Skip to main content

[10] Yang Memilih Bersembunyi


Good morning, Ambu.

Omong-omong, saat ini aku sedang berada di jembatan penyebrangan kota Padjajaran. Luar biasa, pedagang dan tuna wisma yang masih bertahan di sini, separuhnya mengenal Zi. Tapi mereka mengatakan terakhir melihatnya ketika Juni di tahun 2013. Benar kan, apa kataku. Zi menghilang dan keberadaannya bias. Menurut cerita mereka, Zi dulu seringkali berbelanja dan  meskipun tak butuh, ia tetap membeli dengan alasan yang tak pernah ia jelaskan. Kadang ia memakan soto Damri yang bagi sebagian kalangan, tempatnya kotor shingga tak banyak yang mau makan di sana, tetapi Zi tak peduli. Baginya soto di sana yang paling enak dan punya rasa paling megah di dalam lidah. Lantas pulangnya ia akan melewati jembatan ini, sesekali bercengkrama dengan para tuna wisma sebelum naik ke dalam bus.

Aku menuruni beberapa anak tangga jembatan ini dan menemukan seorang pedagang dvd bajakan. Ya ampun, mereka masih bertahan menjual barang ilegal, bahkan seorang bapak berperut gendut dengan seragam polisi degan asik duduk di sebelah pedagang sembari menyesap kopi. Ah tapi apa peduliku. Mereka –sepasang suami istri pedagang dvd– bercerita. Bahwa di tanggal yang sama dengan hari ini, di tahun 2014, Zi pernah mengalami gejolak batin. “Anaknya sendiri yang cerita ke kami, dia galau, gitu.” Begitu kata sang istri. Konon, ia sedang dirundung duka karena kegalauan tentang permasalahan hidupnya tak kunjung usai, tetapi di lain sisi ia menemukan seseorang ; yang membuatnya begitu penasaran. Ia lantas lupa pada masahnya, mengabaikan dan tak mencari solusi, selebihnya menemukan kegiatan baru ; mengagumi lelaki lain.

Istri pedagang dvd itu memberikan aku secarik kertas berwarna abu-abu, sedikit lecak dan sobek di bagian ujung, tetapi isinya masih utuh dan tintanya tidak luntur. “Baca ini,” kata ibu itu. Aku gegas membuka kertas tersebut dan membacanya. Ambu, baiknya kau baca juga surat cinta itu, kutuliskan dalam kertas terpisah di sini. Semoga kau mau membacanya.

Ah, aku tak pantas menceritakan kisah cinta ini, belum waktunya. Tapi kau boleh tenang karena ini pertanda air mata Zi sudah menguap dan bisa jadi mulai ada sedikit senyum dalam bibirnya, entah. Kusudahi dulu surat ini, mau coba menonton film ‘I Am Sam’ dari dvd bajakan yang kubeli di langganan Zi itu. Bukan karena aku mendukung perdagangan ilegal, tetapi sebagai balas budi karena mereka telah memberiku surat milik Zi, dan si ibu bilang itu adalah film favorit Zi.

Sun dari jauh,

Uni.

Comments

  1. suka banget ama cerita fiksinya :)

    ReplyDelete
  2. Nggak bosen nih baca suratnya, kalo udah suka jadi nyaman :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Hi! Thank you for visiting my website. I hope you can enjoy read all about blog posts here and lemme know your opinion! Please leave on the comments bellow :)

Popular posts from this blog

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

Hallo, Assalamualaikum teman-teman :)

Bagi saya, mengeluh adalah cara paling cepat untuk menghilangkan jenuh tapi sebetulnya bukan hal yang baik. Tapi enak. Tapi nyebelin. Dan di postingan kali ini saya akan berkeluh-kesah mengenai permasalahan kulit saya. Jadi, waktu itu saya mengecek kondisi kulit dan tipe kulit wajah saya ternyata kombinasi - minyak di T-zone. Namun, kulit tubuh kering kayak sisik ular, sampai rasanya kulit saya saingan sama kulit ular kobra yang belum ganti kulit. Plus misalnya kena sinar matahari, dia langsung bereaksi bintik merah, terbakar, agak kehitaman, kadang malah berdarah di bintik tersebut. (update : sejak 2016 kondisi kulit saya berubah jadi kering - sensitif). Lalu saya bingung, bagaimana cara mengatasi kulit kering berjerawat?





Permasalahan saya belum berhenti di sana. Kondisi bibir saya tuh ekstrim banget sih, suka pecah-pecah sendiri dan tiba-tiba berdarah ketika tersenyum, yang artinya sangat kekeringan. Banyak yang bilang karena saya kurang minum, pa…

Perbedaan Vaseline Petroleum Jelly Arab dan Vaseline Repairing Jelly

Assalamualaikum, pembaca saya yang kritis dan setia :)


Setelah masuknya Vaseline Repairing Jelly secara resmi ke Indonesia, jadi banyak sekali pertanyaan yang masuk di line saya seperti, apa sih Perbedaan Vaseline Petroleum Jelly dan Vaseline Repairing Jelly. Pertanyaannya hampir serupa, tentang apa bedanya, tentang kenapa harga mereka berdua terpaut sangat jauh, tentang kenapa yang satu tidak ada iklan serta susah dicari tapi yang satunya ada iklan di tv dan mudah ditemukan barangnya, dan kenapa sih, kok beda sekali hasilnya walau dua produk itu bertekstur jelly yang kurang lebih memiliki manfaat sama?


Vaseline sendiri sudah klaim bahwa prduknya aman, dibuat melalui tiga tahap proses pemurnian yang dimulai dari menyingkirkan benda-benda kotor, sampai akhirnya terbentuk jelly yang tidak menyebabkan iritasi maupun reaksi alergi.





Which one you like the most, guys?




Barangkali kamu sedang mencari tahu, mana di antara dua produk tersebut yang lebih ampuh untuk mengatasi keluhanmu? Mana yang l…

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Assalamualaikum!
Beberapa pembaca saya di Line dan e-mail mengirimkan pesan, meminta saya menuliskan tentang BB Cream yang ramah di kantong untuk mereka pakai. sebetulnya tidak bisa sembarang kasih rekomendasi karena aktivitas kita berbeda, jenis kulit juga berbeda, dan yang seperti ini tuh biasanya harus trial and errror untuk tahu apakah kamu cocok atau tidak.




BB Cream ini memang jadi booming sekali sejak ada K-Pop Wave di negara kita. Banyak juga kolega saya yang dulunya pakai Foundie, beralih ke BBC. Manfaatnya memang All in One, sih, ya... Konon, berdasarkan iklan-iklan pembuat BBC, itu tuh isinya sudah komplit ada Base + Foundation + Concealer + Sunblock + Moisturiser + Oil Control .


Well, segitu komplitnya hanya dengan cream yang cuma dipakai sebiji jagung tiap diaplikasikan. Karenanya, BBC lebih ringan di wajah, lebih ramah di kantong juga, jadi lebih praktis, ketimbang harus pakai kosmetik secara berlapis. :) Malah untuk beberapa BBC ada yang klaim bisa mencerahkan atau memutihk…