Buku catatan






Agak risih duduk terlalu lama di ruang tamu saat aku berkunjung ke rumah ibu Santi, tetangga sebelah rumahku. Kalau bukan karena emak yang menyuruh, aku mana mau. Tadi pagi emak membuat kue lebaran dan menyuruhku mengantar dua toples kue nastar untuk ibu Santi. Setelah aku berkunjung ke rumahnya, beliau malah ke dapur dan menyuruhku menunggu di sini, di ruang tamunya. Katanya tadi mau membuat susu putih untukku. Ya, seperti itulah seharusnya menyambut tamu.

Aku mulai bosan dan melihat sebuah buku tebal yang kovernya berwarna hitam, terletak dibawah meja. Iseng menunggu ibu Santi yang masih di dapur, aku mengambil buku tersebut, hendak membacanya.
Hanya deretan nama dan tanggal di buku itu. Nama-nama yang tak asing. 
Nama almarhum Pak Harjo, pak lurah di desa ini ada di deretan pertama beserta tanggal kematiannya. Kemudian dibawahnya berderet sejumlah nama warga di kampung kami yang sudah meninggal lengkap dengan tanggal wafatnya. Ada nama bapak juga yang baru saja meninggal enam bulan lalu. Buku apakah ini? Apa buku catatan ini daftar orang yang dibunuh ibu Santi?

Bulu kudukku merinding saat aku membaca nama berikutnya di urutan akhir tapi bukan yang terakhir. Tertulis namaku dan disebelahnya tertulis tanggal lima agustus, hari ini.

Comments

Popular posts from this blog

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Lima Tempat yang Perlu Kamu Datangi Kalau ke Cibinong