Skip to main content

[07] Tentang Rasa yang Telah Hilang


Wilujeng Enjing, Ambu.

Maaf kalau kemarin aku tak mengirimu surat yang seharusnya sudah menjadi rutinitasku. Aku kemarin menulis untuk temanku, dan urusan melapor polisi, sudah kubatalkan. Sepertinya lebih baik mencari sendiri. Berdua denganmu. Bertiga dengan Tuhan. Kau pasti mengerti, sebab polisi tidak dapat dipercaya. Polisi pun sering tak percaya pada malam ; ia berpatroli mencari apa saja yang mencurigakan. Mereka juga tak percaya pada siang ; lalu-lalang di setiap lalu-lintas. Mereka tak percaya pagi ; memilih untuk apel pagi dan membiarkan pagi pergi begitu saja. Kadang mereka takut marahabaya ; makanya mereka membawa pistol untuk antisipasi. Dan karenanya aku jadi malas meminta tolong pada mereka. Nah, setelah membtalkan niatku ke kantor polisi, aku memutuskan untuk duduk sebentar di jembatan Sukasari sambil menuliskan surat ini.

Oh ya Ambu, aku sempat bertemu teman Zi, sebut saja D. Dia bercerita seadanya dan tidak ada yang spesial, kecuali satu hal, saat dia bilang kalau aku harus segera menemukan Zi sebelum terlambat.

Kami yakin Zi masih hidup.

Ambu, hari itu aku tahu, adalah retak, yang lebih menyakitkan dari hati yang patah. Kau tahu betapa menyedihkannya ketika diambang kehancuran sekaligus berusaha bertahan untuk tetap utuh? Sungguh itu tidak mudah. Dan putus asa, adalah yang lebih menyeramkan dari amukan amarah yang meluap-luap. Sebab marah adalah salah satu emosi yang masih memiliki semangat, sementara putus asa artinya menyerah. Benar adanya, bahwa setiap orang punya masalahnya sendiri, macam-macam, dan hanya bisa diselesaikan oleh orang yang bersangkutan. Tetapi Zi, perempuan yang masih saja hilang kabarnya, dia takut sekali berhadapan dengan masalah, takut hati retaknya hancur berkeping-keping, takut berserakan, dan dia tak bisa lagi membuat hatinya utuh, sungguh takut. Dan karenanya, ia putus asa.

Ini bukan soal urusan cinta atau masalah sepele. Beban hidupnya semakin berat dan karena ia diam, tidak berani maju, tak bisa mundur, malah menjadikan msalah yang datang kepadanya semakin bertumpuk. D bilang, Zi bukan seperti ini. Dia selalu bisa menyelesaikan masalah dengan baik, dia selalu pandai mencari sebuah solusi, dia begitu ahli mencari jalan keluar, kecuali masalah satu ini, yang tidak dapat kuceritakan.

Ambu, jemariku ingin sekali mengetik semua permasalahan Zi yang menyedihkan ini, tetapi sungguh aku tak mampu menuliskannya. Ia dikecewakan berkali-kali, diberi harapan, kemudian dicampakkan, dan begitu saja seterusnya, sampai akhirnya dia memutuskan untuk menjauh.

Ambu, bolehkah aku menggugat Tuhan, mengapa masalah yang datang pda Zi harus seberat ini, bolehkah?

Comments

Post a Comment

Hi! Thank you for visiting my website. I hope you can enjoy read all about blog posts here and lemme know your opinion! Please leave on the comments bellow :)

Popular posts from this blog

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

Hallo, Assalamualaikum teman-teman :)

Bagi saya, mengeluh adalah cara paling cepat untuk menghilangkan jenuh tapi sebetulnya bukan hal yang baik. Tapi enak. Tapi nyebelin. Dan di postingan kali ini saya akan berkeluh-kesah mengenai permasalahan kulit saya. Jadi, waktu itu saya mengecek kondisi kulit dan tipe kulit wajah saya ternyata kombinasi - minyak di T-zone. Namun, kulit tubuh kering kayak sisik ular, sampai rasanya kulit saya saingan sama kulit ular kobra yang belum ganti kulit. Plus misalnya kena sinar matahari, dia langsung bereaksi bintik merah, terbakar, agak kehitaman, kadang malah berdarah di bintik tersebut. (update : sejak 2016 kondisi kulit saya berubah jadi kering - sensitif). Lalu saya bingung, bagaimana cara mengatasi kulit kering berjerawat?





Permasalahan saya belum berhenti di sana. Kondisi bibir saya tuh ekstrim banget sih, suka pecah-pecah sendiri dan tiba-tiba berdarah ketika tersenyum, yang artinya sangat kekeringan. Banyak yang bilang karena saya kurang minum, pa…

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Assalamualaikum!
Beberapa pembaca saya di Line dan e-mail mengirimkan pesan, meminta saya menuliskan tentang BB Cream yang ramah di kantong untuk mereka pakai. sebetulnya tidak bisa sembarang kasih rekomendasi karena aktivitas kita berbeda, jenis kulit juga berbeda, dan yang seperti ini tuh biasanya harus trial and errror untuk tahu apakah kamu cocok atau tidak.




BB Cream ini memang jadi booming sekali sejak ada K-Pop Wave di negara kita. Banyak juga kolega saya yang dulunya pakai Foundie, beralih ke BBC. Manfaatnya memang All in One, sih, ya... Konon, berdasarkan iklan-iklan pembuat BBC, itu tuh isinya sudah komplit ada Base + Foundation + Concealer + Sunblock + Moisturiser + Oil Control .


Well, segitu komplitnya hanya dengan cream yang cuma dipakai sebiji jagung tiap diaplikasikan. Karenanya, BBC lebih ringan di wajah, lebih ramah di kantong juga, jadi lebih praktis, ketimbang harus pakai kosmetik secara berlapis. :) Malah untuk beberapa BBC ada yang klaim bisa mencerahkan atau memutihk…

Lima Tempat yang Perlu Kamu Datangi Kalau ke Cibinong

Sejak saya tinggal di Cibinong, nyokap kadang khawatir lihat saya nggak seperti orang kebanyakan yang suka bergaul sambil jajan ke sana kemari. Saya lebih suka nongkrong berjam2 di suatu tempat dan kalau ada teman yang sanggup saya cuekin sekian jam, kadang dia  ikut nongkrong juga. Sebetulnya, dibilang kecanduan makan di kafe, enggak juga. Tapi kalau dibilang asik dengan dunia maya, iya, saya begitu, kok. Mengakui bahwa ada kehidupan di dunia maya yang sama serunya dengan dunia nyata. Namun, untuk bisa survive di dunia maya tuh, butuh koneksi internet yang sangat baik which is called, use wifi. Iya, kan? Ehehehehe.
Makanya saya suka keliling tempat buat numpang colokan sama Wifi sekalian kulineran. Peribahasanya mah, "sekali mendayung seribu pulau dikunjungi"
Ada yang kayak saya juga? Nyusahin, ya. Nyebelin juga. Ya tapi itu tujuan diciptakannya kafe-kafe di beberapa kota, kan? Buat dimanfaatkan fasilitasnya. Jadi berkah, deh.
Nah, walaupun saya tinggalnya di pedalaman Bog…