Skip to main content

NEW : Spicy Chicken Ramen dan Tokyo Shoyu Ramen



Sebagai penggemar ramen, saya senang banget pas tahu kalau IPPUDO (dibaca Ipudoh) baru launching dua jenis ramen terbaru pada hari Selasa, (26/05/15) di Pasific Place, Jakarta. Saya alhamdulillah sebagai salah satu orang yang beruntung bisa ikut mencoba dan menyaksikan penjelasan tentang pembuatan ramen tersebut. Dua ramen yang baru rilis tersebut adalah Spicy Chicken Ramen dan Tokyo Shoyu Ramen.



FYI, buat yang belum tahu, ramen merupakan makanan berbahan dasar mi (tepung) tetapi diracik dengan bumbu dan topping khas Jepang. Yang membedakan ramen dengan mi yang biasa kita makan ini, olahan bumbunya dan juga rasa mi yang berbeda. Nah, IPPUDO ini restoran Jepang dan ada di Indonesia sebagai gerai ke 49 dari 50 gerai internasional (China, Australia, Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong, Filipina, Singapura, New York, Malaysia, Thailand) dan mereka sangat memerhatikan bahan olahan untuk masyarakat muslim Indonesia khususnya, sehingga yang muslim nggak perlu khawatir karena mereka menyediakan produk halal. Untuk gerai yang di Indonesia, kamu bisa mengunjungi resto-nya di SCBD, Jakarta.

IPPUDO Indonesia
Pacific Place 5th Floor - Unit 5.37 SCBD Jl. Jend. Sudirman Kav.
52-53 Jakarta Selatan 12910 Jakarta
Facebook: Ippudo Indonesia
Twitter: @ippudoidn
Instagram: @ippudoindonesia

Oh ya, walaupun nggak begitu paham dengan interior design, tapi sebagai peikmat kuliner saya menganggap kalau restoran IPPUDO Indonesia ini kelihatan banget kental dengan nuansa Jepang ; traditional yet sophiscasted. Ada kursi dan meja untuk pengunjung seperti ramen bar yang bisa menampung untuk beberapa orang, di mana jika pelanggan duduk di sini, kita bisa makan sambil melihat chef beraksi mengolah ramen. Kalau saya sih nggak mau lihat suasana dapur pas makan, tapi menarik juga kayaknya kalau duduk di sana. Nah, buat acara penting gitu ada private table yang bisa menampung dua puluh pengunjung –atau lebih, juga tersedia sharing table dengan kapasitas sepuluh kursi, dan VIP room untuk delapan kursi, dana kalau bawa keluarga, ada dua family room dengan kapasitas sepuluh kursi.



Ketika launching ramen terbaru dari IPPUDO, Mikami San menjelaskan tentang Spicy Chicken Ramen dan Tokyo Shoyu Ramen yang dibuat dengan mengakomodir kepentingan muslim sebagai mayoritas penduduk Indonesia. As I told you before, karena mereka menyediakan makanan halal dan non halal, maka mereka memisahkan dapur menjadi dua bagian dan semua sarana sekaligus media makanan dipisah demi menjaga kualitas dan rasa juga kepercayaan konsumen, tentunya. Misalnya ; sumpit cokelat yang berulir digunakan untuk ramen yang mengandung pork, dan sumpit cokelat yang lurus dan rata dipergunakan untuk ramen halal. Selain itu, sendok putih untuk yang ramen non halal, dan hitam untuk ramen halal. Wah, kalau kayak gini sih, aman dan percaya, ya. Semoga di dalam dapurnya nggak ada adegan tertukar :D



Nah, ketika mencoba Spicy Chicken Ramen, pedasnya kerasa dan bumbunya kerasa semua di lidah. Sementara untuk Tokyo Shoyu Ramen sedikit kurang asin tapi mungkin itu yang membedakan dengan ramen yang lain, ya. Dan di sana juga dijelaskan kalau makan ramen yang benar itu caranya diseruput kuahnya dari mangkuk dengan satu tarikan napas dan dinamakan Zutoto. Baru tahu tenyata cara makan ramen saya selama ini salah, hahaha. Anw, kedepannya saya akan datang lagi ke sini untuk makan yang Spicy Chicken Ramen karena jadi ketagihan :0 Kamu mau makan bareng saya? Yuk!

Comments

Popular posts from this blog

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

Hallo, Assalamualaikum teman-teman :)

Bagi saya, mengeluh adalah cara paling cepat untuk menghilangkan jenuh tapi sebetulnya bukan hal yang baik. Tapi enak. Tapi nyebelin. Dan di postingan kali ini saya akan berkeluh-kesah mengenai permasalahan kulit saya. Jadi, waktu itu saya mengecek kondisi kulit dan tipe kulit wajah saya ternyata kombinasi - minyak di T-zone. Namun, kulit tubuh kering kayak sisik ular, sampai rasanya kulit saya saingan sama kulit ular kobra yang belum ganti kulit. Plus misalnya kena sinar matahari, dia langsung bereaksi bintik merah, terbakar, agak kehitaman, kadang malah berdarah di bintik tersebut. (update : sejak 2016 kondisi kulit saya berubah jadi kering - sensitif). Lalu saya bingung, bagaimana cara mengatasi kulit kering berjerawat?





Permasalahan saya belum berhenti di sana. Kondisi bibir saya tuh ekstrim banget sih, suka pecah-pecah sendiri dan tiba-tiba berdarah ketika tersenyum, yang artinya sangat kekeringan. Banyak yang bilang karena saya kurang minum, pa…

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Assalamualaikum!
Beberapa pembaca saya di Line dan e-mail mengirimkan pesan, meminta saya menuliskan tentang BB Cream yang ramah di kantong untuk mereka pakai. sebetulnya tidak bisa sembarang kasih rekomendasi karena aktivitas kita berbeda, jenis kulit juga berbeda, dan yang seperti ini tuh biasanya harus trial and errror untuk tahu apakah kamu cocok atau tidak.




BB Cream ini memang jadi booming sekali sejak ada K-Pop Wave di negara kita. Banyak juga kolega saya yang dulunya pakai Foundie, beralih ke BBC. Manfaatnya memang All in One, sih, ya... Konon, berdasarkan iklan-iklan pembuat BBC, itu tuh isinya sudah komplit ada Base + Foundation + Concealer + Sunblock + Moisturiser + Oil Control .


Well, segitu komplitnya hanya dengan cream yang cuma dipakai sebiji jagung tiap diaplikasikan. Karenanya, BBC lebih ringan di wajah, lebih ramah di kantong juga, jadi lebih praktis, ketimbang harus pakai kosmetik secara berlapis. :) Malah untuk beberapa BBC ada yang klaim bisa mencerahkan atau memutihk…

Lima Tempat yang Perlu Kamu Datangi Kalau ke Cibinong

Sejak saya tinggal di Cibinong, nyokap kadang khawatir lihat saya nggak seperti orang kebanyakan yang suka bergaul sambil jajan ke sana kemari. Saya lebih suka nongkrong berjam2 di suatu tempat dan kalau ada teman yang sanggup saya cuekin sekian jam, kadang dia  ikut nongkrong juga. Sebetulnya, dibilang kecanduan makan di kafe, enggak juga. Tapi kalau dibilang asik dengan dunia maya, iya, saya begitu, kok. Mengakui bahwa ada kehidupan di dunia maya yang sama serunya dengan dunia nyata. Namun, untuk bisa survive di dunia maya tuh, butuh koneksi internet yang sangat baik which is called, use wifi. Iya, kan? Ehehehehe.
Makanya saya suka keliling tempat buat numpang colokan sama Wifi sekalian kulineran. Peribahasanya mah, "sekali mendayung seribu pulau dikunjungi"
Ada yang kayak saya juga? Nyusahin, ya. Nyebelin juga. Ya tapi itu tujuan diciptakannya kafe-kafe di beberapa kota, kan? Buat dimanfaatkan fasilitasnya. Jadi berkah, deh.
Nah, walaupun saya tinggalnya di pedalaman Bog…