Skip to main content

[05] Tentang Duka yang Merayap

Ambu, aku sudah tak lagi peduli apa seluruh suratku sampai padamu atau tidak. Barangkali esok aku akan menulis surat untuk Peter di Slovakia lengkap dengan kartu pos, atau menulis surat pada Mrs.Dorrothea di USA sekadar berbasa-basi bertanya apakah ia pernah bertemu denganmu selama ini, dan kuyakin mereka akan membalasnya, tidak sepertimu yang masih saja bungkam. Sebetulnya Ambu, aku tak punya banyak waktu untuk menulis surat hari ini, tapi kupaksakan agar kau selalu tahu kabar terbaru tentang kolegamu di Indonesia. Anakmu mulai membaik dan berat badannya bertambah satu kilo, kau tak perlu khawatir akan dia. Tetapi tentang Zi –semoga kau tidak mengumpat karena aku terus saja membahas Zi– ini lebih mencemaskan. Ah, maaf aku lupa mengucap salam dalam surat ini. Keadaannya begitu genting dan kepalaku menjadi pening, ketika mendapat kabar yang membuatku merinding.
Ketika kemarin aku mengakhiri pencarianku atas Zi, siang tadi aku kembali datangi lokasi kemarin dan seudahnya jalan sedikit ke jembatan Jalan Baru, aku ingin mengistirahatkan kakiku sejenak dan kuputskan mampir ke gerobak tukang jajan di pinggir jalan, karena tegiur akan pajangan yang mereka sajikan di etalase gerobak.
Sambil memakan pempek, aku memandang seorang pedagang asongan yang berjualan rujak sedang berbincang dengan pedagang lain yang menjual es kelapa. Aku mencuri dengar obrolan mereka, tentang seorang wanita dengan tinggi 150 cm yang mati mengenaskan dan sampai sekarang belum ditemukan penjahatnya. Eh… Bukannya Zi setinggi itu juga, ya? Malas sekali aku mencampuri urusan orang lain, tapi demi mencari tahu Zi, akhirnya aku ikut nimbrung dengan para pedagang itu selepas membayar pempek yang telah masuk dalam perut. Kuhampiri mereka dan sedikit berbincang, kurang lebih begini redaksinya, Ambu. Maaf aku agak pelupa.
“Di mana itu kejadiannya, mang?” kataku tanpa tedeng aling. Para pedagang itu menoleh, lalu saling menjawab bergantian.
“Di Wates Jaya, Cigombong, neng. Bogor Kabupaten.”
“Awewe?” tanyaku, yang bermakna ‘perempuan?’
“Iya neng, perempuan, sebaya sama eneng kayaknya.”
“Kapan mang?”
“baru-baru ini neng, tahun lalu sih, Juni 2014 kemarin,” kata pedagang es kelapa.
“Ih neng, serem, itu mayit tergeletak di semak-semak sambil diikat tangannya,” pedagang rujak menimpali.
“Eta awewe make kaos lengan panjang abu-abu, ceunah,” pedagang es kelapa kembali memberi informasi, katanya perempuan itu memakai kaus abu-abu.
Abu-abu, sebagaimana yang telah kuketahui sebelumnya, adalah warna kesukaan Zi. Mungkinkah itu dia? Ah, Ambu. Aku benci sekali harus menerka segala kemungkinan. Jika itu benar dia, maka duka akan merayap pada hati kita dan menggerogoti seluruh rasa rindu yang kita pintal untuk Zi. Semoga itu bukan dia, karena aku ingin sekali bertemu dengannya. Lagian, siapa pula yang tega melakukan itu pada Zi?
Apa sebaiknya aku lapor polisi saja, ya? Ambu balas suratku, dong. Kau tahu aku ini sulit sekali mengmbil keputusan sendirian.
Ttd:
Uni


_____________
Ps. Berita tentang kematian itu bisa kau lihat di sini.

Comments

  1. uni, aku penasaran.

    sebenernya uni ini beneran gak sih? terus zi itu beneran gak sih? apa cuma tokoh fiksi? ._.

    ReplyDelete

Post a Comment

Hi! Thank you for visiting my website. I hope you can enjoy read all about blog posts here and lemme know your opinion! Please leave on the comments bellow :)

Popular posts from this blog

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

Hallo, Assalamualaikum teman-teman :)

Bagi saya, mengeluh adalah cara paling cepat untuk menghilangkan jenuh tapi sebetulnya bukan hal yang baik. Tapi enak. Tapi nyebelin. Dan di postingan kali ini saya akan berkeluh-kesah mengenai permasalahan kulit saya. Jadi, waktu itu saya mengecek kondisi kulit dan tipe kulit wajah saya ternyata kombinasi - minyak di T-zone. Namun, kulit tubuh kering kayak sisik ular, sampai rasanya kulit saya saingan sama kulit ular kobra yang belum ganti kulit. Plus misalnya kena sinar matahari, dia langsung bereaksi bintik merah, terbakar, agak kehitaman, kadang malah berdarah di bintik tersebut. (update : sejak 2016 kondisi kulit saya berubah jadi kering - sensitif). Lalu saya bingung, bagaimana cara mengatasi kulit kering berjerawat?





Permasalahan saya belum berhenti di sana. Kondisi bibir saya tuh ekstrim banget sih, suka pecah-pecah sendiri dan tiba-tiba berdarah ketika tersenyum, yang artinya sangat kekeringan. Banyak yang bilang karena saya kurang minum, pa…

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Assalamualaikum!
Beberapa pembaca saya di Line dan e-mail mengirimkan pesan, meminta saya menuliskan tentang BB Cream yang ramah di kantong untuk mereka pakai. sebetulnya tidak bisa sembarang kasih rekomendasi karena aktivitas kita berbeda, jenis kulit juga berbeda, dan yang seperti ini tuh biasanya harus trial and errror untuk tahu apakah kamu cocok atau tidak.




BB Cream ini memang jadi booming sekali sejak ada K-Pop Wave di negara kita. Banyak juga kolega saya yang dulunya pakai Foundie, beralih ke BBC. Manfaatnya memang All in One, sih, ya... Konon, berdasarkan iklan-iklan pembuat BBC, itu tuh isinya sudah komplit ada Base + Foundation + Concealer + Sunblock + Moisturiser + Oil Control .


Well, segitu komplitnya hanya dengan cream yang cuma dipakai sebiji jagung tiap diaplikasikan. Karenanya, BBC lebih ringan di wajah, lebih ramah di kantong juga, jadi lebih praktis, ketimbang harus pakai kosmetik secara berlapis. :) Malah untuk beberapa BBC ada yang klaim bisa mencerahkan atau memutihk…

Lima Tempat yang Perlu Kamu Datangi Kalau ke Cibinong

Sejak saya tinggal di Cibinong, nyokap kadang khawatir lihat saya nggak seperti orang kebanyakan yang suka bergaul sambil jajan ke sana kemari. Saya lebih suka nongkrong berjam2 di suatu tempat dan kalau ada teman yang sanggup saya cuekin sekian jam, kadang dia  ikut nongkrong juga. Sebetulnya, dibilang kecanduan makan di kafe, enggak juga. Tapi kalau dibilang asik dengan dunia maya, iya, saya begitu, kok. Mengakui bahwa ada kehidupan di dunia maya yang sama serunya dengan dunia nyata. Namun, untuk bisa survive di dunia maya tuh, butuh koneksi internet yang sangat baik which is called, use wifi. Iya, kan? Ehehehehe.
Makanya saya suka keliling tempat buat numpang colokan sama Wifi sekalian kulineran. Peribahasanya mah, "sekali mendayung seribu pulau dikunjungi"
Ada yang kayak saya juga? Nyusahin, ya. Nyebelin juga. Ya tapi itu tujuan diciptakannya kafe-kafe di beberapa kota, kan? Buat dimanfaatkan fasilitasnya. Jadi berkah, deh.
Nah, walaupun saya tinggalnya di pedalaman Bog…