Skip to main content

Kreatifiksi bersama Klub Buku Bogor

Hai ~

Kali ini saya mau menceritakan pengalaman saya selama mengikuti acara Kreatifiksi yang diselenggarakan oleh Klub Buku Bogor dan bekerjasama dengan Moka Buku Media.

Dari awal memang antusias mau ikut karena ;
1. Ketua Klub Buku Bogor teman baik saya,
2. Acaranya di kota tercinta,
3. Pembicaranya Mas Sulak! Aaak >.<

Jadi nggak ada alasan dong, untuk nggak datang. Terus teman saya Mitha, juga udah ngajakin dari jutaan tahun yang lalu dan kami sepakat janjian di lokasi. Pas hari H, saya agak malas dateng soalnya badan pegel-pegel abis ada insiden jalan kaki dari Djuanda - Monas ((how foolish I Am)) dan kaki nggak bisa digerakkin. Tapi dipaksain juga deh, dateng ke Aula Dinas Pendidikan di Jambu Dua, Bogor. Infonya sih jam setengah satu udah mulai, tapi saya yang dateng telat pukul dua siang, alhamdulillah itu acara masih sambutan.

Well, Ketemu Sulak ini lebih ke penasaran, sih. Saya menyukai tulisan-tulisan beliau. Saya sudah babat habis cerpen-cerpennya, beli bukunya (Murjangkung & Bidadari yang Mengembara), dan senang banget dapat kesempatan bisa ketemu di acara ini. Sampai omongan beliau saya rekam dari menit pertama ngomong sampai sesi pertanyaan. Uwoh~~~ *niat banget* . Saya nggak bisa transkrip omongan beliau apa aja, nulisnya pegel, komandan! Tapi ada sedikit rahasia paling krusial dari Sulak yang bisa saya kasih tahu. Simak ya~~

"Untuk jadi penulis yang baik, jadwal membacanya harus baik. Karena dengan membaca kita jadi tahu apa saja, pun bisa menjawab segala jenis pertanyaan. Jangan pernah berharap jadi penulis yang tulisanya disukai orang, kalau kamu sendiri enggan membaca karya orang. Makanya, kalau ada yang bertanya 'apa pekerjaan paling sulit para penulis?' Jawabannya adalah 'Membaca' . Selain membaca buku, penulis harus pintar membaca kasus, situasi, juga kondisi."

Itu sih, yang paling ngena. Nah, jangan pernah berharap bisa jadi penulis yang sehebat Jk Rowling kalau kamunya aja malas baca. Terus, tiba di sesi tanya jawab, saya kekeuh harus dapat kesempatan. Bukan caper atau mau hadiah, tapi saya betulan penasaran. Honestly it's such a silly question, but I was immediately wif the answers. Ini pertanyaan saya ;

"Saya sudah baca beberapa cerpen mas dan menemukan ciri khas. Ciri itu, contohnya ; ada yang bilang isinya lebih ke surealis, beberapa tokoh di cerpen mas namanya sama seperti, Alit, Seto. Pertanyaan saya, apakah itu salah satu teknik kreatif Anda dalam menulis, biar orang jadi ingat, atau bagaimana?"

Lalu kata beliau, "Itu bukan teknik menulis kreatif, hanya saja untuk menulis sebuah cerita, penulis harus akrab dan paling tahu tentang tokohnya. Kalau kamu merasa dekat dengan si tokoh, maka menulisnya pun akan mudah. Saya merasa akrab dengan Alit dan Seto sehingga dua nama itu yang selalu ada di cerpen-cerpen saya meskipun antar cerpen tidak berkaitan. Soal surealis, sebetulnya saya ini alirannya Realism. Tapi kalau pembaca mengaggapnya sureal, maka cerpen saya adalah realis dalam pemikiran dan dunia saya,"

Jreng...
Realis ternyata. Sealiran dengan saya dong, mas. #Ehgimana . Nah, setelah itu sesi hiburan dulu. Ada penari namanya Sarah dan dia nari tradisional, sendirian. Apa nggak sepi, sendirian aja narinya, neng? Girls Generation berdelapan aja masih pakai penari latar biar rame. *ditendang sampai Korea*
Setelah itu baru deh sesinya ka Adham. Nggak kebagian nanya soalnya di sesi ini lumayan udah banyak yang pada nanya-nanya riweuh gitu. Antara caper karena pembicaranya ganteng, atau memang penasaran haus ilmu, entah. Saya sendiri udah mulai jenuh dan lapar jadi bawaannya mau ngamuk sambil muntah emosi. Tapi sebelum itu terjadi, ada pengumuman pemenang 'menulis fiksi selama 30 menit' dan saya jadi pemenang ketiga. Uyeaah \o/ Uni menang in everywhere and I'm so happy sampai lupa buat ngamuk. Maju ke depan, Saya pun dapat dua buku, satu mug, dan paperbag yang imutnya ngelebihin Cita Citata. Lumayan, weekend saya bermanfaat dan nambah ilmu baru, deh. Kekurangan acara ini terletak di MC-nya. Sebagai mantan MC yang jam terbangnya pernah melambung aku merasa annoyed sekali waktu MC perempuannya nggak ada feed back ke audiens. Dan MC laki-lakinya yang suka menghilang entah ke mana terus si perempuan pas di depan bukannya komunikasi ke audiens malah manggil manggil si cowok buat ke panggung. Oh men. Itu aja, sih. Dan sayang sekali nggak ada sesi foto-foto sama As Laksana T^T

Last but not least, terima kasih Klub Buku Bogor dan Penerbit Moka Buku, acaranya bermanfaat, sayang kurang menarik. Dan sedikit petuah ala Uni untuk kamu semua ; Ikut seminar menulis macam gini boleh, ikutlah sebanyak yang kamu mampu. Tapi jangan lupa aksinya. Selalu eksekusi ide kamu dan jangan sampai cuma ahli teori menulis kreatif, tetapi pergerakannya nol. Okeh? Oke. Satu lagi, jangan lupa pesan mas Sulak untuk selalu membaca. Bisa dimulai dengan membaca fiksi-fiksi saya di blog ini, loh. Ehehehe. :))

Salam,
Uni

Comments

  1. Keren Uni.....!!
    Terimakasih ya udah mereview acaranya. Saya sangt berterimakasih dg proposisi "sesuatu yg paling berat dilakukan penulis adalah membaca "..

    Saya yakin, apa yg uni tulis adalah sesuatu yg sangat penting dari apa yg Uni peroleh pada kesempatan saat itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih juga ka Agha sudah baca :) mari oper terus semangat nulis kita kepada yang membutuhkan.

      Delete
  2. Aaaak nama aku nyelip sebagai figuran XD

    Aku nggak perlu cerita lg udah terwakilkan sama uni >////<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tadinya mau dibahas juga kejadian setelah pulang pas kita sesi ngobrol cantik, tapi gajadi. Biarlah itu kita aja yang tahu, hihi. Thanks Mita untuk pertemuan singkatnya :)

      Delete
  3. kereen dzal, :) suka baca-baca blog mu..

    ReplyDelete
  4. Horeee! Saya dibilang ganteng dan bikin jenuh! Hihihihi! Makasih udah dateng!

    ReplyDelete

Post a Comment

Hi! Thank you for visiting my website. I hope you can enjoy read all about blog posts here and lemme know your opinion! Please leave on the comments bellow :)

Popular posts from this blog

Perbedaan Vaseline Petroleum Jelly Arab dan Vaseline Repairing Jelly

Assalamualaikum, pembaca saya yang kritis dan setia :)


Setelah masuknya Vaseline Repairing Jelly secara resmi ke Indonesia, jadi banyak sekali pertanyaan yang masuk di line saya seperti, apa sih Perbedaan Vaseline Petroleum Jelly dan Vaseline Repairing Jelly. Pertanyaannya hampir serupa, tentang apa bedanya, tentang kenapa harga mereka berdua terpaut sangat jauh, tentang kenapa yang satu tidak ada iklan serta susah dicari tapi yang satunya ada iklan di tv dan mudah ditemukan barangnya, dan kenapa sih, kok beda sekali hasilnya walau dua produk itu bertekstur jelly yang kurang lebih memiliki manfaat sama?


Vaseline sendiri sudah klaim bahwa prduknya aman, dibuat melalui tiga tahap proses pemurnian yang dimulai dari menyingkirkan benda-benda kotor, sampai akhirnya terbentuk jelly yang tidak menyebabkan iritasi maupun reaksi alergi.





Which one you like the most, guys?




Barangkali kamu sedang mencari tahu, mana di antara dua produk tersebut yang lebih ampuh untuk mengatasi keluhanmu? Mana yang l…

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Assalamualaikum!
Beberapa pembaca saya di Line dan e-mail mengirimkan pesan, meminta saya menuliskan tentang BB Cream yang ramah di kantong untuk mereka pakai. sebetulnya tidak bisa sembarang kasih rekomendasi karena aktivitas kita berbeda, jenis kulit juga berbeda, dan yang seperti ini tuh biasanya harus trial and errror untuk tahu apakah kamu cocok atau tidak.




BB Cream ini memang jadi booming sekali sejak ada K-Pop Wave di negara kita. Banyak juga kolega saya yang dulunya pakai Foundie, beralih ke BBC. Manfaatnya memang All in One, sih, ya... Konon, berdasarkan iklan-iklan pembuat BBC, itu tuh isinya sudah komplit ada Base + Foundation + Concealer + Sunblock + Moisturiser + Oil Control .


Well, segitu komplitnya hanya dengan cream yang cuma dipakai sebiji jagung tiap diaplikasikan. Karenanya, BBC lebih ringan di wajah, lebih ramah di kantong juga, jadi lebih praktis, ketimbang harus pakai kosmetik secara berlapis. :) Malah untuk beberapa BBC ada yang klaim bisa mencerahkan atau memutihk…

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

Hallo, Assalamualaikum teman-teman :)

Bagi saya, mengeluh adalah cara paling cepat untuk menghilangkan jenuh tapi sebetulnya bukan hal yang baik. Tapi enak. Tapi nyebelin. Dan di postingan kali ini saya akan berkeluh-kesah mengenai permasalahan kulit saya. Jadi, waktu itu saya mengecek kondisi kulit dan tipe kulit wajah saya ternyata kombinasi - minyak di T-zone. Namun, kulit tubuh kering kayak sisik ular, sampai rasanya kulit saya saingan sama kulit ular kobra yang belum ganti kulit. Plus misalnya kena sinar matahari, dia langsung bereaksi bintik merah, terbakar, agak kehitaman, kadang malah berdarah di bintik tersebut. (update : sejak 2016 kondisi kulit saya berubah jadi kering - sensitif). Lalu saya bingung, bagaimana cara mengatasi kulit kering berjerawat?





Permasalahan saya belum berhenti di sana. Kondisi bibir saya tuh ekstrim banget sih, suka pecah-pecah sendiri dan tiba-tiba berdarah ketika tersenyum, yang artinya sangat kekeringan. Banyak yang bilang karena saya kurang minum, pa…