Menikmati Takdir

Senyummu, dan senyumku bertemu di tempat dan waktu yang bersamaan.
Seolah ada sinar yang berkilauan saat kamu tersenyum.
Menyilaukan, tapi menghangatkan.
Kita, di pertemukan di jagat raya yang sama
Meskipun kita terlahir di zaman yang berbeda.
Jangan!
Jangan katakan sebuah jarak saat bersamaku
Karena itu kenyataan yang menyakitkan.
Bukan salahku betah berlama-lama menatap matamu,
Bukan mauku jatuh hati pada senyuman manismu,
Bukan harapanku bisa selalu ada di dekatmu,
Tapi takdir
Dan nasib
Membawa kita pada kebersamaan di beberapa menit dan jam tertentu.

Jangan bicarakan soal jarak saat bersamaku
Karena bagiku perbedaan soal usia bukanlah sebuah jarak pembatas.
Aku tahu ini sulit saat
Mencoba melupakanmu
Sebab kita selalu bersama
Mencoba lupakanmu
Tapi ingat lagi
lupakanmu
ingat lagi
Lupa
Ingat
Lupa
Ingat
Lupa
Ingat
Dan senyummu selalu melekat dalam ingatanku
Semakin ingin melupakanmu
Semakin aku terus mengingat
Jadi bisakah biarkan saja ini mengalir
Biarkan aku menaburkan serbuk-serbuk kebahagiaan kepadamu
Dan kita bisa sama-sama menikmati takdir yang tak di rencanakan ini
Senyummu, tawamu, tatapanmu...
Menyilaukan, tapi menghangatkan.

Jadi jangan bahas tentang jarak saat bersamaku,
Jangan.

Comments

Popular posts from this blog

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Lima Tempat yang Perlu Kamu Datangi Kalau ke Cibinong