Skip to main content

Aktivitasku | #28

Hei kamu yang lagi betah sama aktivitasmu!
Bosan ya selalu aku buatkan surat? Kalau aku buatkan kopi setiap pagi, bosan juga?
Iya, aku tahu kamu tidak suka membaca, tapi kamu suka aku kan? Jadi kamu harus baca tulisanku hihi.
Kamu masih sibuk? Aku mau cerita sedikit, supaya kamu tahu aktivitasku.
Aku habis mengunjungi seorang kakek yang pakai kursi roda dan sedang disuapi sarapan oleh istrinya (yang juga sudah nenek-nenek). Aku jadi sadar, Cinta tanpa fisik itu seperti mereka ya, sudah jelek berkeriput bahkan sulit berjalan tapi masih saling sayang. Apa kita bisa seperti itu? Kalau iya, aku tidak akan takut untuk jadi tua asal bersamamu.
Terus setelah urusanku selesai aku mampir dulu ke warung bakso, disana aku bertemu seorang ibu, dua anaknya, dan suaminya sedang makan di warung bakso. Mesra sekali keluarga itu, makan bersama, tertawa bersama, tanpa beban. Dan kamu harus tahu, ibu cantik itu buta, dan aku bisa lihat aura saling mencintai mereka, dua anaknya juga lucu sekali. Ternyata benar kata penulis Tere Liye, bahwa Kita sama sekali tidak membutuhkan mata untuk memandang cinta sejati kita. Tidak memerlukan kelopak mata untuk mengenalinya, ia selalu datang, tidak pernah tersesat.
Aku segera menaiki angkutan umum meninggalkan warung bakso, cuaca sudah mendung, harus segera pulang. Dan di dalam angkutan aku melihat seorang bule pakai kalung Rosario yang besar, dan di sebelahnya ada perempuan berkerudung. Mereka berbincang dalam bahasa inggris dan aku menangkap pembicaraan mereka. Membicarakan apa yang harus dilakukan kalau sudah sampai dirumah nanti, dan dari percakapannya aku tahu mereka sudah menikah. Semudah itukah cinta menyatukan dua prinsip yang berbeda dan memusnahkan ego? Tapi kok kita yang satu prinsip saja, masih kalah oleh egoisme masing-masing ya? Kenapa coba kita masih kalah sama keegoisan kita?
Perjalananku sudah sampai. Aku sudah di rumah kakakku, dan bertemu keluarga yang jauh lebih bahagia dari orang-orang yang kutemui sebelumnya. Keluarga yang sedang mengajarkan anak-anaknya mengaji, menghafal kitab suci, dan sembahyang berjamaah. Kata kakakku, kalau dalam sebuah keluarga agamanya bagus maka urusan lainnya akan bagus juga. Mau memperdalam agama bareng nggak? supaya kedepannya kita bisa lebih baik nih.
Tak lama aku tertidur, dan bermimpi sedang duduk di ruang tengah berlantai kayu, rumah kita nantinya. Terlihat kalau kehidupan kita akan jauh lebih bahagia dari orang-orang yang aku temui sebelum tidur. tetap akan ada masalah, tapi kita memiliki tiang kepercayaan, kesetiaan, loyalitas, dan saling menguatkan komitmen.
Aku akhirnya terbangun dari tidurku, dan segera menuliskan surat ini. Sepertinya tugas kita untuk memperbaiki diri masih banyak ya, aku jadi ingin cepat-cepat bertemu kamu untuk mendiskusikan hal ini. Sekarang sudah pukul empat dini hari, sedang apa kamu?
Selamat pagi,
Sudah bangun untuk sembahyang subuh, atau perlu kubangunkan? :)
Published with Blogger-droid v2.0.10

Comments

Popular posts from this blog

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

Hallo, Assalamualaikum teman-teman :)

Bagi saya, mengeluh adalah cara paling cepat untuk menghilangkan jenuh tapi sebetulnya bukan hal yang baik. Tapi enak. Tapi nyebelin. Dan di postingan kali ini saya akan berkeluh-kesah mengenai permasalahan kulit saya. Jadi, waktu itu saya mengecek kondisi kulit dan tipe kulit wajah saya ternyata kombinasi - minyak di T-zone. Namun, kulit tubuh kering kayak sisik ular, sampai rasanya kulit saya saingan sama kulit ular kobra yang belum ganti kulit. Plus misalnya kena sinar matahari, dia langsung bereaksi bintik merah, terbakar, agak kehitaman, kadang malah berdarah di bintik tersebut. (update : sejak 2016 kondisi kulit saya berubah jadi kering - sensitif). Lalu saya bingung, bagaimana cara mengatasi kulit kering berjerawat?





Permasalahan saya belum berhenti di sana. Kondisi bibir saya tuh ekstrim banget sih, suka pecah-pecah sendiri dan tiba-tiba berdarah ketika tersenyum, yang artinya sangat kekeringan. Banyak yang bilang karena saya kurang minum, pa…

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Assalamualaikum!
Beberapa pembaca saya di Line dan e-mail mengirimkan pesan, meminta saya menuliskan tentang BB Cream yang ramah di kantong untuk mereka pakai. sebetulnya tidak bisa sembarang kasih rekomendasi karena aktivitas kita berbeda, jenis kulit juga berbeda, dan yang seperti ini tuh biasanya harus trial and errror untuk tahu apakah kamu cocok atau tidak.




BB Cream ini memang jadi booming sekali sejak ada K-Pop Wave di negara kita. Banyak juga kolega saya yang dulunya pakai Foundie, beralih ke BBC. Manfaatnya memang All in One, sih, ya... Konon, berdasarkan iklan-iklan pembuat BBC, itu tuh isinya sudah komplit ada Base + Foundation + Concealer + Sunblock + Moisturiser + Oil Control .


Well, segitu komplitnya hanya dengan cream yang cuma dipakai sebiji jagung tiap diaplikasikan. Karenanya, BBC lebih ringan di wajah, lebih ramah di kantong juga, jadi lebih praktis, ketimbang harus pakai kosmetik secara berlapis. :) Malah untuk beberapa BBC ada yang klaim bisa mencerahkan atau memutihk…

Lima Tempat yang Perlu Kamu Datangi Kalau ke Cibinong

Sejak saya tinggal di Cibinong, nyokap kadang khawatir lihat saya nggak seperti orang kebanyakan yang suka bergaul sambil jajan ke sana kemari. Saya lebih suka nongkrong berjam2 di suatu tempat dan kalau ada teman yang sanggup saya cuekin sekian jam, kadang dia  ikut nongkrong juga. Sebetulnya, dibilang kecanduan makan di kafe, enggak juga. Tapi kalau dibilang asik dengan dunia maya, iya, saya begitu, kok. Mengakui bahwa ada kehidupan di dunia maya yang sama serunya dengan dunia nyata. Namun, untuk bisa survive di dunia maya tuh, butuh koneksi internet yang sangat baik which is called, use wifi. Iya, kan? Ehehehehe.
Makanya saya suka keliling tempat buat numpang colokan sama Wifi sekalian kulineran. Peribahasanya mah, "sekali mendayung seribu pulau dikunjungi"
Ada yang kayak saya juga? Nyusahin, ya. Nyebelin juga. Ya tapi itu tujuan diciptakannya kafe-kafe di beberapa kota, kan? Buat dimanfaatkan fasilitasnya. Jadi berkah, deh.
Nah, walaupun saya tinggalnya di pedalaman Bog…