Skip to main content

[30] Epilog

Uni,

Kalau kau membaca surat ini, bukalah laci abu-abu di kamar saya. Di sana, telah saya tuliskan alamat tinggal di Brighouse - UK dan jika berkenan, kirimi saya surat-surat seperti yang biasa kau lakukan. Atau kau boleh berkunjung ke sana dan menetap beberapa hari. Kita bisa memasak meal bersama-sama. Ah, itu bukan rumah saya. Itu alamat tinggal seorang kerabat yang saya kenal di media sosial dan meski saya tidak sepenuhnya menaruh kepercayaan saya padanya, saya toh tetap tinggal di sana. Rumah itu dihuni oleh depalan kepala tanpa saya. Kalau salju tiba, akan ada penghangat ruangan serta perapian di mana api dapat menyala-nyala karena membakar kayu. Saya suka menghangatkan diri di sofa yang jaraknya paling dekat dengan perapian. Di sana ada sebuah jendela yang menghadap ke halaman depan. Tetapi jika musim panas tiba, pendingin ruangan di sini agak sedikit rusak dan harus bekerja ekstra untuk mendinginkan kami. Jangan heran kalau kalu menemukan kami tengah berdebat atau berkata dengan intonasi tinggi akibat kepala yang mendidih. Tapi kami semua akur, dan oh, delapan kepala tersebut adalah teman saya, suaminya, dan enam anaknya. Kami kumpul sesekali di ruang tengah untuk bermain atau menonton, dan wajib bersama ketika makan malam. Sungguh keluarga yang hangat. Kau boleh kemari kapan pun kau mau.

Uni, hidup ini adalah petualangan. Memang tidak seperti gambaran dalam film Jumanji di mana hutan rimba menjadi setting tempatnya dan kita harus menghadapi makhluk liar untuk selamat dari hidup. Bukan juga seperti film Ender's Game yang harus mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan dunia. Tapi hidup yang kita jalani, adalah sebenar-benarnya petualangan. Sekali kau menyerah, maka kau mati. Sekali saja berhenti melangkah, tentu kau akan tamat. Begitulah.

Uni, kau sudah banyak belajar dari kisah Zi, jangan kau tiru kesalahannya dengan pergi dan menghindari masalah. Pulanglah, kembalilah, tetaplah kirimi saya surat. Kau bisa bercerita apa saja mulai dari perasaanmu, kekesalanmu, keresahan, apa saja, ceritakanlah. Saya dengan sabar menunggu.

Saya masih Zi yang kau kenal, kau boleh memanggil saya dengan Zi atau Ambu, sesukamu saja. Satu hal yang perlu kau tahu, tidak ada yang abadi di dunia ini. Dan saya tidak setuju dengan caramu yang menyuruh saya menyerah jika apa yang diinginkan belum tercapai. Tidak. Tidak akan terjadi. Saya masih dan akan selalu mengejar apa-apa yang saya inginkan untuk didapatkan. Ingat itu baik-baik, ya. Masih banyak yang ingin saya kerjakan, saya raih, saya tuntaskan, dan saya tidak pernah menyerah.


Warm regards,
Ambu.




---- Tamat -----

Comments

  1. Uniiiii!

    AAAAK!

    twisting akhirnya keren! x)

    makasih ya, sudah menyuguhkan cerita yang sangat menarik dalam berbentuk surat. surat-suratmu seperti membaca patahan cerpen yang saya tunggu di tiap harinya. x)

    terima kasih untuk 30hari ini ya. maafkan saya jika ada kata-kata yang tidak berkenan, ataupun menyinggung kamu.

    teruslah menulis, Uni.

    sampai jumpa. :")

    ReplyDelete

Post a Comment

Hi! Thank you for visiting my website. I hope you can enjoy read all about blog posts here and lemme know your opinion! Please leave on the comments bellow :)

Popular posts from this blog

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

Hallo, Assalamualaikum teman-teman :)

Bagi saya, mengeluh adalah cara paling cepat untuk menghilangkan jenuh tapi sebetulnya bukan hal yang baik. Tapi enak. Tapi nyebelin. Dan di postingan kali ini saya akan berkeluh-kesah mengenai permasalahan kulit saya. Jadi, waktu itu saya mengecek kondisi kulit dan tipe kulit wajah saya ternyata kombinasi - minyak di T-zone. Namun, kulit tubuh kering kayak sisik ular, sampai rasanya kulit saya saingan sama kulit ular kobra yang belum ganti kulit. Plus misalnya kena sinar matahari, dia langsung bereaksi bintik merah, terbakar, agak kehitaman, kadang malah berdarah di bintik tersebut. (update : sejak 2016 kondisi kulit saya berubah jadi kering - sensitif). Lalu saya bingung, bagaimana cara mengatasi kulit kering berjerawat?





Permasalahan saya belum berhenti di sana. Kondisi bibir saya tuh ekstrim banget sih, suka pecah-pecah sendiri dan tiba-tiba berdarah ketika tersenyum, yang artinya sangat kekeringan. Banyak yang bilang karena saya kurang minum, pa…

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Assalamualaikum!
Beberapa pembaca saya di Line dan e-mail mengirimkan pesan, meminta saya menuliskan tentang BB Cream yang ramah di kantong untuk mereka pakai. sebetulnya tidak bisa sembarang kasih rekomendasi karena aktivitas kita berbeda, jenis kulit juga berbeda, dan yang seperti ini tuh biasanya harus trial and errror untuk tahu apakah kamu cocok atau tidak.




BB Cream ini memang jadi booming sekali sejak ada K-Pop Wave di negara kita. Banyak juga kolega saya yang dulunya pakai Foundie, beralih ke BBC. Manfaatnya memang All in One, sih, ya... Konon, berdasarkan iklan-iklan pembuat BBC, itu tuh isinya sudah komplit ada Base + Foundation + Concealer + Sunblock + Moisturiser + Oil Control .


Well, segitu komplitnya hanya dengan cream yang cuma dipakai sebiji jagung tiap diaplikasikan. Karenanya, BBC lebih ringan di wajah, lebih ramah di kantong juga, jadi lebih praktis, ketimbang harus pakai kosmetik secara berlapis. :) Malah untuk beberapa BBC ada yang klaim bisa mencerahkan atau memutihk…

Lima Tempat yang Perlu Kamu Datangi Kalau ke Cibinong

Sejak saya tinggal di Cibinong, nyokap kadang khawatir lihat saya nggak seperti orang kebanyakan yang suka bergaul sambil jajan ke sana kemari. Saya lebih suka nongkrong berjam2 di suatu tempat dan kalau ada teman yang sanggup saya cuekin sekian jam, kadang dia  ikut nongkrong juga. Sebetulnya, dibilang kecanduan makan di kafe, enggak juga. Tapi kalau dibilang asik dengan dunia maya, iya, saya begitu, kok. Mengakui bahwa ada kehidupan di dunia maya yang sama serunya dengan dunia nyata. Namun, untuk bisa survive di dunia maya tuh, butuh koneksi internet yang sangat baik which is called, use wifi. Iya, kan? Ehehehehe.
Makanya saya suka keliling tempat buat numpang colokan sama Wifi sekalian kulineran. Peribahasanya mah, "sekali mendayung seribu pulau dikunjungi"
Ada yang kayak saya juga? Nyusahin, ya. Nyebelin juga. Ya tapi itu tujuan diciptakannya kafe-kafe di beberapa kota, kan? Buat dimanfaatkan fasilitasnya. Jadi berkah, deh.
Nah, walaupun saya tinggalnya di pedalaman Bog…