Skip to main content

Dear Masya, I was Insecure

Selamat sore Waktu Indonesia Barat.

Kamu!
Kamu tidak menangkap kode-ku hari ini. Ah, beberapa kali memang obrolan kita terasa tidak bersinggungan, mungkin karena kita letih karena aktivitas yang padat. Apa kau terlalu sibuk? Oke, cukup. Ini bukan pembuka surat yang baik.

Sedang apa kamu di sana? Sedang merindukan siapa? Aku ingin memberi tahu satu kabar yang tak ada kaitannya denganmu, tapi aku mau kamu tahu.
.
.
.
.
.

Aku akan menikah! :))
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tapi masih lama :(
.
.
.
.
.
Sebentar, tunggu, jangan kau abaikan suratku. Aku bisa jelaskan...

Yang mau aku sampaikan adalah, aku bingung. Aku bingung sekali mbak, takut. Entah kenapa, akhir-akhir ini aku punya perasaan takut yang beralasan, tapi tidak masuk akal. Aku takut menulis. Aku takut tulisanku payah. Tapi memang, seperti yang kau katakan, bahwa kita tidak bisa membahagiakan semua orang. Tapi bukan itu saja, mbak.

Aku takut sekali. Takut dibenci, takut dihujat, takut menikah, takut keluar rumah, takut tidak lulus kuliah, takut miskin, takut makan, takut sengsara, takut mati, aku takut melakukan ini itu. Tiba-tiba saja persaan insecure ini datang, dan aku membiarkannya semakin menguasai diri ini. Pernah mengalami, mbak?

Ah, semoga suratku ini tidak membuatmu cemas. Lupakan saja tulisan di atas. Kadang, kegelisahan memang sulit sekali dibendung. Omong-omong, kemarin Eli kirim surat untukku. Dia bilang, dia berhasil menaklukkan jarak. Ya, aku belajar darinya, bahwa kita tidak boleh berhenti berharap. Bagaimana denganmu? Masihkah takluk dengan jarak?

Mbak, aku ada pesan. Kita memang berasal dari dunia maya. Meskipun garis perbatasan dunia maya dan dunia nyata begitu tipis, tetap saja aku merasakan perbedaannya. Pesanku adalah, kamu tidak perlu datang ke pernikahanku jika memang tidak bisa. Ya, jarak kita terlalu jauh, aktivitas kita pun berbeda. Tapi untuk yang satu ini, bisakah kamu datang? Saat aku berhenti tertawa, saat semua chat-mu berhenti kubalas, saat aku tidak lagi meneriaki di telepon seluler, saat aku berhenti bercerita, saat itulah, maukah kamu datang menemuiku, kelak ketika jasadku terbujur kaku dan aku tinggal menunggu untuk dimasukkan ke dalam tanah sedalam dua meter. Aku mau kamu lihat aku untuk yang terakhir kalinya, kelak saat waktu itu tiba.

Mbak, Kalau memang ini adalah surat terakhir yang kutuliskan, aku ingin beritahukan padamu, di laci meja belajarku tersimpan banyak harta tak ternilai. Silakan kau ambil semuanya dan pergunakan sebaik mungkin.

Salam,

Aku yang sedang dihantui oleh perasaan takut.

Comments

  1. menyenangkan baca tulisan ini, lihat betapa kalian penuh cerita, dan kasih sayang :')

    ReplyDelete

Post a Comment

Hi! Thank you for visiting my website. I hope you can enjoy read all about blog posts here and lemme know your opinion! Please leave on the comments bellow :)

Popular posts from this blog

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

Hallo, Assalamualaikum teman-teman :)

Bagi saya, mengeluh adalah cara paling cepat untuk menghilangkan jenuh tapi sebetulnya bukan hal yang baik. Tapi enak. Tapi nyebelin. Dan di postingan kali ini saya akan berkeluh-kesah mengenai permasalahan kulit saya. Jadi, waktu itu saya mengecek kondisi kulit dan tipe kulit wajah saya ternyata kombinasi - minyak di T-zone. Namun, kulit tubuh kering kayak sisik ular, sampai rasanya kulit saya saingan sama kulit ular kobra yang belum ganti kulit. Plus misalnya kena sinar matahari, dia langsung bereaksi bintik merah, terbakar, agak kehitaman, kadang malah berdarah di bintik tersebut. (update : sejak 2016 kondisi kulit saya berubah jadi kering - sensitif). Lalu saya bingung, bagaimana cara mengatasi kulit kering berjerawat?





Permasalahan saya belum berhenti di sana. Kondisi bibir saya tuh ekstrim banget sih, suka pecah-pecah sendiri dan tiba-tiba berdarah ketika tersenyum, yang artinya sangat kekeringan. Banyak yang bilang karena saya kurang minum, pa…

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Assalamualaikum!
Beberapa pembaca saya di Line dan e-mail mengirimkan pesan, meminta saya menuliskan tentang BB Cream yang ramah di kantong untuk mereka pakai. sebetulnya tidak bisa sembarang kasih rekomendasi karena aktivitas kita berbeda, jenis kulit juga berbeda, dan yang seperti ini tuh biasanya harus trial and errror untuk tahu apakah kamu cocok atau tidak.




BB Cream ini memang jadi booming sekali sejak ada K-Pop Wave di negara kita. Banyak juga kolega saya yang dulunya pakai Foundie, beralih ke BBC. Manfaatnya memang All in One, sih, ya... Konon, berdasarkan iklan-iklan pembuat BBC, itu tuh isinya sudah komplit ada Base + Foundation + Concealer + Sunblock + Moisturiser + Oil Control .


Well, segitu komplitnya hanya dengan cream yang cuma dipakai sebiji jagung tiap diaplikasikan. Karenanya, BBC lebih ringan di wajah, lebih ramah di kantong juga, jadi lebih praktis, ketimbang harus pakai kosmetik secara berlapis. :) Malah untuk beberapa BBC ada yang klaim bisa mencerahkan atau memutihk…

Lima Tempat yang Perlu Kamu Datangi Kalau ke Cibinong

Sejak saya tinggal di Cibinong, nyokap kadang khawatir lihat saya nggak seperti orang kebanyakan yang suka bergaul sambil jajan ke sana kemari. Saya lebih suka nongkrong berjam2 di suatu tempat dan kalau ada teman yang sanggup saya cuekin sekian jam, kadang dia  ikut nongkrong juga. Sebetulnya, dibilang kecanduan makan di kafe, enggak juga. Tapi kalau dibilang asik dengan dunia maya, iya, saya begitu, kok. Mengakui bahwa ada kehidupan di dunia maya yang sama serunya dengan dunia nyata. Namun, untuk bisa survive di dunia maya tuh, butuh koneksi internet yang sangat baik which is called, use wifi. Iya, kan? Ehehehehe.
Makanya saya suka keliling tempat buat numpang colokan sama Wifi sekalian kulineran. Peribahasanya mah, "sekali mendayung seribu pulau dikunjungi"
Ada yang kayak saya juga? Nyusahin, ya. Nyebelin juga. Ya tapi itu tujuan diciptakannya kafe-kafe di beberapa kota, kan? Buat dimanfaatkan fasilitasnya. Jadi berkah, deh.
Nah, walaupun saya tinggalnya di pedalaman Bog…