Skip to main content

[16] Saya pun Menunggu


Untuk seorang lelaki yang bahkan belum saya ketahui siapa Anda.

Hai, Tuan. Orangtua saya mengajarkan untuk mencintai Tuhan dan Rasulullah sejak kecil, meski saya pun belum pernah melihat wajah keduanya. Tapi saya berhasil mencintai mereka dengan cara saya, dan karena itu, saya pun berpikir untuk bisa mencintai Anda meski kita belum pernah bertemu, atau mungkin pernah bertemu tetapi kita tidak saling menyadarinya.

Ketika saya menuliskan surat ini, Tuan, tak ada satu pun wajah lelaki yang saya bayangkan. Saya menulisnya dengan imajinasi kosong dan pemikiran jernih, murni untuk Anda. Dan saya tergerak untuk menyampaikan surat ini sebelum mengenal Anda. Ini aneh, ketika saya mau menuliskan surat padahal belum mencintai Anda, sementara sebelumnya ada lelaki yang pernah saya cintai, atau lelaki yang saya tak mau mengaku kalau saya mencintainya, atau lelaki yang saya cinta tetapi tak mungkin bisa memilkinya, namun tak satu pun dari mereka yang saya kirimi surat, (Oh, sebentar, jika Anda membaca seluruh isi blog saya, kau tahu saya berbohong di bagian ini).

Dulu saya tidak terlalu sabar menunggu Anda, saya berpikir ketika saya cinta, mungkin itulah Anda, pasangan hidup saya. Tapi pengkhianatan mengajarkan saya untuk lebih berhati-hati. Diduakan membimbing saya untuk tak mudah percaya, dan disakiti memberikan saya kekuatan untuk lebih bersabar menungu kedatangan Anda. Kelak, ketika Anda datang nanti, saya yakin Anda tak akan pernah mengkhianati, membohongi, atau menyakiti saya. Saya yakin itu, dan saya akan melakukan hal yang sama.

Tuan, dengan cara seperti apa Anda menghabiskan masa remaja? Hidup saya semasa remaja kadang terlalu membosankan dengan segala hal baik dan kesempurnaan yang dimiliki, karenanya saya kerap berbuat onar. Sebagian orang mungkin telah membenci ulah saya, tapi karena ulah tersebut, tentub saya akan punya banyak kisah untuk diceritakan pada anak-anak kita kelak, sementara orang-orang baik itu, hanya akan hidup baik sepanjang masa dan mendidik anak mereka dengan baik, tanpa ada pengalaman buruk yang dapat mereka ceritakan. Begitulah, semoga Anda mau menerima saya yang pernah buruk semasa muda.

Dan, hidup bisa jadi begitu bijaksana. Saya selalu mengatakan takut tua dan tak mau menjadi dewasa, tetapi, di ulang tahun saya 2013 lalu, saya berubah dengan sendirinya. Menjadi begitu patuh dengan segala aturan, tiba-tiba terbuka dengan segala nasihat, dan berhenti memusuhi segala hal yang tidak saya suka. Ibu pun merasakan perbedaan itu dan meski ia menyukai saya yang sekarang, katanya ia rindu saya yang pemberontak. Bagaimana dengan Anda? Tipe lelaki pemberontak atau yang penurut, Tuan?

Omong-omong, saya sering kehabisan napas untuk melangkah dalam menghadapi perjalanan hidup. Mudah tersandung dan jatuh berkali-kali, menimbulkan luka di beberapa tempat. Kadang saya menangis ketika tak lagi kuat menahan pedih, tetapi sekarang memilih menyembunyikan rasa sakit saya. Tuan, kiranya Anda sudi untuk menguatkan saya kalau lagi-lagi tersandung dalam melangkah, jika kita sudah bertemu pada waktunya.

Aduh, surat ini isinya penuh sekali dengan basa-basi yang terlalu klise. Mungkin ada baiknya saya sudahi saja. Tetapi, ada satu hal lagi yang ingin saya tanyakan. Apa yang selalu Anda lakukan sebelum menjemput saya, Tuan? Saya di sini, menunggu dengan sabar. Saya belajar menunggu Anda seperti Fatimah Az Zahra anak baginda nabi, yang terus berdoa dalam diam kepada Allah ketika menunggu Ali bin Abi Thalib meminang. Atau seperti Khadijah binti Khuwailid yang penuh kesabaran menunggu Rasulullah melamar meski usianya tak lagi muda. Atau seperti Zainab kakaknya Fatimah, yang sukacita menyambut seluruh kekurangan seorang Abil ‘Ash bin Rabi’ sebelum mereka menikah, kemudian mau menerima suaminya kembali ketika telah bercerai.

Saya barangkali tidak bisa sesempurna mereka, tetapi saya akan menunggu dengan cara saya, dan terus belajar memantaskan diri agar bisa mengimbangi isi kepala Anda. Nantinya, ketika kita akhirnya bertemu, saya bukan hanya ingin Anda menjadi kepala rumah tangga, tetapi juga teman hidup. Saya tidak bisa janji menjadi perempuan sempurna, namun saya berjanji akan selalu ada untuk Anda.

Seperti itulah cinta yang saya tawarkan, Tuan. Secukupnya. Sewajarnya. Seadanya. Semampu yang saya bisa. Semoga kita bisa saling mencintai, kelak.

Comments

Post a Comment

Hi! Thank you for visiting my website. I hope you can enjoy read all about blog posts here and lemme know your opinion! Please leave on the comments bellow :)

Popular posts from this blog

Perbedaan Vaseline Petroleum Jelly Arab dan Vaseline Repairing Jelly

Assalamualaikum, pembaca saya yang kritis dan setia :)


Setelah masuknya Vaseline Repairing Jelly secara resmi ke Indonesia, jadi banyak sekali pertanyaan yang masuk di line saya seperti, apa sih Perbedaan Vaseline Petroleum Jelly dan Vaseline Repairing Jelly. Pertanyaannya hampir serupa, tentang apa bedanya, tentang kenapa harga mereka berdua terpaut sangat jauh, tentang kenapa yang satu tidak ada iklan serta susah dicari tapi yang satunya ada iklan di tv dan mudah ditemukan barangnya, dan kenapa sih, kok beda sekali hasilnya walau dua produk itu bertekstur jelly yang kurang lebih memiliki manfaat sama?


Vaseline sendiri sudah klaim bahwa prduknya aman, dibuat melalui tiga tahap proses pemurnian yang dimulai dari menyingkirkan benda-benda kotor, sampai akhirnya terbentuk jelly yang tidak menyebabkan iritasi maupun reaksi alergi.





Which one you like the most, guys?





Barangkali kamu sedang mencari tahu, mana di antara dua produk tersebut yang lebih ampuh untuk mengatasi keluhanmu? Mana yang le…

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Assalamualaikum!
Beberapa pembaca saya di Line dan e-mail mengirimkan pesan, meminta saya menuliskan tentang BB Cream yang ramah di kantong untuk mereka pakai. sebetulnya tidak bisa sembarang kasih rekomendasi karena aktivitas kita berbeda, jenis kulit juga berbeda, dan yang seperti ini tuh biasanya harus trial and errror untuk tahu apakah kamu cocok atau tidak.




BB Cream ini memang jadi booming sekali sejak ada K-Pop Wave di negara kita. Banyak juga kolega saya yang dulunya pakai Foundie, beralih ke BBC. Manfaatnya memang All in One, sih, ya... Konon, berdasarkan iklan-iklan pembuat BBC, itu tuh isinya sudah komplit ada Base + Foundation + Concealer + Sunblock + Moisturiser + Oil Control .


Well, segitu komplitnya hanya dengan cream yang cuma dipakai sebiji jagung tiap diaplikasikan. Karenanya, BBC lebih ringan di wajah, lebih ramah di kantong juga, jadi lebih praktis, ketimbang harus pakai kosmetik secara berlapis. :) Malah untuk beberapa BBC ada yang klaim bisa mencerahkan atau memutihk…

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

Hallo, Assalamualaikum teman-teman :)

Bagi saya, mengeluh adalah cara paling cepat untuk menghilangkan jenuh tapi sebetulnya bukan hal yang baik. Tapi enak. Tapi nyebelin. Dan di postingan kali ini saya akan berkeluh-kesah mengenai permasalahan kulit saya. Jadi, waktu itu saya mengecek kondisi kulit dan tipe kulit wajah saya ternyata kombinasi - minyak di T-zone. Namun, kulit tubuh kering kayak sisik ular, sampai rasanya kulit saya saingan sama kulit ular kobra yang belum ganti kulit. Plus misalnya kena sinar matahari, dia langsung bereaksi bintik merah, terbakar, agak kehitaman, kadang malah berdarah di bintik tersebut. (update : sejak 2016 kondisi kulit saya berubah jadi kering - sensitif). Lalu saya bingung, bagaimana cara mengatasi kulit kering berjerawat?





Permasalahan saya belum berhenti di sana. Kondisi bibir saya tuh ekstrim banget sih, suka pecah-pecah sendiri dan tiba-tiba berdarah ketika tersenyum, yang artinya sangat kekeringan. Banyak yang bilang karena saya kurang minum, pa…