Skip to main content

Kapan?

Selamat pagi kamu, yang ketika terbangun bukan lagi wajahku yang ada di hadapanmu.
Tentu sekarang ini aku tak berhak mengatakan bahwa yang bergejolak ini adalah sebuah kerinduan terhadapmu.
Namun, sebelum kamu beranjak dari ranjangmu, ada baiknya kamu tahu, yang kurasakan sekarang, sangat menyakitkan tapi juga menyenangkan.
Menyesakkan pernapasanku, Membuat dadaku begemuruh, Melumpuhkan akal sehatku,
Melenyapkan keraguan yang memagari keyakinan.
Aku tak pernah tahu apa itu rindu...
Yang aku rasakan kini sangat pedih, menyayat, dan kondisi ini seakan membuatku harus mengkonsumsi asap karbon monoksida dalam waktu berkepanjangan. Asap berbaya, tapi nikmat ketika dihirup.
Kapan terakhir kali kita bertemu?
Kapan terakhir kali aku dengar suaramu?
Kapan terakhir kali kaki kita meninggalkan jejak di waktu yang bersamaan?
Kapan terakhir kali kita makan malam bersama?
Kapan terakhir kali kita melakukan sesi foto?
Kapan terakhir kali aku melihat senyumanmu?
Aku merasa baru sejam yang lalu kita bertemu, dan jarak ini mampu membuatku berkhayal seolah kita telah berpisah selama satu dekade.
Aku tak layak katakan bahwa aku rindu kamu, tapi rasa yang meletup-letup ini sungguh tak lagi dapat kutahan. Aku butuh bertemu kamu, aku ingin buktikan pada jantung kalau bertemu kamu aku akan baik-baik saja. Aku hendak pastikan kepada paru-paru kalau bertemu kamu aku tak akan lagi sesak menahan kerinduan. Aku mau perlihatkan pada pembuluh darahku kalau kamu adalah separuh nyawa yang membuatku hidup.
Dan tanpa melepas rasa yang kurasakan ini, aku ingin bertanya padamu,
Kapan terakhir kali kamu merapalkan namaku dalam doamu?
Kapan?

Comments

Popular posts from this blog

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

Hallo, Assalamualaikum teman-teman :)

Bagi saya, mengeluh adalah cara paling cepat untuk menghilangkan jenuh tapi sebetulnya bukan hal yang baik. Tapi enak. Tapi nyebelin. Dan di postingan kali ini saya akan berkeluh-kesah mengenai permasalahan kulit saya. Jadi, waktu itu saya mengecek kondisi kulit dan tipe kulit wajah saya ternyata kombinasi - minyak di T-zone. Namun, kulit tubuh kering kayak sisik ular, sampai rasanya kulit saya saingan sama kulit ular kobra yang belum ganti kulit. Plus misalnya kena sinar matahari, dia langsung bereaksi bintik merah, terbakar, agak kehitaman, kadang malah berdarah di bintik tersebut. (update : sejak 2016 kondisi kulit saya berubah jadi kering - sensitif). Lalu saya bingung, bagaimana cara mengatasi kulit kering berjerawat?





Permasalahan saya belum berhenti di sana. Kondisi bibir saya tuh ekstrim banget sih, suka pecah-pecah sendiri dan tiba-tiba berdarah ketika tersenyum, yang artinya sangat kekeringan. Banyak yang bilang karena saya kurang minum, pa…

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Assalamualaikum!
Beberapa pembaca saya di Line dan e-mail mengirimkan pesan, meminta saya menuliskan tentang BB Cream yang ramah di kantong untuk mereka pakai. sebetulnya tidak bisa sembarang kasih rekomendasi karena aktivitas kita berbeda, jenis kulit juga berbeda, dan yang seperti ini tuh biasanya harus trial and errror untuk tahu apakah kamu cocok atau tidak.




BB Cream ini memang jadi booming sekali sejak ada K-Pop Wave di negara kita. Banyak juga kolega saya yang dulunya pakai Foundie, beralih ke BBC. Manfaatnya memang All in One, sih, ya... Konon, berdasarkan iklan-iklan pembuat BBC, itu tuh isinya sudah komplit ada Base + Foundation + Concealer + Sunblock + Moisturiser + Oil Control .


Well, segitu komplitnya hanya dengan cream yang cuma dipakai sebiji jagung tiap diaplikasikan. Karenanya, BBC lebih ringan di wajah, lebih ramah di kantong juga, jadi lebih praktis, ketimbang harus pakai kosmetik secara berlapis. :) Malah untuk beberapa BBC ada yang klaim bisa mencerahkan atau memutihk…

Lima Tempat yang Perlu Kamu Datangi Kalau ke Cibinong

Sejak saya tinggal di Cibinong, nyokap kadang khawatir lihat saya nggak seperti orang kebanyakan yang suka bergaul sambil jajan ke sana kemari. Saya lebih suka nongkrong berjam2 di suatu tempat dan kalau ada teman yang sanggup saya cuekin sekian jam, kadang dia  ikut nongkrong juga. Sebetulnya, dibilang kecanduan makan di kafe, enggak juga. Tapi kalau dibilang asik dengan dunia maya, iya, saya begitu, kok. Mengakui bahwa ada kehidupan di dunia maya yang sama serunya dengan dunia nyata. Namun, untuk bisa survive di dunia maya tuh, butuh koneksi internet yang sangat baik which is called, use wifi. Iya, kan? Ehehehehe.
Makanya saya suka keliling tempat buat numpang colokan sama Wifi sekalian kulineran. Peribahasanya mah, "sekali mendayung seribu pulau dikunjungi"
Ada yang kayak saya juga? Nyusahin, ya. Nyebelin juga. Ya tapi itu tujuan diciptakannya kafe-kafe di beberapa kota, kan? Buat dimanfaatkan fasilitasnya. Jadi berkah, deh.
Nah, walaupun saya tinggalnya di pedalaman Bog…