Anakku Tercinta | #14

Bogor, saat udara disini tak lagi aman untuk kau hirup. untuk kamu Cintaku, yang mungkin sedang bermain bola dengan teman-temanmu. Aku tak kenal lelah untuk menuliskan surat untukmu, sama seperti ayahmu yang tak kenal lelah mencari nafkah untuk kita. Aku tuliskan, agar kau bisa baca suatu hari nanti, mungkin juga bisa kau baca sepulang sekolah atau setelah bermain bola. Sebelumnya maafkan aku, mungkin masakanku hari ini sedikit hangus. Mungin kau akan lebih suka jika Ayah saja yang memasak. Cintaku, aku sengaja tuliskan sekarang, aku khawatir nantinya aku terlalu gagu menjelaskan atau tanganku sudah kaku untuk menulis, atau kaki ku telah lumpuh untuk berjalan bersamamu, maka sebelum itu terjadi, kutuliskan sekarang dan kamu harus ingat pesan ini. Dunia tak lagi aman cintaku, banyak penjahat bermuka baik hati disekitarmu. banyak cara mendapatkan uang dengan cara tak baik di mata Tuhan. Banyak lubang yang tak terlihat tapi bisa menjatuhkanmu kalau kamu tidak berhati-hati. Kamu harus jadi anak kuat, jangan sampai dikendalikan dunia. Usahakan agar tidak punya pribadi yang egois ya nak, harus mau berbagi mainan sama kakakmu, harus mau mengambilkan minum untuk ayahmu kalau ia pulang kerja, harus bisa menyayangi keluarga kita secara utuh. Kamu tahu nak, Dunia ini keras. Banyak penghianatan, kekejaman, penindasan, dan sedikit saja kamu salah melangkah dalam menggunakan uang dalam jumlah banyak, maka kamu akan tersesat dan sulit menemukan jalan pulang. Dunia ini sungguh berbahaya. Tidak seperti rahim yang hangat dan aman, dan tak ada yang bisa melukiamu di rahim sana. Nanti kamu tak lagi di rahim, ketahuilah nak dunia ini semakin buruk. Maka ini pesan untukmu Cintaku, Jangan cuma berusaha menyelamatkan diri sendiri agar kamu tidak terjatuh. Kamu harus bisa selamatkan keluargamu, teman-temanmu, lingkunganmu, dan semua penduduk bumi ini. Banyak jiwa yang harus diselamatkan. Beban?! Jangan berpikir seperti itu nak, kita ini hidup untuk mengabdi pada Tuhan, maka selamatkanlah dunia atas nama Tuhan Yang Maha Mengetahui. Jangan anggap itu beban. Kedepannya, aku dan ayahmu mungkin tak smpat menyelamatkan dunia karena kami akan segera tinggal di liang lahat. Cintaku, Di surat ini, jika kamu memahaminya dengan baik, kamu akan tahu bahwa untuk menyelamatkan dunia tidak dengan menggenggam dunia lantas serakah memilikinya, lalu kau jadi kikir dan dusta. Pergunakan akal sebagai senjata dan ilmu agama sebagai pelurunya. Jadi, saat kau akan lahir ke dunia ini, Bijaksanalah dalam menggunakannya nak. Cepatlah lahir cintaku, waktu kita tidak banyak untuk selamatkan dunia. Salam, Dariku, Ibu yang belum tahu siapa ayahmu, belum mengandungmu, belum melahirkanmu.
Published with Blogger-droid v2.0.10

Comments

Popular posts from this blog

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Lima Tempat yang Perlu Kamu Datangi Kalau ke Cibinong