Skip to main content

Keunikan Berbelanja di Agregator Online Shop - Shopious




Beuh, lagi gencar banget, ya, e-commerce dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya. Makin ke sini, perkembangan e-commerce sudah makin meluas. Enaknya belanja online itu kan, hemat waktu, tenaga, dan juga hemat ongkos, makanya banyak rekan saya beralih belanja online, meskipun saya pribadi masih lebih suka keliling mall dari pagi sampai malam, sih.

Bahas soal belanja online, saya banyak menemukan toko online dari satu pihak dan satu 'jalur' aja. Misalnya nih, saya sebagai pembeli, klik toko online, pilih yang mau dibeli, masukin barang ke keranjang, transaksi, tunggu tiga hari, lalu barang sampai di rumah. Tetapi, baru-baru ini lagi heboh sebuah Start Up yang bekerja sebagai mall online. Ada beberapa poin yang membuat toko online ini berbeda sama e-commerce lain, lho. Selain tidak melakukan transaksi penjualan secara langsung, rupanya mereka hanya main di Instagram

Halaman depan

Well, unfortunately, saya lagi hiatus pakai Instagram, dan beberapa kawan yang suka jajan juga nggak pakai Instagram. Nggak bisa deh, jajan di sana. Eh! tapi setelah saya cek, ada web-nya! Jadi untuk kita yang nggak punya instagram, tetap bisa berbelanja di sana dengan jaminan bahwa barang yang dipajang di sana adalah trusted online. Ga percaya?

Anw, beberapa bulan terakhir di timeline Uni lagi heboh sama Shopious. Apa itu Shopious? Ada yang kenal? Ya inilah, Start Up yang Uni sebut di atas, namanya Shopious. Setelah bolak-balik main ke web-nya, saya menemukan kesimpulan, nih. Simak penjelsaan saya tentang Shopious, ya.


 E-commerce ini dinaungi oleh PT. Shopious Indonesia yang berdiri sejak 27 Mei 2013 di mana Co-nya adalah kak Aditya Herlambang dan kak Billy Halim. Awalnya, menurut Wikipedia, Shopious ini mengusung konsep sebagai Marketplace Social, kayak toko online kekinian gitu deh sistemnya, lalu diubah menjadi Online Store Agregator, atau bisa dibilang sebagai jembatan antara pedagang dan calon pembeli. *Ciye sebentar lagi ulang tahun, semoga bikin acara diskonan!*

Nah, teknis berbelanja di Shopious inilah yang saya bilang bebeda dengan yang lain. Di sana, seorang penjual akan memasang foto jualannya di Instagram, dan setelah itu tim Shopious akan menyeleksi barang yang terpercaya, kemudian akan dipindah ke web. Nanti customer yang nggak punya Instagram kayak saya, bisa tetap beli produk si penjual ini melalui window shopping di web. Sistemnya pun terbilang mudah dan saling menguntungkan kedua belah pihak (penjual dan calon pembeli). Jadi kalau kita mau belanja di sana, nggak kayak e-commerce lain yang langsung masukin barang ke keranjang belanjaan lalu bayar ke rekening yang tertera di web, nggak.



 Di Shopious, tiap barang yang ingin kita beli harus dikontak terlebih dahulu ke penjualnya. Kontak si penjual pun ada di bawah detail produk, sehingga, jika seandainya suatu hari nanti ada kendala, pembeli bisa langsung komplain ke pedagang. Asik, kan? *Brb jajan*

Dan, enaknya lagi, kita bisa lho, nggak cuma jadi pembeli. Di Shopious, kita bisa juga buka lapak jualan dengan syarat yang sangat mudah. Berminat jadi pembeli, atau penjual? Atau jadi pasangan hidup saya, mau?

Daftar bayar kontrakan kalau mau jualan di Shopious


For Further Information kindly contacts :

LINE : Shopious
KIK : Shopious
BBM : 7CBC8833
Whatsapp : +6282122707715
Web : Shopious.com
Email : Admin@shopious.com

Comments

  1. semakin banyak e-commerce ya, semoga rejekinya semakin nambah

    ReplyDelete
    Replies
    1. banyak, tapi harus melakukan inovasi karena kalau nggak ada bedanya ya bisa tenggelam di antara yang lain. Shopious ini salah satunya yang berhasil melakukan inovasi, hhehehe. Thanks for stopping by, kak!

      Delete
  2. keren penjelasannya, menarik dan mudah dipahami :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ehehehe, karena yang lain sudah sibujk menjelaskan bagaiaman cara berbelanja di sana, aku lebih prefer menjelaskan bagaiaman ini terbentuk dan cara kerja Shopious itu sendiri. :)

      Delete
  3. bagus ini, udah coba belanja di sana? berasa latah ya banyak yang nulis shopious

    ReplyDelete
    Replies
    1. ((LATAH)) Gak juga, sih, kebetulan lagi booming aja jadi merasa perlu untuk menulisnya juga :) Udah coba, tiga hari lalu.

      Delete
  4. Boleh juga nih.

    Semoga bisa bersaing dengan yang lain, sebab memang persaingan makin ketat.

    Boleh juga ya jualan kaos disana?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak bener banget, persaingan makin ketat, tapi masyarakat kita kan selalu cari yang mudah, dan Shopious mewujudkan itu, hehe.

      Bisa, di sana sementara ini baru jualan keperluan wanita dan pria, khusus pakaian, perawatan, dan perlengkapan bayi. Kedepannya mungkin akan jualan lebih banyak lagi.

      Delete
  5. Ciyee Uni si jago shopping... shopious memudahkan banget buat toko online yang ngga punya web, dan pembeli yg gak pengen ribet diantara ribuan toko online di instagram :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya semam subsidi silang muhahahaha, yg ga ada wb bisa cek instagram, yang gapunya IG bisa ke web. Nggak smart shopper juga sih, aku sering kesetanan kalau belanja. Anw, thanks for stopping by, Om.

      Delete
  6. Gue mending milih beli di lazada.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beda jenis, kan, ya. Lazada marketplace yang bisa masukin ke keranjang langsung, kalau Shopious ini hanya 'jembatan' aja. Belanja di manapun, yang penting jangan implusif! :))))

      Delete

Post a Comment

Hi! Thank you for visiting my website. I hope you can enjoy read all about blog posts here and lemme know your opinion! Please leave on the comments bellow :)

Popular posts from this blog

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

Hallo, Assalamualaikum teman-teman :)

Bagi saya, mengeluh adalah cara paling cepat untuk menghilangkan jenuh tapi sebetulnya bukan hal yang baik. Tapi enak. Tapi nyebelin. Dan di postingan kali ini saya akan berkeluh-kesah mengenai permasalahan kulit saya. Jadi, waktu itu saya mengecek kondisi kulit dan tipe kulit wajah saya ternyata kombinasi - minyak di T-zone. Namun, kulit tubuh kering kayak sisik ular, sampai rasanya kulit saya saingan sama kulit ular kobra yang belum ganti kulit. Plus misalnya kena sinar matahari, dia langsung bereaksi bintik merah, terbakar, agak kehitaman, kadang malah berdarah di bintik tersebut. (update : sejak 2016 kondisi kulit saya berubah jadi kering - sensitif). Lalu saya bingung, bagaimana cara mengatasi kulit kering berjerawat?





Permasalahan saya belum berhenti di sana. Kondisi bibir saya tuh ekstrim banget sih, suka pecah-pecah sendiri dan tiba-tiba berdarah ketika tersenyum, yang artinya sangat kekeringan. Banyak yang bilang karena saya kurang minum, pa…

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Assalamualaikum!
Beberapa pembaca saya di Line dan e-mail mengirimkan pesan, meminta saya menuliskan tentang BB Cream yang ramah di kantong untuk mereka pakai. sebetulnya tidak bisa sembarang kasih rekomendasi karena aktivitas kita berbeda, jenis kulit juga berbeda, dan yang seperti ini tuh biasanya harus trial and errror untuk tahu apakah kamu cocok atau tidak.




BB Cream ini memang jadi booming sekali sejak ada K-Pop Wave di negara kita. Banyak juga kolega saya yang dulunya pakai Foundie, beralih ke BBC. Manfaatnya memang All in One, sih, ya... Konon, berdasarkan iklan-iklan pembuat BBC, itu tuh isinya sudah komplit ada Base + Foundation + Concealer + Sunblock + Moisturiser + Oil Control .


Well, segitu komplitnya hanya dengan cream yang cuma dipakai sebiji jagung tiap diaplikasikan. Karenanya, BBC lebih ringan di wajah, lebih ramah di kantong juga, jadi lebih praktis, ketimbang harus pakai kosmetik secara berlapis. :) Malah untuk beberapa BBC ada yang klaim bisa mencerahkan atau memutihk…

Lima Tempat yang Perlu Kamu Datangi Kalau ke Cibinong

Sejak saya tinggal di Cibinong, nyokap kadang khawatir lihat saya nggak seperti orang kebanyakan yang suka bergaul sambil jajan ke sana kemari. Saya lebih suka nongkrong berjam2 di suatu tempat dan kalau ada teman yang sanggup saya cuekin sekian jam, kadang dia  ikut nongkrong juga. Sebetulnya, dibilang kecanduan makan di kafe, enggak juga. Tapi kalau dibilang asik dengan dunia maya, iya, saya begitu, kok. Mengakui bahwa ada kehidupan di dunia maya yang sama serunya dengan dunia nyata. Namun, untuk bisa survive di dunia maya tuh, butuh koneksi internet yang sangat baik which is called, use wifi. Iya, kan? Ehehehehe.
Makanya saya suka keliling tempat buat numpang colokan sama Wifi sekalian kulineran. Peribahasanya mah, "sekali mendayung seribu pulau dikunjungi"
Ada yang kayak saya juga? Nyusahin, ya. Nyebelin juga. Ya tapi itu tujuan diciptakannya kafe-kafe di beberapa kota, kan? Buat dimanfaatkan fasilitasnya. Jadi berkah, deh.
Nah, walaupun saya tinggalnya di pedalaman Bog…