[Fashion Insight - 9] Batik, Makanan Manis, dan Ingatan tentang Kamu.

Hi, Assalamualaikum!








; Tentang Dia



Seumur-umur, saya paling tidak akrab dan tidak mau PDKT juga dengan segala hal berbau Jawa (kecuali Jawa Barat, ya). Tetapi suatu hari, Tuhan pertemukan saya dengan seseorang yang mana saya jadi suka sekali dengan dia, dan setelah mengenal beberapa bulan, Tuhan kembali jauhkan dia dari saya.

Dia orang Jawa. Jogja, sih, tepatnya. Konon, orang Jogja nggak ingin disebut Jawa(?). Nah, melalui dirinya saya jadi mengenal macam-macam kebiasaan, istilah, tata krama, sedikit kosakata, juga jadi tahu citra rasa masakan sekitaran sana.


"Pakai jaket?"

"Nggak usah. Makasih," jawab saya di suatu malam.

"Ini bersih, nggak bau. Pakai jaket?"

"Nggak perlu, nggak apa kok ini nggak dingin."

"Pakai jaket, ya?"

"No,  I've told you million times I don't need that."


Suatu waktu, terjadi percakapan begitu. Lalu di hari lain, dia kasih tahu supaya tidak menolak tawaran demi menghormati orang. Itu juga beda dengan didikan keluarga saya. Kami terbiasa bilang tidak kalau memang tidak mau. Kami terbuka untuk menolak kalau memang tidak ingin.

Dia juga berbagi pandangan mengenai tata krama di sana. Dia bilang, saya tidak boleh makan duluan, bahkan mengambil lauk juga tidak boleh, sebelum dia. Jadi kalau saya makan dengan orang, saya harus menunggu dan membiarkan yang lebih tua untuk ambil duluan. Lalu diam dan makan dengan khidmat. Katanya.

Ini berbeda dengan keluarga saya yang kalau makanan sudah jadi, ya kami asal raup lalu makan sambil ngobrol. Di keluarga saya, meja makan jadi tempat untuk bertukar cerita.

Dia cerita soal gudeg. Soal A. B. C. Soal makanan di sana yang manis. Dia bilang, suatu hari saya harus coba semua makanan itu biar lidah saya tahu rasa gula. Biar bukan sambal yang selalu masuk ke perut. Sayangnya, sebelum dia sempat mengajak saya makan makanan tersebut, kami kehilangan kontak.

Saya nggak tahu dan nggak ingin tahu kabar dia sekarang. Namun, saya percaya, Tuhan sempat pertemukan kami untuk memberikan pelajaran ke saya. Bahwa saya harus menghormati semua orang dari suku manapun. Bahwa saya tidak boleh deskrit dan sinis terhadap satu suku. Dan Tuhan itu memang Mahabaik. Saya akhirnya dapat kesempatan makan makanan khas Jawa. Bukan Jogja, sih. Kali ini makanan Solo. Mungkin makanannya Solo dan Jogja berbeda. Sama seperti Bandung dan Bogor, seperti sama tapi berbeda. Tapi manisnya ini, dan juga suasana joglo rumah makannya, membuat saya senyum sendiri.






Di sini hanya menggunakan Bedak Cathy Doll Magic Gluta Pact SPF 30.




Saya tidak pakai maskara seharian ini. Nggak apa matanya jadi sayu, yang penting sehat, deh. Sudah tahu, kan, Kenapa Maskara Tidak Boleh Dipakai Setiap Hari?




.


Waktu coba semua makanan di Waroeng Solo & Joglo Beer, Jakarta Selatan, saya, tiba-tiba ingat dia. Semoga dia baik-baik saja dan sukses selalu, seperti saya, yang sedang belajar jadi perempuan baik-baik dan sukses, tanpa dia.


Ps. Nah, tunggu liputan kulinernya hari Rabu, ya. 

[Bioskop Update - 12] Pesan Moral dalam Film Sultan Ali Khan

Hi, Assalamualaikum!





Q for Queen
R for Rahvana
S for...


SULTAN! 


Teriakkan ini terdengar di dalam kelas sewaktu anak-anak belajar dan seseorang bernama Sultan, nggak sengaja masuk ke dalam kelas karena lagi cari jalan untuk ngejar layang-layang. Sungguh, tindakan tersebut mengingatkan saya semasa kecil tentang sekumpulan anak-anak tetangga yang sibuk lari-lari bertelanjang kaki demi sebuah kertas layangan yang benangnya putus lalu minta dikejar. Nggak puguh. Tapi menyenangkan. Dan mengesankan. Kejar-kejaran yang sia-sia, tapi ternyata punya dampak penting apalagi untuk seorang pegulat. Dan itulah yang dialami Sultan Ali Khan, lelaki asal Haryana.





Mulanya, Sultan ini cuma bantuin keluarganya jual antena parabola dan di usianya yang nggak lagi muda, dia masih suka kejar layangan sama anak-anak tetangga sampai digebukin penduduk karena berantakin dagangan dan jemuran. Sampai suatu waktu, dia jatuh cinta sama seseorang yang dia tabrak.

Lalu mereka jadi friendzone.

Lalu saling cinta tapi perempuannya punya ambisi terlalu tinggi dalam impiannya, plus dia kekeuh nggak mau jatuh cinta, karena cinta bisa membunuh impiannya. Dan fatalnya, si perempuan ini mempermalukan Sultan di muka umum. 




"Kamu bilang saya pacar kamu? Nyadar dong, kamu siapa?! Punya tujuan hidup aja enggak, masa ngaku pacar saya? Kamu tahu saya siapa? Saya pemenang gulat kejuaraan umum, nggak mungkin jatuh cinta sama badut kayak kamu!" ucap si Teteh di restoran pas lagi nongkrong bareng teman-teman Sultan. Duh, digituin, jatuh banget nggak sih, harga diri kita? Apalgi lakik yang diginiin. 

Lalu, Sultan patah hati.

Sampai ayahnya Sultan bilang, "Patah hati itu wajar, tapi jangan sampai kamu nggak makan, nggak ngapa-ngapaim, bahkan jangan sampai kamu bunuh diri."

"I won't do that, I'm not a kid anymore," kata Sultan. 

"Kadang, kita dipermalukan seseorang agar kita tahu bagaimana caranya untuk dihormati. Jadilah 'sesuatu' untuk menaikkan harga diri kamu, Sultan," balas ayahnya. 

Dan, berubahlah kehidupan Sultan. Dia jadi punya tujuan hidup ; menaikkan harga dirinya dan membuat dirinya dihormati orang lain. Caranya dengan menjadi pegulat. Sampai akhirnya dia terkenal di seluruh dunia setelah menjadi juara di Commonwealth Games tahun 2010 di Delhi, FILA World Wrestling Championship tahun 2011 di Istanbul, dan Olympiade tahun 2012 di London.







Gilak. Ini film bukan sekadar cicintaan. Bukan cuma nyanyi jojogedan. Ini film harga diri. Tentang kehormatan. Kesopanan. Pengorbanan. Ujian batin. Soal ketegaran hati. Apalagi untuk perempuan, ini film wajib banget ditonton supaya kita bisa belajar dari si Teteh bagimana merelakan impian ketika telah menikah. Dan, ini film bagaimana kita mengendalikan ambisi. (Catatan : ini cocok sama lirik lagu Sherina Sinna : "Tlah kuabaikan mimpi-mimpi dan ambisiku...") Bagaimana kita tidak lupa tanah kita berpijak, bagaimana caranya tetap membumi saat berada di langit. Salut banget dengan eksekusi cerita dalam film ini. Pace-nya memang agak lambat di beberapa part, tapi karena plot-nya sangat detail, in saya nggak bisa lepas dari layar dan nggak mau melewatkan sedikit pun adegan. 





Film ini juga ngasih lihat keindahan Old Delhi dan New Delhi, juga keakraban kota Haryana, dan ritual doa serta perkawinan di negara sana. Film-nya juga banyak banget bertaburan kata-kata bijak yang bisa dijadiin untuk quotes instagram. Dan, oh! Salut sama Salman Khan yang sudah di usia 50 tahun, masih bisa main akting banting-bantingan. Keren! 





Yang bikin janggal dalam film ini, hm... Ada sedikit kompleksitas antara perempuannya yang sibuk koar-koar soal feminisme, sementara Sultan memiliki pemikiran patriarki. Ini tergambar jelas dalam setiap curhatan, diskusi, dan tindakan mereka. Dan ending-nya yang begitu, bikin kita ngasih tahu kalau mm, apa ya... Bahwa kedudukaan perempuan memang nggak pernah bisa setara dengan laki-laki. Semacam itulah. CMIIW. 

Film ini cocok dintonton sama keluarga, kok. Dan nggak ada adegan ciuman sama sekali, jadi kalau mau nonton bareng orangtua, ini aman, hahah. Tapi tetap ya, anak kecil harus di bawah pengawasan. Saya baru selesai nonton film Sultan, tiga jam yang lalu bareng ka Anne --teman yang paling asyik buat diajak nonton. Kamu, kapan mau nonton ini? :) 


Sutradara
Ali Abbas Zafar
Penulis Skenario
Aditya Chopra
Produser
Aditya Chopra
Pemain
Salman Khan, Anushka Sharma, Randeep Hooda, Amit Sadh, dkk





Genre Film
Action
Drama
Sport
Release Date
6 July 2016 (India, Indonesia)
Country
India
Production Company
Yash Raj Films
Language
Hindi

[Fashion Insight - 8] How to Mix & Match Your Casual Clothing.

Hi, Assalamualaikum!




Punya baju yang seperti ini?


Itu salah satu baju yang sebetulnya favorit saya. Cuma yang bikin saya kesal, baju ini salah ukuran. Saya waktu itu minta tolong carikan ukuran L. Kemudian saya langsung bayar, tidak dicek terlebih dahulu dan ternyata dikasih M,  jadinya membentuk tubuh. Sama sekali bukan style saya, sih, unfortunately. Ini dibeli di Matahari seharga Rp 99.900,- ƪ(˘⌣˘)┐

Well, kaus dari Phenomenal ini punya warna yang cocok untuk di mix & match. Untuk kita yang punya ukuran tubuh sekitar S/M, buat saya nggak ada masalah pakai model horizontal stripes begini, serius. Nggak bikin kelihatan gemuk kok.








Nah, casual look itu sama sekali bukan style saya juga. Namun, kadang-kadang kita (atau saya saja) butuh sekali pakaian adem, nyaman, untuk dipakai di acara tertentu, kan. Kaus jadi salah satu pakaian yang bisa digunakan kalau butuh yang adem, tetapi padu-padannya ini yang penting. Berikut tips di bawah ini supaya bisa terlihat formal dengan kaus.


Ps. Kalau kamu mau mix & match satu baju, tempelannya jangan selalu warna yang sama, untuk menghindari kesan monoton. Dan pastikan baju tersebut punya bahan yang adem supaya nggak bikin kita gerah saat di-double.


1. Padukan dengan rok yang berwarna senada.



Saya pakai pashmina pink untuk menyamakan dengan warna strip bajunya. Merah mudah ketemu oranye, kata orang sih, nabrak. Tapi menurut saya justru warna ini senada dan cocok kalau dipakai bersamaan.


2. Pakai rok yang warnanya sama dengan kausnya.


Warna utama kaus ini abu-abu, dan saya memilih pakai rok dengan warna sama. Supaya nggak monoton, saya pakai sedikit warna lebih gelap untuk kerudungnya.


3. Memakai overall.


Karena kaus ini bahannya adem dan menyerap keringat, dia tidak akan rewel saat dijadikan daleman overall. Untuk overall (Zania dress) ini bisa kamu beli di @by_kori (IG)


Tambahan : 
Menggunakan crop top juga bisa  sebetulnya. Tapi karena crop top bukan selera saya, jadi nggak pernah saya terapkan. Semoga tips dan trick di atas boleh banget kamu tiru, Dear!

[Beauty Corner - 41] My Base Makeup Daily Routine

Hi, Assalamualaikum!



Bulan lalu, banyak nih pembaca saya yang request untuk diberitahu soal peralatan wajib untuk makeup dasar. Mumpung saya lagi senggang di angkot dalam perjalanan menuju makam Kakek, saya akan tuliskan secara singkat tentang makeup apa saja yang mesti kita punya. Yang saya tulis ini, rekomendasinya merupakan produk yang sangat terjangkau harganya, mudah-mudahan. Dan pastikan kamu sudah bersedekah sebelum implusif belanja, ya ^^


(Catatan ; yang ditulis hanya makeup dasar. Step perawatan skincare sebelum pakai makeup tidak dicantumkan)






1. Pakai BB Cream
Sebetulnya di masa sekarang yang semakin canggih, ada banyak variant BB Cream, CC Cream, DD Cream. Ada juga brand yang menawarkan foundation ringan. Tapi kalau saya, masih setia pakai BB Cream. Selain ringan, sudah cukup untuk covering wajah. Selain itu bisa juga jadi concealer. Kalau kamu bingung pakai BB Cream apa, coba baca 5 Macam BB Cream yang Murah Tapi Berkualitas.



2. Blush On
Penting nggak? Mungkin penting. Adanya blush on bikin tampilan jadi segar dan cerah. Nggak pucat. Namun, sejujurnya sih saya hampir nggak pernah pakai blush on untuk pemakaian sehari-hari. Kalau cek di IG unidzalika kamu bisa lihat wajah saya yang plain-look,  hahaha. Blush on juga ada banyak jenisnya. Ada yang padat seperti Fin Touch dari Viva Queen, ada juga yang krim seperti Blush On Krim dari Emina Cosmetics.






3. Pensil Alis
Nah ini nih yang saya bingung. Katanya sih, bentuk alis itu jadi kunci utama kecantikan seseorang. Entah, ya. Saya sendiri paling jarang pakai yang satu ini.



4. Maskara
Karena dalam Islam memakai bulu mata itu haram hukumnya, jadi penggunaan maskara ini sangat penting untuk membantu mempercantik bulu mata. Tapi hati-hati ya.


5. Eyeliner
Ada banyak jenis eyeliner yang bisa dicoba. Saya sendiri punya yang crayon, gel, liquid, pen, dan kajal.






6. Lip Care
Ini penting untuk segala kondisi bibir. Mau yang minyak, kering, pecah-pecah, ini mesti dirawat dulu sebelum pakai lipstick. Untuk perawatannya bisa coba pakai Vaseline Petroleum Jelly, atau Nivea Lip Butter, atau cek juga barang lainnya di @foreveryounglady_ (instagram)


7. lipstick
Ini juga ada banyak jenis sih. Misalnya, mau pakai lip cream bisa coba Revlon Ultra Matte, , maybelline, mineral botanica, dst.





Gimana? Simple and easy to find, isn't it? Cek juga tutorial natural look makeup di sini. 

[Female Dairies - 30] Pertanyaan "Kapan Nikah?" itu Asing di Telinga Saya

Hi, Assalamualaikum!





Saya tidak menemukan pertanyaan "kapan nikah?" dalam keluarga saya baik di pihak Papa atau Bundo. Keduanya punya kesamaan --walau dalam jalur masing-masing. Kesamaan tersebut ialah, all women in my families are working mom. 

Perempuan yang belum menikah pun bukan ditanya kapan nikah. Ketika bertemu terutama saat Hari Raya Idulfitri seperti ini, yang kerap dibahas adalah pekerjaan, juga sedikit soal jenis lipstick apa yang lagi hits. Saling sharing, saling bertukar cerita, dan memberi motivasi untuk kerja di bidang yang sesuai dengan passion. Semua perempuan dalam keluarga besar saya adalah panutan. Saya selalu kagum dengan cara mereka membagi waktu untuk keluarga, pekerjaan, dan juga kehidupan pribadinya. 

Mereka sama sekali tidak pernah bertanya "kapan nikah?"

Sebab, pernikahan tidak memandang usia. Sementara pekerjaan memiliki batas angka. Lewat sedikit, kita akan kesulitan kerja di A, B, dst. 

Nah. Ketika kalian sedang riweuh dengan pertanyaan berulang "kapan nikah", saya tidak mengalaminya. Justru pertanyaan "Kapan lulus?" lah yang jadi momok menakutkan buat saya. Bukan takut seperti saat bertemu hantu, atau takut ketemu pacarnya mantan, bukan. Tapi lebih takut seperti, saya takut membuat keluarga saya sedih karena belum mampu menyelesaikan tanggung jawab yang satu ini.

Tapi, sekali lagi, keluarga saya memang panutan. Idola saya. Mereka tidak pernah membuat saya takut. Bahkan pertanyaan "kapan lulus?" pun tidak terlontar. Yang ada hanyalah diskusi santai mengenai dunia kerja, yang kami bahas selama beberapa menit saat berkumpul di meja makan sambil menyantap dendeng balado dan ayam opor. 

Kalau keluargamu, bagaimana? 


Selamat Idulfitri, ya. Kalau bingung mau tampil seperti apa di Hari Raya, coba cek tips & trik berdandan di Hari Lebaran.

[Beauty Corner - 40] Maksimalkan Penampilanmu di Hari Raya Idul Fitri!

Hi, Assalamualaikum!




(*)



Dear, now we are counting down menuju Hari Raya Idul Fitri 1437 H! Pada kesempatan tapping acara MNC Channels Edisi Spesial Lebaran,, saya ditanya mengenai pandangan saya tentang Idul Fitri.


Idul Fitri menurut saya merupakan sebuah achievement dari Allah.
Kita sudah berjuang untuk mensucikan diri melalui berpuasa dan menahan segala hal, baik dari lapar, rasa marah, dll. Setelah sebulan penuh berpuasa, maka Idul Fitri menjadi tanda bahwa kita telah lulus dan ini juga cara kita bersyukur pada Tuhan melalui salat Ied. 




Hari Raya Lebaran yang menjadi tanda bahwa kita (Insya Allah) sudah kembali suci dan bersih baik secara fisik dan mental. Namun, bersih dan suci bukan berarti kita harus tampil polos saat lebaran.

"Iya, soalnya kan suci, bersih, jadi polos aja."

Nooooo, ini persepsi yang kurang tepat. Justru, kita harus maksimalkan tampilan kita saat lebaran nanti. 'Kan, kita bakal ketemu sama kolega dan kerabat yang sebelumnya jarang ditemui, nih. Dengan tampil maksimal, mereka nantinya akan mengingat tampilan kita. Apalagi nanti foto-foto, we-fi cantik, nggak mau dong, dalam foto nanti kita terlihat pucat tanpa riasan.



Oh, ya. Saya sendiri nggak begitu suka bold look makeup. Buat kamu yang juga sukanya riasan natural, atau yang suka blod tapi mau coba yang natural, saya akan kasih tutorial dandan yang sangat sederhana tapi all out untuk lebaran besok. Sama sekali nggak menor dan mungkin nggak begitu 'wah' sih, tetapi look ini yang akan saya gunakan saat Hari Raya. Kamu bisa tiru tampilan ini dan semua produk yang saya pakai dari Viva Cosmetics. Selain murah, mudah didapat, kosmetik dari Viva sangat cocok untuk kulit wanita Asia. Langsung saja yuk, ditonton tutorialnya ~ 





Keterangan ; 


Face :
Facial Wash Viva White Clean Mask
Viva Foundation Liquid
Perfect Natural Bright Viva Queen Powder














Eyes :
Eyeliner Black Viva Queen
















Lips :
Chic on Lips Orange Blast (note : I didn't use any lipstick since my lips ws chapped)








Blush on :






Hand :
Viva Bengkoang Hand Body Lotion






Oh ya. Riasan yang kamu gunakan, sebaiknya pilih yang warnanya selaras dengan pakaian. Misalnya, saya yang pakai tampilan natural tapi makeup-nya semi-gold, maka memilih menggunakan kerudung peach dan pakaian yang bernuansa peach juga. Supaya, tampilan saya jadinya bukan menor tetapi adem. *halah* ya pokoknya gitulah. Balik lagi ke selera sebetulnya, sih. Kalau saya, kira-kira outfit begini yang cocok untuk dipadupadankan dengan tutorial makeup di atas. 

















Yay or Nay? Share pendapat kamu di kolom komentar, ya! :)



Oh ya, selamat Idul Fitri 1437 H, Dear! Semoga puasa kita di Ramadan kemarin berkah dan diterima Allah amal ibadahnya :')

[Female Dairies - 29] Seberapa Banyak Kamu Meminta Doa Pada Nenek?

Hi, Assalamualaikum!





Kemarin selepas syuting, saya menyempatkan diri untuk ketemu Nenek tiri (dari Bundo). Lalu, sebelum pulang, saya ditawari mau didoakan apa. Apa mau enteng jodoh, mau cepat lulus, mau cepat kerja, atau mau apa?

Mengingat doa seorang nenek cepat diijabah, saya pengin jawab minta didoakan semuanya --bahkan lebih. Tapi tiba-tiba keingat, rasanya serakah sekali minta banyak doa sementara saya belum melakukan atau memberi apa-apa pada beliau. Saya diam dan berpikir... 





Dan saya pun memutuskan minta didoakan, "Semoga, aktivitas yang sedang saya kerjakan (baca : ngeblog) selalu dilancarkan, dimudahkan, berkah, dan diridhai Allah."
Dalam tangisnya, sesekali mengusap air mata dan memegang erat tangan saya, Nenek mengulang kalimat tersebut dan mengatakan bahwa ia akan selalu mendoakan itu.

Dan saya yakin beliau akan terus mendoakan tanpa perlu mencibir apa yang saya lakukan, tanpa pernah menyuruh saya seharusnya meninggalkan aktivitas yang menurut banyak orang -cuma-gitu-gitu-doang.

Catatan : saya tidak selalu mendapat uang dari ngeblog. Saya tidak menjadi lebih kaya dari kamu 'hanya' dengan menulis di blog. Ini bukan soal uang. Ini tentang bagaimana saya bahagia dan menikmati hidup saya karena bisa menenggelamkan diri lebih jauh pada passion.

Yang penting Allah tidak melarang. Yang penting orangtua ridha. Dan yang paling penting, saya lupa caranya mengeluh saking menikmatinya aktivitas saya.

Sepulang dari sana, saya kepikiran. Kenapa juga saya nggak sekalian minta didekatkan jodohnya aja, sih. Tapi baiklah, lebaran nanti, saya akan minta didoakan. 

[Bioskop Update - 11] Jilbab Traveler : Love Sparks in Korea

Hi, Assalamualaikum!




Pernah nggak, dalam hidup, kamu menemukan seseorang yang sangat baik dan rela melakukan apa saja untuk kamu, tetapi hati kamu nggak pernah ada untuknya? Pernah? Nah, itu juga yang dirasakan BCL dalam menanggapi perasaan dari Giring Ganesha. BCL justru menaruh hatinya ke Morgan Oey, nih :( Well, tunggu. Ini bukan gosip. Ketiga aktris itu sedang beradu peran dalam film Jilbab Traveler : Love Sparks in Korea.




JILBAB TRAVELER : LOVE SPARKS IN KOREA merupakan film yang diadaptasi dari novel (dengan judul yang sama) karya Bunda Asma Nadia. Nah, BCL di sini menjadi Rania Timur Samudra yang berusia 24 tahun dan dia dijuluki dengan sebutan Jilbab Traveler oleh para pembacanya. Pas pertama nonton ini saya agak kaget sih, soalnya Teteh BCL pas dikerudungin kok sekilas mirip banget sama Bia!! Tapi setelahnya ngeh kalau itu bukan Bia (Zaskia Adya Mecca), hehehe. 





Suatu waktu, ayah Rania ini ngasih misi untuk mencari cinta di tanah Baluran ; sebuah tempat dengan pemandangan alam yang luar biasa indah di timur pulau Jawa, tempat di mana ayah dan ibunya dulu, menemukan cinta.

Akhirnya Rania jalan-jalan, dan di Baluran dia ketemu Hyun Geun, seorang pria Korea yang cuek tapi (konon dalam ceritanya) penuh kharisma. Hyun Geun yang diperankan oleh Morgan ini adalah seorang fotografer yang jalan-jalan ditemani sahabatnya, Alvin --Ringgo. Dan dimulailah momen-momen tak terlupakan mereka.




Namun, ketika pulang dari Baluran ada berita bahwa ayahnya telah meninggal. Rania pun memutuskan berhenti menjelajahi dunia. Dia memilih untuk tinggal di rumah, mendampingi ibunya, jadi anak baik-baik dan menghentikan mimpinya. Lalu, gimana sih kisah selanjutnya? Giring diapain? Gimana pendapat ibunya? Terus kok bisa Rania jalan ke Gangwon, Korea Selatan sementara awalnya dia kan bersikeras sudah berhenti menjelajahi dunia? Di sini saya suka banget sama dandanannya BCL yang natural dan keluar auranya. Kata Bundo sih cara pakai kerudungnya bikin muka dia jadi lonjong, tapi bagaimanapun, makeup-nya natural sekali! Oh iya, baca dulu nih, kenapa sih maskara tidak boleh dipakai setiap hari, sih?



Sutradara
Guntur Soeharjanto
Penulis Skenario
Alim Sudio
Produser
Gope T Samtani
Penulis Novel
Asma Nadia
Pemain
Morgan Oey, Bunga Citra Lestari, Giring Nidji, Ringgo Agus Rahman, Indra Bekti dan istrinya, Aldila Jelita, Dewi Yull, Tasya Medina, dkk.






Film ini ringan dan islaminya nggak terlalu fanatik banget, pokonya film hiburan yang bisa ditonton semua kalangan baik secara agama, suku, usia, dll. Film ini memang setengah drama, dan boleh jadi dibilang ringan karena ada kehadirannya Kak Ringgo yang sanggup memecah suasana. Beliau ini memang selalu jadi tokoh yang break the ice on the movies, ya. I'm totally in love with his acting! Kak Ringgo cuma diem manyun aja, satu studio bisa tertawa lepas. Hebat sekali ini orang. Adanya beliau bikin film Jilbab Traveler jadi segar dan nggak jenuh karena drama percintaan yang disajikan. Porsi figuran keluarganya juga oke, nggak berlebihan tapi tetap terikat sama si tokoh utama.







Walaupun bukan film relijius banget, yang bikin saya salut adalah, sepanjang adegan sama sekali nggak ada sentuhan fisik, tetapi chemistry tetap ada di antara pemain. Film ini juga jadi memberitahu bahwa cinta tidak selalu harus bersentuhan fisik. Selain itu, ngasih tahu juga kepada seluruh orang bahwa dalam Islam, jatuh cinta itu nggak dilarang, tetapi kita bisa lihat wanita begitu dimuliakan sampai-sampai dijaga dari hal-hal sentuhan fisik.  Nah, sebagai perempuan pun, kita bisa belajar dari karakter yang dimainkan Teh BCL, bahwa perempuan harus berprinsip. Jangan leyeh-leyeh. *benerin kerudung*

Hal lainnya, saya angkat dua jempol untuk Teteh BCL yang aktingnya sudah lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Terus saya suka banget ngelihat chemistry yang dibangun antara Teteh BCL sama Akang Giring. Feel-nya dapat, sakit hatinya kerasa, dan walaupun karakternya posesif, tapi aduuuuuuuuuuh ini kalau saya nemu karakter Ilhan yang diperankan Akang Giring dalam dunia nyata, saya nggak bakal sia-siain deh orang macam begitu. Hvft. Sayangnya nggak ada, belum ada. 

Dear, kamu mesti nonton film ini, karena ada aktris legendaris, Bunda Dewi Yull. Ini Bunda buat saya owsom sekali dan saya terkagum-kagum lihat beliau yang dalam keadaan diem aja, kita sebagai penonton tahu kalau beliau sedang gelisah. Mimik muka dan gesturnya Bunda Dewi Yull alami banget, keren!! Morgan juga sudah lebih baik aktingnya menurut saya dibanding sebelumnya, dan meskipun masih sedikit kaku menggunakan bahasa Korea-nya, tapi totalitas dia lumayan lah. Cuma menurut saya chemistry Morgan dan Teh BCL masih kurang ngena. Ujug-ujug suka. Ujug-ujug galau. Ujug-ujug di-PHP. Ujug-ujug weh terjadi semuanya. Prosesnya kurang intim. But overall, sekali lagi, karena ini film yang kemasannya ringan, jadi cocok untuk tontonan libur lebaran tahun ini.



*bonus foto*


Mm, apalagi ya... Palingan ada beberapa sponsor yang hadir terlalu mencolok seperti iklan cokelat roll caykelatos, makeup halal yang warna hijau, ransel Asma Nadia, fashion outfit dari D*uky juga bikin BCL jadi terlihat sangat fashionable. Dan saya bingung ini film setting tahun berapa, karena iklan-iklan itu kekinian, sementara properti seperti mobil dll seperti barang-barang masa lalu. Mobil yang dipakai Ilhan itu kalau dipakai di masa sekarang kan pajaknya mahal. Oke, ngelantur. Abaikan. Untuk lebih jelasnya ya mending nonton langsung aja deh! 


Film ini bisa ditonton di bioskop yang mulai tayang tanggal 5 Juli 2016 besok. Saya, Alhamdulillah bisa curi start duluan nonton bareng tim @muterfilm dan @mppromedia di Botani Square minggu lalu. Untuk kamu yang pengin duluan update soal film, bisa follow @muterfilm dan ikuti linimasa-nya.


Selamat menonton!