Skip to main content

[Prompt #61] : Musnah

“Jarak dan waktu adalah dua hal yang tidak dapat kau kalahkan sekaligus,”

.

Hanya itu, sebaris kalimat yang dituliskan seorang pria dan sengaja Zinnia tuliskan kembali dalam sebuah memo, lantas ia tempelkan di atas layar laptopnya. Masih sama seperti sebelumnya, pagi ini nihil pesan masuk dalam email Zinnia. Yang ia tunggu tentu saja dari seorang pria yang kehadirannya selalu nyata dalam mimpi-mimpi Zinnia di setiap malam. Ia membuka email satunya dan menemukan banyak pesan masuk seputar perjanjian bisnis. Dibukanya email dari seorang penyewa yang bersedia berkerjasama. Kontras sekali keadaan dua email yang ia miliki. Zinnia menyesap luwak arabika yang uapnya menguar dari dalam mug berwarna merah maroon. Sesekali ia memastikan apakah ada tanda hijau pertanda online dari pria itu, tapi semakin dilihat warnanya tetap berwarna abu-abu. Tak sabar menunggu, Zinnia segera mengetik sebuah pesan “Sayang, kapan kemari?” , dan tanpa perlu menunggu jawaban, ia kembali mengurusi bisnisnya. Begitu. Setiap hari. Selama ratusan hari.

“Aku masih harus mengurus banyak hal,”

Keajaiban. Setelah lima ratus hari tanpa jawaban, pagi ini gayung bersambut. Tak menyia-nyiakan kesempatan itu, Zinnia segera membalasnya.

“Kita sudah tak bertemu setahun lebih,”

“Aku ingat itu,”

“Kau tahu? Ada yang sulit dikalahkan selain jarak dan waktu,”

Offline. Menghilang lagi. Zinnia menyesap kembali kopinya dan memutuskan untuk melihat media sosial lelaki itu. Jemarinya menyusuri foto-foto yang di posting bulan lalu. Foto-foto pria itu dengan seorang wanita yang memakai kalung berbandul huruf C. Mereka layaknya sepasang kekasih yang saling menatap penuh arti, dan tangannya bergenggaman erat. Sebuah pakansi yang menyenangkan, namun menyesakkan bagi Zinnia. Berpacaran jarak jauh memang membutuhkan kesabaran ekstra, namun setelah selama ini menunggu, kesabarannya pun sekarat. Diketiknya sekali lagi sebuah pesan, yang oleh pria itu, entah akan dibaca atau tidak.

“Pergi sesukamu. Aku lelah menunggumu pulang,”

•••

“Zinnia itu, siapa, sayang?” Calista baru saja membuka laptopnya dan tak sengaja menemukan email kekasihnya dalam keadaan belum tertutup. Ditanya begitu, pria yang sedang mengemasi pakaiannya ke dalam ransel, segera menghampiri sumber suara.

“Siapa?”

“Ini aku nggak sengaja buka emailmu. Dia siapa?”
Pria itu membaca ulang chat-chat yang dengan jelas memamerkan kata-kata penantian. Ia beralih ke Calista, menatap mata perempuan itu dengan sungguh-sungguh dan memeluknya erat.

“Maaf kalau membuatmu cemburu, mungkin salah kirim. Tapi aku tidak kenal dia siapa,”

“Ih, betulan tidak kenal?”

“Iya serius. Hapus saja. Aku pergi dulu, ya?”  pria itu mengecup kening Calista dengan lembut. Perlahan dilepaskannya pelukan itu. Ada senyum terkembang dari sudut bibir Calista.

“Sayang, sebentar. Aku sudah buatkan teh hangat, minum dulu sebelum berangkat,”
“Uhm, rasanya kenapa agak pekat, ya? Tapi, terima kasih,” Calista dengan sigap mengambil kembali cangkir tersebut, mendorong halus pria itu agar bergegas keluar rumah. Saat pria itu tak terlihat batang hidungnya, Calista gegas mengetik sebuah pesan email.

“Hai, Zinnia. Saya sudah melakukan apa yang kamu minta, teh nya sudah diminum habis. Tolong segera transfer pembayarannya ke rekening yang sudah saya sebutkan,”

“Hai. Uangnya akan saya transfer. Sekarang pergi sejauh yang kamu bisa sebelum polisi menemukan kamu,”  .

•••

“Kau tahu? Ada yang sulit dikalahkan selain jarak dan waktu. Yaitu wanita yang dalam hatinya tumbuh rasa dendam.”

____________________

- 499 kata tanpa judul dan catatan kaki
- Tulisan ini untuk Prompt #61 MFF | Agak ga nyambung dengan gambar tapi inilah hasil interpretasinya.

Comments

  1. Replies
    1. Isi kepala perempuan memang rumit. #ehgimana

      Delete
  2. Sempet bingung harus bagaimana, jarak dan waktu emang dua unsur yang harusnya segera terpisah. Gue tau banget jalan ceritanya. "Sorry, terlalu mendalami karakter." :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaak makasih kak kalau isa mendalami ceritanya, hihi. Ini kisahnya rumit deh. Aku ga gitu paham sama urusan percintaan.

      Delete
  3. Oke ini fiksi gue kira soal penantian perempuan kaya cerita yang udah-udah tapi tenryata ujungnya malah jadi crime. Pembunuhan - -' keren.

    ReplyDelete
    Replies
    1. U.u kasus pembuhunan mainstream banget ya kak, semoga kita dijauhkan dari perbuatan itu.

      Delete
  4. Bagus nih ceritanya.. Calista itu suaminya si cewek ya? )Lalu Zinia itu mantannya, yg dinanti kembali...

    Saya jadi berfikir, perempuan itu kalau udah jatuh sulit banget melupakannya ya! Smga perempuan itu lebih tabah, berdendam pada waktu yg kan menjawab segalanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya yang keliru atau Agha yang keliru...Calista itu selingkuhannya si pria yang dibunuh yang mungkin jg jd rekan bisnis Zinnia sedangkan Zinnia pacar jarak jauh si lelaki itu..., gimana Uni?

      Delete
    2. Silakan interpretasikan sendiri hehe. Pembaca bebas kok ngasih kesimpulan gimana. Makasih, ya, sudah baca :')

      Delete
  5. Gak mudeng, kalau zinnia itu mantannya, kok si cowok gak inget? Terus transfer duit dalam rangka apa? Nyogok zinnia biar gak ngerusak hubungannya dengan pacarnya gitu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang bilang mantan siapa :-O transfer duit krn si Calia sudah melakukan permintaan si cliennya.. Zannia untuk membunuh kekasih jarak jauhnya itu, mungkin... Uni bs jelaskan :-D

      Delete
    2. Maunya sih, zinnia itu pacar jarak jauh, Calista itu pembunuh bayaran yang disuruh Zinnia untuk memata-matai pacarnya. Karena Zinnia capek dicuekin, akhirnya jyuruh Calista buat bunuh. Cmiiw.

      Delete
  6. nah, ini baru namanya cerita. tsakep deh. aku jadi inget obrolan emak emak gaul komples rumhku yang lagi pada belanja sayura di tukang sayur. 'laki berani selingkuh, sunat habis aja'. entahlah itu maknanya apa, aku terllu dini untuk mengetahui :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul aku juga masih di bawah umur, nih. Tapi yang aku tangkep, zaman dulu omongan itu cuma ngancam. Zaman sekarang mereka memang berani berbuat. Hih.

      Delete
  7. Maaf ya Uni saya ikut tanggapi koment yang di atas, ceritanya memang agak sdkit membingungkan klu tdk dibaca baik-baik... jd Celia itu adalah penyewa yg bersedia bkrja sama untuk membunuh kekasih LDRnya Zinnia? Oke endingnya gak ketebak... tapi gak terlalu mengejutkan sprt FF uni yg sblmnya .... sukses ea buat Promptnya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ih gpp, makasih bnyak malahan karena kamu udah bantu menanggapi. Ayo buat FF juga nanti kita saling share. Ff ini bisa dibilang gagal karena orang harus baca berkali-kali baru mengerti :'(

      Delete
  8. wwuiiihhh mengerikan memang seorang wanita yg dirasuki rasa sakit yang luar biasa dari lelakinya, malah menyuruh org lain untuk membunuhnya, endingnya keren, gak terduga banget, jadi terinspirasi bikin cerpen yg endingnya waahh kayak gini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini belum wah, hihi. Coba baca FF aku yang sebelumnya deh. Ayo buat, kamu pasti bisa lebih bagus!

      Delete

Post a Comment

Hi! Thank you for visiting my website. I hope you can enjoy read all about blog posts here and lemme know your opinion! Please leave on the comments bellow :)

Popular posts from this blog

Perbedaan Vaseline Petroleum Jelly Arab dan Vaseline Repairing Jelly

Assalamualaikum, pembaca saya yang kritis dan setia :)


Setelah masuknya Vaseline Repairing Jelly secara resmi ke Indonesia, jadi banyak sekali pertanyaan yang masuk di line saya seperti, apa sih Perbedaan Vaseline Petroleum Jelly dan Vaseline Repairing Jelly. Pertanyaannya hampir serupa, tentang apa bedanya, tentang kenapa harga mereka berdua terpaut sangat jauh, tentang kenapa yang satu tidak ada iklan serta susah dicari tapi yang satunya ada iklan di tv dan mudah ditemukan barangnya, dan kenapa sih, kok beda sekali hasilnya walau dua produk itu bertekstur jelly yang kurang lebih memiliki manfaat sama?


Vaseline sendiri sudah klaim bahwa prduknya aman, dibuat melalui tiga tahap proses pemurnian yang dimulai dari menyingkirkan benda-benda kotor, sampai akhirnya terbentuk jelly yang tidak menyebabkan iritasi maupun reaksi alergi.





Which one you like the most, guys?





Barangkali kamu sedang mencari tahu, mana di antara dua produk tersebut yang lebih ampuh untuk mengatasi keluhanmu? Mana yang le…

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Assalamualaikum!
Beberapa pembaca saya di Line dan e-mail mengirimkan pesan, meminta saya menuliskan tentang BB Cream yang ramah di kantong untuk mereka pakai. sebetulnya tidak bisa sembarang kasih rekomendasi karena aktivitas kita berbeda, jenis kulit juga berbeda, dan yang seperti ini tuh biasanya harus trial and errror untuk tahu apakah kamu cocok atau tidak.




BB Cream ini memang jadi booming sekali sejak ada K-Pop Wave di negara kita. Banyak juga kolega saya yang dulunya pakai Foundie, beralih ke BBC. Manfaatnya memang All in One, sih, ya... Konon, berdasarkan iklan-iklan pembuat BBC, itu tuh isinya sudah komplit ada Base + Foundation + Concealer + Sunblock + Moisturiser + Oil Control .


Well, segitu komplitnya hanya dengan cream yang cuma dipakai sebiji jagung tiap diaplikasikan. Karenanya, BBC lebih ringan di wajah, lebih ramah di kantong juga, jadi lebih praktis, ketimbang harus pakai kosmetik secara berlapis. :) Malah untuk beberapa BBC ada yang klaim bisa mencerahkan atau memutihk…

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

Hallo, Assalamualaikum teman-teman :)

Bagi saya, mengeluh adalah cara paling cepat untuk menghilangkan jenuh tapi sebetulnya bukan hal yang baik. Tapi enak. Tapi nyebelin. Dan di postingan kali ini saya akan berkeluh-kesah mengenai permasalahan kulit saya. Jadi, waktu itu saya mengecek kondisi kulit dan tipe kulit wajah saya ternyata kombinasi - minyak di T-zone. Namun, kulit tubuh kering kayak sisik ular, sampai rasanya kulit saya saingan sama kulit ular kobra yang belum ganti kulit. Plus misalnya kena sinar matahari, dia langsung bereaksi bintik merah, terbakar, agak kehitaman, kadang malah berdarah di bintik tersebut. (update : sejak 2016 kondisi kulit saya berubah jadi kering - sensitif). Lalu saya bingung, bagaimana cara mengatasi kulit kering berjerawat?





Permasalahan saya belum berhenti di sana. Kondisi bibir saya tuh ekstrim banget sih, suka pecah-pecah sendiri dan tiba-tiba berdarah ketika tersenyum, yang artinya sangat kekeringan. Banyak yang bilang karena saya kurang minum, pa…