Skip to main content

[Fashion Insight - 9] Batik, Makanan Manis, dan Ingatan tentang Kamu.

Hi, Assalamualaikum!








; Tentang Dia



Seumur-umur, saya paling tidak akrab dan tidak mau PDKT juga dengan segala hal berbau Jawa (kecuali Jawa Barat, ya). Tetapi suatu hari, Tuhan pertemukan saya dengan seseorang yang mana saya jadi suka sekali dengan dia, dan setelah mengenal beberapa bulan, Tuhan kembali jauhkan dia dari saya.

Dia orang Jawa. Jogja, sih, tepatnya. Konon, orang Jogja nggak ingin disebut Jawa(?). Nah, melalui dirinya saya jadi mengenal macam-macam kebiasaan, istilah, tata krama, sedikit kosakata, juga jadi tahu citra rasa masakan sekitaran sana.


"Pakai jaket?"

"Nggak usah. Makasih," jawab saya di suatu malam.

"Ini bersih, nggak bau. Pakai jaket?"

"Nggak perlu, nggak apa kok ini nggak dingin."

"Pakai jaket, ya?"

"No,  I've told you million times I don't need that."


Suatu waktu, terjadi percakapan begitu. Lalu di hari lain, dia kasih tahu supaya tidak menolak tawaran demi menghormati orang. Itu juga beda dengan didikan keluarga saya. Kami terbiasa bilang tidak kalau memang tidak mau. Kami terbuka untuk menolak kalau memang tidak ingin.

Dia juga berbagi pandangan mengenai tata krama di sana. Dia bilang, saya tidak boleh makan duluan, bahkan mengambil lauk juga tidak boleh, sebelum dia. Jadi kalau saya makan dengan orang, saya harus menunggu dan membiarkan yang lebih tua untuk ambil duluan. Lalu diam dan makan dengan khidmat. Katanya.

Ini berbeda dengan keluarga saya yang kalau makanan sudah jadi, ya kami asal raup lalu makan sambil ngobrol. Di keluarga saya, meja makan jadi tempat untuk bertukar cerita.

Dia cerita soal gudeg. Soal A. B. C. Soal makanan di sana yang manis. Dia bilang, suatu hari saya harus coba semua makanan itu biar lidah saya tahu rasa gula. Biar bukan sambal yang selalu masuk ke perut. Sayangnya, sebelum dia sempat mengajak saya makan makanan tersebut, kami kehilangan kontak.

Saya nggak tahu dan nggak ingin tahu kabar dia sekarang. Namun, saya percaya, Tuhan sempat pertemukan kami untuk memberikan pelajaran ke saya. Bahwa saya harus menghormati semua orang dari suku manapun. Bahwa saya tidak boleh deskrit dan sinis terhadap satu suku. Dan Tuhan itu memang Mahabaik. Saya akhirnya dapat kesempatan makan makanan khas Jawa. Bukan Jogja, sih. Kali ini makanan Solo. Mungkin makanannya Solo dan Jogja berbeda. Sama seperti Bandung dan Bogor, seperti sama tapi berbeda. Tapi manisnya ini, dan juga suasana joglo rumah makannya, membuat saya senyum sendiri.






Di sini hanya menggunakan Bedak Cathy Doll Magic Gluta Pact SPF 30.




Saya tidak pakai maskara seharian ini. Nggak apa matanya jadi sayu, yang penting sehat, deh. Sudah tahu, kan, Kenapa Maskara Tidak Boleh Dipakai Setiap Hari?




.


Waktu coba semua makanan di Waroeng Solo & Joglo Beer, Jakarta Selatan, saya, tiba-tiba ingat dia. Semoga dia baik-baik saja dan sukses selalu, seperti saya, yang sedang belajar jadi perempuan baik-baik dan sukses, tanpa dia.


Ps. Nah, tunggu liputan kulinernya hari Rabu, ya. 

Comments

  1. Ini antara seneng tapi bacanya jadi baper. :(
    seneng karna uni bisa tau macem-macem hal tentang jawa sekaligus baper karna yang ngenalin ttg jawa sekarang entah dimana. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita nggak pernah benar-benar memiliki apa pun. Yang datang, pasti akan pergi :) Dan ya, kepergiannya Uni rayakan dengan sukacita. Jadi banyak tahu ttg tata krama jawa dan juga mulai menghormati segala suku :)


      Terima kasih sudah baca :')

      Delete
  2. <- orang jawa dan emang kayaknya selalu ribut soal makanan sama temen yang orang padang. Muahahaha. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, pasti ribut haha. Tapi jadi seru. Manis di Jawa dan gurih pedas di Minang, jadi bukti bahwa makanan Indonesia kaya bumbu :)

      Delete
  3. duuh ceritanya bikin baper..
    yang sabar ya uni, kalau jodoh pasti ga bakalan kemana-mana :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, jangan bapeer :) Iya, jodoh nggak bakal ke mana. Seperti dia yang mungkin sudah menemukan orang lain, begitu pun saya nantinya.

      Delete
  4. Uni curhat terselubunggg....
    Bikin baper dan jadi kebawa suasana cerita.
    Semoga nanti kamu deket sama mas Jawa lagi ya :D #Ehgimana :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha ini nggak terselubung, ini memang curhat nostalgia :) Makasih untuk doanya, tapi saya lebih suka didoakan semoga saya dapat yang lebih baik lagi. Sebab kita memang tidak baik meminta kembali yang sudah pergi

      Delete
  5. Duhhh unii, semoga doa driver Uber Untuk kita bertiga segera terkabhl :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiin. Dan biarkan tangan Tuhan yang bekerja. Kita jangan ikut campur :)

      Delete
  6. Duhhh unii, semoga doa driver Uber Untuk kita bertiga segera terkabhl :))

    ReplyDelete
  7. Hallo Uni, salam kenal...
    curhatnya kece :)
    nggak menye menye...
    semoga menemukan yg lebih baik lagi dari mas yogya...

    ReplyDelete

Post a Comment

Hi! Thank you for visiting my website. I hope you can enjoy read all about blog posts here and lemme know your opinion! Please leave on the comments bellow :)

Popular posts from this blog

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

Hallo, Assalamualaikum teman-teman :)

Bagi saya, mengeluh adalah cara paling cepat untuk menghilangkan jenuh tapi sebetulnya bukan hal yang baik. Tapi enak. Tapi nyebelin. Dan di postingan kali ini saya akan berkeluh-kesah mengenai permasalahan kulit saya. Jadi, waktu itu saya mengecek kondisi kulit dan tipe kulit wajah saya ternyata kombinasi - minyak di T-zone. Namun, kulit tubuh kering kayak sisik ular, sampai rasanya kulit saya saingan sama kulit ular kobra yang belum ganti kulit. Plus misalnya kena sinar matahari, dia langsung bereaksi bintik merah, terbakar, agak kehitaman, kadang malah berdarah di bintik tersebut. (update : sejak 2016 kondisi kulit saya berubah jadi kering - sensitif). Lalu saya bingung, bagaimana cara mengatasi kulit kering berjerawat?





Permasalahan saya belum berhenti di sana. Kondisi bibir saya tuh ekstrim banget sih, suka pecah-pecah sendiri dan tiba-tiba berdarah ketika tersenyum, yang artinya sangat kekeringan. Banyak yang bilang karena saya kurang minum, pa…

Perbedaan Vaseline Petroleum Jelly Arab dan Vaseline Repairing Jelly

Assalamualaikum, pembaca saya yang kritis dan setia :)


Setelah masuknya Vaseline Repairing Jelly secara resmi ke Indonesia, jadi banyak sekali pertanyaan yang masuk di line saya seperti, apa sih Perbedaan Vaseline Petroleum Jelly dan Vaseline Repairing Jelly. Pertanyaannya hampir serupa, tentang apa bedanya, tentang kenapa harga mereka berdua terpaut sangat jauh, tentang kenapa yang satu tidak ada iklan serta susah dicari tapi yang satunya ada iklan di tv dan mudah ditemukan barangnya, dan kenapa sih, kok beda sekali hasilnya walau dua produk itu bertekstur jelly yang kurang lebih memiliki manfaat sama?


Vaseline sendiri sudah klaim bahwa prduknya aman, dibuat melalui tiga tahap proses pemurnian yang dimulai dari menyingkirkan benda-benda kotor, sampai akhirnya terbentuk jelly yang tidak menyebabkan iritasi maupun reaksi alergi.





Which one you like the most, guys?




Barangkali kamu sedang mencari tahu, mana di antara dua produk tersebut yang lebih ampuh untuk mengatasi keluhanmu? Mana yang l…

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Assalamualaikum!
Beberapa pembaca saya di Line dan e-mail mengirimkan pesan, meminta saya menuliskan tentang BB Cream yang ramah di kantong untuk mereka pakai. sebetulnya tidak bisa sembarang kasih rekomendasi karena aktivitas kita berbeda, jenis kulit juga berbeda, dan yang seperti ini tuh biasanya harus trial and errror untuk tahu apakah kamu cocok atau tidak.




BB Cream ini memang jadi booming sekali sejak ada K-Pop Wave di negara kita. Banyak juga kolega saya yang dulunya pakai Foundie, beralih ke BBC. Manfaatnya memang All in One, sih, ya... Konon, berdasarkan iklan-iklan pembuat BBC, itu tuh isinya sudah komplit ada Base + Foundation + Concealer + Sunblock + Moisturiser + Oil Control .


Well, segitu komplitnya hanya dengan cream yang cuma dipakai sebiji jagung tiap diaplikasikan. Karenanya, BBC lebih ringan di wajah, lebih ramah di kantong juga, jadi lebih praktis, ketimbang harus pakai kosmetik secara berlapis. :) Malah untuk beberapa BBC ada yang klaim bisa mencerahkan atau memutihk…