Skip to main content

Cerdas dan Cermat Mengelola Keuangan Bersama Cermati


Mostly people said, semakin besar pendapatan, maka semakin tinggi pengeluaran –saya sangat setuju. Ketika punya pendapatan (yang sebetulnya tidak lebih besar dari kakak-kakak saya) tiba-tiba pengeluaran saya jadi lebih banyak dan kadang  kesulitan untuk mengelola itu, sampai akhirnya susah puas karena uang nggak pernah bisa disisihkan untuk masa depan. Hvft.

Bukan karena tidak bersyukur, bukan, tetapi memang kebutuhan dan aktivitas yang menopang pendapatan tersebut memakan banyak ongkos, tagihan pulsa, juga kebutuhan sandang-pangan-papan yang melonjak, jadi 'kan, pengeluaran semakin banyak, tuh. Belum lagi tergiur sama belanjaan lucu-lucu tiap window-shopping. Selain itu, meskipun dari dulu saya sudah dilatih sama nyokap untuk jadi smart-shopper yang membelanjakan uang dengan cerdas dan cermat, saya tetap KALAP kalau udah mau sesuatu. Untuk itulah, saya memakai bantuan CERMATI dalam mengelola keuangan, hehehe.

Oh ya, kamu tahu nggak apa itu Cermati? CERMATI.COM adalah perusahaan start-up yang bergerak di bidang teknologi finansial, lho. Jadi, Cermati ini akan membantu kita untuk cermat dalam berfinansial sekalipun tidak ada basic anak ekonomi. Melalui Cermati inilah, kita bisa mencermati hal-hal menyangkut keuangan dan tetekbengeknya. Untuk mengakesnya pun mudah, tinggal klik cermati.com dan log ini mengunakan Facebook, atau Twitter, atau Google+lalu selancar semau kita, deh.

Baca juga : Perusahaan Start-Up di bidang Online-Shop.

Seperti yang saja bilang di atas, kita harus cermat mengelola uang. Kebetulan, saya memang merasa nabung di celengan babi-tanah-liat sudah tidak aman karena rawan hilang, jadilah memutuskan untuk mencoba deposito yang disediakan di Cermati.

"Memangnya kamu yakin nggak bakal ketipu?" kata nyokap waktu saya mengusulkan ide ini. Saya akhirnya mencari tahu tentang Cermati dan menyambangi kantornya juga, dan setelah yakin, barulah saya menjelaskan ke nyokap kalau Cermati ini didirikan oleh para teknologis dari Silicon Valley dengan tim yang sudah berpengalaman di perusahaan-perusahaan teknologi global terkemuka seperti Google, LinkedIn, Microsoft dan Oracle. Tim Cermati sendiri memiliki pengalaman total lebih dari 12 tahun dalam mengerjakan aplikasi dan situs web yang digunakan lebih dari ratusan juta user di seluruh dunia. So far nyokap paham, dan kalau sudah diklaim seperti itu, saya yakin Cermati dapat dipercaya untuk menyimpan uang saya.

Nah, selain deposito, Cermati juga membantu kita mengurus Kredit Motor, Kredit Tanpa Agunan, Kredit Multi Guna Kartu Kredit, dan Tabungan, lho. Berminat untuk memakai jasa Cermati? Tunggu apalagi!

Comments

  1. Woh. Udah banyak blogger yang nulis ini, ya.

    Gue udah seminggu lebih, tapi belum nulis ini. -___-
    Gue kira si Uni bakalan bikin cerpen. :p

    ReplyDelete
  2. emang iya ya mbak..apapun itu kita emang dituntut cerdas dlam mengelola keuangan :)

    ReplyDelete
  3. fintech saat ini sedang marak berkembang di Indonesia, melihat peningkatan ekonomi yang cukup stabil dan trend perusahaan startup

    ReplyDelete
  4. alhamdulillah bermanfaat sekali <a href="http://google.com>artikelnya</a>

    ReplyDelete
  5. Lagi belajar melek finansial. Jadi banyak baca artikel tentang keuangan.

    ReplyDelete

Post a Comment

Hi! Thank you for visiting my website. I hope you can enjoy read all about blog posts here and lemme know your opinion! Please leave on the comments bellow :)

Popular posts from this blog

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

Hallo, Assalamualaikum teman-teman :)

Bagi saya, mengeluh adalah cara paling cepat untuk menghilangkan jenuh tapi sebetulnya bukan hal yang baik. Tapi enak. Tapi nyebelin. Dan di postingan kali ini saya akan berkeluh-kesah mengenai permasalahan kulit saya. Jadi, waktu itu saya mengecek kondisi kulit dan tipe kulit wajah saya ternyata kombinasi - minyak di T-zone. Namun, kulit tubuh kering kayak sisik ular, sampai rasanya kulit saya saingan sama kulit ular kobra yang belum ganti kulit. Plus misalnya kena sinar matahari, dia langsung bereaksi bintik merah, terbakar, agak kehitaman, kadang malah berdarah di bintik tersebut. (update : sejak 2016 kondisi kulit saya berubah jadi kering - sensitif). Lalu saya bingung, bagaimana cara mengatasi kulit kering berjerawat?





Permasalahan saya belum berhenti di sana. Kondisi bibir saya tuh ekstrim banget sih, suka pecah-pecah sendiri dan tiba-tiba berdarah ketika tersenyum, yang artinya sangat kekeringan. Banyak yang bilang karena saya kurang minum, pa…

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Assalamualaikum!
Beberapa pembaca saya di Line dan e-mail mengirimkan pesan, meminta saya menuliskan tentang BB Cream yang ramah di kantong untuk mereka pakai. sebetulnya tidak bisa sembarang kasih rekomendasi karena aktivitas kita berbeda, jenis kulit juga berbeda, dan yang seperti ini tuh biasanya harus trial and errror untuk tahu apakah kamu cocok atau tidak.




BB Cream ini memang jadi booming sekali sejak ada K-Pop Wave di negara kita. Banyak juga kolega saya yang dulunya pakai Foundie, beralih ke BBC. Manfaatnya memang All in One, sih, ya... Konon, berdasarkan iklan-iklan pembuat BBC, itu tuh isinya sudah komplit ada Base + Foundation + Concealer + Sunblock + Moisturiser + Oil Control .


Well, segitu komplitnya hanya dengan cream yang cuma dipakai sebiji jagung tiap diaplikasikan. Karenanya, BBC lebih ringan di wajah, lebih ramah di kantong juga, jadi lebih praktis, ketimbang harus pakai kosmetik secara berlapis. :) Malah untuk beberapa BBC ada yang klaim bisa mencerahkan atau memutihk…

Lima Tempat yang Perlu Kamu Datangi Kalau ke Cibinong

Sejak saya tinggal di Cibinong, nyokap kadang khawatir lihat saya nggak seperti orang kebanyakan yang suka bergaul sambil jajan ke sana kemari. Saya lebih suka nongkrong berjam2 di suatu tempat dan kalau ada teman yang sanggup saya cuekin sekian jam, kadang dia  ikut nongkrong juga. Sebetulnya, dibilang kecanduan makan di kafe, enggak juga. Tapi kalau dibilang asik dengan dunia maya, iya, saya begitu, kok. Mengakui bahwa ada kehidupan di dunia maya yang sama serunya dengan dunia nyata. Namun, untuk bisa survive di dunia maya tuh, butuh koneksi internet yang sangat baik which is called, use wifi. Iya, kan? Ehehehehe.
Makanya saya suka keliling tempat buat numpang colokan sama Wifi sekalian kulineran. Peribahasanya mah, "sekali mendayung seribu pulau dikunjungi"
Ada yang kayak saya juga? Nyusahin, ya. Nyebelin juga. Ya tapi itu tujuan diciptakannya kafe-kafe di beberapa kota, kan? Buat dimanfaatkan fasilitasnya. Jadi berkah, deh.
Nah, walaupun saya tinggalnya di pedalaman Bog…