Skip to main content

[27] Selanjutnya Terserah Kau Mau Bagaimana

D,

Maaf kalau aku melantur beberapa kali mengirimi surat. Aku hanya senang bercerita, senang menulis, dan karena aku sudah berhenti menulis surat untuk Ambu, maka kutuliskan saja isi kepalaku untukmu. Aku tahu ini terlihat bodoh, mengingat kau dan aku tidak memiliki hubungan jelas kecuali sama-sama mengenal Zi.

D, andai kau tahu bahwa Zi bercerita banyak tentangmu dan aku membagi rahasiaku padanya mengenai Ambu, kerabatku. Dia benar-benar perempuan yang istimewa ; Zi banyak memberikan aku ilmu baru -bukan secara akademis, tentunya. Dia mengajari untuk lebih kuat dan gigih dalam menjalani hidup, harus tabah pun tegar, dan lebih lagi, Zi mengajarkan untuk bersabar dalam menanti sesuatu.

Zi sejatinya bukan siapa-siapa dalam hidupku. Hanya saja dia perempuan istimewa yang memberikan banyak inspirasi padaku, padamu, pada teman-temannya. Zi dekat pada siapa saja dan pribadinya hangat, tetapi aku tetap bersikap kaku ketika berjumpa kali pertama padanya. Aku lega sekali dia akhirnya pulang dan mau menyelesaikan masalahnya, dia kembali belajar tersenyum dan mulai berkomunikasi pada lingkungan. Dan kita semua tahu, Zi adalah perempuan yang tidak membutuhkan pertolongan atau bantuan, sebab dia mampu menyelesaikan semuanya sendiri. Bukankah begitu? Jadi, aku pun tak punya lagi urusan padanya, dan mungkin pesanku padamu, tetaplah ada untuk Zi, karena sekalipun ia perempuan hebat, ia tetap butuh teman untuk bercerita.

D, pertemuanku beberapa hari lalu dengannya sungguh tak terlupakan. Kami berbincang lama dan menyenangkan sekali mendengar ia berceloteh semua tentangmu, dan tentang si Tuan yang sedang ia cintai, serta tentang si jahat yang sudah membuatnya hancur. Hanya masalahnya yang tidak ia ungkit sama sekali. Oke, ini terdengar gila, tapi sepertinya aku menyukai pribadi Zi. Ah, kau pun tentu menyukainya, kan?

D, setelah kemarin aku berpamitan pada Ambu, suratku kali ini untuk memohon pamit darimu. Ini adalah surat terakhir untukmu meski aku berharap kita masih bisa bertegur sapa jika berpapasan suatu hari nanti, entah di mana. Mungkin aku akan terus menulis untuk hal-hal unik yang kutemui di jalan, atau menulis artikel dan kukirimkan pada media, pokoknya akan tetap menulis, namun tak lagi menulis untukmu pun Ambu. Tersebab urusan kita telah selesai. :')

Uhm, sebelum kita benar-benar berpisah, bisakah kita bertemu dahulu, kau, Zi, dan aku? Sekali, saja. Selanjutnya terserah kau mau bagaimana.

Kutunggu kabar baiknya.
Uni.

Comments

Popular posts from this blog

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

Hallo, Assalamualaikum teman-teman :)

Bagi saya, mengeluh adalah cara paling cepat untuk menghilangkan jenuh tapi sebetulnya bukan hal yang baik. Tapi enak. Tapi nyebelin. Dan di postingan kali ini saya akan berkeluh-kesah mengenai permasalahan kulit saya. Jadi, waktu itu saya mengecek kondisi kulit dan tipe kulit wajah saya ternyata kombinasi - minyak di T-zone. Namun, kulit tubuh kering kayak sisik ular, sampai rasanya kulit saya saingan sama kulit ular kobra yang belum ganti kulit. Plus misalnya kena sinar matahari, dia langsung bereaksi bintik merah, terbakar, agak kehitaman, kadang malah berdarah di bintik tersebut. (update : sejak 2016 kondisi kulit saya berubah jadi kering - sensitif). Lalu saya bingung, bagaimana cara mengatasi kulit kering berjerawat?





Permasalahan saya belum berhenti di sana. Kondisi bibir saya tuh ekstrim banget sih, suka pecah-pecah sendiri dan tiba-tiba berdarah ketika tersenyum, yang artinya sangat kekeringan. Banyak yang bilang karena saya kurang minum, pa…

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Assalamualaikum!
Beberapa pembaca saya di Line dan e-mail mengirimkan pesan, meminta saya menuliskan tentang BB Cream yang ramah di kantong untuk mereka pakai. sebetulnya tidak bisa sembarang kasih rekomendasi karena aktivitas kita berbeda, jenis kulit juga berbeda, dan yang seperti ini tuh biasanya harus trial and errror untuk tahu apakah kamu cocok atau tidak.




BB Cream ini memang jadi booming sekali sejak ada K-Pop Wave di negara kita. Banyak juga kolega saya yang dulunya pakai Foundie, beralih ke BBC. Manfaatnya memang All in One, sih, ya... Konon, berdasarkan iklan-iklan pembuat BBC, itu tuh isinya sudah komplit ada Base + Foundation + Concealer + Sunblock + Moisturiser + Oil Control .


Well, segitu komplitnya hanya dengan cream yang cuma dipakai sebiji jagung tiap diaplikasikan. Karenanya, BBC lebih ringan di wajah, lebih ramah di kantong juga, jadi lebih praktis, ketimbang harus pakai kosmetik secara berlapis. :) Malah untuk beberapa BBC ada yang klaim bisa mencerahkan atau memutihk…

Lima Tempat yang Perlu Kamu Datangi Kalau ke Cibinong

Sejak saya tinggal di Cibinong, nyokap kadang khawatir lihat saya nggak seperti orang kebanyakan yang suka bergaul sambil jajan ke sana kemari. Saya lebih suka nongkrong berjam2 di suatu tempat dan kalau ada teman yang sanggup saya cuekin sekian jam, kadang dia  ikut nongkrong juga. Sebetulnya, dibilang kecanduan makan di kafe, enggak juga. Tapi kalau dibilang asik dengan dunia maya, iya, saya begitu, kok. Mengakui bahwa ada kehidupan di dunia maya yang sama serunya dengan dunia nyata. Namun, untuk bisa survive di dunia maya tuh, butuh koneksi internet yang sangat baik which is called, use wifi. Iya, kan? Ehehehehe.
Makanya saya suka keliling tempat buat numpang colokan sama Wifi sekalian kulineran. Peribahasanya mah, "sekali mendayung seribu pulau dikunjungi"
Ada yang kayak saya juga? Nyusahin, ya. Nyebelin juga. Ya tapi itu tujuan diciptakannya kafe-kafe di beberapa kota, kan? Buat dimanfaatkan fasilitasnya. Jadi berkah, deh.
Nah, walaupun saya tinggalnya di pedalaman Bog…