Kurma, Buah Kecil Kaya Manfaat untuk Para Ibu Hamil




Masa kehamilan merupakan masa-masa yang berat tapi sekaligus juga masa yang indah karena menantikan kehadiran anak di dalam keluarga Anda. Meski memang masa kehamilan cukup menegangkan untuk para Ibu hamil, namun ada baiknya untuk tetap tenang dan berusaha untuk memberikan asupan yang baik untuk diri Anda setiap harinya karena akan mempengaruhi janin yang dikandung. Salah satu jenis makanan yang bisa Anda konsumsi dan diklaim bermanfaat adalah buah kurma.


pexels.com



Beberapa peneliti sudah melakukan penelitian terkait buah kecil ini pada Ibu hamil. Hasil dari penelitian ini sendiri cukup mengejutkan karena Ibu hamil yang kerap mengkonsumsi buah dari Timur Tengah dalam jumlah tertentu bisa mengurangi kebutuhan induksi dalam persalinan. Dari 100 gram buah ini, maka Anda bisa mendapatkan energi hingga 280 kkal, 8 gram serat dan 2,45 gram protein. Selain sebagai sumber kalium untuk tubuh, buah ini juga memiliki kandungan nutrisi yang penting lainnya seperti tembaga, mangan hingga magnesium.

Dengan adanya semua nutrisi di dalam buah ini, maka manfaat yang bisa didapatkan pun juga bagus yaitu bisa membantu membentuk kehamilan secara sehat. Selain itu Ibu hamil juga akan terbantu dengan kurangnya rasa mual, kontrol gula darah hingga pencegahan akan anemia. Selain itu, berikut ini beberapa manfaat yang bisa didapatkan oleh para Ibu hamil dengan mengkonsumsi kurma:

  1. Proses bukaan lebih cepat
Ketika proses persalinan, rahim mengalami bukaan atau dilatasi. Pembukaan di rahim ini berlangsung dari awal sampai bukaan ke penuh yaitu 10 cm. Tahapan ini disebut dengan kala 1 yang terdiri dari 2 fase penting yakni:

·       Fase laten, yang umumnya dibutuhkan waktu hingga 8 jam selama mengalami proses bukaan mulut rahim dari 1 sampai 3 cm.
·         Fase aktif, yang umumnya membutuhkan waktu hingga 6 jam selama mengalami proses bukaan mulut rahim sampai sepenuhnya yaitu 10 cm.

Dalam suatu penelitian, menunjukkan bahwa kelompok Ibu hamil yang mengkonsumsi buah Timur Tengah nan manis pada akhir masa kehamilan mengalami fase laten yang lebih cepat dibanding kelompok Ibu hamil yang tidak konsumsi buah ini. Penelitian pun juga menyatakan jika kelompok Ibu hamil yang konsumsi buah ini telah mengalami bukaan lebih progresif ketika sampai ke rumah sakit.

  1. Ketuban tidak mudah untuk pecah
Ketuban merupakan selaput yang berisi dengan cairan yang menyelimuti tubuh bayi di dalam kandungan. Saat bayinya akan lahir, maka selaput ketuban ini akan pecah namun ada juga kemungkinan jika ketuban akan pecah lebih dulu sebelum bayi lahir yang bisa mengundang berbagai jenis komplikasi mulai dari infeksi hingga peradangan selaput amnion. Dari penelitian ini pun didapatkan jika Ibu hamil yang rutin konsumsi buah bermanfaat ini ketika minggu terakhir sebelum persalinan banyak yang memiliki selaput ketuban tidak pecah sebelum persalinan dibanding yang tidak.

  1. Angka persalinan normal tinggi
Dari penelitian itu dapat diketahui jika 96 persen dari kelompok Ibu hamil yang konsumsi buah kecil ini menggunakan persalinan secara normal sedangkan pada kelompok yang tidak mengkonsumsi hanya sebesar 76 persen yang melahirkan dengan cara normal.


Bahkan masih ada manfaat kurma lainnya di mana Ibu hamil bisa lebih mudah melakukan persalinan karena kontraksi nya yang baik. Oleh karena itu, ada baiknya untuk konsumsi buah asli Timur Tengah ini dengan teratur ketika Anda hamil.

Yuk, Intip Cantiknya Baju Tunangan Raisa dan Hamish Daud!

Assalamualaikum!


Ada yang kemarin merayakan #HariPatahHatiNasional kah? Setelah pasangan Raisa dan Hamish Daud melewati prosesi lamaran pada Minggu (21/05/17) malam, saya terpukau dengan baju yang dipakai Raisa alih-alih ikut patah hati. Saya memang bukan fans atau haters keduanya, tapi kabar pertunangan mereka memang menarik perhatian warganet.

Baru tunangan saja, pakaianya sudah sebagus ini, gimana nanti pas nikah dengan adat Sunda, ya? Mulai dari batik, kain, sampai cincin tunangan Raisa, saya suka. Pilihannya sederhana, tradisional-modern, tapi terlihat berkelas dan elegan. Dilansir dari beberapa akun Instagram, seperti ini OOTD pakaian Raisa saat tunangan.


http://www.instagram.com/pasoetriweddings


http://www.instagram.com/verakebaya



Definitely love her makeup engagement!!



http://www.instagram.com/verakebaya


http://www.instagram.com/raisa6690


http://www.instagram.com/tuloladesigns



http://www.instagram.com/thebridesisters



Sepakat dong, kalau bajunya Raisa cantik banget? Seleranya dalam memilih pakaian boleh juga ditiru. Saya sempat cek beberapa akun di atas dan memang bagus-bagus sih. Boleh jadi referensi untuk kamu yang sedang merencanakan pertunangan atau pernikahan dalam waktu dekat, tuh. Anyway, congrats you both!


Kombinasi Warna Pink Fanta dengan Dusty Pink Pyn.Id

Right now, every time I see any stuff kinda shoes, stationary or clothes in dusty pink, I always spent my money to bought them. Dan separuh isi lemari saya mulai dari kotak makeup, kotak tisu, dan beberapa potong pakaian, semua jadi pink, pink fanta, pink lava, black pink atau dusty pink, padahal sebenarnya saya suka ungu. Tapi warna merah muda ini jadi termasuk ke warna wajib hijab yang harus dimiliki, nih.




Baru-baru ini saya punya baju atasan berwarna dusty pink. Berbahan cerutti, atasan ini bikin saya bisa tampil kasual tapi juga dapat dipakai dalam acara formal. Misalnya, dalam foto ini saya sedang menghadiri acara FEED Mobile di Hotel Aston Kuningan, Jakarta. Agar terlihat formal dan cerah, saya kenakan manset pink fanta. Perpaduan warna ini menurut saya bagus, dan pink fanta merupakan kombinasi yang cocok agar tampilan tidak pucat.










Penggunaan manset bukan hanya untuk mempercantik tampilan, tapi sebagai penutup aurat bagian lengan karena atasan ini hanya memiliki lengan 3/4 saja. Selain itu, manset ini bahanya adem dan sangat menyerap keringat, membuat saya nyaman memakainya selama seharian. Baju ini bisa kamu beli di Instagram @pyn.id dan ada varian warna lain yang bisa dipilih. Ada juga jenis dan model pakaian lain kalau mau model yang berbeda dari saya.

Agar tidak terlalu gonjreng, saya memakai jam tangan Crocodile dan tas yang berwarna senada, yaitu cokelat. Pilihan warna cokelat yang dipadu dengan pink mengingatkan saya dengan warna bunga bougainvillea yang berguguran di tanah basah. Nah, saya tetap memakai kaus kaki dan sepatu pink agar tidak terlalu banyak warna.




Karena atasan Pyn.id ini cocoknya pakai celana, ketkka digabungkan dengan manset terusan jadi terlihat gombrong. Makannya saya tambah belt berwarna pink biar atasannya lebih berbentuk. Bagaimana menurut kamu? Semoga bisa menjadi inspirasi ya.






Photos taken by : @riyardiarisman
Was edited by me.

Sosialisasi FEED Mobile Bersama Citi Indonesia dan Mercy Corps Indonesia



Hari Rabu (17/05/17) kemarin, saya cukup produktif karena mengikuti acara Workshop Road to a Finnancially Literate Generation oleh Citi Indonesia dan Mercy Corps Indonesia di Hotel Aston Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan. Acara ini dimulai dari pukul sebelas siang sampai lima sore. Agak deg-deg-an karena yang datang hampir semua memakai batik dan saya yang gonjreng sendiri T.T takut salah kostum, euy.



Tapi saya senang karena menjadi salah satu tamu dalam workshop yang berisi tentang sharing kegiatan mendukung para petani dan UKM mikro. Selain menambah wawasan untuk saya soal ekonomi kreatif, kegiatan ini juga memaparkan keberhasilan dan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan program, di mana workshop ini bertujuan untuk menjadi referensi dan katalisator bagi berbagai pihak.

Dalam acara ini, turut hadir Jennifer Bielman perwakilan Mercy Corps Indonesia, Elvera N. Makki selaku Head of Corporate Affairs Citi Indonesia, Eko Ariantoro dari Direktur Inklusi Keuangan OJK, Braman Setyo dari Deputi Pembiayaan Kementrian Koperasi dan UKM RI, para tamu undangan UKM mikro dari Indramayu, hadir juga media dan blogger's yang meramaikan acara ini, termasuk saya. Takjub karena yang datang adalah para pengusaha yang sudah cukup terbilang sukses di kota masing-masing, yang mana salah satu keberhasilan mereka didukung oleh program dari Citi Indonesia dan Mercy Corps Indonesia. Beberapa pengusaha UKM-mikro juga memberikan testimonialnya di acara ini. Ada yang sampai bisa membiayai kuliahnya, bisa beli kendaraan dan mobil, itu semua karea mengikuti program ini.



Sekadar info, Citi Indonesia merupakan sub grup dari Citigroup, dan di Indonesia telah berdiri sejak tahun 1968, yang merupakan salah satu bank berjaringan internasional terbesar di negara ini. Bagian CSR mereka ini membentuk program yang dikenal sebagai Citi Peka (Peduli dan BerKarya). Tujuannya agar menjadi payung atau wadah untuk seluruh kegiatan sosial kemasyarakatan yang didanai oleh Citi Foundation. Fokus mereka adalah program pemberdayaan dan penghargaan terhadap pengusaha dan lembaga keuangan mikro; peningkatan kemampuan kewirausahaan muda; dan pembangunan kapasitas keuangan bagi anak sekolah, petani, juga wanita di berbagai wilayah di Indonesia.

Sementara Mercy Crop Indonesia (MCI) merupakan organisasi lokal yang berpusat di Jakarta, dan tujuannya untuk memberdayakan masyarakat Indonesia. Terdapat 6 fokus MCI berupa (1) Meningkatkan Kesempatan Ekonomidan Akses Jasa Keuangan, (2) Meningkatkan Kesehatan dan Gizi, (3) Air dan Sanitasi, (4) Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengurangan Resiko Bencana, dan (5) Tanggap Darurat Bencana.

Di acara ini juga disampaikan kalau Citi Indonesia dan Mercy Corps Indonesia berkolaborasi dalam kegiatan yang dapat mendorong petani dan pengusaha mikro untuk meningkatkan literasi keuangan melalui program FEED Mobile. Nah, apa itu FEED Mobile?

FEED Mobile merupakan kegiatan pendidikan keuangan dan pengembangan usaha bagi petani dan pelaku usaha mikro kecil dengan menggunakan dua metode pelatihan tatap muka dan kanal digital. Dua metode tersebut, diakui para pengelola sangat efektif. Salah satu program digital-nya adalah aplikasi Peduli Keuangan (PEKA) Android dan Peduli Keuangan (PEKA) SMS sebagai sarana penyebaran informasi, artikel, tips, anjuran pengelolaaan keuangan, pengembangan usaha, dan sarana interaksi antar pengguna. Saya penasaran jadinya, pengin ikut juga dengan program tersebut ^^

Ternyata kegiatan ini sudah berjalan selama tiga tahun dan saat ini, telah berhasil menjangkau 12.950 penerima manfaat dari 3.477 total penerima yang telah dilatih dalam literasi keuangan dan pengembangan usaha.


Program ini tidak main-main, lho. Mereka juga bermitra dengan beberapa lembaga keuangan mikro, Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskanla), Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, Perdagangan (Diskoperindag), Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Pertanian (BPK3), dan lembaga masyarakat Bangkir Pelabuhan di Kabupaten Indramayu. Oh ya, just in case you ask me bout this, alasan dipilihnya Indramayu, karena kota tersebut termasuk wilayah Kabupaten yang luas di Jawa Barat. Namun, tidak menutup kemungkinan akan digerakkan di kota lain.

"OJK sangat mendukung dan memberikan apresiasi atas pelaksanaan progrqm FEED Mobile yabv diinisiasi oleh Mercy Corp Indonesia dan didukung oleh Citi Indonesia. Melalui program FEED Mobile, diharapkan dapat memberikan pendidikan keuangan dan mengembangkan potensi pengusaha mikro-kecil di Indonesia, khususnya kepada masyarakat di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat..." sejalan dengan pembahasan ini, Bapak Eko Ariantoro selaku Direktur Pengembangan Inklusi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ikut memberikan sambutan dan beberapa patah kata.



Saya berharap FEED Mobile ini terus berjalan dan menyebarkan kegiatan serta informasi positif bagi masyarakat di Indonesia. Dan, para inisiator juga mengharapkan agar program ini menjadi langkah awal yang akan dijalankan bukan hanya di Indramayu tapi juga di beberapa wilayah lagi. Mereka berharap juga agar program di daerah semakin lebih baik dan saling bahu-membahu untuk mendukung literasi keuangan. (*)



Untuk info lebih lengkap mengenai program ini, kamu bisa lacak melalui media sosial di :

@Feedmobile_mci

@citibank

5 Alasan Mengapa Kita Harus Menulis di Opini.id



Salah satu kesibukan saya belakangan ini, menulis di portal Opini.id per dua kali dalam seminggu. Tentu saja yang saya tulis belum pernah dipublikasikan di sini atau portal lain, sehingga wajib hukumnya untuk kamu membaca semua tulisan saya di Opini :D.

Pernahkah kamu membaca di portal tersebut, atau sekadar mendengarnya selintas saja? Selain membaca, kamu juga bisa menulis di sana, tuh. Ada lima alasan mengapa kita harus menulis di  Opini.id nih. Dibaca sampai habis, ya…



1.      Web-design sangat responsif.
Setahun yang lalu, saya ngedumel sendiri karena web Opini.id menurut saya sangat tidak responsif dan susah diakses via mobile. Tapi sejak mengalami pembaruan, saya suka sekali dengan web Opini.id yang sekarang. Tampilan Opini.id sangat clean, fresh, menampilakn fitur slide di mana kita hanya perlu menggeser tulisan di layar untuk membaca halaman selanjutnya.

Kita tidak perlu scroll atau klik berkali-kali hanya untuk membaca halaman selanjutnya. Selain memudahkan, ini sangat memanjakan orang-orang yang tidak sabaran seperti saya.

Saya katakan responsif, karena pas kita buka Opini.id lewat gadget, dia akan cepat menampilkan semua fitur dan daftar bacaan, tanpa perlu menunggu lama. Kalau kamu buka dan masih terasa lama, coba cek apakah sinyalmu busuk, apakah kamu mau kehabisan kuota, atau apa mungkin gadget kamu sudah terlalu berat memorinya. Faktor di luar Opini itu mesti dicek, jangan sampai pas kamu buka lalu loading lama sekali, kamu malah nyalahin Opini.id :D

Ini testimoni serius dan jujur! Sebagai anak yang biasa jadi tim UX (user experience) beberapa web dan portal, menurut saya website Opini.id sudah termasuk ringan dan responsif. Semoga kedepannya walau semakin banyak konten yan masuk, Opini tetap clean dan ringan seperti ini. Good job, web-design team!






2.      Fitur yang tersedia berbeda dengan portal lain.
Perbedaan pertama yang paling saya suka adalah fitur slide-nya. Unik, asik, dan seperti tidak membaca banyak. Kayak misalnya nih, saat sedang baca tulisan tentang Asiknya Jadi Mahasiswa Sastra, saya baca dan geser ujug-ujug habis. Lalu buka lagi bacaan lain, tau-tau abis lagi, buka lagi, baca lagi, nah, gantian kuota saya yang habis. Bahasa sederhananya sih, kemudahan ini membuat pembaca betah berlama-lama di web Opini.

Itu keuntungan sebagai pembaca. Dilihat dari sisi pengguna atau penulis di Opini, ada fitur untuk membuat semacam kuisioner di mana pembaca dapat memberi vote atau menjawab serangkaian pertanyaan yang dibuat oleh kita. Ini menjadi interaksi yang bagus antara pembaca dan penulis.

Selain itu, Opini.id agak unik. Ini juga yang membuat saya bilang (atau nulis?) bahwa dia berbeda dengan beberapa portal (at least dari yang pernah saya temui). Apa itu? Apa coba tebak! Jadi… sebagai pengguna pertama, mungkin kamu akan bingung ke mana harus mendaftar, di mana bisa menulis, bagaimana posting foto, dll.

Saya sendiri yang sudah beberapa kali menulis baik via pc atau gadget, masih suka kesulitan untuk hal ini. Butuh waktu lebih luang untuk mengeskplor semua fitur yang ada di sana. Barangkali perbedaan tampilan ini dibuat dengan tujuan agar lebih simple dan tidak neko-neko, tapi saya sebagai user agak kesulitan diawal. Semoga tim design dan develop-nya dapat memperbaharui tampilan dashboard agar dapat memudahkan user. Let see then.





3.      Target pembaca adalah muda dan dewasa.
Apakah target pembaca itu penting? Bagi saya, sangat penting, nomor satu yang harus saya ketahui jika ingin menulis di suatu portal yang bukan milik sendiri.

Kenapa? Sebab, dengan mengetahui siapa pembaca dalam portal tersebut, kita akan tahu harus menulis apa, bagaimana bahasa yang kita gunakan agar pesan dan maksudnya sampai ke pembaca, dan bagaiamana caranya agar tulisan kita dibaca oleh pembaca yang tepat. Tanpa mengetahui target atau sasaran pembaca dalam sebuah portal, tulisan kita jadi terkesan hanya untuk dibaca sendiri. Itu menurut saya.

Di Opini.id target pembacanya mulai dari remaja sampai dewasa, berkisar di usia 17 sampai 30 tahun. Biar begitu, bukan berarti yang tidak termasuk dalam target, tidak bisa baca. Tentu saja masih bisa. Tapi dengan mengetahui target itu, memudahkan kita menulis topik yang sesuai. Di sana ada beberapa topik mulai dari politik, hukum, hobi (film, buku, bola, musik, etc), dan beberapa topik pilihan lainnya.

Yang menyenangkannya, tulisan yang ada di Opini.id bukan sekadar berita atau artikel saja, tapi ada juga terselip beberapa opini yang disampaikan oleh penulisnya.


4.      Menyediakan laman video.
Di Opini.id juga disediakan fitur untuk mengunggah video. Ini bisa saja masuk ke poin nomor dua tetapi saya buat jadi poin terpisah karena menurut saya, fitur ini perlu di highlight.

Semisal kamu para vlogger yang memiliki video dan ingin ditonton lebih banyak lagi, kamu bisa mempromosikannya via Opini.id tuh. Sebab selama ini kan yang selalu kita lakukan adalah promosi di media sosial sendiri, kan. Boleh dicoba dengan mempromosikannya lewat portal Opini. Cara menggunakannya juga sangat mudah, tinggal pilih add media dan masukkan video dari sumber yang kamu inginkan (youtube, etc).


5.      Mendapat banyak pembaca dan teman baru.
Last but not least, ini justru menjadi salah satu poin utama alasan saya ingin tetap menulis di Opini. Tahun lalu, saya diundang dalam sebuah forum diskusi dan di sana bertemu banyak mahasiswa yang aktif dalam berorganisasi. Senang bisa berbgai pikiran dan lempar pendapat  dengan mereka. Datang juga beberapa blogger, yang mana hanya saya kenal dua orang saja (Rani dan ka Windah).

Hari itu saya dapat teman baru, pulang bareng dengan teman-teman blogger, makan bakso sebentar di pinggir jalan Pasar Minggu (ada Aris, Ema, Ifa, Oka) dan kami tetap berkomunikasi walau yang dibahas tidak selalu tentang Opini. Nah, meskipun  tidak berkontribusi banyak, tetapi Opini telah membuat kami aktif berdiskusi dan terus mengundang temu sampai detik ini. Grup diskusi blogger ini bertambah orang baru (Riski, Wulan, dan Ka Helda) yang turut semangat mendiskusikan hal-hal baik.

Opini.id juga membuat tulisan saya dikenal dan dibaca lebih banyak orang, dan tahun ini bertambah lagi teman baru dalam forum diskusi Opini yang kemarin berkumpul di Wisma Tower 77. Selain mendapat pembaca dan teman  baru, wawasan dan skill menulis saya ikut bertambah pula. Opini telah membuat saya jadi lebih aktif menulis, dan telah memberikan banyak hal positif dalam hidup saya yang tidak produktif.

kiri ke kanan : Bunda Elisa Koraag, Asmirandah, Ema Fitriyani, Afifah Mazaya, ka WIndah Tsu


Yang kerudung pink pendek sekali, ya. Katanya yang pendek gitu peluk-able ~




Jadi, jika kamu ingin tulisanmu dibaca lebih banyak orang, ingin bertambah wawasan dan teman, menulislah di Opini.id dan bergabung dengan kami menjadi kontribuornya.



Menulis itu menyenangkan, membuat ketagihan. Sudahkah kamu menulis di Opini.id hari ini? (*)





ps.
foto-foto menggunakan kamera Aris yang telah diedit dengan vsco oleh penulis.

Sepatu Boots Perlu Cara Khusus untuk Merawatnya

Assalamualaikum...




Boots memang sedikit berbeda daripada jenis Sepatu kebanyakan lainnya yang mana lebih simpel dan mudah perawatannya dibandingkan dengan boots. Untuk jenis bahan sendiri, boots ada yang terbuat dari kulit asli (genuine leather), kulit sintetis (synthetic leather), suede dan kanvas. Untuk boots yang berbahan kulit, baik kulit asli maupun sintetis perlu penanganan khusus untuk merawatnya. Kedua bahan tersebut memang nampak lebih eksklusif dibandingkan bahan lainnya seperti kanvas atau suede. Beda bahan tentu beda pula perawatannya. Berikut ini adalah cara merawat boots berbahan kulit, baik genuine maupun synthetic:

pinterest.


  1. Selalu gunakan boots dalam keadaan kering.
Sebisa mungkin hindari pengunaan boots pada saat kaki Anda masih basah, hal ini akan mengakibatkan tumbuhnya jamur pada boots dan kaki Anda. Boots yang terbuat dari synthetic juga sebaiknya tidak diajak untuk “berbasah-basahan” dalam artian sebisa mungkin, boots jangan dipakai di kala hujan atau dicuci dengan air dan sabun. Namun, jika sudah terlanjur basah, segera lap boots Anda dengan kain yang kering dan bersih, lalu keringkan dengan menggunakan hair dryer. Pemakaian boots saat kaki masih dalam kondisi basah juga akan membuat kaki Anda berbau tak sedap.


  1. Gunakan pengharum boots atau bahan alami lainnya.
Boots yang terbuat dari bahan kulit memang cenderung terasa gerah dan panas, ini akan menyebabkan keringat berlebih pada kaki dan aroma yang tidak sedap, terutama jika setelah dipakai seharian. Agar Anda lebih percaya diri saat memakai boots, gunakan pengharum khusus boots, kapur barus atau gunakan bahan-bahan alami lainnya seperti teh celup, kopi bubuk atau baking soda. Caranya mudah saja, ambil salah satu dari bahan tersebut secukupnya lalu masukkan ke dalam Sepatu dan biarkan semalaman.


  1. Jangan dijemur terlalu lama.
Sah-sah saja jika ingin menjemur boots yang terbuat dari bahan kulit, terutama jika sedang dalam kondisi basah atau beraroma tak sedap, namun sebaiknya tidak dijemur terlalu lama dan tidak di bawah sinar matahari terik. Waktu penjemuran yang baik adalah di bawah pukul 12.00 dan waktu penjemuran tidak lebih dari 3 jam, jika boots dibiarkan terlalu lama di bawah terik matahari maka ia akan membuat lapisan kulitnya mudah pecah-pecah.


pexels.com




  1. Simpan di tempat yang bersih dan kering.
Jika masih ada box-nya, simpanlah boots Anda di dalamnya dalam keadaan kering. Jangan pernah menyimpan boots dalam keadaan basah di dalam kotak yang tertutup karena juga dapat menjadi tempat berkembangnya jamur. Namun jika sudah tidak ada kotaknya, sebaiknya simpan boots Anda di tempat yang kering, bersih atau di dalam rak yang tertutup.


  1. Semir secara berkala atau gunakan leather shield.
Menyemir boots atau menggunakan cairan leather shield (pelindung kulit) juga dapat mencegah boots mudah pecah-pecah atau terkelupas. Semir boots Anda dengan warna semir yang sama dan sikat yang halus dengan teknik penggosokan satu arah, bukan bolak-balik atau gunakan cairan leather shield dengan kain lap yang lembut.




  1. Gunakan lem atau segera bawa ke tukang sol.
Jika boots Anda sudah mulai renggang pada bagian solnya, atau ada bagian yang sobek, jangan dibiarkan begitu saja karena sobekan-sobekan tersebut bisa saja menjadi lebih lebar. Jika Anda memang benar-benar menyayangi boots Anda, maka sebaiknya segera bawa ke tukang sol sepatu atau bisa juga dengan menggunakan lem khusus boots yang banyak dijual di toko-toko.


5 Hal yang Wajib Diperhatikan Sebelum Melakukan Facial

 Assalamualaikum,



Facial wajah bukan hal baru untuk saya, tapi berani menulis tips tentang ini di blog, merupakan hal pertama dan agak sedikit deg-deg-an untuk menceritakannya, hehe. Bismillah.

Ada beberapa pembaca yang bertanya di line seperti, facial apa sih yang aman untuk remaja? Bahkan sempat, suatu pagi ada ibu-ibu yang menelepon ke nomor rumah, mengaku dari sebrang pulau, dan konsultasi soal jenis facial apa yang tepat untuk anak remaja beliau. (Hai, Ibu, juga kamu, yang sedang baca tulisan ini!)

Saya kan belum pakar nih, dan dibandingkan dengan blogger lain yang lebih senior, saya mah tidak begitu banyak pemahaman dan pengetahuannya. Namun, karena kalian bertanya ke saya yang artinya memercayakan pendapat atau tanggapan saya, untuk itulah tulisan ini dibuat.


pexels.com



Nah, di mana biasanya saya facial? Kalau kamu sering mantengin Instagram Stories saya, mungkin tahu di mana biasa saya melakukan perawatan wajah. Tapi pasti kamu orang yang sibuk dan tidak punya waktu untuk cek IG stories saya, kan. Makanya hari ini luangkan waktumu sebentar untuk baca tulisan ini sampai habis. Di postingan ini, kita tidak akan bahas di mana, melainkan bagaimana.


Bagaimana caranya melakukan facial dengan aman?


Untuk kamu terutama remaja yang belum pernah sama sekali, I should say that you have to be brave and strong, harus siap mental karena rangkaian facial itu sebetulnya sakit, sih. Perawatan wajah yang satu itu bertujuan untuk mengangkat sel kulit mati dan komedo. Semakin ke sini, ada juga fitur (ealah, fitur! Maksudnya pelayanan) yang dapat menghaluskan, melembabkan, atau mencerahkan kulit hari itu juga. Bagian sakitnya adalah saat komedo di wajah kita akan diambil.


Banyak juga yang suka mengeluh ke saya, katanya facial itu sakit, bikin rusak muka, dan bikin bopeng. Beberapa orang cerita menyesal karena jerawat dipecah-pecahin saat facial. Ada pula yang cerita produknya bikin wajah jadi bruntusan.


Duh, itu facial apa lagi merusak wajah, sih?

Saya tidak pernah mengalami itu. Tetapi saya pun baru melakukan facial di usia 20-an. Sebelum usia itu, tidak pernah facial, laser, tidak pakai bb cream, pokoknya tidak dandan. Keluarga tidak melarang, tapi Bundo selalu memberi tahu bahwa kulit remaja masih lembut, masih tidak perlu untuk itu, cukup cuci muka dan maskeran, we have to saving money, you prefer ngemil timun tomat wortel sayur, etc, etc. Ya pokoknya tidak melarang, tapi diberi saran, sebaiknya nanti saja. Nah, masalahnya sekarang ini dunia sudah berubah.

Di generasi Awkarin, Anya Geraldin, juga YoungLex ini, kayaknya kita-kita yang masih remaja sudah tidak takut lagi bermakeup, melakukan facial, sampai filler segala. Tapi tetap dong, harus jadi orang yang cerdas. Salah satunya mengetahui hal-hal yang harus dilakukan sebelum melakukan facial, seperti beberapa hal di bawah ini ;


1. Pastikan facial di tempat yang steril dan menggunakan alat bersih.

Saya pernah menemani seorang teman yang facial di salah satu salon. Dalam salon, orangnya lagi makan pakai tangan, dia cuci tangan, lalu hanya dikeprek-keprek dan dalam keadaan tangan setengah kering langsung menangani wajah teman saya. Sudah gitu, alatnya saya lihat belum dibersihkan bekas pelanggan sebelumnya. Tanpa bermaksud menjelekkan salon, kejadian itu jadi pengalaman untuk saya. Bahwa saya sangat nggak mau wajah saya diurus oleh alat yang nggak bersih. Bahaya. Jijik juga, kan.


2. Jangan facial jika bukan dengan terapis ahli.

Kebanyakan orang yang cerita mengenai pengalaman buruk saat facial itu, saat saya cek karena mereka nggak ditangani oleh orang yang paham dan berpengalaman.

Saya sendiri anti sekali kalau harus facial di tempat yang bukan ahlinya. Kalau facial yang benar, ketika kamu punya jerawat kecil aja, wajahmu tidak boleh di facial. Bahkan ada jerawat mau muncul, ini baru kelihatan mau muncul ya, belum ada jerawatnya, itu juga tidak boleh.

Facial itu bagian sakitnya adalah ngeluarin komedo, tapi tidak pernah menyarankan untuk memencet bahkan menyentuh jerawat, bekas luka, dan kalau bukan terapis ahli yang urus, duh. Kasihan mukamu.

Kalau tidak mau sakit, langsung laser wajah saja. Baca lebih lanjut : Laser Wajah yang Aman dan Tanpa Rasa Sakit.


pexels.com




3. Cari tahu apakah produk yang dipakai aman, terpercaya, dan tidak bereaksi di kulitmu.

Saya pribadi, setiap facial selalu bertanya, produk apa yang digunakan, masker apa namanya, ada kandungan apa, kalau masih belum jelas saya balik ke ruang tunggu, duduk sambil googling lebih lengkap mengenai produk yang dipakai. Jangan sampai, misalnya kamu alergi terhadap bahan kimia tertentu, lalu pas ada apa-apa malah nyalahin klinik-nya. Jangan.



4. Tentukan budget untuk perawatan, dan ketahui apa tujuannmu melakukan facial.

Pertama, ask yourself. Kamu mau facial untuk apa? Untuk gegayaan? Untuk pamer di snapgram? Supaya dilirik lagi sama mantan gebetan? Atau biar kulitnya jadi cerah seperti Ariel Tatum?

Gpp, se-receh apa pun tujuannmu, itu tetap tujuan (mudah-mudahan sih, tujuannya berkah ya). Dari situ kamu bisa tahu berapa estimasi budget yang harus dikeluarkan. Misalnya nih, mau punya kulit cerah. Otomatis kamu harus memilih jenis facial yang mampu mencerahkan, bisa dengan produk yang mengandung vitamin c, dst. Atau misalnya, kamu cuma mau gaya aja gitu, mau pamer di snapgram kalau kamu akan facial, kamu cukup melakukan tindakan facial yang biasa aja.

Saya tidak berani pukul rata, tapi di beberapa klinik yang saya tahu, kisaran dari 75.000 rupiah sampai 300.000 rupiah saja. Perbedaan harga itu dilihat dari tindakan dan manfaat yang didapat setelahnya. Namun, meski memiliki harga yang variatif, hampir semua facial ada ekstrasi komedo.

Boleh dibaca juga : Di klinik mana Uni biasa facial?


cari tahu sebelum melakukan tratment - pexels.com




5. The most important things : know yourself.


Ini yang paling penting. Sebelum melakukan facial, ketahui dulu jenis kulit kamu. Apakah kering, berminyak, kombinasi? Jenis kulit ini nantinya akan menentukan kamu harus pakai produk yang mana. Aneh kan, kalau misalnya setelah facial kamu merasa kering atau minyakan. Mungkin karena pilihanmu kurang tepat. Untuk mengakalinya, sebelum facial lakukan konsultasi terlebih dahulu. Tanya sebaiknya penanganan yang tepat pakai facial apa, dan seterusnya. Tanya terus.

Lalu, cek juga dirimu sendiri ; apakah sedang atau akan ada jerawat di wajah? Cek baik-baik. Saya pernah tuh, dulu, sempat datang gitu aja ke klinik tanpa cek kondisi wajah. Sesampainya di sana, kan sistemnya bayar dulu tuh ya,  eh sama terapisnya dibilang ini akan ada jerawat dan ada satu jerawat di pipi. "Tidak boleh dimasaj atau ekstrasi ya Kak, SPO di sini tidak membolehkan," lanjutnya. Yah, sudah bayar. Akhirnya hanya dikasih apa tuh ya masker biasa deh pokoknya.

Biar tidak rugi macam saya, selalu cek dulu ya. Know your period time, cek juga anggaran keuangan kamu, jangan terlalu maksa. And please be a smart netizen. Jika tips di atas sudah kamu terapkan, jangan lupa gugling lagi mengenai klinik yang akan kamu datangi. Baca baik-baik, baca yang jelas, dan,

Selamat facial! :)


Ribet? Iya. Tapi memang harus posesif untuk itu. Harus tahu semuanya sebelum diaplikasikan ke wajah. Siapa yang menangani. Berapa lama durasinya. Apakah steril alatnya... Milih pasangan aja selektif, apalagi milih produk, harus esktra selektif :)


Oh, lupa. One more questions :

Berapa lama sebaiknya jeda facial?

Uhm, ini nih. Beda-beda. Pertama, sesuaikan dengan budget kamu. Sesuaikan juga apakah sedang normal kulitnya atau ada jerawat. Kedua, ada yang bilang terlalu sering facial bikin pori-pori membesar karena sering dicungkil komedonya. Ada juga yang berpikir kalau terlalu sering facial dapat membuat muka jadi jenuh (karena sering terpapar produk). Tapi, beberapa pihak juga bilang facial yang rutin sebaiknya sebulan sekali. Ini tergantung kamu kiblatnya ke mana, sih. Bebas deh, silakan pilih yang menurutmu sesuai sama kamu saja.

Saya sendiri, biasanya per enam bulan sekali. Lama, ya. Ini karena saya menyesuaikan kebutuhan dan menekan keinginan. Selain itu, saya ngerasa kasihan sama kulitnya kalau pori-pori dibuka terus, kasihan fisiknya kalau terus-terusan ngerasain sakit saat esktrasi, dan kasihan kantongnya kalau harus sebulan sekali. Haha! Lagipula, wajah saya memang yang tidak begitu bermasalah banget sih. Yang harus sering dibersihkan itu justru bukan wajah, tapi hati.

Kalau untuk kamu sih, saya nggak bisa nyaranin baiknya berapa kali sebulan. Silakan konsultasikan ke dokter masing-masing, ya.


Apakah kamu masih ada pertanyaan? Silakan drop pertanyaanmu di kolom komen.



Ps.
Selain facial, ada hal-hal yang wajib dilakukan agar kulit tetap sehat! Klik di sini.