Skip to main content

Pengumuman Pengubahan Niche


Halo, kamu. Maukah membaca nostalgia saya mengenai blog ini?

Dia sudah ada sejak 2009. Almarhum guru komputer saya yang mengajarkan mengunakan blog dan memberitahu saya bahwa blog bisa menjadi obat penghilang kesedihan, bisa menjadi teman yang menghibur. 



Menulis, sejujurnya bukan passion. Buat yang pernah bertemu saya dan bilang bahwa saya berbakat dalam menulis, nggak. Maaf, itu salah. Saya nggak berbakat dan menulis sama sekali bukan hobi saya. Apalah bakat itu? Saya bisa menulis yang mungkin menurut kamu sehalus dan sebaik ini, karena saya berlatih. Saya terus menulis dari 2009 sampai sekarang, dan saya pun merasa banyak perkembangan dalam tulisan saya. Tapi bukan karena BAKAT. Ini karena USAHA. 

Jadi, untuk beberapa orang yang pernah chit-chat dengan saya, stop merendahkan diri kalian dengan bilang, “Saya minder, tulisan Uni bagus, saya mah nggak bisa nulis sebagus itu.” Atau, “Uni berbakat makannya tulisan bisa sebagus itu.” Atau “Aku nggak percaya diri buat nulis soalnya nggak bisa sebagus Uni.”

You break my heart, dear. Saya begini karena usaha ; keringat, darah, air mata, lelah, bahagia, kecewa, semuanya hadir menemani perjalanan menulis saya di blog ini. Saya bukan berbakat, sekali lagi diulang ; saya begini karena usaha. Tolong hargai usaha saya, bukan puji bakatnya. 

Stop, merendah. Yang harus kamu lakukan adalah, menulis dan terus menulis, karena sesuatu yang bagus bisa terjadi dari proses. Saya juga sebetulnya jauh banget dari kata bagus, tulisan masih payah, tapi saya nggak minder, saya belajar terus-menerus dan memercayakan blog ini sebagai wadahnya.

Blog ini isinya banyak sampah. Tahun 2009-2012 malah isinya sampah semua. Sempat diketawain Jung karena tulisan sampah itu masih ada. Iya, saya nggak berniat menghapusnya, membuangnya, nggak. Saya biarkan saya mengendap. Biar jadi kompos yang baik. Biar tulisan yang lainnya jadi subur. Singkatnya, biar saya bisa belajar dari kesalahan lama. Saya sempat jijik banget sih kalau dibaca ulang, dan pindah ke blog unidzalika.wordpress.com .

Tahun 2013, saya memutuskan balik lagi ke blog ini dan menjadikan dia lebih ‘manusiawi’ yaitu menjadikan dia domain. Please jangan tanya gimana cara bikin domain karena saya katro-an ini juga dibantuin sama Jung dan Uda Irfan. Karakter dalam tulisan saya masih suka berubah, niche nggak jelas, postingan buruk, format tulisan kacau balau, awalnya saya nggak peduli karena sesuai tujuan awal, ini hanya media belajar. Tetapi saya sadar, ada pembaca, ada kamu. 

Ada kamu yang selalu membacanya. Dan saya malu. 

Pertama saya nggak tega dengan kamu yang membaca blog saya, kemungkinan sedih karena telah buang-buang waktu, kedua saya malu kalau ternyata baik format dan temanya berantakan. 

Sedikitnya, blog ini pernah mengalami empat perubahan :
Tulisan sampah

Wadah menulis fiksi dan puisi

Prsonal blog yang isinya sharing tentang daily life

Berubah jadi review product

Sadar banget karena berubah terus, saya kehilangan pembaca lainnya. Tapi saya sudah menjelaskan mengapa saya tetap menulis.

Kemudian, 2016 sebentar lagi datang. Saya semakin ingin membuat blog ini menjadi lebih serius. Iya, menulis bukan passsion, bukan hobi pula. Tapi saya sudah tenggelam terlalu jauh dalam dunia tulis menulis, dan yang perlu saya lakukan adalah membuat diri saya nyaman di dunia ini. 

Intinya,

Pada hari ini saya mau mengabarkan, kalau per satu Desember, niche dalam blog ini akan berubah untuk selamanya. Saya berbulan-bulan memikirkan ini, takut akan banyak hal, tetapi setelah konsultasi pada banyak pihak, saya mantap mengubahnya and I’ll take the risk ; kehilangan pembaca lama. Saya pernah juga menulis kan, akan tetap menulis sekalipun nggak ada yang baca. Tetapi kali ini saya yakin, tulisan saya akan jauh lebih bermanfaat. 

Niche berubah jadi apa? Tunggu nanti, ya!!


~

Ps. Terima kasih untuk kamu semua yang selalu membaca. Kalian menguatkan saya.

Comments

  1. Di tunggu tulisan ber-niche baru ya, Uni! :))

    ReplyDelete
  2. Penasaran, niche barunya apa. Beritahu, dong...

    ReplyDelete
  3. Hmm. Desember, ya.
    Memikirkan niche blog sepertinya sulit. Butuh waktu bertahun tahun, ya.

    ReplyDelete
  4. Walaupun tulisannya sederhana cuma ngumumin doang, tapi tulisannya ngalir gitu ya. Ditunggu deh, iya tuh waktu itu sempat males juga kenapa jadi banyak review kosmetik di blog ini.

    ReplyDelete
  5. Waw niche baru waaaw... Warbiyasaaak :D

    ReplyDelete
  6. akan tetap menulis sekalipun nggak ada yang baca yaassh, gapapa niche baru yang penting yang nulis Uni~~

    ReplyDelete
  7. Wow kereeenn. Ternyata menulis bukan passion. Hmm, passion gue itu menulis bukan, ya? Intinya gue suka bercerita atau curhat. Meskipun sekarang ini lagi keranjingsn cerita lewat tulisan. Eehehe.

    Niche gue masih curhatan sehari-hari aja. :(
    Sudah nyaman banget di situ. Belum berani keluar dari zona nyaman. Mungkin puisi dan tulisan sendu ada di Tumblr.

    Btw, kangen nih tulisan gue dibaca Uni. Kangen dikritik biar jadi lebih baik. :))

    ReplyDelete
  8. UNI SEMANGAT GANTI NICHE-NYA DITUNGGU UPDATENYA JADI APAAA!!! *mesen gojek* SAYA MINDER SAMA TULISAN UNI YANG BAGUS!! Muahahahaha. *kabur naik gojek*

    ReplyDelete

Post a Comment

Hi! Thank you for visiting my website. I hope you can enjoy read all about blog posts here and lemme know your opinion! Please leave on the comments bellow :)

Popular posts from this blog

Perbedaan Vaseline Petroleum Jelly Arab dan Vaseline Repairing Jelly

Assalamualaikum, pembaca saya yang kritis dan setia :)


Setelah masuknya Vaseline Repairing Jelly secara resmi ke Indonesia, jadi banyak sekali pertanyaan yang masuk di line saya seperti, apa sih Perbedaan Vaseline Petroleum Jelly dan Vaseline Repairing Jelly. Pertanyaannya hampir serupa, tentang apa bedanya, tentang kenapa harga mereka berdua terpaut sangat jauh, tentang kenapa yang satu tidak ada iklan serta susah dicari tapi yang satunya ada iklan di tv dan mudah ditemukan barangnya, dan kenapa sih, kok beda sekali hasilnya walau dua produk itu bertekstur jelly yang kurang lebih memiliki manfaat sama?


Vaseline sendiri sudah klaim bahwa prduknya aman, dibuat melalui tiga tahap proses pemurnian yang dimulai dari menyingkirkan benda-benda kotor, sampai akhirnya terbentuk jelly yang tidak menyebabkan iritasi maupun reaksi alergi.





Which one you like the most, guys?





Barangkali kamu sedang mencari tahu, mana di antara dua produk tersebut yang lebih ampuh untuk mengatasi keluhanmu? Mana yang le…

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Assalamualaikum!
Beberapa pembaca saya di Line dan e-mail mengirimkan pesan, meminta saya menuliskan tentang BB Cream yang ramah di kantong untuk mereka pakai. sebetulnya tidak bisa sembarang kasih rekomendasi karena aktivitas kita berbeda, jenis kulit juga berbeda, dan yang seperti ini tuh biasanya harus trial and errror untuk tahu apakah kamu cocok atau tidak.




BB Cream ini memang jadi booming sekali sejak ada K-Pop Wave di negara kita. Banyak juga kolega saya yang dulunya pakai Foundie, beralih ke BBC. Manfaatnya memang All in One, sih, ya... Konon, berdasarkan iklan-iklan pembuat BBC, itu tuh isinya sudah komplit ada Base + Foundation + Concealer + Sunblock + Moisturiser + Oil Control .


Well, segitu komplitnya hanya dengan cream yang cuma dipakai sebiji jagung tiap diaplikasikan. Karenanya, BBC lebih ringan di wajah, lebih ramah di kantong juga, jadi lebih praktis, ketimbang harus pakai kosmetik secara berlapis. :) Malah untuk beberapa BBC ada yang klaim bisa mencerahkan atau memutihk…

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

Hallo, Assalamualaikum teman-teman :)

Bagi saya, mengeluh adalah cara paling cepat untuk menghilangkan jenuh tapi sebetulnya bukan hal yang baik. Tapi enak. Tapi nyebelin. Dan di postingan kali ini saya akan berkeluh-kesah mengenai permasalahan kulit saya. Jadi, waktu itu saya mengecek kondisi kulit dan tipe kulit wajah saya ternyata kombinasi - minyak di T-zone. Namun, kulit tubuh kering kayak sisik ular, sampai rasanya kulit saya saingan sama kulit ular kobra yang belum ganti kulit. Plus misalnya kena sinar matahari, dia langsung bereaksi bintik merah, terbakar, agak kehitaman, kadang malah berdarah di bintik tersebut. (update : sejak 2016 kondisi kulit saya berubah jadi kering - sensitif). Lalu saya bingung, bagaimana cara mengatasi kulit kering berjerawat?





Permasalahan saya belum berhenti di sana. Kondisi bibir saya tuh ekstrim banget sih, suka pecah-pecah sendiri dan tiba-tiba berdarah ketika tersenyum, yang artinya sangat kekeringan. Banyak yang bilang karena saya kurang minum, pa…