Skip to main content

[Fashion Insight - 5] Hannie Hananto Beserta Cerita-Cerita di Balik Karyanya.

Hi, Assalamualaikum!






Saat sedang rusuh akan tanggung jawab saya di bidang akademis, saya menyempatkan diri bertemu dengan salah satu orang paling berpengaruh dalam bidang fashion, Hannie Hananto. Di lokasi juga sudah ada teman-teman dari komunitas Blogger Crony yang sibuk milih menu makanan.




Saya memang senang sekali dengan karya dan pakaian hasil desain dari Mbak Hannie, meskipun tone-nya yang khas akan hitam-putih dan identik dengan artistik, bukanlah genre fashion saya. Tapi saya selalu mengagumi beliau dan lagi, ketika bertemu, ternyata beliau sangat, sangat humble pun menyenangkan. Mengaku sebagai orang yang introvert tetapi tidak pelit berbagi ilmu.

Pertemuan kami ini dalam rangka menyambut pun memeriahkan acara Muslim Fashion Festival yang diadakan di Istora Senayan (Selatan) mulai dari 25 - 29 Mei 2016. Acara #Mufest ini adalah acara pertama yang diselenggarakan dan diharapkan antusias para pencinta fashion memiliki euforia yang sama seperti saat JFW atau IFW.

Di luar acara tersebut, kami kumpul di salah satu resto di FX dan sibuk membahas segala hal mengenai fashion. Satu hal yang baru saya tahu dan jadi pembelajaran buat saya, ternyata Mbak Hannie ini sebelum memulai segala aktivitas desain, beliau melakukan puasa Senin-kamis terlebih dahulu untuk menjernihkan pikiran dan lebih mudah fokus dalam berpikir.




Mbak Hannie juga bilang, bahwa pencinta fashion, baik dari designer atau konsumen (seperti kami), harus memiliki ciri khas tersendiri entah dari warna, pattern, atau genre-nya. Dan waktu saya lihat-lihat, semua teman-teman yang hadir juga memiliki ciri khas tersendiri dalam berpakaian.

Saya juga sempat bertanya bagaimana cara Mbak Hannie menyikapi kasus plagiarisme ---ternyata beliau pun pernah mengalami juga karyanya dijiplak--- dan kata beliau, hal pertama yang harus dilakukan adalah lapang dada.

"Anggap saja brand kita sudah semakin besar dan bagus, makanya orang plagiat karya kita," katanya. Beliau juga menambahkan supaya cepat berinovasi dan jangan stuck di satu ide. Saya senang banget, dengan ilmu yang beliau kasih, saya jadi ingin memperdalam lagi bidang fashion. Semoga terlaksana suatu hari nanti. Terima kasih juga untuk Blogger Crony yang sudah memberikan saya kesempatan untuk hadir di acara ini.

Obrolan lainnya bisa kamu cek juga di tayangan berikut ini, ya. Semoga bermanfaat.





Ps.
Kamu bisa lihat karya Mbak Hannie Hananto di acara Mufest, dan ada pergelaran fashion show beliau hari ini pukul 18.00 wib.

Comments

  1. Uniii seru banget bisa ngobrolin fashion busana muslim bareng mbak Hannie! Aku juga suka desain-desain beliau, warnanya selalu bold, garisnya tegas, tapi tetep keren.

    ReplyDelete

Post a Comment

Hi! Thank you for visiting my website. I hope you can enjoy read all about blog posts here and lemme know your opinion! Please leave on the comments bellow :)

Popular posts from this blog

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

Hallo, Assalamualaikum teman-teman :)

Bagi saya, mengeluh adalah cara paling cepat untuk menghilangkan jenuh tapi sebetulnya bukan hal yang baik. Tapi enak. Tapi nyebelin. Dan di postingan kali ini saya akan berkeluh-kesah mengenai permasalahan kulit saya. Jadi, waktu itu saya mengecek kondisi kulit dan tipe kulit wajah saya ternyata kombinasi - minyak di T-zone. Namun, kulit tubuh kering kayak sisik ular, sampai rasanya kulit saya saingan sama kulit ular kobra yang belum ganti kulit. Plus misalnya kena sinar matahari, dia langsung bereaksi bintik merah, terbakar, agak kehitaman, kadang malah berdarah di bintik tersebut. (update : sejak 2016 kondisi kulit saya berubah jadi kering - sensitif). Lalu saya bingung, bagaimana cara mengatasi kulit kering berjerawat?





Permasalahan saya belum berhenti di sana. Kondisi bibir saya tuh ekstrim banget sih, suka pecah-pecah sendiri dan tiba-tiba berdarah ketika tersenyum, yang artinya sangat kekeringan. Banyak yang bilang karena saya kurang minum, pa…

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Assalamualaikum!
Beberapa pembaca saya di Line dan e-mail mengirimkan pesan, meminta saya menuliskan tentang BB Cream yang ramah di kantong untuk mereka pakai. sebetulnya tidak bisa sembarang kasih rekomendasi karena aktivitas kita berbeda, jenis kulit juga berbeda, dan yang seperti ini tuh biasanya harus trial and errror untuk tahu apakah kamu cocok atau tidak.




BB Cream ini memang jadi booming sekali sejak ada K-Pop Wave di negara kita. Banyak juga kolega saya yang dulunya pakai Foundie, beralih ke BBC. Manfaatnya memang All in One, sih, ya... Konon, berdasarkan iklan-iklan pembuat BBC, itu tuh isinya sudah komplit ada Base + Foundation + Concealer + Sunblock + Moisturiser + Oil Control .


Well, segitu komplitnya hanya dengan cream yang cuma dipakai sebiji jagung tiap diaplikasikan. Karenanya, BBC lebih ringan di wajah, lebih ramah di kantong juga, jadi lebih praktis, ketimbang harus pakai kosmetik secara berlapis. :) Malah untuk beberapa BBC ada yang klaim bisa mencerahkan atau memutihk…

Lima Tempat yang Perlu Kamu Datangi Kalau ke Cibinong

Sejak saya tinggal di Cibinong, nyokap kadang khawatir lihat saya nggak seperti orang kebanyakan yang suka bergaul sambil jajan ke sana kemari. Saya lebih suka nongkrong berjam2 di suatu tempat dan kalau ada teman yang sanggup saya cuekin sekian jam, kadang dia  ikut nongkrong juga. Sebetulnya, dibilang kecanduan makan di kafe, enggak juga. Tapi kalau dibilang asik dengan dunia maya, iya, saya begitu, kok. Mengakui bahwa ada kehidupan di dunia maya yang sama serunya dengan dunia nyata. Namun, untuk bisa survive di dunia maya tuh, butuh koneksi internet yang sangat baik which is called, use wifi. Iya, kan? Ehehehehe.
Makanya saya suka keliling tempat buat numpang colokan sama Wifi sekalian kulineran. Peribahasanya mah, "sekali mendayung seribu pulau dikunjungi"
Ada yang kayak saya juga? Nyusahin, ya. Nyebelin juga. Ya tapi itu tujuan diciptakannya kafe-kafe di beberapa kota, kan? Buat dimanfaatkan fasilitasnya. Jadi berkah, deh.
Nah, walaupun saya tinggalnya di pedalaman Bog…