku, pun agama.

2. Peserta memiliki platform menulis yang bisa dibaca siapa saja (blogspot, WordPress, tumblr, notes fb, watpadd, dsb).

3. Tulisan yang diikutsertakan belum pernah diikutkan dalam kontes atau lomba manapun.

4. Tulisan dilarang mengandung unsur provoke atau controversial yang dapat membuat pihak lain tersakiti.

5. Satu peserta boleh mengirim lebih dari satu kisah.

6. Dalam postingan boleh menyertakan gambar pendukung, kalau bukan gambar snediri silakan setakan sumber.

7. Di akhir postingan mohon untuk menulis kalimat berikut ini (tinggal co-pas) : Postingan ini diikutsertakan dalam giveaway #DareToShare ~  http://www.unidzalika.com/2015/12/haruskah-saya-membuka-hijab.html

8. Masukan juga gambar banner giveaway ini ya.

9. Kalau sudah post, silakan share ke akun twitter dengan format : Judul (spasi) link blog post (spasi) @unidzalika (spasi) #DareToShare

10. Periode ini dihitung sejak 18 Desember 2015 dan ditutup sampai 29 Febrruari 2016. Cukup lama, kan.

11. Peserta merupakan followers blog unidzalika.com dan instagram @unidzalika , (tidak harus followers twitter) (nggak punya instagram it's okay, just write ^^).

Hadiah :

Akan ada hadiah menarik untuk beberapa pemenang dengan kategori ;

1. Menginspirasi

Satu buah voucher blue bird, satu buah novel, satu buah hijab.

2. Memotivasi

Satu buah voucher blue bird, satu hijab pashmina.

3. Menyentuh

Satu hijab.

4. Dsb (ditunggu kalau ada yang mau jadi sponsor)



Nantinya mengenai hadiah dan total pemenang akan saya update secara berkala. Ditunggu ya, untuk foto dan info hadiahnya! Sementara ini menulislah untuk dibaca. Soal hadiah, itu bonus ^^

Yuk Berlangganan!

Nggak mau ketinggalan informasi dari blog ini? Let's keep in touch! Tinggalkan alamat e-mail kamu dan dapatkan review artikel, tutorial, serta tips menarik secara gratis! :)

  • About Dza
  • About
  • Shop
  • FAQ
  • Explore
  • Lifestyle
  • Tips
  • Salero Uni
  • E-commerce
    Connect

Copyright Forever Young Lady All rights reserved. Design by Jung - Good Ideas. Great Stories.