Mengunci Cinta

Kurapatkan coat berwarna navy. Musim gugur dengan 9° sore ini mampu menusuk tulang dan membuatku gigil. Membawa sebuah koper berukuran sedang, kususuri jembatan yang mulai sepi pejalan kaki.

"Lihat, Andi, lokasi ini salah satu destinasi yang kupilihkan untukmu," ucapku dengan gigi bergemeletuk. Ya, jembatan ini menyimpan milyaran janji, juga harapan, milik orang-orang yang takut akan kehilangan. Aku takjub melihat banyak nama tertulis di setiap gembok, di sepanjang jembatan Pont des Arts, Paris.

"Jika terlambat, kita kehilangan momen ini. Sebab seluruh gembok selalu dibersihkan. Pemerintah tidak suka karena besi jembatan bisa berkarat, juga mengacaukan estetika. Belum lagi berat gembok membuat jembatan rapuh. Welcome in Pont des Arts, Andi,"

Kudekap coat lebih erat. Ada dingin lain yang menusuk sendiku, mengundang gemetar di sekujur tubuh. Aku ingat sorot mata Andi begitu dingin ketika datang ke Paris beberapa hari lalu. Ah, betapa lelaki ini membuatku jatuh cinta selama belasan tahun. Tapi kenapa kau datang membawa kabar pertunangan, Andi?

"Akan kutulis nama kita di gembok. Maka cinta akan abadi selamanya," Gegas kutulis nama kami dan mengunci gemboknya di jembatan Pont des Arts. Lantas kulempar kuncinya bersamaan dengan koper hitam berukuran sedang yang tadi kubawa. Kupastikan kunci dan kopernya lesap dari permukaan, tenggelam hingga ke dasar Sungai Seine yang begitu tenang. Tapi hatiku tak tenang, keringat mulai mengalir di pelipis. Aku mempercepat langkahku.

"Uhm, Andi.. Bagaimana bila mereka menemukan sisa potongan tubuhmu di apartmenku, atau menemukan koper itu, Andi? Aku harus apa?"

Senyap.

"Aku mencintaimu, Andi. Sungguh. Dan aku tak mau kau bertunangan dengan wanita lain,"

________________

• 250 kata tanpa judul dan catatan kaki
• Tulisan ini diikutsertakan dalam #PestaFF
• Riset dilakukan dengan mewawancarai @v_gasus

28 comments:

  1. Keren kak keren, tapi masih ada yang bingung saya :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bingung di bagian mana? Maaf ya kalau bingung, soalnya ff larakternya terbatas banget, mungkin cara penyampaian aku kurang.

      Delete
  2. Aku pernah liat tempat itu di Tipi doang kak -_- Aku liatnya di film Now You See Me :p Trus entar kuncinya bakalan dibuang :'D Romantis sekali :'D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, romantis, banget. Salah satu destinasi yang mau aku kunjungi kalau ada rezeki. Thanks for stopping by.

      Delete
  3. Ish ._.
    aku sampek tercekat di bagian akhirnya, deg-deg-an. Bagaimana bisa dia bercakap dengan tubuh yang terpotong-potong dalam koper itu begitu tenangnya, begitu santainya. Tadi aku pikir sih si cowok gak ada di sana, dia hanya berhalusinasi.. tapi ternyata.. wkwk.. twistnya dapet banget! :) such a very great job!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku bikinnya juga merinding sih, fyi. Takut sama tokohnya kok bisa tenang banget, apapagi di negara orang. Kasihan Andi :'( | thanks for reading my ff, kak.

      Delete
  4. Keren, dari awal mulai bertanya-tanya kenapa koper hitamnya dilempar? Terus apa isinya?

    Ternyata mayat andi yang udah di mutilasi. Ceweknya psiko ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semacam saiko, punya keinginan untuk memiliki Andi selamanya. Semoga pasangan kita nggak begitu, ya :p terima kasih sudah baca :')

      Delete
  5. keren banget.
    dengan minimal kata tapi bisa dapet apa yang disampaikan.
    tapi ngeri juga ya diakhir, masa si cewek gituuu u,u

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, disitulah tantangannya flash fiction, cuma boleh pakai sedikit kata :) terima kasih sudah baca.

      Delete
  6. Eh, aku yang harusnya manggil kak, kak Unii ._.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Uni aja, itu kan artinya kakak dalam bahasa Minang, hihi. Btw aku suka tulisan2 di blog-mu. Next aku tinggalin komen deh.

      Delete
  7. Berarti di dasar sungai itu buanyak sekali kunci ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berdasarkan riset sih, iya. Banyak kunci di dasar sungai Seine. Dan banyak gembok di sepanjang jembatan, tapi setiap beberapa periode akan dibersihkan petugas setempat. Tapi nanti ada lagi. Begitu seterusnya :)

      Delete
  8. Wow ternyata ini kisah cinta yg tak sampai hingga harus membantai...Sungguh malang nian nasibmu Andi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, padahal Andi mau tunangan bentar lagi, kasihan tunangannya :'(

      Delete
  9. keq di film 'now u see me' tuh jembatan

    ReplyDelete
  10. Hehehe tapi tenang aja kak Uni ceritanya keren koq, endingnya yang serem. Jauh dri apa yang aku bayangin.

    Keren kak, smoga bisa buat yang kyak gtu aku :D

    Good Luck kak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi iyaa, ini juga aku ga nyangka bisa jadi juara satu di giveaway #pestaff . Kamu juga, ayo semangat nulis fiksi!

      Delete
  11. Sebagai orang awam soal fiksi, saya gak nyambung soal ceritanya. Ini cerita horror romantic, atau thriller. Memang sih, Flash fiction gak semudah itu dipahami.

    Semoga lain kali saya mengerti.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai, terima kasih sudah baca. Ini genre-nya thriller alirannya realism. Kedepannya saya akan menulis lebih baik supaya bisa dimengerti hihi.

      Delete
  12. iya aku tau nya di on the spot dulu pernah di tayangin kan? yang mitosnya kalo kita naruh kunci di tempat itu kita bakal bisa balik lagi ke paris.. gak logic sih kayaknya.. wahahaha kalo kita gak punya uang apa bisa balik lagi kesitu? wkwkwkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku belum nonton yang di on the spot :( tapi rumornya memang gitu, dan banyak turis yang pasang gembok di sana.

      Delete
  13. cieee...romance mellow abis..kamu lagi ikutan kayak begini ya, jadi pingin ikutan juga deh... :D semnagat nulis fiksi yaaaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mellow di bagian mana nya :'( tapi terima kasih Meykke sudah baca cerita ini ;)

      Delete
  14. Replies
    1. Iya tau, iyaaaa, ceritanya masih jauh dari sempurna. ~.~

      Delete

Hi! Thank you for visiting my website. I hope you can enjoy read all about blog post here and lemme know your opinion! Please leave on the comments bellow :)