Skip to main content

[Female Diaries - 26] Bukan Menyesal, Hanya Mendadak Rindu Masa Lalu.

Hi, Assalamualaikum!


Tiba-tiba, saya bosan dan ingin mengganti ke niche blog saya yang dulu dan mau mengembalikan fungsi serta tujuan saya membesarkan blog ini. Itu terjadi secara tiba-tiba, suatu sore ketika saya sedang lelah-lelahnya sehabis mengurus banyak hal. Saya terbangun saat adzan Ashar dan ya, tiba-tiba pikiran itu terlintas. Bosan. 

Bukan. Sebentar, saya mesti luruskan. Bukan berarti apa yang saya tulis di sini bualan atau omong kosong sehingga saya bosan, bukan. Apa yang saya tulis, segala review, cerita, liputan, dan hal lainnya murni berdasarkan pikiran, opini, dan testimoni saya ---terlepas itu sponsor atau bukan. Hanya saja, saya sedang merasa bosan menulis berdasarkan opini dan testimoni. 





Saya rindu berbagi cerita-cerita kehidupan saya yang nggak menarik. Dan saya sangat, sangat merindukan dunia fiksi saya. Saya ingat kali pertama mengembangkan blog ini untuk pelarian ; penyembuh luka dari sakit hati. Lama-lama malah menyesatkan diri semakin jauh dalam dunia menulis dan saya jadi begitu nyaman di dalamnya. Terlalu betah, sampai enggan kembali. Blog ini juga jadi media belajar saya. Ada beberapa cerpen saya yang berhasil abadi dalam buku, lantas dibaca banyak orang dan mereka terhibur.

Saya menulis sebagai obat, untuk pelarian, untuk meninggalkan pesan, untuk melepas beban, dan terlepas dari ada yang baca atau tidak, saya senang menulis sekian postingan. Tujuan saya sesederhana itu. Sampai suatu waktu, entah kenapa saya memutuskan berubah haluan. Pindah dunia.

Saya uprek-uprek lagi posting-an saya yang lalu-lalu, baca alasan kenapa saya mau ganti niche ; di sini , menemukan beberapa tulisan labil betapa saya ingin berhenti menulis, sampai izin pamit ; di sini, kembali mencari-cari di mana saya tiba-tiba punya pikiran gila untuk mengganti niche. Sial. Saya begitu tertutup sampai menulis perpindahan niche saja, setengah-setengah. Tidak sepenuhnya curhat. Dan saya yang sekarang sama sekali tidak ingat alasan saya dulu. Yang saya ingat cuma, saya matang-matang berpikir pergantian niche selama tiga atau empat bulan, dan, berubah deh, akhirnya.

Semua terjadi secara tiba-tiba.

Saya tentu sangat bersyukur, perpindahan (niche) ini berkah. Allah ridha. orangtua bahagia. Saya banyak kegiatan positif. Saya bisa dipercaya untuk me-review banyak produk kecantikan yang selalu saya tulis di kolom #BeautyCorner, Oleh pembaca, saya banyak ditanyai macam-macam sehingga saya bisa membagi ilmu saya. Saya mendadak semakin sibuk. Impian saya sewaktu kecil untuk bisa tampil di salah satu stasiun televisi sekali saja, mendadak terealisasi. Harapan saya untuk punya ribuan pembaca, tiba-tiba tercapai. Dan sejak memutuskan mengganti niche, saya tahu konsekuensinya. Bahwa saya akan semakin disibukkan dengan banyak hal dan tidak bisa mundur. 

Tentu saya bersyukur untuk semua jalan dan langkah saya yang dipermudah Tuhan. Namun, manusiawi bukan? Ketika saya tiba-tiba ingin pulang (ke dunia fiksi). Saya ingin kembali menulis sebebas yang saya mau, seleluasa yang saya inginkan, sebanyak-banyaknya curhat tanpa peduli ada yang mencibir atau tidak.

Saya tidak kehilangan tujuan. Hanya mendadak bosan. Mendadak ingin kembali ke suasana dulu. Tetapi... Ah. Tetapi saya ingat kalimat Han, dalam film Fast and Furious : Tokyo Drift, "Kamu tentukan sebuah pilihan, dan jangan pernah menengok ke belakang."





I already made a choice. And there's no way to go back.

Comments

  1. Sekarang blog-blog yang suka curhat malah ditinggalkan. Lebih tertarik ke review atau topik khusus. Malah, lebih ke Youtube sebenernya. Kok Mbak Uni malah ganti niche? Yah, semua pilihan ada alasannya ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya banyak lari ke youtube ya, haha. Aku malah mau balik ke curhatan hahaha. Emang hidup suka aneh :))

      Delete

Post a Comment

Hi! Thank you for visiting my website. I hope you can enjoy read all about blog posts here and lemme know your opinion! Please leave on the comments bellow :)

Popular posts from this blog

Perbedaan Vaseline Petroleum Jelly Arab dan Vaseline Repairing Jelly

Assalamualaikum, pembaca saya yang kritis dan setia :)


Setelah masuknya Vaseline Repairing Jelly secara resmi ke Indonesia, jadi banyak sekali pertanyaan yang masuk di line saya seperti, apa sih Perbedaan Vaseline Petroleum Jelly dan Vaseline Repairing Jelly. Pertanyaannya hampir serupa, tentang apa bedanya, tentang kenapa harga mereka berdua terpaut sangat jauh, tentang kenapa yang satu tidak ada iklan serta susah dicari tapi yang satunya ada iklan di tv dan mudah ditemukan barangnya, dan kenapa sih, kok beda sekali hasilnya walau dua produk itu bertekstur jelly yang kurang lebih memiliki manfaat sama?


Vaseline sendiri sudah klaim bahwa prduknya aman, dibuat melalui tiga tahap proses pemurnian yang dimulai dari menyingkirkan benda-benda kotor, sampai akhirnya terbentuk jelly yang tidak menyebabkan iritasi maupun reaksi alergi.





Which one you like the most, guys?




Barangkali kamu sedang mencari tahu, mana di antara dua produk tersebut yang lebih ampuh untuk mengatasi keluhanmu? Mana yang l…

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Assalamualaikum!
Beberapa pembaca saya di Line dan e-mail mengirimkan pesan, meminta saya menuliskan tentang BB Cream yang ramah di kantong untuk mereka pakai. sebetulnya tidak bisa sembarang kasih rekomendasi karena aktivitas kita berbeda, jenis kulit juga berbeda, dan yang seperti ini tuh biasanya harus trial and errror untuk tahu apakah kamu cocok atau tidak.




BB Cream ini memang jadi booming sekali sejak ada K-Pop Wave di negara kita. Banyak juga kolega saya yang dulunya pakai Foundie, beralih ke BBC. Manfaatnya memang All in One, sih, ya... Konon, berdasarkan iklan-iklan pembuat BBC, itu tuh isinya sudah komplit ada Base + Foundation + Concealer + Sunblock + Moisturiser + Oil Control .


Well, segitu komplitnya hanya dengan cream yang cuma dipakai sebiji jagung tiap diaplikasikan. Karenanya, BBC lebih ringan di wajah, lebih ramah di kantong juga, jadi lebih praktis, ketimbang harus pakai kosmetik secara berlapis. :) Malah untuk beberapa BBC ada yang klaim bisa mencerahkan atau memutihk…

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

Hallo, Assalamualaikum teman-teman :)

Bagi saya, mengeluh adalah cara paling cepat untuk menghilangkan jenuh tapi sebetulnya bukan hal yang baik. Tapi enak. Tapi nyebelin. Dan di postingan kali ini saya akan berkeluh-kesah mengenai permasalahan kulit saya. Jadi, waktu itu saya mengecek kondisi kulit dan tipe kulit wajah saya ternyata kombinasi - minyak di T-zone. Namun, kulit tubuh kering kayak sisik ular, sampai rasanya kulit saya saingan sama kulit ular kobra yang belum ganti kulit. Plus misalnya kena sinar matahari, dia langsung bereaksi bintik merah, terbakar, agak kehitaman, kadang malah berdarah di bintik tersebut. (update : sejak 2016 kondisi kulit saya berubah jadi kering - sensitif). Lalu saya bingung, bagaimana cara mengatasi kulit kering berjerawat?





Permasalahan saya belum berhenti di sana. Kondisi bibir saya tuh ekstrim banget sih, suka pecah-pecah sendiri dan tiba-tiba berdarah ketika tersenyum, yang artinya sangat kekeringan. Banyak yang bilang karena saya kurang minum, pa…