[Bioskop Update - 12] Pesan Moral dalam Film Sultan Ali Khan

Hi, Assalamualaikum!





Q for Queen
R for Rahvana
S for...


SULTAN! 


Teriakkan ini terdengar di dalam kelas sewaktu anak-anak belajar dan seseorang bernama Sultan, nggak sengaja masuk ke dalam kelas karena lagi cari jalan untuk ngejar layang-layang. Sungguh, tindakan tersebut mengingatkan saya semasa kecil tentang sekumpulan anak-anak tetangga yang sibuk lari-lari bertelanjang kaki demi sebuah kertas layangan yang benangnya putus lalu minta dikejar. Nggak puguh. Tapi menyenangkan. Dan mengesankan. Kejar-kejaran yang sia-sia, tapi ternyata punya dampak penting apalagi untuk seorang pegulat. Dan itulah yang dialami Sultan Ali Khan, lelaki asal Haryana.





Mulanya, Sultan ini cuma bantuin keluarganya jual antena parabola dan di usianya yang nggak lagi muda, dia masih suka kejar layangan sama anak-anak tetangga sampai digebukin penduduk karena berantakin dagangan dan jemuran. Sampai suatu waktu, dia jatuh cinta sama seseorang yang dia tabrak.

Lalu mereka jadi friendzone.

Lalu saling cinta tapi perempuannya punya ambisi terlalu tinggi dalam impiannya, plus dia kekeuh nggak mau jatuh cinta, karena cinta bisa membunuh impiannya. Dan fatalnya, si perempuan ini mempermalukan Sultan di muka umum. 




"Kamu bilang saya pacar kamu? Nyadar dong, kamu siapa?! Punya tujuan hidup aja enggak, masa ngaku pacar saya? Kamu tahu saya siapa? Saya pemenang gulat kejuaraan umum, nggak mungkin jatuh cinta sama badut kayak kamu!" ucap si Teteh di restoran pas lagi nongkrong bareng teman-teman Sultan. Duh, digituin, jatuh banget nggak sih, harga diri kita? Apalgi lakik yang diginiin. 

Lalu, Sultan patah hati.

Sampai ayahnya Sultan bilang, "Patah hati itu wajar, tapi jangan sampai kamu nggak makan, nggak ngapa-ngapaim, bahkan jangan sampai kamu bunuh diri."

"I won't do that, I'm not a kid anymore," kata Sultan. 

"Kadang, kita dipermalukan seseorang agar kita tahu bagaimana caranya untuk dihormati. Jadilah 'sesuatu' untuk menaikkan harga diri kamu, Sultan," balas ayahnya. 

Dan, berubahlah kehidupan Sultan. Dia jadi punya tujuan hidup ; menaikkan harga dirinya dan membuat dirinya dihormati orang lain. Caranya dengan menjadi pegulat. Sampai akhirnya dia terkenal di seluruh dunia setelah menjadi juara di Commonwealth Games tahun 2010 di Delhi, FILA World Wrestling Championship tahun 2011 di Istanbul, dan Olympiade tahun 2012 di London.







Gilak. Ini film bukan sekadar cicintaan. Bukan cuma nyanyi jojogedan. Ini film harga diri. Tentang kehormatan. Kesopanan. Pengorbanan. Ujian batin. Soal ketegaran hati. Apalagi untuk perempuan, ini film wajib banget ditonton supaya kita bisa belajar dari si Teteh bagimana merelakan impian ketika telah menikah. Dan, ini film bagaimana kita mengendalikan ambisi. (Catatan : ini cocok sama lirik lagu Sherina Sinna : "Tlah kuabaikan mimpi-mimpi dan ambisiku...") Bagaimana kita tidak lupa tanah kita berpijak, bagaimana caranya tetap membumi saat berada di langit. Salut banget dengan eksekusi cerita dalam film ini. Pace-nya memang agak lambat di beberapa part, tapi karena plot-nya sangat detail, in saya nggak bisa lepas dari layar dan nggak mau melewatkan sedikit pun adegan. 





Film ini juga ngasih lihat keindahan Old Delhi dan New Delhi, juga keakraban kota Haryana, dan ritual doa serta perkawinan di negara sana. Film-nya juga banyak banget bertaburan kata-kata bijak yang bisa dijadiin untuk quotes instagram. Dan, oh! Salut sama Salman Khan yang sudah di usia 50 tahun, masih bisa main akting banting-bantingan. Keren! 





Yang bikin janggal dalam film ini, hm... Ada sedikit kompleksitas antara perempuannya yang sibuk koar-koar soal feminisme, sementara Sultan memiliki pemikiran patriarki. Ini tergambar jelas dalam setiap curhatan, diskusi, dan tindakan mereka. Dan ending-nya yang begitu, bikin kita ngasih tahu kalau mm, apa ya... Bahwa kedudukaan perempuan memang nggak pernah bisa setara dengan laki-laki. Semacam itulah. CMIIW. 

Film ini cocok dintonton sama keluarga, kok. Dan nggak ada adegan ciuman sama sekali, jadi kalau mau nonton bareng orangtua, ini aman, hahah. Tapi tetap ya, anak kecil harus di bawah pengawasan. Saya baru selesai nonton film Sultan, tiga jam yang lalu bareng ka Anne --teman yang paling asyik buat diajak nonton. Kamu, kapan mau nonton ini? :) 


Sutradara
Ali Abbas Zafar
Penulis Skenario
Aditya Chopra
Produser
Aditya Chopra
Pemain
Salman Khan, Anushka Sharma, Randeep Hooda, Amit Sadh, dkk





Genre Film
Action
Drama
Sport
Release Date
6 July 2016 (India, Indonesia)
Country
India
Production Company
Yash Raj Films
Language
Hindi

6 comments:

  1. Kayaknya yg laki juga harus ikut nonton nih... 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, coba deh tonton. Bisa belajar gimana caranya naikin harga diri ketika dipermalukan perempuan, hahah

      Delete
  2. aku baru tau :'D jarang nonton kek beginian kak biasanya ketiduran malah.

    ReplyDelete
  3. film india emang kebanyakan pasarnya untuk penonton keluarga ya uni
    tapi satu yang aku heran, bintang india herannya yang dipake itu2 aja ya..mungkin regenerasi artisnya kurang xixiix

    ReplyDelete
  4. sekarang film india udah gak kalah ama hollywood. saya malah penasaran kok sultan-nya bisa berubah jadi gitu banget yah

    ReplyDelete
  5. aku belum nonton nih un, jadinya penasaran kayak gimana filmnya...

    ReplyDelete

Hi! Thank you for visiting my website. I hope you can enjoy read all about blog post here and lemme know your opinion! Please leave on the comments bellow :)