Skip to main content

[14] Sini, Aku dengan Sabar Menunggu


Selamat sore.

Halo ka Iit, kurir posku yang selama ini mengantar surat untuk Ambu (dan untuk Zi dua kali). Aku yakin surat-surat itu akan dibaca oleh Ambu ketika kau mengantarnya tanpa lihat jam kerja. Terima kasih ya, kau sungguh berjasa telah menolongku dalam mengirimkan surat–surat tersebut.

Omong-omong, ada sesuatu yang ingin kutanyakan. Apakah ada yang lebih membosankan dari menunggu, ka Iit?

Aku bosan sekali menunggu balasan surat dari Ambu. Dia, orang itu, entah sedang apa sekarang. Ambu adalah sebutan untuk ibu dalam bahasa Sunda, ka Iit tentu tahu itu. Tidak banyak yang tahu nama aslinya, karena ia lebih menyukai semua orang memanggilnya begitu. Ambu, orang yang selama ini kukirimi surat, setahuku selalu sabar menunggu berkali-kali. Pada mulanya ia menyikapi dengan bijak, ketika apa yang ia panjatkan dalam doa-doa belum juga Tuhan kabulkan, lantas menunggu dan terus bersabar menunggu, sebab ia yakin Tuhan selalu punya rencana yang lebih baik. Ambu selalu sabar menunggu untuk sesuatu yang ia inginkan. Tak peduli waktu telah menggerus usianya, ia akan dengan sabar menunggu.

Ambu dulu ingin sekali punya kamera. Seorang teman memunyai kamera tetapi hanya dia pakai untuk memotret diri sendiri. Ambu bertekad, kelak ketika ia punya kamera, akan ia gunakan untuk memotret pemandangan dan kegiatan sosial. Ia dengan telaten menunggu dengan menabung, dan empat tahun kemudian ia baru mendapatkan kamera dengan kualitas baik dan ia benar-benar menggunakannya untuk kepentingan sosial.

Pernah juga ia menginginkan gawai yang bisa menopang kebutuhan komunikasinya dan ia butuh lima tahun untuk mendapatkan gawai yang ia inginkan, meski sebetulnya ia mampu saja meminta keluarganya membelikan, tetapi ia memilih untuk mendapatkannya dengan jerih payah sendiri.

Lain waktu, ia seringkali menangis jika ibunya menyuruh untuk minum air putih. Ambu benci air putih dan ibunya berinisiatif dengan menambahkan es batu agar airnya dingin, segar, dan Ambu baru mau meminumnya. Lambat laun Ambu tidak tega ketika tiap kali melihat ibunya berkeliling mencari es batu dan Ambu berdoa pada Tuhan, semoga ia ada rezeki untuk membeli kulkas. Tujuh tahun kemudian, akhirnya mereka memiliki kulkas dan Ambu jadi sering sekali meminum air putih.

Ambu tak pernah iri. Ia yakin, tiap orang memiliki rezekinya masing-masing. Begini ka Iit, coba kau keluar ruangan dan berdiri menghadap langit kala hujan jatuh ke permukaan bumi. Curah hujan yang deras dan tetesnya yang tidak dapat kita hitung itu, kelihatanya ada banyak sekali. Bahkan dalam bahasa Inggris hujan termasuk ke dalam golonngan uncountable atau tidak dapat dihitung jumlahnya. Tetapi, coba ketika hujan itu, kau tadahkan tanganmu. Berapa banyak tetes hujan yang dapat kau tampung di kedua telapak tanganmu? Sebanyak itulah rezeki kita. Dan Ambu percaya, rezeki setiap orang tidak akan berkurang. Makanya ia tak pernah iri atau dengki melihat kepunyaan orang lain, tidak juga sedih melihat kesuksesan orang, Ambu adalah wanita yang selalu turut berbahagia tanpa ad rasa iri, dan karenanya semua orang menyukai Ambu.

Terakhir dia punya impian pergi keliling Eropa, tetapi yang berhasil mewujudkan itu justru teman-teman dekatnya, dan dia ikut berbahagia atas berita itu. Kemudian aku menemukan secarik kertas alamat di Inggris yang ia berikan itu sebelum hilang kabar, sehingga aku bisa mengiriminya surat.

Dan aku, belajar darinya untuk bersabar menunggu. Bersabar mendapat balasan surat darinya, meski itu membosankan.

Warm Regards,
Uni

Comments

  1. dear uni,

    ada yang lebih bosan daripada menunggu; ialah ketika tak menempatkan Ia di setiap waktu, sehingga menunggupun semakin terasa membosankan.

    oh, atau ketika tujuan perlahan bias oleh waktu, sehingga bosan lebih tamak bermukim di kepala.

    oh, atau tidak ketika menyadari tidak ada lagi tepi saat menanti yang perlahan mati.

    sama saja ya?
    hahahha.

    sebelum saya semakin melantur, saya cukupkan saja surat balasan ini. masih banyak amanat yang perlu saya sampaikan.

    salam untuk ambu, jika kau menulis lagi surat untuknya. katakan pada Zi, bahwa kangpos pun menjadi penasaran sebab surat-surat yang selama ini diantarkan. oh iya, salamkan juga untuk unidzalika. katakan padanya, bahwa saya membenci setiap ruas jemarinya, hingga membuat isi kepala saya selalu dipenuhi pertanyaan ketika mengintip isi surat yang dikirimkannya.



    salam hangat,
    iitsibarani.

    ReplyDelete
  2. Menunggu ternyata lebih melelahkan dari berlari :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Hi! Thank you for visiting my website. I hope you can enjoy read all about blog posts here and lemme know your opinion! Please leave on the comments bellow :)

Popular posts from this blog

Perbedaan Vaseline Petroleum Jelly Arab dan Vaseline Repairing Jelly

Assalamualaikum, pembaca saya yang kritis dan setia :)


Setelah masuknya Vaseline Repairing Jelly secara resmi ke Indonesia, jadi banyak sekali pertanyaan yang masuk di line saya seperti, apa sih Perbedaan Vaseline Petroleum Jelly dan Vaseline Repairing Jelly. Pertanyaannya hampir serupa, tentang apa bedanya, tentang kenapa harga mereka berdua terpaut sangat jauh, tentang kenapa yang satu tidak ada iklan serta susah dicari tapi yang satunya ada iklan di tv dan mudah ditemukan barangnya, dan kenapa sih, kok beda sekali hasilnya walau dua produk itu bertekstur jelly yang kurang lebih memiliki manfaat sama?


Vaseline sendiri sudah klaim bahwa prduknya aman, dibuat melalui tiga tahap proses pemurnian yang dimulai dari menyingkirkan benda-benda kotor, sampai akhirnya terbentuk jelly yang tidak menyebabkan iritasi maupun reaksi alergi.





Which one you like the most, guys?




Barangkali kamu sedang mencari tahu, mana di antara dua produk tersebut yang lebih ampuh untuk mengatasi keluhanmu? Mana yang l…

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

Hallo, Assalamualaikum teman-teman :)

Bagi saya, mengeluh adalah cara paling cepat untuk menghilangkan jenuh tapi sebetulnya bukan hal yang baik. Tapi enak. Tapi nyebelin. Dan di postingan kali ini saya akan berkeluh-kesah mengenai permasalahan kulit saya. Jadi, waktu itu saya mengecek kondisi kulit dan tipe kulit wajah saya ternyata kombinasi - minyak di T-zone. Namun, kulit tubuh kering kayak sisik ular, sampai rasanya kulit saya saingan sama kulit ular kobra yang belum ganti kulit. Plus misalnya kena sinar matahari, dia langsung bereaksi bintik merah, terbakar, agak kehitaman, kadang malah berdarah di bintik tersebut. (update : sejak 2016 kondisi kulit saya berubah jadi kering - sensitif). Lalu saya bingung, bagaimana cara mengatasi kulit kering berjerawat?





Permasalahan saya belum berhenti di sana. Kondisi bibir saya tuh ekstrim banget sih, suka pecah-pecah sendiri dan tiba-tiba berdarah ketika tersenyum, yang artinya sangat kekeringan. Banyak yang bilang karena saya kurang minum, pa…

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Assalamualaikum!
Beberapa pembaca saya di Line dan e-mail mengirimkan pesan, meminta saya menuliskan tentang BB Cream yang ramah di kantong untuk mereka pakai. sebetulnya tidak bisa sembarang kasih rekomendasi karena aktivitas kita berbeda, jenis kulit juga berbeda, dan yang seperti ini tuh biasanya harus trial and errror untuk tahu apakah kamu cocok atau tidak.




BB Cream ini memang jadi booming sekali sejak ada K-Pop Wave di negara kita. Banyak juga kolega saya yang dulunya pakai Foundie, beralih ke BBC. Manfaatnya memang All in One, sih, ya... Konon, berdasarkan iklan-iklan pembuat BBC, itu tuh isinya sudah komplit ada Base + Foundation + Concealer + Sunblock + Moisturiser + Oil Control .


Well, segitu komplitnya hanya dengan cream yang cuma dipakai sebiji jagung tiap diaplikasikan. Karenanya, BBC lebih ringan di wajah, lebih ramah di kantong juga, jadi lebih praktis, ketimbang harus pakai kosmetik secara berlapis. :) Malah untuk beberapa BBC ada yang klaim bisa mencerahkan atau memutihk…