Skip to main content

[BOOK REVIEW - 15] Novel Lia Indra Adriana "Paper Romance" bacaan termanis sepanjang 2014

BLURB

KEV MIRROW, PENULIS BESTSELLER PULANG KE INDONESIA DAN MENEMUKAN INSPIRASINYA KEMBALI DARI SEORANG WANITA!

To: Arie@majalahStarIndonesia.com
From: Kev@kevmirrow.com

Mengenai artikel yang Anda tulis, saya ingin meluruskan beberapa hal:

1. Saya tidak pernah kehilangan ide menulis, saya hanya vakum menulis sementara
2. Eliana Candra, cewek yang mengaku sebagai pacar saya sebenarnya adalah asisten saya. Namanya saya gunakan sebagai tokoh utama di novel terbaru saya karena saya ingin menghukumnya (saya tidak ingin membahasnya)
3. Saya masuk ke rumah sakit karena kecelakaan mobil beruntun, bukan karena tidak konsentrasi saat menyetir!

Kev Mirrow membaca ulang email yang hendak ia kirim. Dahinya berkerut, ia berpikir keras. Lalu sambil mendengus ia menghapus semua hasil ketikannya, menggantinya dengan sebaris tulisan:

Terima kasih telah menepati janji Anda mengirimkan hasil wawancara. Tidak ada yang salah, Anda boleh memuatnya di majalah .

.

REVIEW
Ya ampun, setelah setahun otak saya diforsir bacaan beraliran surealis dan absud yang bikin mikir, baca novel Paper Romance ini awalnya agak jetleg, hahaha. Sempat didiamkan beberapa minggu karena saya pusing akibat perbedaan genre bacaan. Baru kemarin saya baca, cukup enam jam dan sudah bisa menyimpulkan kalau saya menyesal kenapa nggak baca buku ini dari dulu. Ini keren! Oh ya ampun saya suka sekali buku ini. Let's check it out the reason why I love this novel so much. :)

.

1. FIRST IMPRESSION
Kali pertama membaca blurb, saya langsung tertarik. Tulisannya persuasif banget. Bikin saya penasaran, ada apa nih di dalam ceritanya? Dan saya ngerasa karakter si tokoh udah kuat banget walau baru baca blurb-nya. Akhirnya saya langsung baca dan paham isi ceritanya, biar pun sempat kelimpungan juga di beberapa scene awal bab. Ini kenapa sih, ada apa? Dan kejawabnya baru di bab sekian. Oh ya ampun. So far so good, lah, karena pertanyaan-pertanyaan saya bisa terjawab di akhir.

.

2. DESIGN COVER & LAYOUT
Cover-nya manis sekali, plus blurb yang ada tidak memberikan spoiler isi ceritanya akan seperti apa. Uhm, ini jadi cover favorite keempat setelah Murjangkung, Rembulan Tenggelam di Wajahmu, dan Katarsis. Layout pun dikemas dengan baik, dan di dalamnya ada ilustrasi ringan yang imut sebagai pembatas setiap bab.

.

3. MAIN IDEA
Ceritanya, to be honest, mengingatkan saya pada beberapa K-drama yang pernah saya tonton. Sayang sekali buku ini akan terasa 'pasaran' bagi kami yang tontonan sehari-harinya drama Jepang atau Korea. Beberapa scene begitu familiar. Novel ini bercerita tentang seorang penulis bestseller bernama Kev Mirrow yang kembali ke Indonesia dalam keadaan tangan cidera dan membutuhkan seorang asisten untuk menuliskan karya barunya. Bertemulah ia dengan Eliana, seorang mantan sekretaris yang sedang bekerja menjadi staff kantor di perusahaan kakakknya Kev. Eliana sendiri tipe orang yang tertutup dan kalau mau berkeluh kesah pasti ke temannya, Tiffany, yang ternyata fans berat Kev. Suatu hari Kev kecelakaan dan di Rumah Sakit cuma bisa Eliana sama Hadri, manajer Kev, yang menunggu. Ketika Kev sembuh dan novelnya launching, Pak Rubi dan Nathan Black selaku orang PH melirik buku Kev dan mereka akan membuat film-nya. Dibantu oleh Sunny, asisten Pak Rubi, Kev pun memilih seorang aktris bernama Nadia Shari untuk memerankan tokoh dalam novel Kev. Nah, novel Kev ini menjadi benang merah dalam cerita Paper Romance.

.

4. CHARACTERS
Yang paling saya suka dari novel ini : KARAKTER TOKOHNYA! Ya ampun, penulisnya bisa banget ngasih porsi yang pas untuk semua karakter dalam novel, bahkan yang figuran pun dapat 'jatah' .
Kev Mirrow : Seorang lelaki tempramental, keras kepala, gengsian, bossy, muka dua, tapi hatinya lembut.
Eliana Chandra : perempuan yang cepat belajar, introvert, penurut, detail sama hal kecil, penyabar, yes-person, tegar.
Tiffany : pebisnis, blak-blak-an, nggak gampang percaya, a true friend :)
Nadia Shari, manja, terlihat menyebalkan, angkuh, agresif, setia
Hadri : realistis,
Nathan Black : a good friend, mudah beradaptasi, punya rasa penasaran tingkat tinggi, cepat belajar.
Pak Rubi : Cekatan melihat peluang.
Dokter Darmawan : tegas, kekeuh, tapi murah hati.
Aku jatuh cinta sama tokoh Kev. Selalu suka sama cowok yang gengsian dan ga gampang jujur kayak gini, hihi. Tokoh favorit? Nadia Shari. :)

.

5. PLOT
Ceritanya sederhana, sebuah novel di dalam novel di mana menjadi benang merah semua kisah ini. Karakternya pas, alurnya pas, penggunaan narasi dan deskripsinya juga imbang. Beberapa setting dicetikana cukup jelas. Hanya saja ada kesalahan kecil yang buat saya menganggu banget. Di halaman 5 bilang, 'yang baru saja mengalami musibah sehingga tangan kanannya harus dibebat perban' tetapi, di di halaman 106 bilang, 'membuat tangan kirinya patah' . Kesalahan ini cukup fatal karena merusak imajinasi.

.

6. POV
Penulis mengambil pov ke-3 dari sisi Eliana dan Kev. Beberapa bab diambil dari sudut pandang Nadia dan Hadri. Dari bab awal sampai akhir pun penulis mampu konsisten memakai pov ketiga kecuali satu halaman, di mana penulis menggunakan kata 'Aku' padahal seharusnya Eli. 'Kev menghirup udara yang aku hirup, tiba-tiba Eli panik sendiri.' (Hlm.298 prgf 1)

.

7. MISTAKES
Nah, ada beberapa yang menggangu juga terkait EYD. Semula mau saya tuliskan semua, tapi penulisan itu konsisten sampai akhir, jadi saya simpulkan itu merupakan selingkung dari penerbit Haru yang memang memilih menggunakan kata tersebut, seperti nafas, dan penggabungan partikel -pun. Kalau memang selingkung penerbit, bisa dimaklumi. Tapi di bawah ini beberapa kesalahan yang seharusnya tidak boleh ada, hehe.
1. Sepat, seharusnya sempat. (Hlm.35)
2. Siapapun, seharusnya siapa pun. (Hlm.39)
3. Seksama, seharusnya saksama. (Hlm.193)

.

8. QUOTES
Karena ceritanya dikemas dengan bajasa sederhana dan narasi menggunakan bahasa baku, serta dialog tidak baku, jadi tidak begitu banjir kata-kata mutiara. Hanya saja saya punya beberapa kalimat yang saya sukai dan membacanya buat saya tersenyum sendiri.

- "Penulis itu penipu paling ulung yang bisa menggunakan keahliannya untuk menjual angan-angan," (Eliana, hlm.21)

- "Seorang penulis ternyata berbahaya, mereka bisa menuliskan namamu di dalam novel dan memberikan kejadoan buruk padamu," (Eliana, hlm.68)

- "Terkadang orang butuh waktu untuk menjadi berani. Seorang pengecut pun suatu saat perlu menyelesaikan urusannya," (Kev, hlm.170)

- "Sekeras apa pun mencoba, manusia diberi kemampuan untuk mengingat. Termasuk mengingat rasa sakit hati. Perasaan seperti itu tak akan bisa dilupakan dengan mudah," (Nathan, hlm.315)

.

9. ENDING
Yah, as expectations, happy ending. Kebetulan saya bukan penggemar cerita happy ending tapi buku ini sangat menghibur.

.

10. QUESTIONS
- Apakah Anda memasukkan sedikitnya kisah nyata Anda dalam buku ini? Jika iya, bagian mana?
- Berapa lama riset penulisan ini?

.

RATING
Unfortunately, biarpun saya suka banget sama buku ini karena tokoh dan alurnya, buku ini masih jauh dari sempurna dan saya harus jujur memberikan nilai.

3.5/5

Comments

Post a Comment

Hi! Thank you for visiting my website. I hope you can enjoy read all about blog posts here and lemme know your opinion! Please leave on the comments bellow :)

Popular posts from this blog

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

Hallo, Assalamualaikum teman-teman :)

Bagi saya, mengeluh adalah cara paling cepat untuk menghilangkan jenuh tapi sebetulnya bukan hal yang baik. Tapi enak. Tapi nyebelin. Dan di postingan kali ini saya akan berkeluh-kesah mengenai permasalahan kulit saya. Jadi, waktu itu saya mengecek kondisi kulit dan tipe kulit wajah saya ternyata kombinasi - minyak di T-zone. Namun, kulit tubuh kering kayak sisik ular, sampai rasanya kulit saya saingan sama kulit ular kobra yang belum ganti kulit. Plus misalnya kena sinar matahari, dia langsung bereaksi bintik merah, terbakar, agak kehitaman, kadang malah berdarah di bintik tersebut. (update : sejak 2016 kondisi kulit saya berubah jadi kering - sensitif). Lalu saya bingung, bagaimana cara mengatasi kulit kering berjerawat?





Permasalahan saya belum berhenti di sana. Kondisi bibir saya tuh ekstrim banget sih, suka pecah-pecah sendiri dan tiba-tiba berdarah ketika tersenyum, yang artinya sangat kekeringan. Banyak yang bilang karena saya kurang minum, pa…

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Assalamualaikum!
Beberapa pembaca saya di Line dan e-mail mengirimkan pesan, meminta saya menuliskan tentang BB Cream yang ramah di kantong untuk mereka pakai. sebetulnya tidak bisa sembarang kasih rekomendasi karena aktivitas kita berbeda, jenis kulit juga berbeda, dan yang seperti ini tuh biasanya harus trial and errror untuk tahu apakah kamu cocok atau tidak.




BB Cream ini memang jadi booming sekali sejak ada K-Pop Wave di negara kita. Banyak juga kolega saya yang dulunya pakai Foundie, beralih ke BBC. Manfaatnya memang All in One, sih, ya... Konon, berdasarkan iklan-iklan pembuat BBC, itu tuh isinya sudah komplit ada Base + Foundation + Concealer + Sunblock + Moisturiser + Oil Control .


Well, segitu komplitnya hanya dengan cream yang cuma dipakai sebiji jagung tiap diaplikasikan. Karenanya, BBC lebih ringan di wajah, lebih ramah di kantong juga, jadi lebih praktis, ketimbang harus pakai kosmetik secara berlapis. :) Malah untuk beberapa BBC ada yang klaim bisa mencerahkan atau memutihk…

Lima Tempat yang Perlu Kamu Datangi Kalau ke Cibinong

Sejak saya tinggal di Cibinong, nyokap kadang khawatir lihat saya nggak seperti orang kebanyakan yang suka bergaul sambil jajan ke sana kemari. Saya lebih suka nongkrong berjam2 di suatu tempat dan kalau ada teman yang sanggup saya cuekin sekian jam, kadang dia  ikut nongkrong juga. Sebetulnya, dibilang kecanduan makan di kafe, enggak juga. Tapi kalau dibilang asik dengan dunia maya, iya, saya begitu, kok. Mengakui bahwa ada kehidupan di dunia maya yang sama serunya dengan dunia nyata. Namun, untuk bisa survive di dunia maya tuh, butuh koneksi internet yang sangat baik which is called, use wifi. Iya, kan? Ehehehehe.
Makanya saya suka keliling tempat buat numpang colokan sama Wifi sekalian kulineran. Peribahasanya mah, "sekali mendayung seribu pulau dikunjungi"
Ada yang kayak saya juga? Nyusahin, ya. Nyebelin juga. Ya tapi itu tujuan diciptakannya kafe-kafe di beberapa kota, kan? Buat dimanfaatkan fasilitasnya. Jadi berkah, deh.
Nah, walaupun saya tinggalnya di pedalaman Bog…