Skip to main content

[13] Ayo Kembali, Zi

Selamat pagi, Zi.

Ini adalah surat kedua yang kukirimkan untukmu, setelah yang pertama kutitipkan lewat D, tempo hari. Surat ini pun nantinya akan kuberikan melalui D dan kami sudah sepakat untuk bertemu di Jembatan yang tidak kuhafal namanya. Aku mengirimi kau surat untuk memberi dukungan, walau kutahu kau sebetulnya perempuan kuat dan tangguh dalam mengahdapi berbagai cobaan, dan kau tak pernah meminta bantuan pada siapa pun untuk menyelesaikan masalahmu, bukan? Baiklah, anggap saja surat ini sebagai surat peringatan.

Kau ingat? Semasa kecil saat berusia lima, kau pernah bertemu seorang peramal dan dia berkata bahwa kau adalah gadis dengan kecerdasasan di atas rata-rata. “Kepintaranmu akan melebihi kakak-kakak dan temanmu, dan hati-hati, karena itu kau bisa saja dijauhi, sembunyikan,” kata paman peramal itu. Kau belum mengerti mana yang harus kau saring dan yang boleh kau percaya, tapi kalimat paman tersebut menyakinkan kau untuk tetap menyembunyikan apa yang kau punya.

Dan mulai kejadian ketika kau kelas dua SD saat nilai matematikamu seharusnya seratus karena benar semua, tetapi gurumu tak percaya itu, kau justru dihukum. Kelas tiga saat pelajaran seni, kau menggambar paling baik dan mendapat nilai sempurna, dan karena teman-temanmu iri, esoknya kau menemukan gambar itu tergeletak di tempat sampah. Kau menangis saat itu juga dan mereka tertawa. Dan detik itu pula, kau bertekad untuk tidak menangis. Sembunyikan kelemahanmu, dan menunjukkan bahwa kau jauh pintar di atas mereka. Kelas tiga, kau mendapat rangking tujuh, tentu saja ada yang menyukainya. Tetapi dalam waktu dekat itu kau merayakan ulang tahun dengan mengundang teman-temanmu, kau jamu mereka dengan baik, penuh dengan kue melimpah dan lagu-lagu terbaik, lalu sejak hari itu mereka percaya akan kemampuanmu tetapi kau memutuskan untuk pindah sekolah.

Di sekolah baru, justru perlakuan yang lebih parah kau dapatkan. Kau tahu, kau yang terkaya saat itu di kalangan teman-temanmu. Dan karena iri, mereka merusak kamera satu-satunya peninggalan almarhum ayahmu yang ia beli di Malaysia. Belum lagi buku-buku koleksimu yang dijatuhkan di selokan, tempat pinsil yang diambil, jangkar yang dicuri, meja yang dilumuri kotoran, pakaian olahraga yang disembunyikan, dan juga uang jajan yang dipalak. Mereka, teman-temanmu, bahkan bersengkokol dengan guru di sekolah, menyuruhmu membersihkan lantai saat jam pelajaran, menyetrap karena tak mengerjakan PR padahal semua murid di kelas pun tak mengerjakan, menyikat kamar mandi dengan alasan yang aneh, dan mengambil uang tabunganmu. Ah, cukup, aku tak sanggup lagi menceritakannya. Satu hal yang kuingat, kau belajar untuk tak pernah percaya lagi pda siapa pun, kecuali keluargamu.

Berangkat dari kisah masa kanak-kanak itu, menjadikanmu gadis yang sangat berandal semasa SMP, Zi. Kau perusak, pemberontak, pemarah, dan pembual paling ahli selama tiga tahun. Dan kau tak pernah menyesalinya. Kau mulai menjadi orang yang licik dan pandai mengatur strategi, menjatuhkan lawan, dan mensiasati segala keadaan, tetapi itu adalah baik dalam urusan perkuliahanmu. Kau tahu itu. Kau ingat saat itu ada seorang peramal lagi yang datang menemui tiba-tiba dan mengatakan hal serupa seperti saat usiamu lima tahun. “Kecerdasanmu... Sembunyikan, buktikan, dan Jatuhkan.” Hanya itu kalimatnya dan kau akan selalu ingat itu.

Kau betul-betul menjadi orang yang tanpa ampun dan pandai menciptakan segala kegiatan. Kecuali setelah hari itu, ketika kau berdiri dalam guyuran hujan di depan Pangrango, saat itu lah, kau runtuh. Kau menjadi orang yang sangat takut akan segala hal dan merasa bodoh, tak berguna, dan bukan lagi kecerdasanmu yang kau sebunyikan, tetapi juga jasadmu.

Suatu waktu kau keluar dari persembunyianmu, dan kau bertemu dengan dua orang yang tidak terlalu memahamimu tetapi mereka bisa membacamu melalui tulisan tangan. Kemudian, mereka bilang, “Kamu adalah perempuan dengan kecerdasan rata-rata dan orang seharusnya takut dengan apa yang kamu miliki. Kamu pintar, cerdas, tetapi kenapa kamu sembunyikan?” sebuah ucapan yang sama dari tiap peramal dengan akhir yang berbeda. Dan kau tahu, telah salah menyembunyikannya.

Kau jelas-jelas tahu itu, Zi. Kecerdasanmu bisa membantu keluar dari masalah dan kau tak butuh dukungan atau peolongan, kau mampu menyelsaikan masalahmu sendirian, kau tahu itu. Ayolah, bangkit, keluar dari persembunyianmu dan selesaikan masalahmu. Kau tak perlu waktu yang lebih lama untuk menyendiri. Zi, waktu berputar terlalu cepat, dan kau akan kehilangan banyak momen jika kau terus bersembunyi. Lupakan urusan patah hati, abaikan perasaan cinta, selesaikan masalahmu dan kembali kejar cita-citamu yang sempat kau kubur. Gali lagi semua doa dan harapanmu, aku yakin kau bisa meraihnya. Kau ini orang ambisius yang jika menginginkan sesuatu, akan selalu tercapai, begitu, kan?

Zi, buka matamu, dan lihatlah, ibumu menunggu kabar kesuksesan darimu. Jangan bersembunyi lebih lama lagi, karena waktu tak memberi kompensasi untukmu. Aku yakin kau bisa menghadapinya. Tak apa jika kau ingin marah, menangis, sakit hati atau benci, tak apa. Yang penting pikiranmu tetap jernih untuk menyelesaikan semua masalah yang sedang kau hadapi. Sekali lagi, aku yakin kau bisa. Pulanglah Zi, dan akan kuberikan pelukan terbaik untuk menenangkanmu. Kau tidak sendirian, sayang.

Tabik,
Uni

Ps. : Kalau kau tanya mengapa aku bisa tahu itu semua, itu karena buku diarimu. Kau bersahabat dengan tulisan. Buku harianmu menumpuk dan sudah kubaca tuntas semuanya.

Comments

Popular posts from this blog

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

Hallo, Assalamualaikum teman-teman :)

Bagi saya, mengeluh adalah cara paling cepat untuk menghilangkan jenuh tapi sebetulnya bukan hal yang baik. Tapi enak. Tapi nyebelin. Dan di postingan kali ini saya akan berkeluh-kesah mengenai permasalahan kulit saya. Jadi, waktu itu saya mengecek kondisi kulit dan tipe kulit wajah saya ternyata kombinasi - minyak di T-zone. Namun, kulit tubuh kering kayak sisik ular, sampai rasanya kulit saya saingan sama kulit ular kobra yang belum ganti kulit. Plus misalnya kena sinar matahari, dia langsung bereaksi bintik merah, terbakar, agak kehitaman, kadang malah berdarah di bintik tersebut. (update : sejak 2016 kondisi kulit saya berubah jadi kering - sensitif). Lalu saya bingung, bagaimana cara mengatasi kulit kering berjerawat?





Permasalahan saya belum berhenti di sana. Kondisi bibir saya tuh ekstrim banget sih, suka pecah-pecah sendiri dan tiba-tiba berdarah ketika tersenyum, yang artinya sangat kekeringan. Banyak yang bilang karena saya kurang minum, pa…

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Assalamualaikum!
Beberapa pembaca saya di Line dan e-mail mengirimkan pesan, meminta saya menuliskan tentang BB Cream yang ramah di kantong untuk mereka pakai. sebetulnya tidak bisa sembarang kasih rekomendasi karena aktivitas kita berbeda, jenis kulit juga berbeda, dan yang seperti ini tuh biasanya harus trial and errror untuk tahu apakah kamu cocok atau tidak.




BB Cream ini memang jadi booming sekali sejak ada K-Pop Wave di negara kita. Banyak juga kolega saya yang dulunya pakai Foundie, beralih ke BBC. Manfaatnya memang All in One, sih, ya... Konon, berdasarkan iklan-iklan pembuat BBC, itu tuh isinya sudah komplit ada Base + Foundation + Concealer + Sunblock + Moisturiser + Oil Control .


Well, segitu komplitnya hanya dengan cream yang cuma dipakai sebiji jagung tiap diaplikasikan. Karenanya, BBC lebih ringan di wajah, lebih ramah di kantong juga, jadi lebih praktis, ketimbang harus pakai kosmetik secara berlapis. :) Malah untuk beberapa BBC ada yang klaim bisa mencerahkan atau memutihk…

Lima Tempat yang Perlu Kamu Datangi Kalau ke Cibinong

Sejak saya tinggal di Cibinong, nyokap kadang khawatir lihat saya nggak seperti orang kebanyakan yang suka bergaul sambil jajan ke sana kemari. Saya lebih suka nongkrong berjam2 di suatu tempat dan kalau ada teman yang sanggup saya cuekin sekian jam, kadang dia  ikut nongkrong juga. Sebetulnya, dibilang kecanduan makan di kafe, enggak juga. Tapi kalau dibilang asik dengan dunia maya, iya, saya begitu, kok. Mengakui bahwa ada kehidupan di dunia maya yang sama serunya dengan dunia nyata. Namun, untuk bisa survive di dunia maya tuh, butuh koneksi internet yang sangat baik which is called, use wifi. Iya, kan? Ehehehehe.
Makanya saya suka keliling tempat buat numpang colokan sama Wifi sekalian kulineran. Peribahasanya mah, "sekali mendayung seribu pulau dikunjungi"
Ada yang kayak saya juga? Nyusahin, ya. Nyebelin juga. Ya tapi itu tujuan diciptakannya kafe-kafe di beberapa kota, kan? Buat dimanfaatkan fasilitasnya. Jadi berkah, deh.
Nah, walaupun saya tinggalnya di pedalaman Bog…