[Fashion Insight - 10] Magenta isn't My Favorite Color, But...

Hi, Assalamualaikum!




Ini bersama beberapa tim PCCKA



Tampil saat lebaran harus pakai pakaian baru? Ng, jujur, itu memang pernah ada dalam ingatan saya semasa kecil. Mesti baru, biar ngejreng, biar kece, biar outstanding di Hari Raya, biar orang yang melihat kita bakal kagum dan ingat soal kekerenan ini. 

Tapi itu semasa saya kecil. 

Makin ke sini, saya sama sekali nggak mau dan nggak kepikirian untuk beli pakaian baru. Bahkan saya engap sendiri melihat banyak lemari di kamar dan itu pun pakaian masih tumpah ruah sampai makan tempat. Nggak, nggak boleh beli baju baru pas lebaran. Lagipula, dalam Islam dianjurkan, yang penting pakaian kita bersih.

...dan pakaianmu bersihkanlah, (Q.S. al-Mudatsir (74) : 4).

Nah, lebaran kemarin pun, saya pakai pakaian yang sudah pernah saya pakai, tapi di mix & match saat saya kumpul bersama keluarga Papa, dan dari Bundo. Di hari kedua, saya kumpul sama keluarga Bundo yang kami namai PCCKA (Persatuan Cucu Cicit Kakek Amir). Baca cerita tentang Kakek Amir di sini.

Gamis ini merupakan bahan kaos yang dikasih Tante saya tahun lalu. Warnanya sama persis dengan tema blog ini. Magenta isn't my favorite color, tapi jadi warna branding saya sejak 2013, haha. Jadi, entah kenapa, tiap lihat apa pun (termasuk pakaian) yang berwarna ini, banyak orang yang bilang, mendadak ingat saya. Sudah boleh bilang kalau personal branding-saya berhasil, kan?

Bahan ini tebal, nggak terawang, meskipun saya suka kepanasan karena tidak menyerap dengan baik. Kamu, punya bahan seperti ini?

Dengan satu baju ini, kita (oh well, maksudnya saya) bisa bikin banyak variasi. Foto-fotomya sudah pernah di share di instagram @unidzalika dan apa yang saya pajang di sini merupakan jepretan pribadi. 





Ini pakaian lebaran hari kedua. Semuanya bukan pakaian baru.



Ini pas ketemu CEO salah satu perusahaan. Makan sambil meeting ~




Ini pas lebaran tahun lalu, masih bau baru. 




Mana di antara ketiga foto tersebut, yang variasinya paling kamu suka? Coba cek di sini, untuk lihat mix & match pakaian lainnya. Kedepannya akan saya update kalau pakai baju magenta ini lagi. Sebentar. Orang bilang sih ini pink fanta. Tapi kalau lihat di tabel warna, magenta. Ya apa pun sebutan warnanya, warna ini adalah branding saya! Dan perlahan jadi jatuh cinta sekali dengan warna ini 💕

[Liputan] Keceriaan di Booth Daihatsu Selama GIIAS 2016

Hi, Assalamualaikum!





Kalau kamu punya sedikitnya dua atau tiga grup chatting dan kamu bisa membicarakan apa saja bersama orang-orang komunitas atau geng dalam grup tersebut, maka hal tersebut juga saya lakukan bersama keluarga besar. We have a group on WhatsApp. Dan seberapa serunya kamu bergosip ria dengan kawanmu, begitu pula yang saya lakukan dengan keluarga. Kadang bahas bedanya bedak dan foundation juga. Receh kan, bahasannya.

Nah, beberapa minggu lalu, ketika kami asik kumpul atau istilah masa kininya, kopdar, saya dan Nona terlibat pembicaraan serius. Soal Sigra.

"Coba kamu cari tahu deh tentang dia. Kayaknya cakep."




Wah. Pembahasan soal yang cakep-cakep gini sudah jarang kami lakukan sejak saya patah hati. Tapi memang kalau Allah berkehendak, ada aja jalannya. Contohnya minggu kemarin, saya diundang Daihatsu untuk langsung menemui Sigra. Such an honour!

Nah, Sigra ini bukan cowok, ya, tapi merek mobil keluaran terbaru dari Daihatsu. Spesifikasi, interior, dan body Sigra ini mirip Alya tapi dimodif lebih stylish dan lebih besar, sehingga kapasitasnya bisa muat sampai tujuh orang. Sigra juga punya bagasi super luas dan bagian dashboard didesain dua warna biar lebih eye catching.


Saya dan... Sigra.



Lagi nyobain ngadem di jok belakang Sigra sama Mba Hermini dan Mak Yulia, teman Blogger.



Gimana dengan dalemannya? Sistem pengaturan suplai bahan bakar Sigra dari udara pada intake emisi diatur secara optimal. Ganteng banget, kan? Sudahlah powerful, irit, eco, plus dual VVT-i pula! Sigra tuh benar-benar mobil LCGC, mobil terlaris, mobil MPV terbaik untuk masa sekarang! Sayangnya, mobil Sigra kayaknya belum kuat kalau diajak ke jalan bebatuan atau nanjak ke kaki gunung :( Oh ya, nama Sigra sendiri punya kepanjangan lho : 

S : Safety & comfortable car
I : Interior modern design
G : Good fuel consumption
R : Real seven seater car
A : Affordable prices & low maintenance

Saya bisa kenal Sigra ini di acara GIIAS 2016 yang diadakan di ICE BSD hari Sabtu (20/08/16). Pas ke sana, setelah puas keliling cobain beberapa mobil, saya sibuk keliling booth Daihatsu karena banyak permainan yang disediakan. Saya nyobain permainan nyusun enam huruf yang saya rangkai jadi nama sendiri (kurang D sih), terus main tebak-tebakan soal onderdil mobil Daihatsu, main puzzle plus cari perbedaan mobil, nyobain sesi photo dancing, dan juga finding missing words gitu. Setelah puas mainin banyak gim, saya dikasih boneka babik sama Daihatsu!


Saya dan Andre sibuk main gim di booth Daihatsu


Dapat boneka babik! 😍 Udah usia segini, masih aja suka boneka.


Ketemu sama geng blogger. Oh yes, kenal mereka semua dari dunia maya :)


Ini geng grup fiksi. Saya - @mandewi - @naztaaa - @i_am_boa


Habis berburu balon dan boneka, capek. Duduk di podium yang nggak lama setelah ini diusir sama satpam-nya :D




Keseruannya belum berakhir, tuh. Soalnya setelah puas main, saya bisa ketemu sama teman-teman Blogger lainnya di sana, ada yang baru kenalan juga, ngobrol singkat sama tim Daihatsu di ruang VVIP, bolak-balik mainin ((MAININ)) Sigra, and I was absolutely excited over there, sampai lupa pulang :(

Pokoknya seru banget di GIIAS kemarin, dan saya yang nggak begitu fanatik dengan otomotif bisa tetap betah seharian di booth Daihatsu. Soalnya pengunjung tuh dimanjakan banget sama permainan, balon, food stuff, dan juga ada penampilan Budi Doremi, tim ojek pengkolan yang di RCTI, launching channel di YouTube, sekalian bisa nge-charge ponsel untuk yang membutuhkan. Fun enough, rite? :)


Well, gimana, Young Lady? Berminat untuk punya Sigra, nggak? Setelah posting ini, saya bakal kasih tahu Nona soal Sigra biar dia bisa pertimbangkan untuk beli atau nggak. FYI aja, harga mobil Daihatsu Sigra jauh lebih terjangkau lho... Dan kamu pun bisa cek Instagram saya di @unidzalika untuk lihat keseruan saya sama Sigra selama di acara GIIAS.


Anw, ini look outfit saya saat acara GIIAS. Walaupun pakai gamis, saya tetap bis ngacir ke sana-sini kok. Untuk lihat style lain silakan search di kolom blog dengan hestek #SetYourStyle ya!



Terima kasih sudah baca, jangan lupa follow Instagram @foreveryounglady_ dan @unidzalika ya! Tabik.



  

LIBURAN GAYA KOPER DI THE TRANS LUXURY HOTEL BANDUNG

Hi, Assalamualaikum!



Tidak jauh dari Jakarta, itulah yang membuat Bandung menjadi salah satu tempat liburan paling sering dikunjungi oleh warga Jakarta. Selain aksesnya yang mudah dijangkau, tempat wisatanya yang beragam, Factory Outlet, kulinernya pun banyak sekali yang numere uno.

Ingin berlibur dengan gaya koper atau ramah di kantong? Semuanya tersedia. Silakan kamu pilih dan sesuaikan dengan budget serta kebutuhanmu. Buat urusan penginapan pun kamu tidak perlu khawatir! Banyak sekali penginapan yang cukup strategis dengan harga yang bisa disesuaikan sesuai budget yang kamu punya.

Nah, untuk kamu yang mempunyai rencana berlibur ke Bandung dengan gaya koper, kamu bisa coba menginap di salah satu hotel bintang 6 yang ada di Bandung, yaitu TheTrans Luxury Hotel.

Hotel yang berada di Jalan Gatot Subroto dan mempunyai 28 kamar ini berada di kawasan yang sangat strategis, dan menyatu dengan tempat wisata Trans Studio Mall (sebelumnya bernama Bandung Super Mall) dan juga Trans Studio. 



sumber foto : traveloka



Ketika pertama kali masuk ke dalam hotel, kamu akan mendapati kesan mewah, classy, modern, serta glamour. Bisa terlihat dari desain interior, gaya arsitektur bahkan dari furniture yang didominasi dengan warna merah, emas, hitam juga abu-abu. Di lobi hotel kamu akan melihat sebuah patung naga yang terbuat dari swarosky, patung tersebut digantung dan memiliki panjang 11 meter. Baru saja masuk, sudah diberikan kesan yang sangat mewah ya!

Tidak hanya pada lobinya saja, fasilitas yang diberikan oleh The Luxury Hotel ini juga bisa dibilang mumpuni. Terdapat 17 convention room and meeting, serta Grand Ballrom dengan kapasitas 2000 orang. Yang unik adalah, ketika kamu melihat pintu utama ballroom kamu akan melihat taburan emas Prada, sehingga kesan mewah dan mahal akan semakin terasa sekali.


Sumber foto : traveloka


Tidak hanya fasilitas function room-nya saja, The Luxury juga memberikan fasilitas untuk mereka yang membawa anak kecil. Di lantai 3 terdapat sebuah Kids Club ; anak-anak bisa bermain dengan mainan yang disediakan, selain itu juga bisa melakukan berbagai macam kegiatan yang menyenangkan seperti drawing, coloring, cake painting, dan banyak lagi. Ruangan Kids Club juga di design dengan sangat nyaman dan pastinya akan membuat si kecil betah untuk berada di Kids Club. :D


Sumber foto : traveloka



Sumber foto : syiwahoney.blogspot.co.id


Tidak hanya Kids Club saja, Trans Luxury Hotel juga memberikan fasilitas lain yang akan membuat anak-anak akan semakin betah, yaitu Sandy Pool. Ditambah lagi dengan pasir putih lembut yang langsung didatangkan dari Australia. Selain itu, orangtua juga tidak perlu khawatir jika ingin meninggalkan anaknya untuk bermain di tempat ini, karena nantinya akan ada rescue team yang siap untuk memantau kondisi kolam renang sehingga si kecil akan tetap aman ketika bermain.



 Sumber foto : syiwahoney.blogspot.co.id



Kalu si kecil diberikan fasilitas Kids Club dan Sandy Pool, maka tamu hotel yang sudah masuk kategori dewasa juga dberikan fasilitas untuk semaki membuat betah pastinya. Seperti tempat fitness yang ada di lantai 5, dan juga kamu bisa menikmati perawatan tubuh dengan spa dengan ditemani sayup-sayu musik Bali yang bisa membuat anda semakin nyaman bahkan mengantuk :)

Oh, iya untuk fasilitas restorannya pun tidak kalah mewah. Kamu bisa memilih diantara 3 kategori restorannya. Yang pertama adalah Club Lounge, untuk kategori ini dikhususkan bagi mereka tamu VIP yang sangat menginginkan menikmati hidangan secara privat.

Kategori kedua, diperuntukan bagi mereka yang ingin menikmati hidangan dengan berada di ruangan  yang memilik konsep  arsitektur dan interiornya yang terkesan mewah, tapi tentunya untuk tamu restoran di kategori ini akan semakin banyak. Dan yang terakhir adalah, kategori restoran yang memiliki konsep open air yang memberikan suguhan pemandangan dari kota Bandung.

Nah, karena sebelumnya sudah dikasih tahu kalau hotel ini menyatu dengan Trans Studio, Itu artinya para tamu jika ingin menyempatkan untuk mengunjungi Trans Studio, tidak perlu berkendara jauh, cukup berjalan kaki saja. 

Tans Studio merupakan salah wahana bermain indoor terbesar yang ada di Indonesia. Di Trans Studio, kamu akan bisa menikmati berbagai macam wahana mulai dari yang menantang adrenaline, sampai wahana edukasi pun ada.

Seperti Yamaha Racing Coaster, salah satu wahana yang akan menantang adrenaline ini mempunyai tinggi 50 meter. Kamu akan dibawa berputar putar dan berteriak selama 90 detik. Kecepatan coaster yang bergerak mundur ini bisa mencapai 120 km per jam. Untuk wahana edukasinya kamu bisa mencoba mengunjungi Sciense Center, di sini terdapat lebih dari 50 alat peraga dari berbagai bidang seperti Fisika, Biologi, Kimia, dan Matematika.

Nah, dear Young Lady and Traveler readers, itulah salah satu hotel mewah di Bandung yang bisa kamu nikmati jika ingin berlibur ke Kota Kembang Bandung dengan gaya kopermu. Oh, iya jika kamu tertarik dengan hotel ini kamu bisa melakukan pemesanan melalui situs travel online seperti Traveloka lho. Selain akan mempermudah, proses pemesanannya pun relatif cepat.
  

Ps. Well, kita lapan traveling bareng, nih? 

[Female Dairies - 32] Pengalaman Berbelanja di Adorable Projects

Hi, Assalamualaikum!





Saya kalau disuruh milih antara film atau pakaian, lebih mau ngabisin uang untuk jajan pakaian. Tapi kalau disuruh milih sepatu atau pakaian sementara dompet lagi tipis-tipisnya (baca : nggak ada uang) ya saya maunya jajan sepatu aja.



Anw, suatu waktu saya mau jajan sepatu dan sayangnya nggak sempat ke mall untuk belanja, bahkan sekadar window shopping aja nggak keburu. Jadilah jajan online pilihan saya. Lantas saya kebingungan, jajan di mana, nih?

Saat saya nanya sana-sini, banyak orang yang rekomendasikan @adorableprojects (instagram). Lucu, memang. Dan harganya termasuk yang sangat sebanding dengan modelnya. Namun, bagaimana dengan kualitasnya?

Some ppl said, barangnya nggak sesuai ekspetasi dan tapaknya keras. But the others said that only in Adorable Projects we can get a good quality.




Setelah saya nampung beberapa opini orang, saya pun langsung coba belanja. Dan tulisan ini dibuat berdasarkan opini pribadi, bukan sponsor atau endorse. I bought the shoes by my own money. Uang hasil jualan di @foreveryounglady_


Ekspetasi pertama saya pas dilayani mereka : cepat tanggap, ramah, nggak moody-an, bahkan admin izin atau minta maaf saat lama membalas. Saya sampai bilang kalau misalnya dilayani dengan ramah begitu, bawaannya jadi mau belanja terus, hahah. Gimana ya, adminnya ramah dan kali pertama kita chat untuk order, itu selalu diawali dengan perkenalan nama. Nama, lho. Nggak banyak Admin OS yang mau (atau berani) share identitas mereka. *brb stalk adminnya* 















Setelah itu, setiap tanya-jawab, bakal dijawab dengan sangat ramah dan kalau nggak jadi beli pun, oke aja, nggak dimaki. Saya pernah tuh, jajan di suatu OS dan saya sudah pasti beli tapi belum sempat bayar. Lalu sama adminnya saya dimaki bodoh bla bla bla. Setelah belanja di OS tersebut saya jual lagi produknya dan block itu OS (lanjutan curhat mengenai os yang ini di japri aja yes). Kesel. Tapi Alhamdulillah, nggak begitu kalau di Adorable Projects.

Terus ya, ini adminnya Adorable Projects (katanya beberapa teman) laki-laki semua. Jadi nggak moody-an dan kuat banget ngeladenin pertanyaan customer. Dijadiin pacar bisa nggak, sih? Eh, gimana 👻




Di sana tuh barangnya buatan Bandung dan load-nya penuh sekali, sepemantauan saya, sih. Soalnya ini-itu stock pada kosong. Kalau orangnya nggak sabaran seperti saya mah, males buat PO.


Ini di katalog


Ini packing-nya


Ini isinya. Mirip sama di katalog.


Tapak bawah dan dalam, sama empuk.



Nah, ini yang ditunggu-tunggu. Saya akhirnya pesan satu produk dan mau tahu kualitasnya. Ketika barangnya sampai, buka, cek, cium-cium, periksa sana sini, Hm. Bagus, kok. Barang yang saya beli mematahkan opini negatif yang orang lontarkan waktu lalu. Memang, pada awalnya saya sempat sekptis soalnya kalau lihat-lihat di galeri foto mereka, jahitannya itu ada yang nggak terlihat rapi. Sebagai orang yang sangat detail sama kerapian jahitan, itu jadi penilaian saya yang paling penting dalam membeli suatu produk.

Intinya, barang yang ada di foto sesuai dengan aslinya (berdasarkan apa yang saya beli), jahitannya rapi, tapaknya nggak keras, dan bagian dalamnya disediakan busa untuk menyerap keringat. Apakah saya akan membeli lagi di sana? Absolutely, for sure :)




Ps. Terima kasih untuk pelayanan baik dan diskon-an yang diberikan. Love it so much! Adorable Projects is definitely adorable! 

[Beauty Corner - 42] Mana yang Lebih Enak?! BB Cream, Foundation, atau Bedak?

Hi, Assalamualaikum!




Beauty Corner is back! Keganggu nggak, dengan tulisan kuliner dan beberapa curhatan belakangan ini? Semoga enggak, ya. Dan semoga kamu dapat mengambil manfaatnya.

Okeh, saya kembali nulis seputar kecantikan dan kali ini menulis atas permintaan beberapa orang yang bertanya mengenai dempul apa yang harus dipakai. (Catatan : saya tidak bisa merekomendasikan kamu harus pakai apa, saya hanya share produk apa saja yang pernah saya gunakan).





Sebetulnya, sekali lagi lagi saya ingatkan. Yang paling penting dan utama itu perawatan, Dear. Bukan pakai makeup berlapis supaya ini-itu tertutup. Saya pun sekarang sudah jarang pakai dempul dan kalau kamu lihat foto saya di instagram @unidzalika, ya mukanya begitu saja. Apa adanya. Tapi, kadang ada momen tertentu di mana kita harus all out. I admitted that. Nah, dempul apa yang biasanya saya pakai? Dan apa bedanya? Let me explain to you one by one.




1. Bedak
Ini adalah yang paling ringan dan paling cepat hilang juga. Bedak pun dibagi jadi dua ;

A. Bedak Padat.
Maksudnya bedak yang terksturnya padat dan nggak bakal berhamburan kalau kesenggol angin. Biasanya bedak padat disediakan puff dan mudah dibawa ke mana-mana. Enaknya bedak padat itu, mostly tempatnya travel friendly, dan juga disediakan kaca. Beberapa bedak sudah sepaket dengan SPF, dan ringan banget. Kekurangannya, kalau kamu berpori-pori besar, bedak padat akan membuatmu mudah berjerawat karena teksturnya seringkali terjebak dalam pori-pori. Udah gitu, cepat hilang dan nggak bisa menyembunyikan noda, jerawat, apalah itu.

Saya pakai bedak padat kalau mau pergi yang acarnya tidak terlalu formal. Misalnya saat ke kampus, atau ke perpus, cuma pakai bedak padat. Yang saya pakai kadang merek Pigeon, Maybelline, atau Cathy Doll. Untuk review Cathy Doll bisa kamu baca dengan klik tulisan ini, lalu Maybelline bisa baca di bagian ini.. Dan oh, kalau kamu lihat fotonya, puff masih sangat bagus karena saya biasanya pakai brush dari mineral botanica  untuk mengaplikasikannya.




B. Bedak Tabur.
Ini nih yang kalau kesenggol angin, bisa berhamburan. Makanya buka bedak tabur mesti hati-hati. Bedak tabur ini menurut saya bahkan lebih ramah dari bedak padat. Lebih ringan dan nggak terlalu menyumbat pori-pori. Kekurangannya mungkin susah dibawa jalan-jalan karena kalau tumpah, sayang.

Bedak tabur yang saya pakai dari Viva Cosmetics. Biasanya pakai bedak tabur kalau mau ke mall, atau ke tempat-tempat yang nggak terlalu jauh. Tapi kadang, di beberapa acara penting yang makan waktu berjam-jam, misalnya acara event blogger, saya pakai bedak tabur. Supaya mukanya nggak capek.




2. BB Cream.
Dulu, saya suka pakai BBC karena dia merupakan versi lebih ringan dari foundation tapi lebih komplit efeknya dibanding saat pakai bedak. Misalnya, beberapa BBC bisa menyamarkan noda, menutup kemerahan jerawat, juga bisa bikin wajah terlihat segar seharian. BBC apa saja yang pernah saya pakai? Bisa kamu cek di postingan ini, ya!

But unfortunately, since almost 2 years using BBC, I think it's still so heavy on my face... So I choose to stop using BBC as a daily makeup. Selain berat, kadang males bersihkannya itu loh. Jadi cuma pakai kalau benar-benar lagi mau aja.




3. CC Cream.
Ini sama seperti bedak, ringan dan nyaman. Manfaatnya seperti BBC bahkan lebih banyak lagi --katanya mah. Ada banyak CC Cream yang bisa kamu coba dan kalau saya pakai CC Cream Hada Labo. Saya belum pernah cobain CC Cream lain. So far yang saya pakai ini memang lebih ringan, sih. Misalnya pas lagi ke Joglo Beer, saya pakai CC Cream.






4. Foundation.
Ini nih, yang bikin muka licin dan cakep. Memang paling berat, tapi sekarang banyak juga yang formulasinya ringan, lho. Foundation sendiri ada banyak jenis dan mesti disesuaikan dengan jenis kulit kamu. Saya nggak bisa review semua karena terlalu panjang, mungkin kedepannya akan jadikan ini pembahasan di postingan terpisah.

A. Kulit Normal
Sheer foundation
Stick foundation

B. Kulit Kering
Oil-based foundation
Cream foundation
Mousse foundation




C. Kulit Beminyak
Matte foundation
Loose foundation ---> Ini yang saya sering pakai. Walaupun saya masuk ke jenis kulit kering, tetapi ini hasil akhirnya cakep banget. Saya pakai Mineral Botanica Loose Foundation, yang bisa kamu baca di sini.




D. Cocok untuk Semua Jenis Kulit
Liquid foundation
Two way cake foundation
Tint foundation



➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖



Jadi, mana yang paling sering kamu pakai?

[Female Dairies - 31] Bagaimana Cara Kamu Memaknai Hidup di Usia 24?

Hi, Assalamualaikum!






Ini adalah hari kedua saya di usia 24 tahun. Kemarin, saya mau posting tulisan ini, tetapi ketika membacanya ulang, saya rasa tulisan ini terlalu emosional. Terlalu lebay. Barangkali kamu akan berpikir saya delusional.

Dan saya ragu, apakah ini akan berfaedah ketika kamu baca?

Tapinya sudah nulis panjang banget. Masa dibuang sih? Haha, labil banget si Uni. Hm, baiklah. Selamat membaca, dan silakan ambil manfaat baiknya, ya. 



Warning : membaca ini kira-kira menghabiskan waktu 20 menit. Silakan pipis dulu, ambil camilan, siapkan charger, dan jangan lupa kunci pintu. Takutnya ada tamu nyelonong masuk dan kamu nggak 'ngeh. 



➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


Sejak kecil, setiap tanggal 1 Agustus, keluarga dan teman saya kerap memperlakukan saya dengan mewah dan ada saja perayaan meriah. Setiap tahun saya selalu mendapat hadiah. Bahkan, sampai sekarang, semua pemberian orang masih saya simpan dalam kotak besar dan saya masih mengingat dengan baik, tiap barang tersebut diberikan oleh siapa.

Semua ulang tahun saya sangat mengesankan, tetapi saya paling ingat saat ; usia 7 tahun, 16 tahun, 20 tahun, 22 tahun, dan sekarang, 24 tahun. Dan semoga saya masih dapat kesempatan merasakan ulang tahun lagi nantinya. Amiin.

Saat usia tujuh, ada perayaan meriah yang pertama, dan jadi yang terakhir. Di ulang tahun tersebut Bundo dan Papa sengaja mengundang teman-teman SD saya. Saya ingat ada seorang anak yang menyukai saya, juga datang ke pesta dan dia memberikan kado yang masih saya simpan sampai sekarang. Kalau sedang reuni, kami --saya, dia, pacarnya sekarang-- membahas kelucuan semasa kecil dulu.

Dan di ulang tahun itu pula, kali pertama saya pakai baju mewah hasil jahitan Bundo. Kenapa jadi perayaan terakhir? Sebab, setahun setelah itu Papa meninggal, lantas Jakarta harus saya tinggal, semua masa kecil saya yang berbahagia rasanya tiba-tiba Tuhan penggal. 

.

Di usia 16 tahun. Saya berada di sekolah asrama dan di tahun itu, asramanya digabung bersama kakak serta adik kelas yang artinya, saya tinggal tidak hanya dengan kawan seangkatan. Sepulang sekolah, mendadak saya diomeli suruh cuci piring sekamar. Padahal tugas piket saya saat itu nyapu ngepel. Tapi ya, saya jalani. Belum selesai bilas, saya diseret ke tangga asrama dan tiba-tiba disiram air seember besar. Lagi. Dan sekali lagi. Isinya air cucian kotor. Air bekas pel lantai. Sampah plastik juga banyak. Air apa lagi, entah. Jijik.

Saya benci kotor. Saya benci basah. Tapi saya tidak benci mereka. Karena setelahnya, satu asrama keluar kamar dan bernyanyi. Guru pun ikut menyalami. Lalu berdoa satu persatu. Dan mereka tertawa bahagia. Saya tahu itu bukan tindak bully. Itu adalah salah satu cara mereka membuat saya terkesan. Dan ya, saya memang jadi paling ingat momen itu.

.

Lalu, di usia 20... Saya mengenal seseorang yang berulang tahun di tanggal dan bulan yang sama. Waktu itu di kampus sedang ada sidang dan debat calon kandidat untuk ketua Senat kampus. Saya dan dia jadi panitia. Saat jeda istirahat, saya berkomentar bahwa salah satu calon kandidat ternyata ulang tahunnya sama dengan saya.

"Kapan?" tanyanya tanpa begitu tertarik. Saya menyodorkan fotokopi formulir calon kandidat dan dia tertawa. "Ulang tahun kamu tanggal 1, serius?"

"Iya. Kenapa? Bentar lagi tuh. Catat, ya," canda saya yang dibalas dengan senyuman. Tapi dia tidak berhenti tersenyum. Dan tiba-tiba mengeluarkan KTP-nya lalu menyodorkan ke saya. 

Di sana tertulis, dia ulang tahun pada 1 Agustus 1991. Gantian, saya yang tersenyum.

Yang membuat saya tidak lupa adalah, ketika tanggal 1 tiba, saat itu puasa, malam-malam sebelumnya kami penuh tengkar, dan paginya rencana jalan-jalan kami gagal. Saya masih sibuk rapat himpunan fakultas, dia pun sibuk rapat BEM kampus. That was a super-duper busy day dan kami kehabisan waktu bersama. Kalau dipikir-pikir sekarang, mungkin itu cara Tuhan untuk menjauhi saya dari perbuatan mudharat, hahaha.

Nah, akhirnya saat magrib hanya sempat minum air mineral. Berdua. duduk di dalam mall bagian tengah antara toko elektronik dan pakain dalam wanita. Hanya itu bangku yang tersisa. Saya kasih dia sebuah scrapbook yang alay ; kumpulan foto dan quotes juga beberapa gambar yang direkat dalam album foto. Ajaibnya, dia ternyata punya hadiah juga. Sebuah video buatannya sendiri. Itu adalah kado pertama yang berupa handmade, di ulang tahunn saya.

Kalau kamu pembaca setia sejak awal blog ini berdiri, kamu mungkin tahu kepada siapa momen ini saya maksud. Saya ikut menceritakan ini karena dia bagian dari masa lalu saya yang tidak dilupakan, tetapi itu pun bukan berarti saya masih menyukai atau mengininkannya. Tidak. Saya bersyukur jutaan kali tidak lagi bersamanya. Atas nama menghargai, dulu video itu tetap saya simpan. Namun, awal 2016 ini saya memutuskan untuk menghapusnya.

Itu hanya penggalan momen saja. Tiap tahunnya, saya masih bisa merinci bagaimana semua kerabat membahagiakan saya dengan ucapan, doa, dan juga benda kenangan. 

.

Lalu, saya lupa ulang tahun ke 21 atau 22 ya. Pokoknya keponakan saya lahir tanggal 31 Juli dan semua perhatian pindah ke dia. Dan anehnya, di tanggal 1-nya keluarga, teman, lingkungan, tidak ada yang mengucapkan doa atau selamat ke saya, sama sekali. Itu jadi ulang tahun pertama saya yang paling sepi. 

Saya merasa sangat sepi. Merasa sendiri.

Saya ingin menyalahkan siapa saja, tapi pada akhirnya saya menyalahkan diri saya sendiri. Ulang tahun itu apa? Kado itu apa? Perayaan itu apa? Bahagia itu yang bagaimana? Cemburu itu apa? Sepi itu kenapa? Kamu mau jadi orang apa? 

Kamu itu kenapa? 

Di situlah. Itu ulang tahun pertama di mana saya banyak bermuhasabah dan introspeksi diri. Ternyata, sebuah kesendirian dapat membuat kita jadi lebih dekat dengan hati nurani.

Sejak saat itu saya tidak haus ucapan. Ada yang mengucap dan mendoakan, Alhamdulillah. Ada yang kasih hadiah, Alhamdulillah. Seperti hari kemarin. Saya tidak lagi menginginkan ucapan pun doa-doa mewah, perayaan meriah, juga tidak berharap adanya hadiah.

Saya, telah memaknai ulang tahun sebagai tanda bahwa hidup saya di bumi tinggal sebentar lagi. Maka, saya harus bergegas menyelesaikan semua urusan saya, biar tidak ada lagi beban ketika meninggal nanti.

Sebentar, diralat sedikit, ya. Saya cukup senang dan menikmati bagaimana kamu mengucap selamat dan mendoakan banyak hal baik untuk saya. Senang, sekali. Dan terima kasih untuk itu.



Salah satu doa dari seorang sahabat yang berujung ke... nasihat. 😱



Yang saya maksudkan adalah, saya sudah belajar untuk menikmati hidup. Belajar tidak bergantung pada bahagia orang lain. Belajar tidak sedih ketika orang lupa kapan ulang tahun kita. Belajar tidak iri ketika orang telah menempuh hidup baru. Belajar banyak hal.

Saya pun kembaali bermuhasabah. Dan tidak mengerti kenapa dulu, saya seringkali sedih dan merasa terluka ketika disakiti, dilupakan, ditinggalkan... 

Saya banyak kehilangan orang, kehilangan lagi yang lainnya, dan itu rasanya seperti saat kita dari jauh cium aroma sate padang, perut sudah bergejolak, lidah menunggu dengan sabar saat sate diasap, dan saat siap disantap tiba-tiba ketumpahan eek cicak yang akhirnya batal dimakan. 

Semenyebalkan itu rasanya ditinggal. 

Waktu ditinggal, saya kira saya sendirian.  Namun, setelah belajar merelakan, hati rasanya lapang. Dan saya tahu, saya tidak sendirian. Saya punya keluarga terbaik. Saya punya sahabat. Saya memiliki teman-teman baik di dunia maya pun nyata. Saya bahagia, memiliki kamu sebagai pembaca saya.

Yang pasti, pada akhirnya, di tahun 2016 ini saya telah sepenuhnya bahagia atas kemauan saya sendiri. Bukan berpura-pura bahagia, bukan hasil mengemis bahagia dari orang lain, bukan juga bahagia di atas penderitaan orang. Tuhan dan Bundo telah begitu sabar menemani saya dalam berproses.



Uda - Bundo - Saya.
Aduh, maafkan kerudung kami yang awut-awutan. Ini selekas salat mesti langsung ke mobil dan nggak sempat rapikan kerudung. Untung sempat foto dulu.



Saya - Bundo - Nona (kakak saya)




Ternyata, untuk bahagia itu mudah sekali. Kita tidak boleh lupa bersedekah, terus bersyukur, dan mesti berani melepaskan --it can be someone or something, if you know what I mean. Lepaskan, relakan, dan biarkan Tuhan memberikan yang lebih baik.


Saya berpikir telah kehilangan bannyak hal. Tapi sebetulnya tidak. Tuhan telah memberikan saya kado sejak lahir ; Bundo. Beliau adalah kado terindah dalam hidup. Tuhan banyak kasih kado ; kakak dan ipar, ponakan, sepupu, tane, bibi, uwak, om, teman-teman yang baik, kamu (yang sedang membaca ini), pengalaman baik, masa lalu yang baik, lingkungan baik, pergaulan baik, pun kebutuhan hidup yang sangat baik. Memiliki hal-hal baik yang selalu mendukung apa pun kegiatan saya, membahagiakan sekali. 




Dan itu cukup. Alhamdulillah. 





Ps.
Allah, terima kasih selalu mengembalikan ruh saya selepas saya bangun tidur. Sisa usia saya, Insya Allah akan saya pergunakan lebih baik lagi, lebih bermanfaat lagi.

[Salero Uni - 11] Jangan Cuma Cari Bir di Joglo Beer.

Hi, Assalamualaikum!





(*)




Dibesarkan di lingkungan suku Minang dan Sunda, lidah saya terbiasa dengan makanan pedas dan gurih. Dan itu sedikit memengaruhi ketidaksukaan saya dengan segala hal yang manis. Kecuali kalau diperlakukan manis sama kamu sih, itu nggak apa.

Makanya kalau saya makan nasi tuh sedikit banget karena menurut saya, rasanya terlalu manis. Oke, mungkin itu berlebihan. Tetapi Bundo memutuskan kami menanak nasi merah biar saya mau makan. Dan jadi terbiasa. Dan makin asing dengan nasi putih.


Selamat makan!


Seiring berjalannya waktu, saya tiba-tiba tertarik memakan makanan manis. Seseorang di masa lalu membuat saya jadi tertarik dengan makanan manis.  Selain ingat dengan kenangan manis tersebut, lidah saya pun ingin sesekali makan yang manis. Dan Oky, few weeks ago suddenly told me to join him untuk nge-gosip di Waroeng Solo & Joglo Beer yang wilayahnya dekat Jeruk Purut.


Waroeng Solo
Jl. Madrasah no. 14 Jeruk Purut, Cilandak Timur, Jakarta Selatan.


Begitu tiba di sana, sudah ada beberapa orang yang siap diajak bergosip ria sambil makan bareng. Sebagiam sudah kenal, sebagian lagi baru kenalan, tetapi itu nggak membuat kami diam-diaman. Melihat keseruan ini, mengingatkan saya saat kami kumpul di Resto Seafood.

Anw, saat datang ke sini, kita akan menemukan tempatnya serupa kompleks di mana tersedia beberapa bangunan ala Solo. Saya perhatikan ada beberapa nama yang tercantum di tiap tempat, juga ada papan jalan penunjuk arah. Ada Jogjo at Kemang, Jogjo Beer, Waroeng Solo, Balai Sarwono, dst. Saya pun dijemput Nabela dan kami masuk ke tempat yang bertuliskan Joglo Beer.



Begitu masuk, langsung terlihat parkiran mahaluas dan gedung.. Nikahan. Yha!


Masuk ke kedai Jogo Beer? Nyaman!


Ada apa di balai Sarwono?



Joglo Beer House is the place to enjoy with gosip-haha-hihi-numpuk-dosa-dosa with your friends for a glass of ice cold beer (or another drinks) inside a small joglo in ethnic Javanese ambience, and we can seat both in outdoor or indoor. Di dalam, ada AC dan interiornya dibikin se-etnik mungkin, biar pengunjung merasa seolah-olah ada di rumah calon mertua  Solo.

Mula-mula, melalui namanya, saya tertarik akan disuguhkan jenis bir apa saja. Tetapi menu di sini ternyata sangat menggiurkan dan banyak makanan enak yang perlu dicoba. Nah, sebaiknya jangan cuma cari bir di Joglo Beer, karena ada banyak menu yang memanggil-manggil minta dipesan. Ini nih, makanan yang saya coba :


Ciken kesukaan saya! Tapi, biasanya yang saya makan pedas manis. Sementara chicken wings di sini lebih dominan manis dan tulangnya empuk.


Ini nih detail ciken maylaf ~~


Tebak, hayo, ini tenderloin atau sirloin?


Ya ampun, ciken lagi!


Kentangnya bergerigi. Dan oh, saya nggak cobain wortelnya :(


Ini kata saya risol. Terus diteriakkin orang-orang, katanya ini sosis solo. O, oke. Apakah sosis solo isinya memang daging cincang atau ini variasi baru? 


Minumnya ~ Kembung? Nggak. Mau nambah? IYA!! 



Anyhow. I would like to tell you all about the tasted, but it's so difficult to saying by words. So here just quick review for the food : absolutely delicious!! Daging yang dimasak teksturnya lembut, nggak terlalu lembek tapi juga nggak keras. Bumbunya menyerap dengan baik dan buat saya, rasanya memang dominan manis. Satu-satunya makanan yang gurih cuma kentangnya. Untuk minumannya, saya paling suka yang timun serut. Rasa kenangan. Semasa kecil saya sering makan ini. Untuk foto-foto makanan lain bisa kamu cek detail dan penjelasannya di Instagram kuliner saya, @salerouni .



Setelah makan, kan kenyang tuh ya. Biar nggak numpuk kalori, kami pun diajak tour keliling sambil dijelaskan fasilitas yang disediakan di sana. Ternyata, Balai Sarwono yang tadi dijelasin itu adalah gedung sewa untuk pernikahan. Di sini bahkan lengkap disediakan hall dan juga tempat penginapan untuk calon mempelai, serta keluarga calon. 


Ruangan penginapan. Saya juga sempat duduk di dalam dam nyobain ruangannya. Jadi berasa kayak calon manten anak keraton.


Seragam yang masak-masak di Waroeng Solo



Oh kelupaan! Ini di luar Joglo Beer. Tetap adem!


Nah ini salah satu jendela tempat makan untuk keluarga. 


Ini saya dan Bena di depan kamar penginapan.


Lorong menuju rias pengantin.


Nah, misalkan kamu mau nikah di sini, tempatnya luas banget dan bisa nampung sampai 800 orang, lho. Harganya juga termasuk terjangkau untuk ukuran pernikahan ala adat. Tapi kalau mau makan aja seperti saya, bisa juga. Lokasinya mudah dijangkau dari stasiun Pasar Minggu dan kamu bisa ajak teman-teman untuk gathering atau sekadar nongkrong.