Skip to main content

Selamat Tinggal, Benci

Pernah nggak kamu nyesel karena udah benci sama seseorang?

Dalam hidup, sedikitnya pasti kita pernah merasa kecewa, sakit hati, kesal, atau murka terhadap sesuatu atau seseorang. Hal tersebut membuat kita, (atau mungkin hanya saya) memupuk rasa kekesalan di dada, menjadi sesak, mau mengamuk tanpa sebab, dan masygul tiap saat. Belakangan saya tahu perasaan tersebut namanya benci. Tapi, saya kerap bertanya-tanya, sebetulnya kenapa kita harus membenci seseorang, atau sesuatu?

Kenapa kita sudi membuat hati kita jadi kotor oleh perasaan-perasaan yang seharusnya nggak perlu ada? Saya selalu meringankan pikiran dengan berkata "Namanya juga manusia, wajar kalau suka benci gitu," tapi di sisi lain suka merasa kesal sendiri, seharusnya kita bisa belajar lapang dada dan menerima, atau bahkan memaafkan atas apa yang telah terjadi.

Dalam hidup saya, contohnya. Saya benci sekali terhadap sesuatu berbau hitung-menghitung. Melihatnya saja membuat saya mual, otak saya sakit dan mata langsung berair. Kalau dipaksakan bisa demam selama beberapa hari. Jika ada level lebih tinggi dari kata benci, itulah yang pantas saya sematkan terhadap matematika. Tapi kenapa saya benci?

Tentunya perasaan ini bukan semata hadir begitu saja. Ada sesuatu yang membuat saya tidak akan lupa dan setelah dewasa saya malah membuat tameng sehingga menolak matematika. Dalam kasus ini, berarti benci datang karena saya belum bisa memaafkan.

Atau, terhadap seseorang yang telah membuat saya sakit hati, saya begitu benci padanya. Benci ini membuat saya hancur, menangis tiap mengingat, dan kadang ada doa-doa buruk yang saya rapal tanpa saya sadari. Rasa benci ini memberikan dampak buruk buat saya sendiri, sebab, saya tidak pernah melampiaskan atau mengungkapkan pada orang yang saya benci.

Dia, atau mereka, tidak pernah tahu perasaan saya karena di hadapannya saya masih tersenyum. Oh, saya bukan munafik, mari kita sebut sebagai professional. Sama seperti pengakuan saya di atas, mungkin penyebab benci ini datang karena saya sulit memaafkan dan karena apa yang terjadi di luar kemauan saya maka benci itu ada.

Baru-baru ini saya sadar, benci bukanlah hal baik. Karena saya sama saja menabung dosa dan boleh jadi memutus silaturahim. Belum lagi energi negatif yang datang bersama perasaan benci, bikin hati kerap berprasangka buruk. Oh, satu lagi. Benci juga bisa menghambat kesuksesan, loh

Iya, betul, kita manusia, bisa benci dan dibenci. Tapi tentu saja, menjadi manusia yang baik itu jauh lebih baik ketimbang menjadi manusia yang pura-pura baik tapi menyimpan kebencian begitu dalam. Well, akhirnya saya belajar untuk membuang perasaan benci dan, yah... Saya mau kamu tahu. Barangkali kamu punya keinginan untuk melakukan hal yang sama, boleh dicoba :)


1. Lakukan segala sesuatunya dengan tulus ikhlas. Ini akan menghindari dari rasa tinggi hati dan iri.
2. Belajar jujur dan mengungkapkan tentang apa yang tidak kamu sukai atau yang mengganjal hati.
3. Lapang dada. 
4. Kalau poin 3 masih susah dijlankan, minimal belajar berbesar hati dengan memaafkan atas apa atau siapa yang telah membuat kita sakit hati.
5. Belajar menerima, bahwa apa-apa yang kita mau nggak selamanya bisa terkabul, dan hal-hal yang telah membuat kecewa nggak selamanya buruk buat kita.
6. Dekatkan diri pada Tuhan. Dia tahu bagaimana caranya membuat kita tenang. Dia mampu menghapuskan rasa dengki yang selama ini bersemayam.



Sepele ya. Dan teori terlihat mudah. Tapi coba dijalankan. Memang nggak mudah, tapi pelan-pelan pasti bisa. Mari memaafkan mantan, memaafkan teman yang berkhianat, memaafkan benturan kecil di keluarga, dan terus memaafkan biar hati lebih lapang. Doakan semoga saya, kamu, kita semua, bisa menyikapi keadaan dan tidak menyediakan ruang untuk perasaan benci. Mari menjadi (orang) baik, dengan tulus dan tanpa dibuat-buat. Tabik.




______________
Lido, 08/10/14.

Comments

  1. kalo benci yang sampai ke hati sih, ga pernah uni. Palingan benci dalam arti bosan. Bosan dengan rutinitas, sampai akhirnya jadi ga maksimal belajar. Itu yang bikin aku nyesel sampe sekarang, krn ada C di ijazah. Hahaha

    ReplyDelete

Post a Comment

Hi! Thank you for visiting my website. I hope you can enjoy read all about blog posts here and lemme know your opinion! Please leave on the comments bellow :)

Popular posts from this blog

Perbedaan Vaseline Petroleum Jelly Arab dan Vaseline Repairing Jelly

Assalamualaikum, pembaca saya yang kritis dan setia :)


Setelah masuknya Vaseline Repairing Jelly secara resmi ke Indonesia, jadi banyak sekali pertanyaan yang masuk di line saya seperti, apa sih Perbedaan Vaseline Petroleum Jelly dan Vaseline Repairing Jelly. Pertanyaannya hampir serupa, tentang apa bedanya, tentang kenapa harga mereka berdua terpaut sangat jauh, tentang kenapa yang satu tidak ada iklan serta susah dicari tapi yang satunya ada iklan di tv dan mudah ditemukan barangnya, dan kenapa sih, kok beda sekali hasilnya walau dua produk itu bertekstur jelly yang kurang lebih memiliki manfaat sama?


Vaseline sendiri sudah klaim bahwa prduknya aman, dibuat melalui tiga tahap proses pemurnian yang dimulai dari menyingkirkan benda-benda kotor, sampai akhirnya terbentuk jelly yang tidak menyebabkan iritasi maupun reaksi alergi.





Which one you like the most, guys?





Barangkali kamu sedang mencari tahu, mana di antara dua produk tersebut yang lebih ampuh untuk mengatasi keluhanmu? Mana yang le…

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Assalamualaikum!
Beberapa pembaca saya di Line dan e-mail mengirimkan pesan, meminta saya menuliskan tentang BB Cream yang ramah di kantong untuk mereka pakai. sebetulnya tidak bisa sembarang kasih rekomendasi karena aktivitas kita berbeda, jenis kulit juga berbeda, dan yang seperti ini tuh biasanya harus trial and errror untuk tahu apakah kamu cocok atau tidak.




BB Cream ini memang jadi booming sekali sejak ada K-Pop Wave di negara kita. Banyak juga kolega saya yang dulunya pakai Foundie, beralih ke BBC. Manfaatnya memang All in One, sih, ya... Konon, berdasarkan iklan-iklan pembuat BBC, itu tuh isinya sudah komplit ada Base + Foundation + Concealer + Sunblock + Moisturiser + Oil Control .


Well, segitu komplitnya hanya dengan cream yang cuma dipakai sebiji jagung tiap diaplikasikan. Karenanya, BBC lebih ringan di wajah, lebih ramah di kantong juga, jadi lebih praktis, ketimbang harus pakai kosmetik secara berlapis. :) Malah untuk beberapa BBC ada yang klaim bisa mencerahkan atau memutihk…

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

Hallo, Assalamualaikum teman-teman :)

Bagi saya, mengeluh adalah cara paling cepat untuk menghilangkan jenuh tapi sebetulnya bukan hal yang baik. Tapi enak. Tapi nyebelin. Dan di postingan kali ini saya akan berkeluh-kesah mengenai permasalahan kulit saya. Jadi, waktu itu saya mengecek kondisi kulit dan tipe kulit wajah saya ternyata kombinasi - minyak di T-zone. Namun, kulit tubuh kering kayak sisik ular, sampai rasanya kulit saya saingan sama kulit ular kobra yang belum ganti kulit. Plus misalnya kena sinar matahari, dia langsung bereaksi bintik merah, terbakar, agak kehitaman, kadang malah berdarah di bintik tersebut. (update : sejak 2016 kondisi kulit saya berubah jadi kering - sensitif). Lalu saya bingung, bagaimana cara mengatasi kulit kering berjerawat?





Permasalahan saya belum berhenti di sana. Kondisi bibir saya tuh ekstrim banget sih, suka pecah-pecah sendiri dan tiba-tiba berdarah ketika tersenyum, yang artinya sangat kekeringan. Banyak yang bilang karena saya kurang minum, pa…