[Prompt #58] : Klandestin

"Jadi, menurutmu Pia itu gimana?" tanya Rumi pada Adrian. Ini hari pertamanya mengajak sang pacar bertemu sahabatnya, Pia. Sudah hampir dua jam mereka bercengrama di bawah pohon trembesi beralaskan tikar. Langit mulai kelabu dan kini yang tersisa hanya remahan biskuit serta botol kosong. Karena urusan mendadak, Pia izin pulang lebih dulu.

"Yah... Baik."

"Iya sahabatku pasti baik, dong."

"Cantikan mana, dia apa aku?"

"Ya... Kamu. Tanpa makeup pun kamu udah cantik. Ini Pia yang sering convo bertiga sama kita, kan?"

"Seksi ya? Hehe, dia memang memikat sih. Awas, jangan suka!" ucap Rumi sambil cekikikan. Bahunya mengguncang sedikit menahan geli. Mereka berdua mulai bebenah dan menggulung tikar bersama. Danau yang tenang dan rerumputan yang hijau membuat lokasi ini jadi tempat favorit mereka.

"Ayo pulang. Sudah gelap."

"Sayang... Kenapa tempat ini selalu gelap?"

"Ng.. Karena di balik hitam kau akan menemukan terang."

•••

"Gimana, pacarku ganteng nggak?" Sepulang dari pertemuan sore itu, Rumi sempat hilang kontak dengan Pia. Kabarnya, Pia harus ke luar kota mengurus kerjaan. Ini menyebalkan karena Adrian juga pergi beberapa hari ke daerah minim sinyal. Rumi jadi merasa sepi. Tapi siang ini, Pia menelepon tanpa diminta.

"Ya... Gitu deh. Eh, bisa ketemu? Di danau itu aja."

•••

Dengan erat, Adrian memeluk punggung Rumi. Dalam dekapan Adrian terdengar isak tangis yang tertahan. Rumi melihat senja di danau ini kelabu. Mungkin karena pohon trembesi menghalangi cahaya masuk, atau sedang sehati dengan perasaan Rumi.

"Maafkan aku."

Adrian melepas pelukannya dan menatap wajah Rumi, memohon ampunan. Rumi berjalan ke tepi danau, memejamkan matanya. Siapa yang tidak marah? Kemarin siang Pia menceritakan semuanya ; tentang pertemuan tak di sengaja saat di luar kota, dan berikutnya saling kirim pesan.

"Kan, cuma teman."

"Jangan pernah kontak atau bertemu Pia lagi."

"Kenapa?"

Cih. Rumi meringis. Lelaki seharusnya tak perlu bertanya 'kenapa?' ketika perempuan dengan tegas berkata 'jangan' . Firasat perempuan itu kuat, Tuan.

"Pokoknya jangan!"

_______________________

• Untuk Prompt 58

klan·des·tin adv secara rahasia; secara gelap; secara diam-diam. | KBBI

0 comments:

Post a Comment

Hi! Thank you for visiting my website. I hope you can enjoy read all about blog posts here and lemme know your opinion! Please leave on the comments bellow :)