MIOPI | #20

Salam semangat! Ini surat untuk kamu, dan untuk semua temanmu yang mengira aku sombong.
Salam persahabatan!
Aku tak sombong tapi aku suka menolong. Aku cerdik biarpun tak cantik. Aku murah hati, dan belum mati.
Tapi aku punya penyakit. Menderita miopi.
Kamu tahu apa itu miopi?
Itu adalah sebutan bagi penderita rabun jauh, dan aku menderita itu. Mataku bermasalah.
Aku tak bisa lihat tulisan di papan tulis kelasku, tak bisa melihat angka yang tertera di angkutan umum, tak bisa baca arah petunjuk toilet atau lift saat di pusat perbelanjaan, tak bisa lihat tali sepatuku sendiri saat sedang berdiri, tak bisa lihat isi sms di handphone-mu saat kita duduk bersebelahan, tak bisa melihat ada polisi tidur di sebuah jalan, tak bisa lihat teman-temanmu saat aku melewati tempatmu berkumpul, tak bisa lihat sinar matahari dengan baik, tak bisa lihat kamu dengan jelas, bahkan tak bisa lihat diri sendiri dengan jelas saat sedang bercermin.
Jarak jelas penglihatanku kurang dari satu meter. Lebih dari itu, semua bias, rabun, tak jelas.
Mataku sakit, dan tak mau pakai kacamata. Soalnya aku takut jelek, aku takut kamu malu saat denganku, aku takut kacamata akan membuatku ketergantungan. Dan aku tak mau pakai lensa kontak, aku sayang mataku dan tak ingin melukai mataku dengan memakai benda tersebut.
Itu alasannya aku tak pernah menegurmu atau teman-temanmu saat kita berpapasan, sebab aku tak sadar itu adalah orang yang aku kenal.
Aku bukan buta. Bukan juga penderita diselexia. Bukan pula buta warna. Bukan silindris. Aku miopi-yang sudah kronis.
Tapi pendengaranku bagus, saking bagusnya aku bisa dengar kalau aku sedang dibicarakan. Ohya, aku bisa menoleh kalau dipanggil, dan kita bisa sekedar saling sapa agar kamu bisa buktikan kalau aku tak sombong, dengan catatan kamu atau teman-temanmu yang mulai menyapaku duluan.
Jadi tolong sampaikan pada semua penduduk di muka bumi ini, bahwa aku tidak sombong karena tak mau menyapa atau menegur saat bersitatap, aku hanya kesulitan melihat dengan jelas.
Tolong bantu aku sebarkan surat ini. Aku bukan ingin terkenal, bukan juga ingin dikasihani lantas semua menyumbangkan uang untukku berobat, aku hanya ingin semua orang paham dengan kondisi mataku, agar semua tahu bahwa aku tak bermaksud sombong. Tolong bantu sebarkan surat ini ya.
Hey menurutmu ini surat fiksi? Ini kenyataan bung, tolong percaya.
Published with Blogger-droid v2.0.10

Comments

Popular posts from this blog

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Lima Tempat yang Perlu Kamu Datangi Kalau ke Cibinong