Bukan Ilusi Optikal

Kamu..
Kamu itu nyata atau hanya halusinasiku?
Kamu itu memiliki napas atau hanya sebuah manekin?
Kamu itu memiliki arteri dan vena atau hanya punya saluran kabel di punggungmu?
Kamu itu punya pita suara atau hanya punya pengisi suara dengan baterai?
Kamu punya dua telinga untuk mendengarku, atau hanya punya alat rekam berbentuk memori eksternal?
Kamu itu bisa melihat atau tidak?
Bisa melihatku, atau melihat tulisan yang sedang kupersembahkan buatmu?
Kamu...
Aku tak pernah berharap lebih. Tapi terimakasihku yang paling terdalam kudedikasikan buatmu.
Karena kamu, telah menghilangkan sedihku dan menggantinya dengan senyuman tanpa alasan.
Iya, aku tersenyum sepanjang hari tanpa tahu sebabnya.
Aku hanya lihat kamu, dan semua sedihku luruh.
Aku merasa tangisku sudah kedaluwarsa untuk diteteskan.
Aku tak pernah tahu apakah kamu nyata atau hanya sebuah ilusi.
Tapi secara sadar kamu masuk ke dalam ingatanku.
Aku tahu ini bukan sebuah ilusi optikal, aku jelas terbayang-bayang oleh wajahmu.
Padahal kamu...
Bukan siapa-siapa.

3 comments:

  1. hahahah jangan dong, kan ceritanya secret admirer . lol

    ReplyDelete
  2. Aduh isi puisinya sesuatu banget lah. Sukaaa

    ReplyDelete

Hi! Thank you for visiting my website. I hope you can enjoy read all about blog post here and lemme know your opinion! Please leave on the comments bellow :)