Skip to main content

Dogma


Sonia sudah sangat lupa, bagaimana caranya mengalirkan air mata ketika berduka, atau melepas tawa kala bahagia. Bahkan ia tidak lagi merasakan emosi yang seharusnya ada ketika ia mengalami atau menemui sesuatu. Baginya kini, perasaan yang disebut dengan marah, kecewa, suka, sedih, benci, terpukul, cinta, dan seterusnya, hanyalah sebuah diksi yang ada di dalam kamus tetapi penggunaannya tidak lagi dapat dipakai dalam kehidupannya. Ia juga kehilangan rasa antusias akan hal kebaruan, kehilangan rasa takut terhadap segala yang mengancam, dan tidak pernah lagi merasakan degub jantung yang berdebar ketika gugup atau gembira. Sonia telah berhasil membuat dirinya menjadi apatis dan tidak sentimental. Hatinya telah ia hancurkan, bersamaan dengan perasaannya yang luluh lantah melihat lelaki pilihannya itu, memilih untuk bersama orang lain.

Lelaki itu tahu kalau Sonia cinta, tapi dia berpura-pura tidak tahu dan menganggap semua kenangan tentang mereka seperti dedaunan yang kemarin tumbuh, sekarang berguguran, esok akan berserakan di tanah dan tumpukkannya menjadi humus. Jika dedaunan sungguhan gugur maka menjadi humus, itu akan bermanfaat. Tapi lelaki itu bilang, kenangan yang telah gugur bukan daun, dan kenangan tentang mereka tidak lebih dari ingatan yang terbuang, lalu, sebaiknya dilupakan.

"Kalau mereka berguguran, nanti akan tumbuh yang baru. kau tahu apa artinya?" Kata lelaki itu. Sonia menjawab "tidak," yang sebenarnya ia tahu artinya. Ia tahu kalau lelaki itu akan berkata ; akan ada kenangan yang baru, dengan orang baru.

Lelaki itu tentu tahu bahwa Sonia bukan tidak tahu, tapi karena Sonia ingin tahu apa kata-kata yang akan ia ucapkan. Ah, mereka telah sama-sama tahu tanpa harus berkata lebih banyak lagi. Tetapi, lelaki itu pun akhirnya menjelaskan tanpa diminta.

"Aku tergila-gila padanya, Sonia. Dia banyak berkorban untukku. Aku tahu seberapa dalam cintanya, dan aku akan melakukan hal yang sama untuknya."

Lelaki itu tahu kalau yang dilakukan wanita lain terhadapnya adalah cinta, tapi mengabaikan perlakuan Sonia, seakan semua yang selama ini telah ia lakukan bukan karena cinta dan menganggap yang dilakukan wanita itu adalah segala-galanya.

"Katamu, cinta adalah omong kosong," kilah Sonia cepat. Ia tidak mau suaranya yang bergetar terdengar lemah. 

"Ya, benar..."

"Katamu, yang harus dilakukan hanyalah terus memberi perhatian, tapi cinta, tidak perlu ada," Sonia melanjutkan. Ia ingat betul akan perkataan lelaki itu bahwa untuk menjadi kuat, kita harus mematikan seluruh perasaan apa saja dan bersikap apatis. Semula ia tidak percaya. Namun, ia belajar untuk mengeraskan hati dan sekarang ia tahu bahwa omongan lelaki itu hanyalah omong kosong belaka. Sebab lelaki itu telah melakuan apa yang pernah ia sarankan pada Sonia untuk tidak dilakukan, dan karenanya Sonia menjadi begitu kecewa. Lelaki itu bagai menjilat ludahnya sendiri. Poin ruginya, ucapan lelaki itu telah mengakar kuat dalam diri Sonia yang dulunya ia terima mentah-mentah serupa sebuah dogma. 

"Katamu, seharusnya kita tidak sentimental, tapi mengapa kau melunak pada perasaan cinta?"

"Sonia..." Lelaki itu memanggil namanya, dan menjeda beberapa detik, entah berusaha merangkai kalimat untuk menyangkal, menjelaskan, atau sedang mengambil napas panjang, tetapi tak lama, dengan intonasi datar ia berkata, "Lupakan aku." 

Sonia tidak butuh lelaki itu mengulang ucapannya dua kali. Ia mendengarnya dengan jelas dan karena kalimat terakhirnya itulah, ia memutuskan untuk membunuh perasaannya, juga hatinya.

Di dalam dirinya sekarang, ia hanya menyisakan satu perasaan bernama rindu. Ia tahu dan masih ingat caranya merindukan masa lalu pun dirinya, yang mana dulu begitu ekspresif terhadap sesuatu. Ia rindu itu. Ia menyesal menjadi apatis. Tapi ia tidak pernah tahu bagaimana cara mengembalikannya. Ia rindu dirinya yang dulu, tetapi tidak sekalipun merindu pada cinta, atau pada lelaki itu. Lelaki yang akhirnya, ia memilih untuk tidak mengingat atau menyebut namanya.  

Ia hanya tidak tahu sekarang harus bersikap bagaimana.

Comments

  1. heuheu...merelakan itu memang hal pelik yang sulit dilakukan :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Hi! Thank you for visiting my website. I hope you can enjoy read all about blog posts here and lemme know your opinion! Please leave on the comments bellow :)

Popular posts from this blog

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

Hallo, Assalamualaikum teman-teman :)

Bagi saya, mengeluh adalah cara paling cepat untuk menghilangkan jenuh tapi sebetulnya bukan hal yang baik. Tapi enak. Tapi nyebelin. Dan di postingan kali ini saya akan berkeluh-kesah mengenai permasalahan kulit saya. Jadi, waktu itu saya mengecek kondisi kulit dan tipe kulit wajah saya ternyata kombinasi - minyak di T-zone. Namun, kulit tubuh kering kayak sisik ular, sampai rasanya kulit saya saingan sama kulit ular kobra yang belum ganti kulit. Plus misalnya kena sinar matahari, dia langsung bereaksi bintik merah, terbakar, agak kehitaman, kadang malah berdarah di bintik tersebut. (update : sejak 2016 kondisi kulit saya berubah jadi kering - sensitif). Lalu saya bingung, bagaimana cara mengatasi kulit kering berjerawat?





Permasalahan saya belum berhenti di sana. Kondisi bibir saya tuh ekstrim banget sih, suka pecah-pecah sendiri dan tiba-tiba berdarah ketika tersenyum, yang artinya sangat kekeringan. Banyak yang bilang karena saya kurang minum, pa…

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Assalamualaikum!
Beberapa pembaca saya di Line dan e-mail mengirimkan pesan, meminta saya menuliskan tentang BB Cream yang ramah di kantong untuk mereka pakai. sebetulnya tidak bisa sembarang kasih rekomendasi karena aktivitas kita berbeda, jenis kulit juga berbeda, dan yang seperti ini tuh biasanya harus trial and errror untuk tahu apakah kamu cocok atau tidak.




BB Cream ini memang jadi booming sekali sejak ada K-Pop Wave di negara kita. Banyak juga kolega saya yang dulunya pakai Foundie, beralih ke BBC. Manfaatnya memang All in One, sih, ya... Konon, berdasarkan iklan-iklan pembuat BBC, itu tuh isinya sudah komplit ada Base + Foundation + Concealer + Sunblock + Moisturiser + Oil Control .


Well, segitu komplitnya hanya dengan cream yang cuma dipakai sebiji jagung tiap diaplikasikan. Karenanya, BBC lebih ringan di wajah, lebih ramah di kantong juga, jadi lebih praktis, ketimbang harus pakai kosmetik secara berlapis. :) Malah untuk beberapa BBC ada yang klaim bisa mencerahkan atau memutihk…

Lima Tempat yang Perlu Kamu Datangi Kalau ke Cibinong

Sejak saya tinggal di Cibinong, nyokap kadang khawatir lihat saya nggak seperti orang kebanyakan yang suka bergaul sambil jajan ke sana kemari. Saya lebih suka nongkrong berjam2 di suatu tempat dan kalau ada teman yang sanggup saya cuekin sekian jam, kadang dia  ikut nongkrong juga. Sebetulnya, dibilang kecanduan makan di kafe, enggak juga. Tapi kalau dibilang asik dengan dunia maya, iya, saya begitu, kok. Mengakui bahwa ada kehidupan di dunia maya yang sama serunya dengan dunia nyata. Namun, untuk bisa survive di dunia maya tuh, butuh koneksi internet yang sangat baik which is called, use wifi. Iya, kan? Ehehehehe.
Makanya saya suka keliling tempat buat numpang colokan sama Wifi sekalian kulineran. Peribahasanya mah, "sekali mendayung seribu pulau dikunjungi"
Ada yang kayak saya juga? Nyusahin, ya. Nyebelin juga. Ya tapi itu tujuan diciptakannya kafe-kafe di beberapa kota, kan? Buat dimanfaatkan fasilitasnya. Jadi berkah, deh.
Nah, walaupun saya tinggalnya di pedalaman Bog…