[Beauty Corner – 08] Tutorial Hijab Syar’I Simple yet Sophiscated



            Girls, sebagai seorang muslimah, memakai penutup kepala itu wajib hukumnya. Tapi bukan sekadar nutup aja, kalau itu mah, topi juga bisa. Penutup kepala yang kita sebut sebagai hijab ini, ada ketentuannya. Dulu waktu zaman SMP, hijab saya suka diukur sama kakak perempuan, hitungannya harus satu jengkal di bagian samping, dan dua jengkal di bagian depan terhitung dari leher. IYA, DIUKUR, GAES! Bukan apa-apa, kata kakak, penutup kepala itu bukan hanya diperuntukkan untuk menyembunyikan rambut, tapi juga lekuk lain seperti leher, dada, punggung juga biar tali beha nggak kelihatan, dan itu tujuannya baik untuk kita. Kalau mau nutup dada aja sih, bisa depan yang panjang ya. Tapi kenapa belakang, samping juga harus panjang? Sebab setan itu licik, dia bisa membutakan mata manusia dan membuat mata yang dibutakan tersebut dapat melihat bagian lekuk keindahan perempuan dari segi manapun, kalau kita nggak menjaga diri sendiri, maka kita yang akan celaka. 

            Well, sejujurnya saya dulu pun mematuhi aturan panjang per jengkal, tapi sekarang agak susah karena saya aktif banget di luar dan kerudung yang terlalu panjang sedikit menyulitkan pergerakan saya. Dan islam itu tidak menyulitkan, bukan? Jadi saya mensiasati cara gimana biar tetap tertutup tapi kerudungnya memendek, hehe. Lalu saya memutuskan pakai pakaian lebih dari dua, setiap pegi ke luar rumah. Lumayan lah, banyak yang ngira saya gemuk bahkan ada komentar tubuh cederung nggak berbentuk, nggak apa, tandanya saya sukses membungkus tubuh saya. Nah, lalu ada masalah lain. Bukannya saya ikut-ikutan zaman yang semakin maju dengan dunia permodelan hijab, bukan. Tetapi karena perkembangan hijab ini membuat bahan-bahan hijab lebih tipis dan beraneka bentuk, jadi saya pun kesulitan menemukan hijab panajng ala-ala model zaman dulu, pun harus bisa beradaptasi dengan bahan hijab sekarang, harus bisa memakainya dengan tetap ke tujuan semula : menutup aurat. 

Saya pun menemukan soslusinya dari teman-teman semasa SMP dan kami sering diskusi banyak soal hijab, pun tetap mengingatkan satu sama lain. Nah, buat teman-teman yang juga mau syar’I tapi tetap stylish, saya punya sedikit tutorial yang barangkali bisa kamu contoh. FYI, mereka yang jadi model di bawah ini semuanya teman-teman SMP saya yang sudah menikah dan akan segera menikah, jadi buat pembaca lelaki, jangan dimodusin ya, gaes. 

Selamat mencoba!


        

0 comments:

Post a Comment

Hi! Thank you for visiting my website. I hope you can enjoy read all about blog posts here and lemme know your opinion! Please leave on the comments bellow :)