Skip to main content

bulan September | dzalika kemana?

*boleh di baca, boleh di copy, boleh di petik hikmahnya, boleh di share, tapi tolong untuk tidak menghapus sumbernya (penulis aslinya)*

"Dzalika kemana sih?"
Kurang lebih hampir setiap orang (yang kenal gue) ngomong kayak gitu sejak september sampai pertengahan november. Mau temen kuliah, temen kerja, temen organisasi, temen SMA, temen SD, temen di sosial media, pokoknya semua temen gue pertanyaannya sama : "Dzalika kamu kemanaaaa?!"
Di sms nggak bales, di telpon nggak ngangkat, di samperin kerumah nggak ada, di kampus nggak ada, di tempat kerja nggak ada, di jejaring sosial nggak aktif, nongkrong sama temen-temen pun udah nggak pernah. Ini terjadi kira-kira sejak awal september. Jawabannya? Gue juga nggak tau gue kemana. Tiba-tiba hilang gitu aja, tapi gue masih hiduuup kok! Gue ada disini, nggak kemana-mana, tapi kenapa gue nggak ada pas dicariin, itu juga pertanyaan yang gue nggak tau mesti jawab apa, tapi gue punya alasan kenapa tiba-tiba gue begitu...
••
September itu emang bulan yang paling luar biasa, mengajarkan banyak hal, mengajarkan kalau gue nggak selamanya bisa dapetin apa yang gue mau (mengingat selama 20 tahun ini gue selalu bisa mendapatkan apa yang gue inginkan), mendidik gue jadi paham tentang kedewasaan.
Di postingan sebelumnya gue pernah bahas kalau gue suka sm seseorang di bulan April. Setelah bertemu dia, gue ngerasa hal apapun, kejadian apapun, masalah apapun, gue maunya cerita sm itu orang. Gue ngerasa gue udah nemuin orang kepercayaan dan sejak itu mungkin bisa dibilang gue jadi tertutup ke temen-temen. Sebenarnya bukan tertutup, tapi gue udah nemuin orang yang pas buat jadi teman cerita. Buat gue ini cowok fungsional. Bisa jadi kakak, adik, temen, sahabat, guru, dokter, konsultan, dan semua profesi ada di cowok ini sampai gue berani naruh dia ada di prioritas ke3 dari enam prioritas. Tapi gue nggak tahu dia ke gue itu gimana, dan selama gue kenal dia, tiba2 aja di bulan september itu kita lost kontak.
••
Lost kontak. Sama artinya dengan gue kehilangan temen cerita. Sama artinya dengan bikin gue jadi pendiem karena meskipun banyak hal yang mau diceritain, gue cuma mau di share ke orang itu. Jadilah gue tertutup dan kalau urusan dikampus udah kelar, gue langsung pulang, nggak nongkrong sama anak-anak kayak biasanya. bayangin, hampir sebulan gue (seolah) menutup diri dari lingkungan, tapi sebenernya bukan itu maksud gue. Gue cuma sedang belajar untuk menghargai waktu, belajar menjadi dewasa.
Tapi ternyata temen-temen itu nggak bisa terima dengan sikap gue yang berubah jadi pendiam.
banyak yang bilang kalau gue beda. Padahal dulu temen-temen gue protes klo gue sering dikampus sampe malem, skr mereka protes knp gue tiap beres kelas langsung pulang. Dulu mrk protes knp gue sibuuuuk bgt organisasi sm kerja smpe ga ada wktu buat mrk. Skr mrk protes setelah gue berenti kerja. Dulu mrk protes knp gue itu cerewet bgt nge-sms-in mrk buat makan, buat rajin kuliah, buat ttep solat, buat aktif di organisasi, pkoknya gue selalu sms semua org almost everyhour. Sekarang, sejak gue nggak pernah smsin mrk, skr mrk protes, "za kemana aja". Beberapa teman malah marah2 sm gue, nanya gue pny masalah apa, maksa2 gue buat ngomong tentang masalah gue, padahal gue lg ga ada masalah.
Gue cuma belajar jadi dewasa.
Sampai akhirnya gue sadar, jadi dewasa itu nggak kayak gini, jadi dewasa itu bukan berarti kita harus diem, serius, bijak tiap saat, tertutup sama lingkungan, nggak kayak gitu.
Kalau dewasa seperti itu, gue nggak mau jadi dewasa, karena Gue nggak bisa ninggalin sikap cerewet dan bawel gue. Sempet ada satu temen, ngomong sesuatu ke gue yang kata-katanya menyentuh banget (gue nggak tahu dia ngomong dari hati apa asal ngomong). dia bilang : "Dza kamu kemana aja, kita ini butuh kamu yang selalu ada buat kita..."
Jujur, tersentuh banget denger dia ngomong gitu, ngerasa kalau selama ini gue emang dihargain kehadirannya. But everything is changed already: gue tetap jadi orang yang tertutup, meskipun gue bisa balik jadi orang yang ada buat temen-temen, sudah bisa dihubungi, dan kembali ceriaaaa.
••
Jadi, itulah alesannya. Tapi gue juga masih nggak bisa jawab gue kemana saat itu, menghilang kemana? yang pasti gue yang ceria, yang cerewet, yang rese, dan tukang telat ini sudah kembali, dan insya Allah akan selalu ada buat siapapun yang membutuhkan gue :)
••
Intinya, dewasa itu bukan soal kamu mengubah jati diri kamu. Bukan soal kamu mengubah keceriaan kamu menjadi pendiam. Bukan soal menghilangkan jadwal nongkrong kamu sama teman-teman. Dewasa itu, ketika kamu bisa bijak menyikapi persoalan hidup di waktu yang tepat, dan dewasa itu (menurut teori gue) adalah kematangan seseorang dalam memaknai kehidupannya sendiri.
Semoga aja sikap gue saat ini (yang menurut sebagian orang nggak dewasa) bisa menjadi lebih baik di tahun 2013 nanti.

Sampai ketemu tahun depan! :)

Published with Blogger-droid v2.0.9

Comments

Popular posts from this blog

[BEAUTY CORNER - 02] Dewa Kelembapan, si Vaseline Petroleum Jelly

Hallo, Assalamualaikum teman-teman :)

Bagi saya, mengeluh adalah cara paling cepat untuk menghilangkan jenuh tapi sebetulnya bukan hal yang baik. Tapi enak. Tapi nyebelin. Dan di postingan kali ini saya akan berkeluh-kesah mengenai permasalahan kulit saya. Jadi, waktu itu saya mengecek kondisi kulit dan tipe kulit wajah saya ternyata kombinasi - minyak di T-zone. Namun, kulit tubuh kering kayak sisik ular, sampai rasanya kulit saya saingan sama kulit ular kobra yang belum ganti kulit. Plus misalnya kena sinar matahari, dia langsung bereaksi bintik merah, terbakar, agak kehitaman, kadang malah berdarah di bintik tersebut. (update : sejak 2016 kondisi kulit saya berubah jadi kering - sensitif). Lalu saya bingung, bagaimana cara mengatasi kulit kering berjerawat?





Permasalahan saya belum berhenti di sana. Kondisi bibir saya tuh ekstrim banget sih, suka pecah-pecah sendiri dan tiba-tiba berdarah ketika tersenyum, yang artinya sangat kekeringan. Banyak yang bilang karena saya kurang minum, pa…

Perbedaan Vaseline Petroleum Jelly Arab dan Vaseline Repairing Jelly

Assalamualaikum, pembaca saya yang kritis dan setia :)


Setelah masuknya Vaseline Repairing Jelly secara resmi ke Indonesia, jadi banyak sekali pertanyaan yang masuk di line saya seperti, apa sih Perbedaan Vaseline Petroleum Jelly dan Vaseline Repairing Jelly. Pertanyaannya hampir serupa, tentang apa bedanya, tentang kenapa harga mereka berdua terpaut sangat jauh, tentang kenapa yang satu tidak ada iklan serta susah dicari tapi yang satunya ada iklan di tv dan mudah ditemukan barangnya, dan kenapa sih, kok beda sekali hasilnya walau dua produk itu bertekstur jelly yang kurang lebih memiliki manfaat sama?


Vaseline sendiri sudah klaim bahwa prduknya aman, dibuat melalui tiga tahap proses pemurnian yang dimulai dari menyingkirkan benda-benda kotor, sampai akhirnya terbentuk jelly yang tidak menyebabkan iritasi maupun reaksi alergi.





Which one you like the most, guys?




Barangkali kamu sedang mencari tahu, mana di antara dua produk tersebut yang lebih ampuh untuk mengatasi keluhanmu? Mana yang l…

[Beauty Corner - 14] Nih, Lima Macam BB Cream yang Perlu Kamu Coba!

Assalamualaikum!
Beberapa pembaca saya di Line dan e-mail mengirimkan pesan, meminta saya menuliskan tentang BB Cream yang ramah di kantong untuk mereka pakai. sebetulnya tidak bisa sembarang kasih rekomendasi karena aktivitas kita berbeda, jenis kulit juga berbeda, dan yang seperti ini tuh biasanya harus trial and errror untuk tahu apakah kamu cocok atau tidak.




BB Cream ini memang jadi booming sekali sejak ada K-Pop Wave di negara kita. Banyak juga kolega saya yang dulunya pakai Foundie, beralih ke BBC. Manfaatnya memang All in One, sih, ya... Konon, berdasarkan iklan-iklan pembuat BBC, itu tuh isinya sudah komplit ada Base + Foundation + Concealer + Sunblock + Moisturiser + Oil Control .


Well, segitu komplitnya hanya dengan cream yang cuma dipakai sebiji jagung tiap diaplikasikan. Karenanya, BBC lebih ringan di wajah, lebih ramah di kantong juga, jadi lebih praktis, ketimbang harus pakai kosmetik secara berlapis. :) Malah untuk beberapa BBC ada yang klaim bisa mencerahkan atau memutihk…