Skip to main content

Dilema Cincin di Jari Manis

Mostly ppl said, don't judge a person by their cover. Kenyatannya? Masih banyak kok, yang suka menilai dari tampilan aja. 

Kalau lihat sepuluh bulan ke belakang, saya rada bingung, kalau ke mall, ke market, ke acara blogger, meet stranger person in some place, pokoknya setiap ketemu orang, banyak yang manggil saya "Ibu" . Iya sih, udah usia segini, tapi kan saya belum menikah, belum punya anak, dan penampilan saya sebetulnya not older than my age. 

Terima kasih telah belanja, Ibu.

Terima kasih sudah datang, bu.

Terima kasih sudah pesan saya sebagai driver, bu.

Silakan dilihat dulu, bu.

Boleh dicoba kok, bu.

Bu, lewat sini, bu.

Ada yang bisa kami bantu, Ibu?

Anaknya nggak dibawa, bu?

Sendirian aja bu, emang jomlo?

Bu... Ibu... Bu......

Dsb.

~

Bukan apa-apa, panggilan "Ibu" itu berat banget, jendral. Saya belum siap jadi Ibu, ehehehe. Karena seorang ibu itu punya amanah dan tanggung jawab yang sangat besar, dan saya rasa panggilan ibu belum pas untuk saya. Apalagi kalau nonton film ini, saya jauh banget dari sikap seorang IBU. Belum, belum pantas :))

Lalu, saya sadar satu hal, mengapa banyak yang panggil saya Ibu.

Punya cincin di telunjuk dan jari manis :O


Kejadiannya di shelter bus waktu mau pergi ke ICE BSD dalam rangka meliput acara GIIAS. Kalau kàmu lupa, silkan baca liputan GIIAS bagian mobil di sini, dan bagian motor di sini, ya . Lanjut cerita, saat itu ada seseorang yang bertanya usia saya, dan setelah tahu aktivitas saya, dia bilang sempat mengira saya sudah menikah. "Jari manis kamu," katanya sambil menunjuk tangan kanan saya.

"Kenapa dengan tangan kanan saya?" 

"Cincin emas di jari manis tangan kanan. Kamu tahu artinya apa?" 

"Hm?"

"Artinya, laki-laki akan mikir dua kali untuk ngedeketin kamu. Mereka berpikir kamu sudah menikah. Dari cincin tersebut."

Oh, oke. 

Itu bukan yang pertama, tapi jadi yang pertama menyadarkan saya. Karena setelah itu makin banyak yang bilang hal serupa.

"Uni, saya pikir kamu sudah menikah," kata mamang dvd yang di dekat rumah. Dia waktu itu tanya apa genre kesukaan keluarga saya kalau nonton. Dia juga kadang suka rekomendasikan film kartun lucu yang memang saya tonton tapi dikiranya untuk anak saya. Lalu, saya bilang, kalau nonton sukanya sendiri biar fokus. Dan cerita jadi berantai sampai ujug-ujug-nya dia tahu saya belum menikah.

"Belum, A. Kenapa gitu?"

"Atuh udah pakai cincin aja."

...

Plus, waktu itu saya ketemuan sama Titi di Aeron Mall, dan sambil nunggu Titi datang, saya duduk dulu di depan mall, yang kebetulan di sebelah saya ada lelaki yang kelihatannya lagi nunggu seseorang juga. Kami berkenalan singkat, mengobrol soal passion dan cuaca, bertukar nomor, lumayan lah nambah teman. Sebelum kami pisah arah, beliau nanya, ke mana suami saya. Saya bilang belum menikah. Dia tanya lagi ke mana pacar saya, saya bilang tidak ada pacar. Lalu katanya, "Single, tapi kok udah pakai cincin, Uni? Saya tadi sampai hati-hati ngobrol dengan kamu."

...

Dan, masih banyak lagi. Terjawablah sudah. Ternyata mostly (I don't wanna stereotypes or judging all men in this world, I just saying, mostly) lelaki suka menilai penampilan lawan jenis melalui apa yang melingkar di jari. Iya nggak, sih? Apa cuma saya aja yang merasa gitu? Atau cuma saya yang mengalami gitu?

Sebetulnya tuh, waktu lebaran tahun 2009, saya berniat semacam inves gitu. Uang lebaran yang saya dapat, dibelikan cincin emas. Mikirnya sih, biar di kemudian tahun, jika suatu saat butuh uang, bisa dijual lagi. Tapi nggak mungkin juga beli cincin terus didiamkan dalam kotak, kan. Awalnya memang disimpan aja. Tapi nyokap suruh pakai katanya buat pelindung. Saya bingung, kok pelindung. Bukanya pakai cincin emas sebetulnya berbahaya karena bisa mancing jambret? 

Ya tapinya karena malas debat, saya pakai, dan cincin emas memang manisnya di jari manis, bukan di tengah atau ibu jari. Dan nggak pernah terpikirkan kalau menaruh cincin di jari manis itu sometimes "menyelamatkan" saya dari gangguan di luar sana. Ibu saya benar soal pelindung tersebut. Benar, bahwa 'orang akan mikir dua kali untuk ngegodain kamu'

Pernah ada yang mengalami hal serupa? Jadi, baiknya tetap diapakai atau dilepas ini cincin, ya? 

...

Ps. Dear calon jodoh, serius, saya belum nikah. Ini cincin beli sendiri kok.

Comments

  1. Karena suatu hari Uni akan menjadi ibu-ibu.

    Ibu adalah kodrat perempuan, jadi knapa merasa banyak orang yang berat dipanggil Ibu walau ia belum menjadi Ibu-ibu.

    hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, betul sekali. Beberapa kawan Uni nggak suka dipanggil ibu karena katanya panggilan itu tuak. Kalau Uni, merasa itu panggilan istimewa, penuh amanah, dan merasa belum pantas, tapi seru juga ya kalau brandingnya berubah jadi Ibu Dzalika :))

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
  2. Ahihihi... geliii sama kalimat penutupnya.
    Kalo saya dibeliin cincin yg harusnya dipakai di jari manis, tapi berhubung kebesaran, jadinya dipake di jari tengah deh :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, kk harus banyak makan biar muat di jari manis! :))

      Delete
  3. Haha iya benar saja kata mereka bu eh mbak, itu cincin di jari manis kadang memberi perspektif bahwa anda itu sudah menikah X)

    ReplyDelete
  4. Tapi kalo di bank dipanggil ibu memang sudah prosedur dari pihaknya, kalau yang lain kurang tau x)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, baru tahu! Tapi biasanya aku malah di bank dipanggil Uni.. Eh ini karena sudah kenal kali ya x)

      Delete
  5. Pemanggilan kata ibu justru lebih sopan bagiku ya, daripada mereka manggil aku mbak hahaha... Dan bener kata Mf di atas, kalau di bank memang harus panggil ibu, semuda apapun orangnya pasti dipanggil ibu, kecuali gendernya laki ya pasti dipanggil bapak hahaha

    Aku sendiri sih dari sananya gak suka pakai cincin, tapi banyak orang yang selalu mengira aku sudah menikah, karena aku selalu bawa anak ke mana2 hahaha~

    http://farrelandmerry.blogspot.co.id

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah iya aku baru tahu. Dan kita beda banget ya, kalau aku suka banget pakai cincin hahaha, kalau pakai lima cincin nggak alay, mau deh :)))

      Delete
  6. Muahahahaha P.S.nya kocak, ih.. Gak enak juga sih, ya, teh, kalo dipanggil Ibu. Jadi pengen beranak jadinya. (ini apa)
    Aku malah paling males make cincin atau apapun yang bikin kita ngerasa gak nyaman. Salah satunya ya cincin. Kayak ada yang ngeganjel di jari gitu. Hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di jari aja ngeganjel, gimana di hati ya.. #IniApa

      Delete
  7. Bukan karena cincinnya mungkin, tapi karena wajahnya kak Uni ini emang kolot. Hehehe

    ReplyDelete
  8. By the way, kak, fotonya kok manis banget ya.

    ReplyDelete
  9. Pernah ditanya laki-laki saat dikereta gara-gara aku make cincin dijari manis "Mbak udah nikah atau punya tunangan?"
    bingung jawabnya yaudah kusenyumin ajah hehe ξ\(ˇ▽ˇ)/ξ

    ReplyDelete

Post a Comment

Hi! Thank you for visiting my website. I hope you can enjoy read all about blog posts here and lemme know your opinion! Please leave on the comments bellow :)

Popular posts from this blog

Perbedaan Vaseline Petroleum Jelly Arab dan Vaseline Repairing Jelly

Assalamualaikum, pembaca saya yang kritis dan setia :)


Setelah masuknya Vaseline Repairing Jelly secara resmi ke Indonesia, jadi banyak sekali pertanyaan yang masuk di line saya seperti, apa sih Perbedaan Vaseline Petroleum Jelly dan Vaseline Repairing Jelly. Pertanyaannya hampir serupa, tentang apa bedanya, tentang kenapa harga mereka berdua terpaut sangat jauh, tentang kenapa yang satu tidak ada iklan serta susah dicari tapi yang satunya ada iklan di tv dan mudah ditemukan barangnya, dan kenapa sih, kok beda sekali hasilnya walau dua produk itu bertekstur jelly yang kurang lebih memiliki manfaat sama?


Vaseline sendiri sudah klaim bahwa prduknya aman, dibuat melalui tiga tahap proses pemurnian yang dimulai dari menyingkirkan benda-benda kotor, sampai akhirnya terbentuk jelly yang tidak menyebabkan iritasi maupun reaksi alergi.





Which one you like the most, guys?




Barangkali kamu sedang mencari tahu, mana di antara dua produk tersebut yang lebih ampuh untuk mengatasi keluhanmu? Mana yang l…

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

Hallo, Assalamualaikum teman-teman :)

Bagi saya, mengeluh adalah cara paling cepat untuk menghilangkan jenuh tapi sebetulnya bukan hal yang baik. Tapi enak. Tapi nyebelin. Dan di postingan kali ini saya akan berkeluh-kesah mengenai permasalahan kulit saya. Jadi, waktu itu saya mengecek kondisi kulit dan tipe kulit wajah saya ternyata kombinasi - minyak di T-zone. Namun, kulit tubuh kering kayak sisik ular, sampai rasanya kulit saya saingan sama kulit ular kobra yang belum ganti kulit. Plus misalnya kena sinar matahari, dia langsung bereaksi bintik merah, terbakar, agak kehitaman, kadang malah berdarah di bintik tersebut. (update : sejak 2016 kondisi kulit saya berubah jadi kering - sensitif). Lalu saya bingung, bagaimana cara mengatasi kulit kering berjerawat?





Permasalahan saya belum berhenti di sana. Kondisi bibir saya tuh ekstrim banget sih, suka pecah-pecah sendiri dan tiba-tiba berdarah ketika tersenyum, yang artinya sangat kekeringan. Banyak yang bilang karena saya kurang minum, pa…

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Assalamualaikum!
Beberapa pembaca saya di Line dan e-mail mengirimkan pesan, meminta saya menuliskan tentang BB Cream yang ramah di kantong untuk mereka pakai. sebetulnya tidak bisa sembarang kasih rekomendasi karena aktivitas kita berbeda, jenis kulit juga berbeda, dan yang seperti ini tuh biasanya harus trial and errror untuk tahu apakah kamu cocok atau tidak.




BB Cream ini memang jadi booming sekali sejak ada K-Pop Wave di negara kita. Banyak juga kolega saya yang dulunya pakai Foundie, beralih ke BBC. Manfaatnya memang All in One, sih, ya... Konon, berdasarkan iklan-iklan pembuat BBC, itu tuh isinya sudah komplit ada Base + Foundation + Concealer + Sunblock + Moisturiser + Oil Control .


Well, segitu komplitnya hanya dengan cream yang cuma dipakai sebiji jagung tiap diaplikasikan. Karenanya, BBC lebih ringan di wajah, lebih ramah di kantong juga, jadi lebih praktis, ketimbang harus pakai kosmetik secara berlapis. :) Malah untuk beberapa BBC ada yang klaim bisa mencerahkan atau memutihk…