Skip to main content

Halo, Tuhan nun jauh di sana.

Halo, Tuhan nun jauh di sana.

Kudengar, Kau Maha membolak-balikan hati. Meski belum mengalaminya, aku belajar untuk memercayai itu setelah kejadian ini.

Aku bertemu dengannya ; duduk menyesap minuman yang ia pesan sambil sesekali menyunggingkan senyuman. Aku mendengarkan dengan saksama ketika ia bercerita tentang seorang wanita yang teramat ia cintai. Wanita yang membuatnya rela untuk melakukan hal bodoh sekalipun. Wanita yang...

"Aku akan menikahinya," katanya dengan mantap. Kutatap matanya lekat. Pada bola mata hitamnya yang memandang entah, kulihat ada binar yang memikat. Detik itu, aku sempat berpikir untuk berdoa agar Kau membolak-balikan hatinya, berharap ia melupakan wanita itu dan mulai memikirkanku. Juga membalikan hati wanita yang dicintainya, agar mencintai orang lain saja. Tapi tentu saja kuurungkan, dan oh, malaikat tak perlu mencatat doa tersebut, sebab kutahu itu egois. Ah, tak perlu iba padaku, Tuhan. Tak perlu Kaukabulkan permintaan itu. Bolak-balikan saja hatiku untuk melupakan lelaki itu.

Oh, ya. Aku tentu saja tahu, bahwa Kau pemilik segala semesta ini beserta isinya, termasuk hatiku, adalah milikMu. Dan akan kembali padaMu. Dan Kau bebas membolak-balikannya. Pun Kau berhak menentukan lelaki mana yang akan berlabuh di hatiku. Tetapi, Tuhan. Bisakah dia saja yang Kaupilih untukku?

Aku tidak memaksa, aku hanya sedang bernegoisasi denganMu. Bisakah?

Tuhan, pada nama panggilanmu tertulis bahwa Kau Mahapemberi. Dan aku, sebagai manusia yang tidak bisa mencipta, berharap Kau mau memberikan dia kepadaku ; lelaki yang masa lalu dan masa depannya bias di hadapanku. Yang kutahu, aku ingin dia dan aku yakin sekali dia yang selama ini kucari -meski aku tidak tahu seberapa yakin.

Kau tahu ini mungkin saja bukan cinta, tetapi bukan juga obsesi, dan bukan pula gelap mata. Namun, ini sungguh sebenar-benarnya ingin.

Tuhan, di sini, di bumi ini, sebagian orang beranggapan, betapa cinta itu datangnya tiba-tiba, bukan pelan-pelan. Nah. Begitulah, saat melihatnya kali pertama tertawa, mendengarkan ia berargumen dari sudut pandangnya, menyaksikan ia bersikap sebagaimana semestinya, aku langsung saja yakin dialah yang selama ini kucari, tiba-tiba saja... Cinta. Ah, Tuhan. Kau adalah hakim yang paling adil, dan di hadapanmu aku menuntut ; aku ingin dia.

Namun, jika Kau memutuskan ia akan selamanya bersama wanita itu, kuharap Kau mau mempertimbangkannya kembali, Tuhan. Kita bisa melakukan negoisasi ulang. Misalnya seperti, Kau buat wanita itu mendapat lelaki yang lebih baik, dan lelakinya sekarang ini bisa bersamaku.

Kau Mahapengabul segala doa. Bukan begitu, Tuhan?

Aku ingin dia, bukan yang lain.




_____________________

Thamrin, 30/05/15

Comments

  1. Ini kayanya nulis dari hati bgt ya...
    kasian... Uni ditinggal kawin. :p

    #KunjunganPertama

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahahaha, nggak kok, ini kan bukan pengalaman pribadi. makasih udah berkunjung ^^

      Delete
  2. Replies
    1. Ini bukan untuk atau tentang Uni, kok :D

      Delete
  3. Tuhan pasti akan memberikan jodoh yg terbaik utk umatnya uni
    Jangan memaksakan Tuhan utk memberikan jodoh yang kita mau. Karena jodoh yg diberikan pasti baik. *edisi sok bijak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ahseek, jadi jangan nuntut, ya. Biarkan tangan Tuhan bekerja :D

      Delete
  4. Teruslah bernegosiasi. Selama sepasang mahar belum melingakar pada jari manis mereka. :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Hi! Thank you for visiting my website. I hope you can enjoy read all about blog posts here and lemme know your opinion! Please leave on the comments bellow :)

Popular posts from this blog

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

Hallo, Assalamualaikum teman-teman :)

Bagi saya, mengeluh adalah cara paling cepat untuk menghilangkan jenuh tapi sebetulnya bukan hal yang baik. Tapi enak. Tapi nyebelin. Dan di postingan kali ini saya akan berkeluh-kesah mengenai permasalahan kulit saya. Jadi, waktu itu saya mengecek kondisi kulit dan tipe kulit wajah saya ternyata kombinasi - minyak di T-zone. Namun, kulit tubuh kering kayak sisik ular, sampai rasanya kulit saya saingan sama kulit ular kobra yang belum ganti kulit. Plus misalnya kena sinar matahari, dia langsung bereaksi bintik merah, terbakar, agak kehitaman, kadang malah berdarah di bintik tersebut. (update : sejak 2016 kondisi kulit saya berubah jadi kering - sensitif). Lalu saya bingung, bagaimana cara mengatasi kulit kering berjerawat?





Permasalahan saya belum berhenti di sana. Kondisi bibir saya tuh ekstrim banget sih, suka pecah-pecah sendiri dan tiba-tiba berdarah ketika tersenyum, yang artinya sangat kekeringan. Banyak yang bilang karena saya kurang minum, pa…

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Assalamualaikum!
Beberapa pembaca saya di Line dan e-mail mengirimkan pesan, meminta saya menuliskan tentang BB Cream yang ramah di kantong untuk mereka pakai. sebetulnya tidak bisa sembarang kasih rekomendasi karena aktivitas kita berbeda, jenis kulit juga berbeda, dan yang seperti ini tuh biasanya harus trial and errror untuk tahu apakah kamu cocok atau tidak.




BB Cream ini memang jadi booming sekali sejak ada K-Pop Wave di negara kita. Banyak juga kolega saya yang dulunya pakai Foundie, beralih ke BBC. Manfaatnya memang All in One, sih, ya... Konon, berdasarkan iklan-iklan pembuat BBC, itu tuh isinya sudah komplit ada Base + Foundation + Concealer + Sunblock + Moisturiser + Oil Control .


Well, segitu komplitnya hanya dengan cream yang cuma dipakai sebiji jagung tiap diaplikasikan. Karenanya, BBC lebih ringan di wajah, lebih ramah di kantong juga, jadi lebih praktis, ketimbang harus pakai kosmetik secara berlapis. :) Malah untuk beberapa BBC ada yang klaim bisa mencerahkan atau memutihk…

Lima Tempat yang Perlu Kamu Datangi Kalau ke Cibinong

Sejak saya tinggal di Cibinong, nyokap kadang khawatir lihat saya nggak seperti orang kebanyakan yang suka bergaul sambil jajan ke sana kemari. Saya lebih suka nongkrong berjam2 di suatu tempat dan kalau ada teman yang sanggup saya cuekin sekian jam, kadang dia  ikut nongkrong juga. Sebetulnya, dibilang kecanduan makan di kafe, enggak juga. Tapi kalau dibilang asik dengan dunia maya, iya, saya begitu, kok. Mengakui bahwa ada kehidupan di dunia maya yang sama serunya dengan dunia nyata. Namun, untuk bisa survive di dunia maya tuh, butuh koneksi internet yang sangat baik which is called, use wifi. Iya, kan? Ehehehehe.
Makanya saya suka keliling tempat buat numpang colokan sama Wifi sekalian kulineran. Peribahasanya mah, "sekali mendayung seribu pulau dikunjungi"
Ada yang kayak saya juga? Nyusahin, ya. Nyebelin juga. Ya tapi itu tujuan diciptakannya kafe-kafe di beberapa kota, kan? Buat dimanfaatkan fasilitasnya. Jadi berkah, deh.
Nah, walaupun saya tinggalnya di pedalaman Bog…