Skip to main content

Susah Lupa

Aku lupa bagaimana caranya jatuh cinta. Lupa rasanya sakit hati. Lupa seperti apa euforia saat bertemu sosok yang begitu di idam-idamkan selama hidup. Kemudian aku bertemu kamu, dan aku kembali ingat semua, yang sebelumnya kulupa.

Aku melihatmu saat malam di mana aku datang pertama kali ke tempat itu. Kita bertemu di tempat yang sama, terpanggil atas nama pekerjaan dan kita saling sibuk dengan tugas masing-masing. Aku pembawa acara dan kamu sebagai fotografer. Posisi berdiri kita, terpisah jauh.

Dalam kesibukanku memandu acara, aku masih sempat-sempatnya memperhatikan kamu yang mondar-mandir mengabadikan momen, dan sesekali melihat layar kamera untuk memastikan bahwa jepretan-mu memuaskan. Kamu tidak memedulikan tatapan mataku, kamu hanya sibuk melihat layar kamera.

Kepada lelaki yang namanya tak kuketahui,

aku tak berharap mengetahui tentang kamu lebih jauh. Cukup mengenalmu saja, aku sudah senang. Tapi aku tidak mendapat kesempatan mengenalmu, bahkan nama pun aku tak tahu. Aku senang sekali karena pada pagi hari kamu berhasil mengambil gambar wajahku yang jelas kusadari. Senang sekali melihatmu memberi arahan pada tamu undangan untuk berpose rapi sebelum kau foto. Senang sekali, saat aku dan kamu berdiri sejajar ketika salah satu sesi acara berlangsung. Kita bercakap sebentar, dan kita terjebak di tenda sejak hujan mulai turun rebas-rebas yang kemudian menderas. Tapi tak lama, sebab aku keluar tenda dan memutuskan untuk basah kuyup.

Untuk lelaki yang baru pertama kali kutemui.

Kamu galak, dan mudah kesal. Begitu yang terlintas di pikiran sebagian teman-temanku. Sebab raut mukamu memang begitu adanya. Tapi, bagiku kamu adalah lelaki yang aku sukai. Dan aku tahu, bukan perempuan seperti aku yang kamu harapkan untuk bisa menjadi pasanganmu.

Kepada lelaki yang tak kuketahui identitasnya,

Mestinya momen bersamamu bisa lebih lama. Mestinya kita punya bayak waktu untuk berbincang-bincang. Tapi aku tahu kamu tak suka basa-basi. Aku pun tak suka berdua dalam keadaan sepi. Kita tak bisa menjadi pasangan yang saling mengisi. Kamu dengan kameramu segera pergi, dan aku dengan microphone tetap berdiri di sini.

Kalau saja aku boleh meminta pada tuhan, aku ingin kita dipertemukan sekali lagi sekadar untuk berbincang lebih lama, dan bertukar cerita seperti teman lama. Kalau saja boleh, aku ingin kamu membaca surat ini ketika kamu dalam keadaan sepi, agar kamu tahu bahwa kamu tak selamanya sendiri, sebab ada aku yang sudi menemani. Kalau saja itu bisa terjadi...

Kenyataannya (sampai saat ini) kita tidak pernah bertemu lagi. Ah, sepertinya aku harus segera melupakanmu, secepat mungkin.

Comments

  1. padahal udah tau itu si, eh ada cicak di dinding mihihihi

    ReplyDelete

Post a Comment

Hi! Thank you for visiting my website. I hope you can enjoy read all about blog posts here and lemme know your opinion! Please leave on the comments bellow :)

Popular posts from this blog

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

Hallo, Assalamualaikum teman-teman :)

Bagi saya, mengeluh adalah cara paling cepat untuk menghilangkan jenuh tapi sebetulnya bukan hal yang baik. Tapi enak. Tapi nyebelin. Dan di postingan kali ini saya akan berkeluh-kesah mengenai permasalahan kulit saya. Jadi, waktu itu saya mengecek kondisi kulit dan tipe kulit wajah saya ternyata kombinasi - minyak di T-zone. Namun, kulit tubuh kering kayak sisik ular, sampai rasanya kulit saya saingan sama kulit ular kobra yang belum ganti kulit. Plus misalnya kena sinar matahari, dia langsung bereaksi bintik merah, terbakar, agak kehitaman, kadang malah berdarah di bintik tersebut. (update : sejak 2016 kondisi kulit saya berubah jadi kering - sensitif). Lalu saya bingung, bagaimana cara mengatasi kulit kering berjerawat?





Permasalahan saya belum berhenti di sana. Kondisi bibir saya tuh ekstrim banget sih, suka pecah-pecah sendiri dan tiba-tiba berdarah ketika tersenyum, yang artinya sangat kekeringan. Banyak yang bilang karena saya kurang minum, pa…

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Assalamualaikum!
Beberapa pembaca saya di Line dan e-mail mengirimkan pesan, meminta saya menuliskan tentang BB Cream yang ramah di kantong untuk mereka pakai. sebetulnya tidak bisa sembarang kasih rekomendasi karena aktivitas kita berbeda, jenis kulit juga berbeda, dan yang seperti ini tuh biasanya harus trial and errror untuk tahu apakah kamu cocok atau tidak.




BB Cream ini memang jadi booming sekali sejak ada K-Pop Wave di negara kita. Banyak juga kolega saya yang dulunya pakai Foundie, beralih ke BBC. Manfaatnya memang All in One, sih, ya... Konon, berdasarkan iklan-iklan pembuat BBC, itu tuh isinya sudah komplit ada Base + Foundation + Concealer + Sunblock + Moisturiser + Oil Control .


Well, segitu komplitnya hanya dengan cream yang cuma dipakai sebiji jagung tiap diaplikasikan. Karenanya, BBC lebih ringan di wajah, lebih ramah di kantong juga, jadi lebih praktis, ketimbang harus pakai kosmetik secara berlapis. :) Malah untuk beberapa BBC ada yang klaim bisa mencerahkan atau memutihk…

Lima Tempat yang Perlu Kamu Datangi Kalau ke Cibinong

Sejak saya tinggal di Cibinong, nyokap kadang khawatir lihat saya nggak seperti orang kebanyakan yang suka bergaul sambil jajan ke sana kemari. Saya lebih suka nongkrong berjam2 di suatu tempat dan kalau ada teman yang sanggup saya cuekin sekian jam, kadang dia  ikut nongkrong juga. Sebetulnya, dibilang kecanduan makan di kafe, enggak juga. Tapi kalau dibilang asik dengan dunia maya, iya, saya begitu, kok. Mengakui bahwa ada kehidupan di dunia maya yang sama serunya dengan dunia nyata. Namun, untuk bisa survive di dunia maya tuh, butuh koneksi internet yang sangat baik which is called, use wifi. Iya, kan? Ehehehehe.
Makanya saya suka keliling tempat buat numpang colokan sama Wifi sekalian kulineran. Peribahasanya mah, "sekali mendayung seribu pulau dikunjungi"
Ada yang kayak saya juga? Nyusahin, ya. Nyebelin juga. Ya tapi itu tujuan diciptakannya kafe-kafe di beberapa kota, kan? Buat dimanfaatkan fasilitasnya. Jadi berkah, deh.
Nah, walaupun saya tinggalnya di pedalaman Bog…