[Bioskop Update - 11] Jilbab Traveler : Love Sparks in Korea

Hi, Assalamualaikum!




Pernah nggak, dalam hidup, kamu menemukan seseorang yang sangat baik dan rela melakukan apa saja untuk kamu, tetapi hati kamu nggak pernah ada untuknya? Pernah? Nah, itu juga yang dirasakan BCL dalam menanggapi perasaan dari Giring Ganesha. BCL justru menaruh hatinya ke Morgan Oey, nih :( Well, tunggu. Ini bukan gosip. Ketiga aktris itu sedang beradu peran dalam film Jilbab Traveler : Love Sparks in Korea.




JILBAB TRAVELER : LOVE SPARKS IN KOREA merupakan film yang diadaptasi dari novel (dengan judul yang sama) karya Bunda Asma Nadia. Nah, BCL di sini menjadi Rania Timur Samudra yang berusia 24 tahun dan dia dijuluki dengan sebutan Jilbab Traveler oleh para pembacanya. Pas pertama nonton ini saya agak kaget sih, soalnya Teteh BCL pas dikerudungin kok sekilas mirip banget sama Bia!! Tapi setelahnya ngeh kalau itu bukan Bia (Zaskia Adya Mecca), hehehe. 





Suatu waktu, ayah Rania ini ngasih misi untuk mencari cinta di tanah Baluran ; sebuah tempat dengan pemandangan alam yang luar biasa indah di timur pulau Jawa, tempat di mana ayah dan ibunya dulu, menemukan cinta.

Akhirnya Rania jalan-jalan, dan di Baluran dia ketemu Hyun Geun, seorang pria Korea yang cuek tapi (konon dalam ceritanya) penuh kharisma. Hyun Geun yang diperankan oleh Morgan ini adalah seorang fotografer yang jalan-jalan ditemani sahabatnya, Alvin --Ringgo. Dan dimulailah momen-momen tak terlupakan mereka.




Namun, ketika pulang dari Baluran ada berita bahwa ayahnya telah meninggal. Rania pun memutuskan berhenti menjelajahi dunia. Dia memilih untuk tinggal di rumah, mendampingi ibunya, jadi anak baik-baik dan menghentikan mimpinya. Lalu, gimana sih kisah selanjutnya? Giring diapain? Gimana pendapat ibunya? Terus kok bisa Rania jalan ke Gangwon, Korea Selatan sementara awalnya dia kan bersikeras sudah berhenti menjelajahi dunia? Di sini saya suka banget sama dandanannya BCL yang natural dan keluar auranya. Kata Bundo sih cara pakai kerudungnya bikin muka dia jadi lonjong, tapi bagaimanapun, makeup-nya natural sekali! Oh iya, baca dulu nih, kenapa sih maskara tidak boleh dipakai setiap hari, sih?



Sutradara
Guntur Soeharjanto
Penulis Skenario
Alim Sudio
Produser
Gope T Samtani
Penulis Novel
Asma Nadia
Pemain
Morgan Oey, Bunga Citra Lestari, Giring Nidji, Ringgo Agus Rahman, Indra Bekti dan istrinya, Aldila Jelita, Dewi Yull, Tasya Medina, dkk.






Film ini ringan dan islaminya nggak terlalu fanatik banget, pokonya film hiburan yang bisa ditonton semua kalangan baik secara agama, suku, usia, dll. Film ini memang setengah drama, dan boleh jadi dibilang ringan karena ada kehadirannya Kak Ringgo yang sanggup memecah suasana. Beliau ini memang selalu jadi tokoh yang break the ice on the movies, ya. I'm totally in love with his acting! Kak Ringgo cuma diem manyun aja, satu studio bisa tertawa lepas. Hebat sekali ini orang. Adanya beliau bikin film Jilbab Traveler jadi segar dan nggak jenuh karena drama percintaan yang disajikan. Porsi figuran keluarganya juga oke, nggak berlebihan tapi tetap terikat sama si tokoh utama.







Walaupun bukan film relijius banget, yang bikin saya salut adalah, sepanjang adegan sama sekali nggak ada sentuhan fisik, tetapi chemistry tetap ada di antara pemain. Film ini juga jadi memberitahu bahwa cinta tidak selalu harus bersentuhan fisik. Selain itu, ngasih tahu juga kepada seluruh orang bahwa dalam Islam, jatuh cinta itu nggak dilarang, tetapi kita bisa lihat wanita begitu dimuliakan sampai-sampai dijaga dari hal-hal sentuhan fisik.  Nah, sebagai perempuan pun, kita bisa belajar dari karakter yang dimainkan Teh BCL, bahwa perempuan harus berprinsip. Jangan leyeh-leyeh. *benerin kerudung*

Hal lainnya, saya angkat dua jempol untuk Teteh BCL yang aktingnya sudah lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Terus saya suka banget ngelihat chemistry yang dibangun antara Teteh BCL sama Akang Giring. Feel-nya dapat, sakit hatinya kerasa, dan walaupun karakternya posesif, tapi aduuuuuuuuuuh ini kalau saya nemu karakter Ilhan yang diperankan Akang Giring dalam dunia nyata, saya nggak bakal sia-siain deh orang macam begitu. Hvft. Sayangnya nggak ada, belum ada. 

Dear, kamu mesti nonton film ini, karena ada aktris legendaris, Bunda Dewi Yull. Ini Bunda buat saya owsom sekali dan saya terkagum-kagum lihat beliau yang dalam keadaan diem aja, kita sebagai penonton tahu kalau beliau sedang gelisah. Mimik muka dan gesturnya Bunda Dewi Yull alami banget, keren!! Morgan juga sudah lebih baik aktingnya menurut saya dibanding sebelumnya, dan meskipun masih sedikit kaku menggunakan bahasa Korea-nya, tapi totalitas dia lumayan lah. Cuma menurut saya chemistry Morgan dan Teh BCL masih kurang ngena. Ujug-ujug suka. Ujug-ujug galau. Ujug-ujug di-PHP. Ujug-ujug weh terjadi semuanya. Prosesnya kurang intim. But overall, sekali lagi, karena ini film yang kemasannya ringan, jadi cocok untuk tontonan libur lebaran tahun ini.



*bonus foto*


Mm, apalagi ya... Palingan ada beberapa sponsor yang hadir terlalu mencolok seperti iklan cokelat roll caykelatos, makeup halal yang warna hijau, ransel Asma Nadia, fashion outfit dari D*uky juga bikin BCL jadi terlihat sangat fashionable. Dan saya bingung ini film setting tahun berapa, karena iklan-iklan itu kekinian, sementara properti seperti mobil dll seperti barang-barang masa lalu. Mobil yang dipakai Ilhan itu kalau dipakai di masa sekarang kan pajaknya mahal. Oke, ngelantur. Abaikan. Untuk lebih jelasnya ya mending nonton langsung aja deh! 


Film ini bisa ditonton di bioskop yang mulai tayang tanggal 5 Juli 2016 besok. Saya, Alhamdulillah bisa curi start duluan nonton bareng tim @muterfilm dan @mppromedia di Botani Square minggu lalu. Untuk kamu yang pengin duluan update soal film, bisa follow @muterfilm dan ikuti linimasa-nya.


Selamat menonton! 

15 comments:

  1. aku benernya gak terlalu suka BCL sih, tapi disini dia cuantiiiik bangeeeet <3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget! Dan mirip Bia, hahaha. tapi cakep banget semacam keluar auranya :)

      Delete
  2. Aku lagi nungguin tiket gratisnya nyampe rumah, kakak. Hoho
    Penasaran juga pengen nonton. Soundtracknya bagus sih. *laah malah lari ke soundtrack :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuihhh dapat tiket gragis dari siapaaa? Selamat nonton! Dan, ya OST nya enak!

      Delete
  3. Wah jd penasaran nih sama fimnya, cocok ditonton sama keluarga bareng2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cocok, kok. Saya nonton sama orangtua dan sepupu :)

      Delete
  4. buku dan film dari mbak Asma Nadia memang keren2 banget apalagi di filmnya dimasukkan religi islaminya ^_^ semoga film terbarunya ini nembus 1 juta penonton ya ^_^

    ReplyDelete
  5. BCL sama Bia kan emang sepupuan, uni. wajar kalo mirip :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hoalah! Sepupu dari siapa, silsilahnya gimana?

      Delete
  6. Keren banget uni review nya, jadi bikin orang penasaran buat nonton 😆👍

    ReplyDelete
  7. Teh BCL cantik sewaktu make jilbabnya...
    Pengen banget nonton film iniii

    ReplyDelete
  8. Iya,setting thnnya gak jelas.
    Dari airport Banyuwangi skrg khan bs terbang lgs,sejak bbrp thn lalu . Knp di film ini Rania hrs ngejar pesawat yg dr Surabaya? Pdhl Banyuwangi-Surabaya lwt jln darat makan waktu smp 6 jam.

    ReplyDelete

Hi! Thank you for visiting my website. I hope you can enjoy read all about blog post here and lemme know your opinion! Please leave on the comments bellow :)