[Book Review 2015 – 03] Ketika Dhira Jatuh Cinta : Mencari Cinta dari Hanover ke Cordoba

Penerbit
Kategori
No. ISBN
978-602-1337-41-7
Kertas / Halaman
SoftCover / 316 halaman
Berat
260 gram



Harga (Rp)
75.000,-







            Bottom of Form
 “Ditulis dengan bahasa gaul yang segar. Buku ini seperti secangkir cappuccino di senja hari.” —Habiburrahman El Shirazy, penulis bestseller Ayat-Ayat Cinta 

“Dhira menuturkan perjalanan cintanya melintas tanah Eropa dengan tidak biasa.” —Ahmad Fuadi, penulis trilogi Negeri 5 Menara 

“Tulisan yang membuat saya menebak-nebak siapakah si pangeran Dhira di Hannover. Hehe. Bahasa yang ringan membuat novel ini pun ringan untuk dibaca.” —Puteri Hasanah Karunia, SAÈ Creative Director, HijUp Brand Ambassador, fashion writer 

“Sangat layak dibaca remaja Indonesia yang sedang mencari cinta!” —@TweetNikah, penulis buku National Bestseller AKU, KAU & KUA 

“Saking seru tingkat huru-hara, saya baca cerita ini tanpa jeda. Pipis pun saya tahan sejak Hannover hingga cordoba!” —Oddie Frente, penulis 

“Membaca ‘curahan hati Dhira’ berdasarkan pengalaman pribadinya, membuat kelima indra saya terhipnotis untuk ikut berkelana ke dalam kejujuran rasa yang dituangkannya.” —Dini Fitria, journalist and writer Scappa Per Amore 

“Buku ini mengajak pembacanya untuk jadi galau. Beneran! Tapi, galau yang elegan, galau yang bijaksana. Galau yang sedikit demi sedkit melangkahkan Dhira menuju pangeran kuda hitamnya ....” —@canunkamil & @fufuelmart, Romantic Couple Trainer Marriage Specialist 

~

                        Anw, congratulations Dhira for your first baby born, I’m so proud of you, dear! Alhamdulillah, bukunya Dhira terbit juga, turut senang sekaligus bete karena saya disalip duluan, hehehe. Saya tahu banget perjalanan buku ini dari mulai masih outline, proses, revisi, naik ke meja redaksi, dan tahap cetak, –karena Dhira selalu mengabarkannya ke saya. Dan itu udah lama banget prosesnya sejak tahun lalu, jadi kalau ada yang bilang ini buku instan, nggak. Ini buku prosesnya panjang dan ketika terbit, saya ikut senang karena bisa membacanya dalam bentuk cetak. Buku ini pun di launching kemarin (07/03/15) pas acara Islamic Book Fair di Senayan, Jakarta. Sepulang dari sana, saya langsung tuntaskan baca di kereta sepanjang Sudirman-Bojong. 


 “Tujuan utama gue traveling untuk lebih mensyukuri ciptaan Allah. Pasti bakal ada aja hal-hal baru yang gue temuin selama perjalanan ini.” – Dhira, (hlm.86)

            Ketika Dhira Jatuh Cinta ini adalah buku non fiksi, yang menceritakan perjalanan Dhira keliling Eropa Barat, dimulai dari Hannover sampai ke Cordoba, dengan tujuan untuk melihat kuasa-Nya sekaligus dalam rangka melupakan seorang lelaki yang dia suka diam-diam, istilah gaulnya mau move-on, gitu. Nah, dalam perjalanannya itulah, bersama temannya, Rara, mereka mendapati banyak momen dari yang menyenangkan, menakutkan, mengharukan, dan segala hal yang tak terduga di mana tersimpan banyak hikmah di setiap kejadian. Dhira menceritakan apa yang dia lihat selama perjalanan secara rinci ; mulai dari teror orang asing, bertemu orang-orang yang baik hati, kekesalannya tentang menunggu, dihadapkan dengan segala macam perlakuan orang selama traveling.

Buku setebal 313 halaman ini ditulis menggunakan POV kesatu dengan gaya bahasa yang lugas, apa adanya, dibumbui beberapa majas dalam setiap narasi, namun minim dialog dan deskripsi mengenai latar tempat tidak terlalu banyak dijelaskan. Iya, ini buku tentang cinta, bukan tentang panduan travel, guys. Gaya bertuturnya nggak jauh beda dengan tulisan Dhira di blog, sehingga ketika membacanya, kita seperti membaca blog dalam bentuk cetak dengan ratusan halaman. Saya ingat setiap kami bertemu atau chatting di Whatsapp, Dhira selalu menceritakan pegalamannya, dan ketika saya baca buku ini, hampir sebagian dari cerita ini sudah saya ketahui melalui lisan, tetapi tetap tidak bosan membaca kisahnya lagi dalam bentuk tulisan. Mungkin ini dikarenakan gaya penulisan Dhira yang nggak baku, jadi bikin bukunya jadi nggak monoton dan kita pun bisa ikut terbawa perasaan senang, sedih, kaget, cemas, mengikuti apa yang Dhira kisahkan. Sayangnya, penggunaan bahasa yang tidak baku ini menimbulkan beberapa kesalahan kata yang tidak sesuai dengan kaidah KBBI seperti “pengen”, “temen-temen”, “shalat”, dll.

“…Allah punya banyak stok, kok. Kenapa gue harus ngotot sama satu orang kalau masih memungkinkan dapat pangeran yang lebih bagus kualitasnya?” – Dhira, (hlm.292)




            Selain menyukai tulisannya, saya juga suka dengan covernya yang khas banget warna kesukaan Dhira, terus gambarnya mewakili isi dalam buku tentang beberapa simbol kota yang Dhira kunjungi, juga icon koper-kamera-buku menjadi gambaran tentang aktivitas Dhira. Cuma sayang banget nih, font tulisan yang berwarna biru sebetulnya kurang asik untuk dibaca apalagi untuk buku setebal ini, sebaiknya hitam aja, sih. Namun layout serta foto-foto yang ada di dalam buku sudah tepat berwarna biru, karena lebih terlihat ketimbang warna hitam. Terlepas dari segala kekurangan dan kelebihan buku ini, saya suka dengan endingnya dan dhira berhasil menyeret saya sebagai pembaca untuk menyadari bahwa hidup bukan melulu tentang cinta.

“Pencarian cintaku berakhir dengan menemukan-Mu, Tuhanku satu-satunya, Allah Swt.” – Dhira (hlm.310)

            Semoga buku berikutnya bisa lebih baik lagi, ya. 3 dari 5 bintang.

Comments

  1. Buku yang menarik untuk dibaca, nice sharing

    ReplyDelete
  2. Review of books is good for others who wants to get new books ... Dissertation Proposal Writing Services

    ReplyDelete

Post a Comment

Hi! Thank you for visiting my website. I hope you can enjoy read all about blog posts here and lemme know your opinion! Please leave on the comments bellow :)

Popular posts from this blog

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Lima Tempat yang Perlu Kamu Datangi Kalau ke Cibinong