Skip to main content

Yang Dulunya Kumuh dan Lusuh


Awal 2015 waktu itu, saya dan nyokap menyempatkan diri untuk bernostalgia ; main ke rumah tempat tinggal kami dulu saat masih ada Papa.

Kami mampir ke bidan kelahiran saya, melewati rumah tetangga kami, makan soto dan sate favorit 15 tahun lalu, dan berkunjung ke salah satu pasar yang besar di sana. Saya ingat dulu semasa kecil nyokap pulang dari pasar ini membawa batu apung untuk menggosok badan saya dan kedua kakak saya. Pernah beberapa kali Papa mengajak saya turut serta ketika masa pembangunan. Saya ingat itu.

Nyokap lagi-lagi cerita, bahwa pasar ini dulunya papa saya yang buat bersama temanya dan terjadi pengkhianatan sampai akhirnya... Oke, kita tidak perlu bahas itu. Tapi karena cerita nyoakp itulah, saya jadi ingat pasar Cibinong –tempat tinggal kami saat ini, yang sering saya kunjungi.

Bagaimana sebuah pasar bisa terbentuk di suatu kota? Saya selalu tertarik dengan sejarahnya, atau ceritanya.

Pasar di Cibinong ada tiga ; Pasar Anggada yang lebih mirip Tanah Abang versi Bogor wilayah Utara. Pasar Basah yang ramai mulai pukul 12 malam sampai jam tujuh pagi. Lalu Pasar Cibinong yang ditata menjadi semi-modern dengan gedung berlantai dua, tapi pedagangnya masih tumpah ruah di sepanjang jalan sampai menuju terminal. Saya akan persempit membahas pasar yang terakhir.




Sejak Papa pergi, saya juga jadi lebih suka menyendiri. Dan itu artinya juga malas ke pasar. Membiarkan nyokap sendirian kalau belanja. Lagian, Pasar Cibinong itu dulunya kumuh dan lusuh banget. Becek di mana-mana, sampah di sepanjang area, bau aneh menguar di udara. Jijik pokoknya. Tapi, Pemkab Bogor akhirnya merevitalisasi pasar yang sudah berusia 31 tahun itu menjadi pasar semi-modern. Alhamdulillah.

Kata pak satpam yang saya temui sih, di gedung Pasar Cibinong itu ada 1.049 pedagang, 664 kios, dan 114 los.

Pasar Cibinong mengalami proses yang panjang, hampir empat tahun lebih perombakan untuk jadi pasar semi-modern. Kalau kamu berkunjung ke sini, kamu akan lihat cat latar berwarna hijau yang artinya membawa kemakmuran sekaligus merepresentasikan bahwa pasar ini meeupakan lahan transaksi bagi masayarakat Cibinong. Keren lah ya bahasa saya, haha!

Oh ya, selain jadi jantung perekonomian masyarakat, Pasar Cibinong juga membuat saya jadi suka ke Pasar, nemenin nyokap, membuat saya dan nyokap punya waktu untuk dihabiskan bersama. Kadang juga saya jalan sendiri sekadar window-shopping.

Walaupun sudah cakep, tetap ada pedagang yang masih betah menjajakan dagangan di sepanjang jalan. Masih banyak kios-kios kosong yang belum dimanfaatkan dan digunakan oleh pedagang. Waktu itu nyokap mau buka kios di sana tapi nggak bisa karena udah full booked. Dan kalaupun mau beli punya orang tembus semilyar kurang. Beuh!

Comments

  1. Kayanya seumur hidup baru dua kali deh ke Cibinong, ke CCM aja belum pernah, sodih bangeut :'D Padahal Bogor juga ya.. Ngomong-ngomong blogmu ga bisa dikomen pake browser di handphone, handphoneku yg memang kurang canggih sepertinya, tampilan blognya agak semerawut kalau disitu, sayang sekaliii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo kita ketemuan kak, di CCM :D

      Oya, ga bisa? Wah, makasih laporannya kak, akan segera diperbaiki. Padahal aku berbalas komen pakai browser ponsel, nih :(

      Delete
  2. Seumur-umur belum pernah ke cibinong haha saran aja nih mbak, dikasih foto/gambar pasar cibinongnya.. Biar momen imajinasi nya dapet, biar pembaca ada gambaran buat membayangkannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Main sini kak, nanti kuajak keliling Cibinong, hehe. Sudah diedit ya, sudah dikasih satu foto untuk menunjang. Mohon maklum, nulis di hp emg susah pakai foto :)

      Delete
  3. Fandy: sebenernya kalo imajinasi lu liar, lu bisa membayangkannya sendiri. Haha. Atau tulisannya yang kurang mendeskripsikan. CMIIW

    Warna ijo emang adem banget, Un. :D
    Eh, itu serius sampe hampir semilyar? Wow. :))))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akunya yang kurang deskripsi :)) ini ngejar deadline banget soalnya. Dan iya, satu kios mahal banget, bete jadinya :(

      Delete
  4. iya jadinya susah buat ngebayangingnyaa kalau deskripsinya kurang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yep, makasih koreksinya, ya. Done revised :)

      Delete

Post a Comment

Hi! Thank you for visiting my website. I hope you can enjoy read all about blog posts here and lemme know your opinion! Please leave on the comments bellow :)

Popular posts from this blog

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

Hallo, Assalamualaikum teman-teman :)

Bagi saya, mengeluh adalah cara paling cepat untuk menghilangkan jenuh tapi sebetulnya bukan hal yang baik. Tapi enak. Tapi nyebelin. Dan di postingan kali ini saya akan berkeluh-kesah mengenai permasalahan kulit saya. Jadi, waktu itu saya mengecek kondisi kulit dan tipe kulit wajah saya ternyata kombinasi - minyak di T-zone. Namun, kulit tubuh kering kayak sisik ular, sampai rasanya kulit saya saingan sama kulit ular kobra yang belum ganti kulit. Plus misalnya kena sinar matahari, dia langsung bereaksi bintik merah, terbakar, agak kehitaman, kadang malah berdarah di bintik tersebut. (update : sejak 2016 kondisi kulit saya berubah jadi kering - sensitif). Lalu saya bingung, bagaimana cara mengatasi kulit kering berjerawat?





Permasalahan saya belum berhenti di sana. Kondisi bibir saya tuh ekstrim banget sih, suka pecah-pecah sendiri dan tiba-tiba berdarah ketika tersenyum, yang artinya sangat kekeringan. Banyak yang bilang karena saya kurang minum, pa…

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Assalamualaikum!
Beberapa pembaca saya di Line dan e-mail mengirimkan pesan, meminta saya menuliskan tentang BB Cream yang ramah di kantong untuk mereka pakai. sebetulnya tidak bisa sembarang kasih rekomendasi karena aktivitas kita berbeda, jenis kulit juga berbeda, dan yang seperti ini tuh biasanya harus trial and errror untuk tahu apakah kamu cocok atau tidak.




BB Cream ini memang jadi booming sekali sejak ada K-Pop Wave di negara kita. Banyak juga kolega saya yang dulunya pakai Foundie, beralih ke BBC. Manfaatnya memang All in One, sih, ya... Konon, berdasarkan iklan-iklan pembuat BBC, itu tuh isinya sudah komplit ada Base + Foundation + Concealer + Sunblock + Moisturiser + Oil Control .


Well, segitu komplitnya hanya dengan cream yang cuma dipakai sebiji jagung tiap diaplikasikan. Karenanya, BBC lebih ringan di wajah, lebih ramah di kantong juga, jadi lebih praktis, ketimbang harus pakai kosmetik secara berlapis. :) Malah untuk beberapa BBC ada yang klaim bisa mencerahkan atau memutihk…

Perbedaan Vaseline Petroleum Jelly Arab dan Vaseline Repairing Jelly

Assalamualaikum, pembaca saya yang kritis dan setia :)


Setelah masuknya Vaseline Repairing Jelly secara resmi ke Indonesia, jadi banyak sekali pertanyaan yang masuk di line saya seperti, apa sih Perbedaan Vaseline Petroleum Jelly dan Vaseline Repairing Jelly. Pertanyaannya hampir serupa, tentang apa bedanya, tentang kenapa harga mereka berdua terpaut sangat jauh, tentang kenapa yang satu tidak ada iklan serta susah dicari tapi yang satunya ada iklan di tv dan mudah ditemukan barangnya, dan kenapa sih, kok beda sekali hasilnya walau dua produk itu bertekstur jelly yang kurang lebih memiliki manfaat sama?


Vaseline sendiri sudah klaim bahwa prduknya aman, dibuat melalui tiga tahap proses pemurnian yang dimulai dari menyingkirkan benda-benda kotor, sampai akhirnya terbentuk jelly yang tidak menyebabkan iritasi maupun reaksi alergi.





Which one you like the most, guys?



Barangkali kamu sedang mencari tahu, mana di antara dua produk tersebut yang lebih ampuh untuk mengatasi keluhanmu? Mana yang l…