[03] Tentang Harapan yang Mengada

Sampurasun, Ambu.

Terus-menerus mengirimi surat padamu, bukan berarti aku tak punya relasi lain yang harus kuurus. Hanya saja, begitu banyak benang merah yang membelit kita. Aku tahu suratku sampai, firasatku berkata begitu. Bagaimana tinggal di UK? Bahagia? Kau senang tak menemui nasi? Kau tak rindu pada sate padang atau lumpia basah? Bagaimana dengan danau paling bening di Brighouse yang pernah kau impikan akan piknik di sana? Sudahkah kesampaian? Ayolah, kabari aku sedikit saja, melalui internet, kan bisa. Iya, aku tahu, berada di sana memang mimpimu. Ah, dan jangan lupa pakai baju hangat, gawaiku menunjukan di sana sedang satu derajat, benar begitu?
Beserta surat ini, kukimkan sebuah foto. Kau tentu tahu di mana lokasi yang tergambar dalam foto tersebut. Foto itu kutemukan di buku Anna Karenina milik Zi –perempuan yang kuceritakan di surat sebelumnya. Jangan tertawai aku yang baru membaca buku tersebut hari ini, pokoknya jangan! Nah dia, atau seseorang, telah menjadikan foto itu sebagai pembatas buku. Lantas kukirmkan foto ini padamu, dan hey, aku pun sedang berada di jembatan ini ketika menuliskan surat untukmu. Yep, aku sedang berada di Kampung Nyenang, Caringin, Bogor Kabupaten. Lucu, mengingat zaman semakin modern, tetapi jembatan tradisonal seperti ini masih saja dilestarikan. Oh, kau harus lihat seberapa deras sungai yang mengalir di bawah sini, menyeramkan! Dan kebetulan, Zi suka sekali perkampungan. Pantas saja ia betah tinggal di Bogor.


Omong-omong, Bogor sekarang sedang aneh-anehnya. Kadang panas terik hingga tiga puluh derajat, kadang hujan jatuh tiba-tiba. Siapa saja yang bermukim di kota ini, harus siap terhadap segala cuaca yang tidak bisa dipredisksi. Yah, sama dengan cuaca yang suka berganti tiba-tiba, perasaan Zi pun sering kacau balau sejak beberapa bulan sebelum terakhir kali kami bertemu. Tapi ia pernah mengalami masa-masa menyenangkan, tentu saja.
Salah satu hal menyenangkan dalam hidupnya, ketika ia bekerja menjadi tour guide. Ia bertemu banyak sekali orang asing. Mm, dari Amerika, Brazil, Kanada, Korea, Mandarin, Hongkong, Swedia, Belanda, Kenya, Afrika, Meksiko, Australia, Jepang, Jerman, Hawai, Slovakia, Polandia, Malaysia, Madagaskar, dan masih banyaaak sekali. Tetapi ia belum pernah bertemu orang Inggris, meski selama tiga tahun bekerja, ia selalu menanti kedatangan orang Inggris, ingin sekali bertanya banyak hal. Bolehlah suatu hari kau kirimkan foto-foto di UK, Ambu. Untuk menyenangkan hati Zi. Dia sungguh menyukai Inggris, tentang sejarah Anglikan, kerajaan, dan kekuasan, dia suka semuanya.
Tidak inginkah kau menyenangkan hatinya, sedikit saja?
Bukan berarti dia tidak bahagia, oh, bukan. Dia sangat bahagia, brsyukur, dan suka sekali masa-masa itu. Zi tahu bahasa Inggrisnya tak begitu baik, tetapi dia punya kelebihan berupa rasa percaya diri, rasa penasaran yang tinggi, dan nyali, sehingga ia selalu bisa mendapat ilmu baru dari para orang asing itu. Baiklah, kita tak akan membahas tentang Inggris. Silakan kau pilih, mau kuceritakan pengalaman Zi yang bersama orang dari negara mana? Aku hafal semuanya. Bos lama Zi yang kutemui kemarin menceritakannya padaku.
Mau yang mana, Hm? Nanti akan kuceritakan di surat berikutnya, seumpama aku masih ada umur. Aku janji.
Ambu, apa yang kau lakukan di sana? Selepas menulis surat ini, aku mau melanjutkan membaca buku. Lagi seru, nih. Segera balas suratku jika kau masih hidup.

Yours,
Uni




4 comments:

  1. Masih tetap pada harapan yang terdiam...

    ReplyDelete
  2. Hongkong atau Mandarin kayaknya asyik, Un. Aku lagi demen aja lihat wajah-wajah dan sikap orang China dan sekutarnya di film atau video klip. Jadi penasaran, aslinya mereka kayak apa sih? Hehehe.

    ReplyDelete
  3. Zi, kamu suka Anna Karenina? Sama! Sudah nonton filmnya? Yang disutradarai siapa? Zi, sini kamu, aku ajak makan eskrim!

    ReplyDelete

Hi! Thank you for visiting my website. I hope you can enjoy read all about blog posts here and lemme know your opinion! Please leave on the comments bellow :)