Butuh Inspirasi untuk Tampil Modis di Hari Valentine? Coba Tiru Gaya Ini!

Assalamualaikum dear Young Lady and Gentelman.



Saya sedang asik scroll stalk akun Instagram seseorang yang dalam galerinya lebih banyak memunggungi kamera dengan latar pegunungan dan tiba-tiba saja, dalam pikiran saya terlintas, "eh, nanti Valentine mau pakai baju apa, ya?"

Sungguh enggak nyambung sama sekali, sih. Pikiran saya terlalu ke mana-mana. Lagipula, kenapa juga saya harus bingung mikirin kalau saya pun nggak merayakannya?


baca dulu alasan saya nggak merayakan Valentine di sini.





Tetapi selain saya, mungkin kamu pun bertanya-tanya. Mau pakai baju apa nanti, mau ke mana enaknya, mau kasih cokelat ke siapa, mau dandanan seperti apa, dan lebih penting, mau jalan dengan siapa, ya? Saya mah udah pasti nggak bakal ada yang ngajak #baper.


Kalau kamu masih bingung, saya bisa kasih sedikit inspirasi untuk kamu yang ingin memakai outfit berbeda saat Valentine besok.


Outfit ini sebetulnya dipakai beberapa bulan lalu, saat saya menghadiri acara peluncuran Elizabeth Helen di store Watson Kota Kasablanka. Waktu saya cek ulang, outfit yang saya kenakan saat itu sebetulnya cocok sekali kalau mau dicontoh atau dipakai saat perayaan Valentine. Walaupun pink adalah warna yang sangat mainstream, tapi nggak ada salahnya juga sih, pakai full pink dalam sehari.




Saya pakai sweater Nevada bercorak panda berbahan kaos. Untuk kamu yang seumuran saya, mungkin sudah nggak mau lagi pakai sweater begini karena terlihat childish. Nah, saya sengaja memadupadankan dengan rok tille agar outfit saya jadinya bukan kekanakan tapi lebih terlihat feminine.

Untuk rok tille ini, dijahit oleh Bundo bulan Desember tahun 2014. Jadi agak sedikit pudar warnanya but everything still looks fine isn't it?






Look outfit seperti ini, sebetulnya lebih cocok kalau pakai kitten heels atau stiletto, tapi saya nggak punya warna pink. Di rak sepatu, yang pink justru Oxford yang dibeli di Adorable Projects. Kurang cocok. Tapi karena senada warnanya dan saya percaya diri memakainya, jadi ya bagus aja sih. Iya nggak?




Nah, biar nggak terlihat mononton, saya pakai tas berwarna lain dan memilih tas MUDAGAYA karena motifnya dapat mengaburkan warna pink dan corak panda di sweater. Sehingga, tampilan saya jadi nggak mononton. Saya juga memulas wajah dengan tampilan yang sedikit bold dan bernuansa oranye.

Kalau dilihat-lihat, outfit ini cocok untuk ditiru saat Valentine nanti. Dan buat kamu yang terbiasa chic atau monokrom style, sesekali boleh loh, coba model begini. Hehe.



Sweater : Nevada
Skirt : unidzalika
Hijab : unbranded
Shoes : Adorable Projects
Bag : Mudagaya Jampuk Series


Photograph by : almazia
Makeup : Elizabeth Helen
Location : kota kasablanka mall



So, how do I look? Yay or Nay? Please let me know by leaving your opinion in the comments below! ^^ Sambil nunggu komentarmu, saya mau balik stalk akun orang lagi, deh.


Oh ya, saya kelupaan. Cek akun Instagram saya di @unidzalika ya, kalau kamu mencontoh look outfit seperti ini, foto terpilih akan mendapat hadiah loh. Cek keterangan dan syaratnya selengkapnya di akun Instagram @SpreadingOutfits ya!

[Beauty Corner - 50] Unboxing Beauty Box Viva Cosmetics

Assalamualaikum dear Young Lady and Gentleman.



Sebentar lagi Valentine, ya. Kamu merayakan, nggak? Biasanya seseruan dengan siapa? Terus biasanya kamu kasih cokelat untuk siapa? Kalau saya nggak merayakan, dan alasannya bisa kamu baca di postingan tentang Mengapa Muslim(ah) Tidak Perlu Merayakan Valentine.


Membahas soal Valentine, banyak sekali beauty blogger dan beauty enthusiast yang memberikan contoh atau rekomendasi makeup yang cocok digunakan untuk perayaan Valentine. And unfortunately, you'll never find out any recommendations or tutorial makeup for Valentine on my blog. Terima kasih banyak untuk teman-teman pembaca yang sudah antusias nanya dan request, ya. Eh tapi nggak perlu kecewa.

Saya ada beberapa produk lokal yang murah tapi berkualitas dan barangkali, salah satu daftar produk di bawah ini bisa kamu gunakan untuk Valentine atau kegiatan lain, hehe.







Well... A couple months ago, Viva Cosmetics kindly sent me a beauty box and alot of products inside. I've try several products but haven't review yet.

Di pembahasan kali ini, saya akan kasih tahu produk apa saja yang diberikan, dan akan saya sertakan sedikit review yang bisa kamu tahu. Kamu juga boleh kok, request kira-kira mana yang harus saya review secara lengkap. Simak dulu deh, isi beauty box-nya.




1. Viva White Natural Defense Body Crème.


Produk yang ini berfungsi untuk melembabkan kulit kita. Sebetulnya, variant dari produk ini ada 4 ; Tropical Bright Body Creme, Natural Defense Body Creme, Lifhting Up Body Creme, dan Double Moist Body Creme.

Yang hijau ini, memiliki aroma segar perpaduan antara wangi lime dan green tea. Tapi nggak seperti bau teh banget, kok. Body Lotion ini punya klaim ekstrak honey yang dapat membantu meremajakan kulit dan menangkal radikal bebas. Saya belum pernah coba tiga varian lainnya, tapi yang ini menurut saya sangat cair, dan memudahkan produknya cepat meresap ke dalam kulit.






2. Viva White Clean Mask Refreshner.

Dikutip dari keterangan produknya, Clean & Mask Refreshner For Dry – Fine Wrinkle Skin merupakan produk pembersih wajah dengan pH balanced yang berfungsi sebagai cleanser dan masker. Diformulasi khusus untuk merawat kulit kering yang rentan terhadap munculnya garis-garis halus. Kombinasi Honey dan Chamomile Extract menutrisi serta menyejukan kulit.

Yang sering pakai Bundo, dan katanya segar setelah pakai ini. Saya pribadi suka dengan aromanya dan harga clean mask ini cukup terjangkau untuk anak sekolahan. Tapi belum sempat coba ini sama sekali. Mungkin minggu depan, deh.






3. Viva White Chic on Lips Orange Blast.

Viva chic on lips orange ini memiliki kemasan yang terbilang sederhana kalau dibandingkan dengan lip balm lain yang saya punya. Karena jenisnya Orange, semua kemasan, tulisan, serta isi di dalamnya, semua berwarna oranye. Bentuknya yang stick memudahkan saya untuk mengaplikasikan ke bibir. Jauh lebih mudah ketimbang saat memakai Vaseline Lip Therapy yang harus dicolek menggunakan jari. 

Lip balm ini cukup baik, nggak memberikan efek berminyak seperti saat makan martabak keju, haha. Namun, secara pribadi saya katakan di bibir saya kurang bisa menjaga kelembaban karena memang bibirnya Uni aja yang gamoang kering, sih. Tapi kalau ini habis, bakal repurchase lagi karena bentuknya yang mungil, gampang dibawa.





4. Viva Queen Perfection Natural Bright Loose Powder.


Salah satu bedak favorit saya di tahun kemarin dan sampai sekarang! Teksturnya sangat halus, nggak memvuat wajah kita seperti badut karena terlalu tebal memakai bedak.

Selain itu, saya suka sekali dengan kemasan bedak ini. Sebagian besar produk Viva rasanya memiliki kemasan yang terbilang sederhana, tapi untuk yang satu ini terlihat mewah. Bentuknya berupa jar transparant, tutup hitam yang matte, dan kalau dipegang berasa doff gitu. Saya belum cek lebih lanjut ini produk keluaran kapan, tapi seingat saya produk ini belum lama keluar.





5. Viva Queen Perfect Shape Pencil Matic Eye Liner.

 Eyeliner yang satu ini lebih mirip krayon menurut saya. Enak, mudah diaplikasikan, warnanya kereng sekali usap, tapi nggak tahan air. Jadi kalau kamu habis diputusin atau sedang ada masalah dengan gebetan, lebih baik jangan menangis kalau sedang pakai eyeliner ini. Enaknya sih, jadi gampang dihapus dan memudahkan air wudu untuk masuk.





6. Viva White Hand & Body Lotion.

Yang satu ini saya dapatkan dalam kemasan trial atau sample products. Meskipun begitu, saya cukup puas karena dia bisa dibawa ke mana-mana dan cukup melembabkan tangan dan kaki saya. Pas tahun kemarin lagi sibuk-sibuknya keliling kota, kan. Bawa ini dan dipakai setiap habis wudu, cukup melembabkan kulit. Dan wangi. Dan nggak lengket. Suka!





Nah, itulah isi di dalam beauty box yang sudah saya bongkar. Di antara semua daftar di atas, adakah yang sudah kamu coba? Atau belum sama sekali? Selain produk di atas, kamu juga bisa baca produk Viva Cosmetics yang saya pakai, yaitu ;



Oh ya, apa ada pertanyaan? Nggak perlu sungkan, ya. Kamu bisa langsung tinggalkan komen di bawah ini atau mention ke twitter @unidzalika. Terima kasih sudah membaca #BeautyCorner kali ini, dan sampai bertemu di tulisan selanjutnya. (*)

Belanja Bulanan Dapat Tabloid? Yuk, jadi Smart Consumers Bersama TabloidKu

Assalamualaikum dear Young Lady and Gentleman.



Bulan lalu, saya sempat menulis betapa mudahnya mengakses informasi di zaman sekarang. Seperti saat ingin membaca, kita nggak perlu lagi bawa buku karena bisa membaca lebih dari 3000 bacaan melalui aplikasi online di sini. Namun, beberapa teman saya yang tinggal di pelosok ada yang masih belum piawai memakai gadget. Ada juga yang seperti Bundo, kalau baca maunya bukan di layar. Dan ya, saya paham bahwa nggak semua orang terbiasa atau bisa membaca via aplikasi luring.



Sumber foto : pexels




Waktu saya ke Pesisir Barat, di beberapa titik wilayah susah sinyal dan listrik. Ini mengharuskan saya menghemat daya baterai gadget. Sempat singgah untuk makan, saya menemukan masih ada yang membaca tabloid dan koran, sambil sesekali menghisap rokok yang dihimpit di antara telunjuk dan jari tengahnya. Aneh, pikir saya.


Tapi saya pun jadi ikut-ikutan baca majalah dan tabloid selama di sana. Karena nggak ada sinyal, hemat batre, dan saya berusaha membaur dengan apa yang dibaca mereka. It's amazing to knew that they upgrade their knowledge melalui bacaan cetak. :)


Di kota, atau jika harus dipersempit lagi, di rumah saya; koran dan tabloid sudah kami gunting-gunting untuk pola jahitan baju, untuk bungkus sayur, cabai, dan buah dalam kulkas, juga sesekali dipakai untuk lap kaca jendela rumah. Tentu saja setelah dibaca, ya. Kalau mau baca lagi, kami tinggal gugling. Lagipula, beberapa majalah pun tabloid kesukaan kami - orang rumah, sudah berhenti cetak dan beralih ke luring.


Eh tapi, sementara banyak redaksi beralih dari cetak ke online, ada juga yang justru memutuskan untuk menerbitkan bacaan melalui online dan cetak secara bersamaan. Sounds impossible, rite? :)


Awal Februari ini (01/02/17) saya menghadiri undangan gathering pembaca TabloidKu di Plaza Indonesia. Ini merupakan Tabloid cetak dan juga memiliki portal berita online. Sebelumnya, oleh tim TabloidKu saya juga dikasih tiket premier Surga yang Tak Dirindukan 2 untuk ditonton dan film tersebut akan saya review secara terpisah. KAmi menonton sebelum #GatheringTabloidKu dimulai.






Gathering dimulai selepas keluar dari bioskop dan saya akhirnya tahu, mengapa TabloidKu punya tabloid cetak. Kamu tahu nggak, TabloidKu ini bacaan apa? :)


Saya sudah tahu TabloidKu dari Mei tahun lalu. Kamu pernah baca TabloidKu? Versi cetaknya bisa kita dapatkan secara cuma-cuma, setelah kita melakukan pembelajaan minimal 50 ribu menggunakan kartu Ponta di di Alfamadi, Alfamart, atau di Dan+Dan. Saya nggak bisa bilang gratis sebab kita harus belanja dulu minimal 50 ribu kalau ingin mendapatkan TabloidKu. But I think that's really worth it 'cause we could find out so many information and tips and etcetera on it.

Toh kamu nggak perlu belanja nggak puguh, 'kan? Tinggal belanja bulanan di Alfa, bisa sekalian dapat tabloid.



Ibu Pemred.
sumber foto diambil dari kamera TabloidKu


Suasana saat live tweet.
MAsih daari kamera TabloidKu


Wajah serius Uni dan Rani saat live tweet/



Di acara gathering, Ibu Danthe selaku pimred juga mengedukasi kami mengenai isi dari TabloidKu. Ada 16 halaman yang mengulas aktivitas dan tips per rubrik. Ada rubrik keluarga, keuangan, gaya hidup, resep masakan, kecantikan, juga berita selebriti tanah air. Tapi ini tabloid ya, bukan Lambe Turah. Kamu nggak akan menemukan gosip underground di sana :)

Nah, kenapa dicetak?

Jawabannya saya dapatkan langsung dari Ibu Danthe saat yang lain sibuk mingle sambil makan. Menurut beliau, target Tabloidku sendiri menyasar untuk orang-orang yang senang membaca bacaan cetak (baca : ibu muda yang baru berumah tangga, anak muda kreatif yang senang menyimpan bacaan). Dan ini sudah dilakukan riset sebelum akhirnya TabloidKu dilepas di semua store Alfamart dkk.


Uni dan Ema yang menjadi penanya terbaik dan dapat hadiah :)



TabloidKu juga dengan percaya diri mengatakan mereka punya kelebihan yang nggak dimiliki tabloid lain. You guys know what is it? :)

Seperti yang saya jelaskan di atas, TabloidKu ini bisa kita dapatkan secara cuma-cuma setelah belanja minimal 50 ribu menggunakan kartu Ponta di Alfamadi, Alfamart, dan Dan+Dan, kan. Nah, ini memungkinkan masyarakat yang ada di pelosok sekalipun bisa mendapatkan TabloidKu. Karena untuk memiliki TabloidKu kita cukup ke Alfamadi, atau Alfamart, atau ke Dan+Dan.

Selain penjelasan di atas, kegiatan gathering TabloidKu juga diisi dengan sesi tanya jawab dan diskusi baiknya seperti apa TabloidKu ini.

Dengan blogger yang hadir :)


Dengan orang-orang  hebat ~




Nah, kira-kira seperti itu keseruan yang saya rasakan. Di kemudian hari setelah ini mungkin saya akan terus menagih TabloidKu ketika belanja di Alfamart dkk, hehe. Dan soal tabloidnya, saya secara pribadi sih suka, walaupun 16 halaman ini rasanya kurang sekali untuk memuat banyak informasi ya. Harapannya, saya berharap TabloidKu juga memiliki kolom untuk profil para blogger sehingga dapat memberikan inspirasi lebih luas lagi.


Oh, saya lupa. Untuk versi online dari TabloidKu ini dapat kamu akses di www.tabloidku.id . Selamat membaca, dan selamat berbelanja! (*)

Azalea The real Hijab Hair Care, Solusi Rambut Sehat dan Bebas Lepek

Assalamualaikum Dear Young Lady and Gentleman.



Sudah keramas hari ini? Such a silly questions, eh? :)



Selain kuku, rambut di kepala bagi saya adalah bagian penting yang selalu saya jaga kesehatannya. Apalagi sejak memutuskan berhijab tahun 2004 lalu, saya terus belajar bagaimana menjaga rambut agar tidak lepek dan gatal sekalipun tertutup kerudung seharian.


salah satu sampo perawatan yang baik untuk perempuan berhijab.



Waktu itu sih belum terlalu peduli, ya. Mikirnya toh rambut saya nggak terlihat oleh banyak orang, buat apa dirawat. Saat SMP-SMA malah sering mengecat rambut biar kekinian, tapi nggak diurus. Jadinya tampilan saya seperti anak layangan yang rambutnya pirang ditempa sinar matahari. Alay, haha! Untung ditutup kerudung :D


Suatu hari, awal-awal kuliah, kulit kepala saya bermasalah karena cat rambut yang saya pakai di suatu salon sepertinya nggak bagus atau nggak cocok untuk saya. Beberapa tahun ujung rambut bercabang, mengalami kerontokan parah nyaris botak, dan kulit kepala terus-menerus mengelupas sampai berdarah. Rambut saya mati total yang akhirnya harus dibabat habis. Serem! :(


Sekadar info, beberapa titik lukanya masih ada sampai hari ini. Saya sarankan kalau mau cat rambut, pilihlah yang kandungannya baik dan pastikan kamu merawat rambutmu. Saya, untuk saat ini skip dulu cat rambut dan fokus merawatnya agar tetap sehat. Alhamdulillah sudah nggak bercabang, nggak berketombe, nggak kutuan, hanya masih sedikit rontok.


Sebagai perempuan berhijab yang memiliki aktivitas padat sekali, saya ingin kepala saya tetap segar dan sehat. Dan sekadar info, Uni nggak pernah pakai hairdryer. Jadi kalau dikeringkan ya cukup didiamkan atau tepuk pelan pakai handuk.


Untuk perawatan? Saya biasa merawatnya dengan Hair Spa sebulan sekali, creambath dan menggunakan kondisioner setiap kali keramas. Sesudahnya selalu oles vitamin rambut. Lebih lengkap lagi kalau mau tetap segar, pakai Hair Mist. Namun, saya belum menemukan produk hair mist yang tepat. Dulu sempat punya beberapa produk, eh nggak cocok. Malah bikin makin lepek... Dan, oh. Pemilihan sampo juga penting sekali, sih. Kamu pakai sampo apa, Dear?


Omong-omong, pekan lalu (28/01/17) saya dan beberapa teman Hijab Blogger menghadiri undangan Azalea Hijab Dating di Harlow Brasserie, H Tower Kuningan, Jakarta. Azalea The Real Hijab Haircare adalah produk haircare terbaru dari PT. Gondowangi yang terinspirasi oleh Natur, dan ini adalah gathering pertamanya yang sangat menyenangkan. Kami membahas permasalahan rambut yang dialami oleh perempuan berhijab dan bagaimana cara mengatasinya.


Dengan teman-teman hijab blogger. Sumber foto dari Azalea Hijab Care


Para pemenang kontes tutorial hijab (sebel nggak ikutan!)


Sesi Sharing. Ada yang tahu siapa mereka? :)



Rata-rata permasalahan rambut perempuan berhijab ini berupa lepek, gatal, berketombe, dan rontok. Kamu mengalami yang mana?


Izin mengutip dari situs kawaiibeautyjapan.com, katanya hijab yang selalu menutupi kepala rambut lebih mudah mengalami masalah yang disebabkan oleh keringat dan minyak berlebih akibat panasnya suhu udara di kepala. Hal itu menyebabkan kulit kepala gatal.


Nah, di acara Azalea Hijab Dating dijelaskan bagaimana cara mengatasi permasalahan tersebut. Caranya hampir sama dengan cara perawatan Uni. Bedanya di bagian pemakaian sampo. Kalau saya sampo pakai yang biasa, di acara ini dikasih tahu sampo khusus untuk perempuan berhijab.


Tahu sampo natur yang sangat bagus buat rambut itu? Nah, Azalea ini saudaranya. Dibuat khusus untuk para hijabers, harapannya biar kita nggak punya lagi keluhan gatal, lepek, atau rontok. Rambut yang lepek menyebabkan ketombe sehingga menjadikan rambut rontok. :( Makanya, Azalea The Real Hijab Haircare hadir untuk mengatasi masalah rambut yang dialami oleh perempuan berhijab.


Ada dua produk untuk para akhwat dan hijabers (apa bedanya sih, haha! Ya pokoknya untuk semua perempuan yang telah memenuhi kewajiban menutup aurat) yang bisa dipakai nih. Azalea mengeluarkan produk sampo dan hair mist!




Sepulang dari acara, saya langsung coba kedua produk ini. Berbeda dengan Natur, sampo Azalea ini punya wangi yang menyegarkan, dan saat dipakai ada sensasi dingin di kepala. Dingin di sini bukan dingin seperti saat kita janjian sama gebetan, sudah nunggu lama di dalam kafe ber-AC, lalu dia nggak datang. Kita pun memutuskan keluar kafe karena kedinginan, tapi malah kehujanan dan menggigil.


Bukan dingin yang menyakitkan seperti itu.


Dingin yang didapat saat memakai sampo Azalea lebih seperti saat otak kita ngebul karena seharian meeting dan proyek nggak kelar-kelar, pulang kejebak macet, telinga bising karena dengar klakson di sana-sini, lalu nggak sengaja kita ketemu mantan gebetan dan diajak makan es krim bareng. Seger!


Nah, seperti itu dingin yang dirasakan. Ini karena dalam Azalea Shampoo mengandung Zaitun Oil, Ginseng ekstrak, dan Menthol membuat rambut kita terasa segar sepanjang hari. Oh ya, semua proses ekstrasinya dilakukan sendiri oleh PT. Gondowangi loh, jadi sangat terjamin kualitasnya.


Sampo dan hair mist Azalea. Sumber foto diambil dari Azalea Hijab Hair Care.



Untuk Hair Mist Azalea, bahagia sekali saya bisa menemukan produk yang ternyata cocok untuk saya. Jadi saat dipakai nggak bikin lepek dan nggak berminyak sama sekali. Terus wanginya tahan dua hari deh. Sama seperri samponya, Azalea Hairmist mengandung Zaitun Oil, Aloe Vera, dan Menthol yang proses ekstrasinya juga dilakukan sendiri oleh PT. Gondowangi. Review selengkapnya mengeni Sampo dan Hair Mist Azalea akan saya post terpisah. Ditunggu ya :)


Saya senang sekali dikasih kesempatan untuk datang ke acara Azalea Hijab Dating ini. Mulai sekarang saya bakal pakai sampo Azalea karena dia halal, terdaftar di BPOM, dan terpenting, cocok untuk kepala saya. Kalau kamu nggak sabar nunggu review-nya, bisa beli di toko atau mall terdekat ya. Cobain sendiri lebih asik, kan? :)


Azalea The Real Hijab Haircare membuat rambut segar dan bebas lepek. Saya sudah coba. Kamu, kapan? (*)




[Beauty Corner - 49] Menggunakan Produk Kosmetik Lokal? Ini Keuntungan yang Bisa Kamu Dapat

Dear Young Lady and Gentleman,


Apa kabar semuanya? Pernah dapat pertanyaan yang aneh-aneh? Saya sering. Salah satunya seperti ini ;


"Beauty Blogger? Kok nggak cantik?"


Pertanyaan tersebut pernah terlontar ketika saya bertemu dengannya. Itu pertemuan pertama kami dan saya hanya tertawa menanggapinya, enggan menanggapi lebih lanjut.


Memang, saya baru memutuskan untuk banting setir mengulas tentang perawatan dan kecantikan di tahun 2015 meskipun sudah aktif ngeblog sejak 2009.




Saya banyak melakukan persiapan untuk itu. Dari mengatur konten, mengedit foto, dan sebelum banyak brand kecantikan mengundang saya untuk mengulas beberapa produk mereka, tentu saja ambo ini keluar modal banyak sekali. Hehehe. Tapi saya nggak berusaha untuk menjadi cantik dalam persepsi para pembaca. Saya nggak berniat untuk itu, apalagi sampai operasi plastik, filler, implan, dst, nggak ada dalam kamus saya :) Jadi kalau dibilang nggak cantik, ya nggak apa-apa. Hehe. Saya bangga kok punya wajah begini. Kalau orang lain yang begitu (oplas dst)? Ya gpp juga. Hak mereka. :)


Pernah, suatu waktu, ada juga pembaca yang berkomentar begini : "Saya sudah baca-baca kolom kecantikan kamu di #BeautyCorner nih. Tapi kok isinya banyak produk lokal sih? Padahal beauty blogger lain banyak ngulasnya produk luar loh."

Lagi-lagi, saya tersenyum. Justru sebetulnya di situlah topik atau niche blog ini. Tujuan saya mengulas perawatan dan kecantikan agak sedikit berbeda dengan kakak-kakak biyuti senior yang saya kagumi.

Saya belajar fokus untuk membahas produk perwatan dan kecantikan yang mudah didapat, harganya terjangkau untuk pembaca, dan produk yang saya highlight terutama barang lokal. Saya ingin mendukung produk kosmetik buatan Indonesia dengan cara mengulasnya di blog saya.

Kenapa sih, harus produk lokal?


Ya sederhananya, karena saya orang Indonesia. Saya bangga menggunakan produk Indonesia dan ingin menularkan perasaan bangga tersebut ke pembaca saya.


Produk lokal kan, murah-meriah. Emang nggak takut?


Pernah punya pikiran seperti itu, nggak? Di lingkungan saya, banyak. Termasuk Bundo dan Nona kadang suka nanya, "aman nggak?" atau, "murah banget, ada merkurinya ya?"

Dear, produk kosmetik buatan Indonesia sekarang ini banyak sekali yang kualitasnya bagus dan nggak perlu diragukan. Bahkan produk lokal yang saya pakai semuanya ada BPOM resmi dan beberapa bersertifikasi halal. Banyak juga yang klaim tanpa paraben dan tidak diuji-coba di hewan.


Terus, kenapa murah?


Karena produk tersebut dari negara kita (Indonesia) sendiri sehingga nggak membutuhkan pajak untuk itu. Kalau barang kosmetik luar kan kena pajak dll, tuh. Ya memang ada barang yang benar-benar mahal dan nggak bisa dibandingkan, sih. Tapi untuk kualitas setara, produk lokal kita sudah boleh dibanggakan. Saya berani bilang begini karena 50% produk yang saya punya, produk lokal :) Saya merasakan dam mencobanya sendiri.





Omong-omong... Salah satu produk lokal yang sedang naik daun kali ini ialah produk keluaran F2F Cosmetics. Dia punya banyak varian produk perawatan dan kecantikan yang lengkap. Plus yang saya suka, brand lokal ini mengeluarkan banyak warna kuteks! F2F Cosmetics sudah ada sertifikasi halal dan terdaftar di BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan). Banyak kaka senior beauty blogger dan beauty enthusiast yang sepertinya tahu produk ini dan mereka sudah pakai.




Saya sendiri? Baru coba lipen-nya. Series lain belum coba dan jujur, saya baru tahu kalau mereka ini produk lokal, loh. 

Dan sebetulnya, ada beberapa keuntungan saat kamu memilih produk lokal. Dibaca sampai habis ya, sebelum kamu kadung membeli produk luar :D


1/ Lebih aman dibanding produk KW.


Produk luar bagus, tentu saja. Tapi mahal. Akhirnya banyak orang (di lingkungan saya) memilih beli merek produk luar tapi yang KW. Teman saya semasa kuliah ada yang pakai KW. Pas ditanya, dia bilang, soalnya 'kan bermerek. Daripada yang lokal nggak terkenal. Hm?

Kalau saya pribadi, dan saya berharap kamu pun setuju dengan pendapat saya, sebaiknya gunakan yang sudah terjamin aman daripada pakai yang terkenal namanya tapi KW. Kan sayang kulit wajah kita :( KW itu nggak jelas pakai bahan apa saja... Kalau kamu memilih pakai yang KW demi menjaga gengsi, dipastikan wajahmu nggak akan baik-baik saja 10 tahun lagi. Kasian pasanganmu nanti :( *lha



Lagipula, merek lokal juga bagus kok bungkusannya. Nggak bikin malu. Nggak perlu gengsi. Contohnya seperti F2F Cosmetics. Bungkus F2F Cosmetics ini sederhana tapi terlihat elegan dan nggak banyak gambar. Apakah kamu sudah pernah coba produk mereka?



2/ Sesuai dengan Kondisi Kulit.

Produk kosmetik lokal sangat cocok untuk kita karena, pembuat dan tim brand secara keseluruhan kayaknya sangat tahu tentang kondisi kulit kita. Iya, kayaknya. Saya nggak punya data jadi belum bisa bilang pasti.

Tapi secara logikanya, nih. Barang lokal. Dibuat khusus untuk orang lokal. Otomatis tahu kalau kita punya kondisi wajah berminyak, kering, sensitif. Tahu kalau kita punya musim hujan dan panas. Tahu permasalahan pelik kita ingin tampil cerah. Dan yang pasti, tahu kalau warna kulit orang Indonesia cenderung kuning langsat.




Ini yang jadi keunggulan produk lokal. Di produk luar, mereka biasa fokus untuk kulit tone cold atau sheer pink. Agak-agak kurang pas deh ya sama kita.

Di F2F Cosmetics misalnya. Kamu bisa pakai Whitening BB Cream-nya sebagai penggunaan sehari-hari. Selain itu, lip cream di F2F juga menyediakan banyak warna yang bisa dikreasikan pemakaiannya sesuai dengan mood kita.



3/ Terjamin aman dan mudah didapatkan.

Seperti yang saya bilang di atas. Narang lokal sangat peduli dengan label kehalalan karena sebagian besar penduduk Indonesia beragama muslim. Kalau sudah halal yang notabennya aman untuk muslim/muslimah, otomatis aman juga untuk semua pihak, kan.

Salah satu produk lokal F2F Cosmetics yang sudah saya sebutkan di atas juga sudah halal. Jadi kalau kamu berminat tapi ragu, sekarang bisa langsung memantapkan hati untuk pakai F2F Cosmetics, kan? Produk kosmetik F2F Cosmetics menurut hemat saya merupakan produk lokal indonesia yang aman, terjangkau, halal, dan berkualitas

Bukti sertifikasi halal F2F Cosmetics


F2F juga sudah punya aplikasinya yang bisa kamu unduh dan akan memudahkanmu mencari barang yang diinginkan.



Masih banyak keuntungan yang bisa kamu tahu setelah mencobanya sendiri.
Akhir kalimat sebelum saya sudahi postingan ini, berbanggalah. Cintailah produk Indonesia, dan mulailah belajar untuk nggak gengsi memamerkan produk kosmetik lokal apa yang kamu pakai.



Tabik!







-------------------
Ps. Postingan ini diikutsertakan untuk kompetisi lomba blog F2F Cosmetics. Semua yang ditulis berdasarkan opini pribadi. Foto-foto diambil dari situs resmi Instagram F2F Cosmetics.

Mau Cantik dan Sehat? Yuk Atur Asupan Minyak dalam Tubuh!

Dear Young Lady and Gentlemen,


Bagaimana kabarnya?



Lama nggak menulis, bukan berarti mood saya enggak baik atau sedang malas. Tentu saja bukan. Tanpa bermaksud menjadikan skripsi sebagai alasan saya hiatus beberapa minggu, izinkanlah saya bercerita sebentar.


Apa kabar semuanya? :)




Selain sibuk nulis skripsi, saya juga aktif nyetatus kan, ya. Nah. Saya seringkali bilang melalui status Facebook, kalau Bundo senang sekali memasak. Hampir 3x sehari selalu memasak. Itu baru main dish. Belum termasuk camilan yang bikin saya jadi suka ngemil. Bundo bukan hanya bisa memasak, tapi juga cinta. Kecintaannya dalam memasak membuat beliau selalu masak apa saja.


Saya selalu disiapkan bekal makan siang untuk dimakan di kampus atau kantor. Sesekali orang suka meledek kenapa saya makan makanan rumah terus. Dipikirnya saya pelit, hemat, atau nggak punya uang. Padahal, selain karena Bundo suka memasak, saya pun jarang banget jajan di luar kalau nggak kepepet. Kepepet tuh misalnya saya kelaperan sekali, atau tiba-tiba diajak makan gebetan dan saya enggak ada niat untuk menolak ajakan tersebut.


Saya enggak begitu suka makanan yang saya nggak tahu resep dan pengolahannya. Gimana kalau makanan yang kita beli ternyata diludahin pramusajinya? Atau jatuh di lantai terus dimasukin lagi ke piring? Atau ada ulat lalat semut lalu dibuang terus tetap disajikan buat kita? Atau gimana kalau itu dibubuhin sianida? Atau... Ya pokoknya saya insecure deh.


Saya sayang tubuh sendiri, dan salah satu cara saya menjaga tubuh dengan mengatur pola makan yang sehat dan bersih.


Tapi...



Tapi saya juga sadar. Makanan rumahan memang bersih karena tahu siapa yang masak dan lihat cara ngolahnya. Namun, yang bersih belum tentu sehat. Kita berpikir itu daging sudah bersih. Itu sayur sudah dicuci bersih. Masak rapi. Penggorengan bersih, bumbu stop pakai petsin, lalu gimana dengan minyaknya?


Dear, tahukah kamu, penggunaan minyak goreng yang enggak tepat dalam memasak, merupakan terdakwa utama yang menyebabkan tubuh kita dapat terkena penyakit. Minyak juga yang akhirnya membuat masakan rumah dijuluki The Silent Killer.


Rabu lalu (25/01/17), saya datang ke Rumah Sakit Pusat Pertamina. Bukan untuk check up. Tapi di sana ada simposium mengenai gizi dan pola makan sehat yang perlu diketahui oleh kita. Saya dapat undangan dari Wulan dan Kak Danang. Alhamdulillah, senang sekali berkesempatan mengikuti simposium ini dari awal hingga selesai.
Sebelum ada kak Tian.

Setelah ada Kak Tian di sebelah kanan ujung :)




Sebelum demo masak dimulai, swafoto dulu dengan teman-teman :)





Dalam kegiatan tersebut, Endee Communication (pihak agensi yang menyelenggarakan) juga menghadirkan Kak Tian (Christian Sugiono) selaku brand Ambassador dari Sunco, perwakilan PERSAGI, perwakilan dari Departemen Kesehatan, datang juga perwakilan dari Ikatan Dokter Indonesia.


Pas banget, acara simposium ini menjawab kekhawatiran saya soal makanan sehat. Dalam acara tersebut, Kak Mulina Wijaya selaku Deputy Marketing Manager Sunco menjelaskan, kalau minyak memang diperlukan agar memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang. Lemak/minyak yang ada di makanan, berguna untuk meningkatkan jumlah energi, membantu penyerapan vitamin A, D, E, dan K.


Perlu kamu garisbawahi, minyak/lemak memang baik. Tapi kalau kelebihan akan menyebabkan obesitas dan penyakit degeneratif seperti kanker, jantung, dan penyakit tidak menular lainnya.


Jadi, minyak itu bagus. Tapi jika digunakan berulang kali, atau menggunakan minyak dengan lemak jenuh berlebih, akan menjadi racun. Kita juga nggak boleh memakai suhu yang terlalu panas saat menggoreng karena bisa membentuk radikal bebas dan merusak kandungan dalam minyak goreng.


Lantas, gimana caranya bisa makan makanan bersih dan sehat?


Selain mulai membiasakan diri memakan makanan rumah, sebaiknya kita juga harus aware terhadap penggunaan minyak goreng. Carilah minyak yang dikit nempel di makanan. Ciri-ciri minyak goreng baik itu yang warnanya bening, encer mendekati seperti air, nggak seret di tenggorokan, nggak mudah beku ; yang menandakan memiliki sedikit lemak jenuh.



Dear, Sunco rupanya merupakan minyak goreng yang memiliki ciri-ciri di atas. Minyak goreng Sunco yang cair dan bening bisa membantu masakan kita jadi lebih sehat karena Sunco hanya memiliki sedikit lemak jenuh dan dikit nempel di makanan yang digoreng. Sunco adalah Minyak Goreng Baik Dikit Nempel Di Makanan.


Saya sudah lama tahu produk ini tapi selalu mikir mahal dan akhirnya beli minyak goreng lain atau beli minyak merek apa saja asal diskon. Bah :)) Sekarang sih, saya paham, bahwa ada harga ada pula kualitasnya. Minyak eceran di warung yang putih gitu mendandakan banyak lemak jenuh dan berbahaya jika kita konsmsi terus-menerus. Beda dengan Sunco yang cair dan bening banget. Bahkan mereka mengklaim Sunco bisa diminum (ya kalau mau) saking cairnya minyak tersebut.


Yuk, mulai gunakan minyak goreng Sunco supaya makanan rumah kita bukan hanya bersih, tapi juga sehat. Uni dan Bundo sih, akhirnya langsung memutuskan pakai Sunco sepulang dari acara Simposium ini.


Kamu, kapan?


(*)




Silakan follow media sosial di bawah ini untuk mengenal atau mencari info lebih lanjut :