PINDAH



Sonia -sorang aktifis organisasi di kampusnya, tiba-tiba menghilang.

"Siang ini..." ibu Sonia membuka suara, mendekatkan mic ke bibir merahnya. Dengan sedikit bergetar ia melanjutkan ucapannya. "...Tepat setahun tahun menghilangnya Sonia. Kita semua mengingatnya sebagai anak yang serba serasi lengkap dengan tas dan sepatu yang necis. Meski sering terlihat memakai barang bermerek, Sonia pandai memecah hening. Di manapun dia berada, orang sekitarnya akan tertular bahagia." 

Hening.

"Apa dia diculik, bu?" tanya seorang lelaki tanpa intrupsi terlebih dahulu. Ibu Sonia mencoba untuk mengabaikannya.

"Tapi, semuanya berubah saat dia pulang ke pelukan saya dengan tiba-tiba. Dia tidak banyak cerita. Tidak tertawa, tidak terlihat ada air mata. Hanya tersirat tatapan yang penuh kecewa dan ketika saya melihatnya, saya jadi bertanya-bertanya, kenapa..."

"Kejadiannya bulan Mei. Mendadak kekasihnya yang belum sempat dikenalkan ke saya itu memutuskan hubungan. Sejak saat itu, Sonia menghilang. Tidak datang ke kampus, tugasnya sebagai penjaga perpus tidak diurus... Saya saksikan tubuhnya semakin mengurus. Dan perlahan, oleh waktu, keberadaannya seakan digerus."

Ibu Sonia melihat tatapan para mahasiswa dan lensa kamera secara bergantian, lalu ia melanjutkan lagi dengan suara sedikit dikeraskan. "Dia menghilang ; tidak bisa ditemui, tidak dapat dihubungi, tidak ingin kalian kasihani. Dia memutus jarak dari jangkauan teman-temannya, dari pandangan lingkungannya, dari segala hal yang mengingatkannya akan kenangan lama."

"Tapi saya tahu, ke mana dia pergi. Dia belum mati. Dia hanya belum mau kembali. Kalau kalian tidak bisa menemuinya, hidupkan dia di dalam hati Anda semua. Terima kasih."

"Oh," tambahnya. "Pesan saya satu, tolong temukan mantannya. Saya mau membuat perhitungan dengan anak itu!"

Konferensi terbuka selesai, dan Ibu Sonia segera meninggalkan panggung. Berusaha apatis dengan kegaduhan di dalam ruangan yang masih bertanya-tanya tentang anaknya. Biarlah begitu. Biar saja Sonia menikmati kenyamanan di dunianya yang baru.

Sambil berjalan ia merasa getar di dalam sakunya. Ia melihat sebuah pesan singgah di ponselnya. 

"Ma, nyalakan internetnya dong! Mau pulang nih."

"Sudah mau kembali ke dunia nyata?" Sent.


~~~~~~~~~~~~

Flash Fiction ini pengengembangan dari Fiksi Mini bang Riga ;

TERSESAT DI DUNIA MAYA
Sebuah pesan singgah di ponselku.
"Mak, nyalakan internetnya dong! Mau pulang nih." ~ @attararya


Diikutkan untuk #Prompt 86

http://www.mondayflashfiction.com/2015/08/prompt-86-tersesat-di-dunia-maya.html


21 comments:

  1. gile.. setahun hilang di dunia maya. gue kira sonia diculik setan... atau jadi korban penjualan organ tubuh di pasar gelap (pemikiran yang psikopat bgt) atau jangan-jangan dia jadi korban tabrak lari... eh ternyata di jadi korban teknologi. kita mah apa atuh, hanay budak-budak teknologi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha, psikopat abis kak! :) tp ini pernah ada kejadian nyata sih dia menghilang betulan dua tahun. Terlena sama medsos

      Delete
  2. Untuk ff menurutku krg greget. Byk cerita. Tp kata2nya sdh rapi

    #AsalKomen

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oya aku setuju sih, ga greget dan terlalu banyak narasi. Tapi gaya menulisku memang tpo much narration on writing, nih. Enaknya gimana ya kak?

      Delete
  3. Duile aku sampe sempet gak ngerti di bagian akhir 😃

    ReplyDelete
  4. duh ini topik memang susah. saya masih buntu.

    ReplyDelete
  5. Replies
    1. While patah hati we can do everything insane, isn't it? :)

      Delete
  6. Owalah dia hilang dari peradaban manusia ternyata terjebak di dunia maya, haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dia betah soalnya dia merasa di dunia maya hidupnya lebih menjanjikan :))

      Delete
  7. Kalo aku malah baru ngilang dari dunia maya, Uniii hahahaha :P

    ReplyDelete
  8. Bang Riga i love you ff-mu keren abis!! *padahal kenal juga kagak*
    Bagus ni, gue suka sama bibir merah nya Bu Sonia, seksi-seksi gimana gitu (koen gue calon2 diketawain gara2 gak nyambung nih)..

    ReplyDelete
  9. Harusnya Mama Sonia seneng Sonia hilang karena nggak ngasih uang jajan lagi :D

    ReplyDelete
  10. ooo...gitu ya..ada-ada saja ya tersesat di dunia maya..gimana cara masuknya itu..nggak kebayang saya. tapi dunia fiksi adalah dunia imajinasi. bebas saja mau bikin cerita kayak apa..sampai kadang tak terpikir ceritanya bisa kayak gitu..hemm penulis fiksi kreatif ya

    ReplyDelete
  11. Koreksi sedikit yah.

    ..saya jadi bertanya-bertanya, kenapa..."

    "Kejadiannya bulan Mei. Mendadak kekasihnya yang belum sempat dikenalkan.. | Jika pada kalimat berikutnya masih diucapkan oleh penutur yang sama ( Bu Sonia), maka tanda petik dua (") di akhir kalimat pertama dan awal kalimat kedua dihilangkan. :)

    EYD dan narasi cerita sudah cukup baik. Cuma buat abang, alasan Bu Sonia bikin 'konferensi pers' masih perlu diperjelas. Dia tahu ke mana Sonia, penyebab menghilangnya, dll. Apakah yang mengharuskan diadakannya konpers? :)

    ReplyDelete
  12. http://yoniprawardayana.blogspot.co.id/2015/10/hikayat-kucing-entrepreneur.html

    Baca cerita miniku ya kak? :)

    ReplyDelete

Hi! Thank you for visiting my website. I hope you can enjoy read all about blog post here and lemme know your opinion! Please leave on the comments bellow :)