Mari Bersepakat Tentang Apa Itu Cinta

Kamu sudah berapa kali pacaran, putus, pacaran lagi, putus lagi, -dst, terhitung sejak kali pertama mengenal cinta sampai saat ini? Coba kasih tahu saya, sudah berapa banyak yang pernah mengisi hati kamu?


Kalau saya, jatuh cinta bisa dihitung dengan jari. Mungkin karena saya terlalu pemilih banget. Iya, beberapa dari kamu mungkin sepakat, cinta itu buta. Cinta itu tidak memandang status, usia, agama, dll. Cinta ya cinta saja, dan bisa datang karena terbiasa. Begitu kan, yang biasa kalian deklarasikan sebagai pembenaran ketika jatuh cinta?

Saya, tidak begitu. Cinta yang saya punya terlalu pemilih. Begitu selektif.

Saya nggak bisa sepakat ketika orang bilang cinta datang karena terbiasa bersama. Well, nggak pernah ada tuh dalam cerita saya, terbiasa bergaul dengan Indra, Ambon, Adi, Bebek, Toni, Hambali, dll, lalu jatuh cinta, gak. Dekat dengan mereka ya dekat aja. Baik ya baik aja. Main ya main aja. Tanpa ada tendensi apa pun. Mereka pun begitu. Jadi, buat saya, bukan karena terbiasa, tapi cinta datangnya tiba-tiba. Waktu memutuskan untuk suka sama orang, saya tahu, saya memilih dia.

Cinta buta? Enggak. Tapi kita aja yang kadang suka salah arah. Kalau soal perbedaan, ya, saya sepakat. Saya pernah suka sama orang Katolik, Protestan, sama yang muslim ecek-ecek, yang sholeh juga pernah. Terus dengan yang beda usia lima tahun di atas saya, enam tahun di atas usia kakak saya, atau dua tahun lebih muda dari saya, pernah juga cinta banget ke mereka ampe kayak orang blo'on. Ya tapi itu, karena cinta saya terlalu pemilih, ketika suka, ya suka aja. Kagum ya kagum aja. Nggak minta ini-itu, nggak minta disukain balik. Sebab saya berusaha menjaga arah biar tidak salah langkah. Meskipun itu sulit.

Kesimpulannya, saya tahu, cinta itu nggak buta, tapi karena dia kasat mata, kadang pergi dan datang semaunya tanpa bisa kita tahan. Dan tentu saja, sepandai-pandainya saya menjaga arah, selihai apa pun saya mengatakan bahwa saya selektif, saya pasti pernah salah langkah, cinta matik sama orang yang nggak mencintai saya. Dan walaupun sekarang ini sudah berusaha membenahi langkah yang sempat salah, mungkin saja nantinya saya berbuat salah lagi. (Kamu tahu kan, kenapa saya sebut salah? Karena saya berani berkorban membunuh impian saya demi memprioritaskan doi, dan ini ga cuma ke satu orang. Kan bodoh :D)

Nggak munafik juga, meskipun saya bilang saya pemilih, kemarin pernah tiba-tiba jatuh cinta dengan orang, yang padanya, kami terbiasa berdiskusi. Saya suka cara dia berpikir. Saya suka cara dia berbicara lewat matanya -cuma bicara sedikit, lalu menatap saya, dan ya, begitu saja, saya paham semua yang dia maksud. Oh, kami hampir tidak pernah berinteraksi lewat media sosial pun sms, chat, telepon, tidak pernah. Hanya ketemu sesekali dan saya tahu, cinta saya memilih dia. Bukan karena terbiasa, bukan tiba-tiba, bukan karena status, usia, agama, pekerjaan, dsb. Simpel banget, saya suka cara dia berpikir. Dan saya takut kembali mengulang kesalahan yang sama, mengingat lelaki ini sepertinya tidak akan pernah mencintai saya. Capek loh, suka sama orang yang gasuka sama kita. Bukan capek ngejarnya, kan dari awal memang nggak berharap. Yang capek itu, ketika dengan begonya kita iya-iya aja kalau oranng yang kita cinta, minta ini-itu.

Jadi, tulisan saya di atas yang bilang bahwa cinta tidak buta, itu omong kosong. Cinta itu buta, tuli, bisu, dungu, polos, penurut, payah, dan pamrih. Maka dari itu, mintalah Tuhan untuk terus membimbing, menuntun, mengarahkan, dan menjaga kita dalam mencintai. Semoga kedepannya, saya, kamu, dan siapa pun yang baca ini, kelak bisa mencintai juga dicintai dengan restu dari Tuhan.

Biidznillah.


________
Danau Setu. 13/07/15
H-8 menuju Idulfitri

Comments

  1. Hm... nggak ngerti si Uni nulis apa. :(
    Gue mah masih anak kecil.

    Kok gue pernah juga, ya. Jarang banget kontekan secara chat, tapi pas ketemu rasa yang bergejolak di dalam dada itu terus ada. Apa itu cinta?

    Nah, kadang kesel juga, orang cuma deket dibilang suka. Deket mah deket aja ya. Hahahahaha ketawa aja ah~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kamu nggak ngerti tulisanku karena ini memang nggak jelas nulis apa T.T yang pasti, cuekin aja omongan orang kalau suka diledekin suka sama teman dekat :D

      Untuk itu, aku kurang tahu. Tapi kalau aku, setiap cinta sama orang, nggak ngalamin itu, malah sebaliknya.. Karena aku tiap hari deg-deg-an panik ga jelas, kalau aku bisa tenang ketika sama satu orang, tandanya aku suka dan nyaman sama itu orang hahaha. Loh kok jadi curhat di sini :))))))))

      Delete
    2. Halooo, Kak! Mau ikut jelajah Kalimantan GRATIS & dapetin MacBook Pro? Ikuti lomba blog "Terios 7 Wonders, Borneo Wild Adventure" di http://bit.ly/terios7wonders2015

      Jangan sampai ketinggalan, ya!

      Delete
  2. cinta itu sesuatu yang abstrak. Eh, bener gak sih gue hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gitu ya? Menurutmu abstrak? Lalu kenapa ada yang bilang cinta itu SPOK-nya jelas, bukan hal yang abstrak? Adek pusing, bang. Hayati lelah mikirin cinta :(

      Delete
  3. Apalah cinta itu, Uni? Adek nggak paham. Mau bobok sajalah~ Awkwk.

    Semoga Uni bisa mencintai dan dicintai dengan restu dari Tuhan, yaa.. Aamiin. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga sebetulnya nggak tahu nulis apaan :( aku sedih karena udah merasa paling tahu tentang cinta padahal mah apalah apalah. Kumau terjun aja ke sungai :(

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
  4. Ngomongin tentang cinta ya Uni!?
    Mendadak koq gua jadi ngantuk ya,,, hehehe... ;p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga pas nulis ini nggak sadar. Kayaknya dikerjain sambil tidur, kak. Mbosenin banget bahas beginian. Tsk! *kubur cinta*

      Delete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. Replies
    1. Kalau cinta itu virus, bisa disembuhkan dong? Bisa dihindari dong? Bisa dicegah untuk nggak ada, dong? :0

      Delete
  7. Cinta itu sederhana atau rumit, ya?
    Maaf ini komentnya malah bertanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rumit. Yang sederhana itu akal sehat manusia.

      Delete
  8. Hai Uni :))
    Apa pun definisi cinta, aku tetap cinta Uni kok :)))

    Selamat Idul Fitri yaaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ih iya definisinya bedabeda dan aku soktahu banget ini, hahaha. Makasih, Mak! Kujuga cinta banget sama Makcar :')

      Delete
  9. Kalo udah jatuh cinta, aduduh aduuh susah banget ya haha.

    Jatuh cinta itu kejam, ia membiarkanmu tetap meradang rindu walaupun tau itu pilu
    Ketika cintamu pergi, maka rindu yang akan ia bawa pulang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kok jadi sok puitis gini sih? Kesambet apaan? -,-

      Delete
    2. aku kan emang puitis orangnya. sok gak tau ah kamu un :D

      Delete
  10. Cinta .... Cinta ....
    Empat tahun aku masih ngerasa aku jatuh cinta sama cowok yang sama dan masih nggak juga berani bicara, sampai akhirnya dia memilih gadis lain, apa masih boleh disebut cinta?

    Ya, mungkin cinta ya Uni. *malah curhat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya begitulah. Cinta kan buta, hehehehe. Ayo move on! :)

      Delete
  11. Ciyee Uni ngomongin cinta-cinta. Padahal sepuluh juga bisa diitung pake jari loh. Sepuluh kan banyak. \:p/
    *keren banget komen gue beda dari yang lain* *uni pasti bangga*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Subhanallah, komen kamu berbobot sekali, penuh makna, menginspirasi, dan bikin Uni kagum. Warbiyasak!

      Delete
  12. Kalo udah ngomong cinta, bakal susah ditebak... Setiap orang pasti punya pendapatnya masing-masing.

    Gue sendiri masih belum bisa ngasih pendapat, karena gue masih kecil, masih kurang pengalaman... hhhhaaa :D

    ReplyDelete
  13. Uni, cinta itu sederhana. Apabila rumit, itu bukan cinta. Itu ego. By Nahdiah Ismi Laila

    ReplyDelete

Post a Comment

Hi! Thank you for visiting my website. I hope you can enjoy read all about blog posts here and lemme know your opinion! Please leave on the comments bellow :)

Popular posts from this blog

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Lima Tempat yang Perlu Kamu Datangi Kalau ke Cibinong