Last but Not Least

Bismillah...

Ini akan jadi tulisan terakhir saya di usia 21. Saya sempat berkaca pada sisi saya sebelumnya, di mana saya selalu ceria, senang bercerita, memiliki banyak teman, sering berjalan-jalan keliling mall kapan saja, dan setahun ke belakang tiba-tiba jadi lebih banyak menghabiskan waktu seorang diri. Menyendiri. Menutup diri. Well, sejujurnya, itu menyenangkan. Sekalipun lingkungan saya berkata itu menyebalkan. Saya jadi susah dihubungi, susah ditemui, susah konsentrasi ketika diskusi. Mereka juga berkata bahwa seharusnya seseorang yang sehat, enerjik, serta mandiri seperti saya lebih pantas berkaul dan bermain, bukan mengasingkan diri. Orang rumah pun senang sekali kalau saya keluar rumah, itu artinya saya hidup, penuh pengalaman. Lantas mereka akan heran kalau saya pulang siang. "Kok pulangnya cepet banget?" begitu katanya. Saya hanya tersenyum, karena acara/kegiatan di luar sana memang belum berakhir, tapi saya memutuskan untuk pulang, masuk ke kamar, melakukan hal yang tidak melibatkan orang lain. Membaca. Mendengarkan musik. Menonton. Tertawa sendiri. Menangis sendiri. Dan merenung lama sekali.

Ya, seketika pribadi saya berubah. Saya senang memiliki 'me time' lebih banyak dan melakukan banyak hal bersama diri saya sendiri. Saya menyendiri, tetapi tidak pernah merasa sepi. Saya lupa rasa jatuh cinta, patah hati, senang, sedih... hanya tersedia amarah yang kadang dapat meletup-letup. Lalu perputaran waktu yang tidak pernah saya perhatikan mulai berlari. Saya meminta pada waktu untuk pelan-pelan saja, karena masih menikmati apa yang sedang saya lakukan. Namun detiknya berdetak cepat dan tak mau berkompromi. Sampai saya terengah-engah dan sadar, besok adalah 01 Agustus. Duhai, sebegini cepatkah waktu? Karena waktu akan menjadikan saya berusia 22 tahun. Dan saya khawatir.

Saya berharap dari diri saya tidak ada yang berubah, dan esok tidak penuh dengan petuah, hanya ucapan doa-doa yang selalu diijabah. Saya takut menjadi orang tua, yang mulai menua dan wajahnya kehilangan aura. Saya takut semakin naik usia saya, semakin mirip dengan orangtua (yang dalam beberapa hal, ada sifatnya yang tak saya suka) dan takut karena bisa saja saya melakukan apa yang tidak saya suka itu.

Ah, rumit sekali menjadi 22.

Awalnya memang saya cemas akan dituntut banyak hal ; harus adil pada orang, harus dewasa, harus ramah, harus menghilangkan sifat galak, harus terus tersenyum, harus bijaksana, harus tepat waktu, harus membahagiakan orang, harus lulus, harus wisuda, harus bekerja, harus mencari uang, harus menikah, harus mengurus rumah tangga, harus A B C sampai Z.

Tapi... sebelum usia saya berganti esok hari, saya yakin satu hal : bahwa saya akan tetap menjadi diri sendiri dan tidak ada seorang pun yang berhak mengatur saya, pun tidak bisa mengatur bahwa saya HARUS melakukan apa yang mereka minta. Esok saya akan bertambah usia, tapi saya tetap tidak bisa menjadi manusia sempurna. I'm completely ordinary and I beg you not to expect too much from me.

__________________

"Yeah, we're happy, free, confused and lonely at the same time. It's miserable and magical," (Taylor Swift - 22)

3 comments:

  1. Hai unidzalika, salam kenal. Aq sakinah boleh izin share tulisannya g? Kebetulan tpat tgl 1 agustus aq berulang tahun yg ke 22, knbetulan umur kita sama ya... Semoga menjadi teman,kmu bsa intip akun aq @rizkisakinah92

    ◦♥.◦♓@Ƥρ♈•βϊ®†ħƉªƴ°.♡·

    ReplyDelete
  2. ya mau bagaimana lagi, waktu terus berjalan dan tidak bisa terulang, menjadi tua itu seperti keharusan, harus dijalankan
    nice post
    salam :)

    ReplyDelete
  3. Jadi Uni ulang tahun? selamat ulang tahun Uni. Semoga menjadi Uni yang lebih baik lagi. :))

    ReplyDelete

Hi! Thank you for visiting my website. I hope you can enjoy read all about blog post here and lemme know your opinion! Please leave on the comments bellow :)